RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Pulang bareng



"Daddy dimana dirimu"


Chila yang baru datang dari bermain berteriak mencari Daddy-nya


"Oh Daddy...yuhu Daddy"


Jay masih belum menyahuti panggilan Putri kesayangannya itu


"Daddy dalam hitungan ketiga jika Daddy tidak muncul...Chila akan mencari Daddy baru"


Jay yang baru saja keluar toilet mendengar teriakan putrinya terkikik geli


"Chila mulai menghitung ya dad"


"1"


"2"


"Kesempatan terakhir jika Daddy tak juga keluar Chila akan benar-benar mencari Daddy baru"


"Ti..."


Jay muncul dibelakang putrinya lalu mengangkat tubuh Chila sambil menciumi seluruh wajah Putri cantiknya itu


"Berani ya nyari Daddy baru hah...emang mau nyari dimana Daddy barunya"


"Hahaha.. Daddy ampun...ampun Daddy..hahaha"


"Nggak ada ampun sudah berani mau gantiin Daddy dengan Daddy baru"


Jay kini sudah berpindah menciumi perutnya putrinya dari balik dreesnya


"Hahaha...nggak Chila gak jadi cari Daddy baru ampun Daddy hahaha..Mommy help me"


Chila berteriak saat melihat Jasmine melintas hendak ke dapur


"Stop Daddy kasian Chila"


"Tidak sebelum dia berkata tidak akan mencari Daddy baru"


"Hah Daddy baru..Chila"


"Ya ampun Daddy Chila tidak akan mencari Daddy selain Daddy Zaydan Malik yang kaya seantero jagad"


"Hahahaha...bisa saja kamu sayang"


Chila didudukan dipangkuan Daddynya


"Katakan pada Daddy apa yang kamu mau sayang...hingga berteriak kencang"


"Daddy Chila ingin memelihara kucing"


"Kucing"


"Yea..boleh"


Dengan rayuan puppy eyes maut miliknya membuat Jay luluh


"Huh kenapa semua anak gue licik banget ya"


Jay bergumam pelan


"Daddy boleh ya...Ya...Ya"


"Sayang apa kamu bisa merawatnya jika Daddy membelikan satu ekor"


"Promise..Chila akan merawat dan menjaganya"


"Bisa dipercaya..karena mereka makhluk hidup yang butuh dirawat dan diberi makan serta minum seperti kita"


"Trust me dad"


"Dan jangan merepotkan maid dan yang lainnya"


"Okay..deal"


"Deal baby"


"Oh thank you..Daddy memang best banget"


"kiss me"


Chila menciumi seluruh wajah Jay dengan muka imutnya


"Ayo dad kita membelinya sekarang"


"Hmm.. Baiklah Princess"


Jay mengajak Jasmine ikut serta mereka sekalian akan jalan jalan..Si kembar sedang berlatih untuk persiapan olimpiade..jadi Chila meminta Daddy-nya mengantar jika tidak bisa dipastikan dia akan pergi dengan abangnya


Disekolah Sikembar dan Ghaydan serta murid lain yang akan mengikuti olimpiade berada diruang terpisah sesuai dengan lomba yang akan diikuti


Dituangkan Arash sudah ada dua orang guru pengawas..Arash dan juga Malika


"Ok soal yang bapak berikan apa sudah selesai semua"


"Sudah pak"


"Malika bagaimana"


"Sudah pak"


"Baik kalian bisa istirahat sebentar kami akan mengoreksi"


"Baik pak"


Kompak Arash dan Malika menjawab..Malika terkadang mencuri pandang pada Arash..Bukan Arash tidak tahu tapi hanya pura pura tidak tahu saja


Saat akan mengambil botol air minum tanpa sengaja Malika menyenggol botol Arash yang sudah terbuka dan membasahi baju serta celana Arash


"Maaf gue gak sengaja Rash..maaf"


Malika hanya menunduk tak berani menatap Arash..Arash tersenyum tipis disudut bibirnya


"It's Okay"


Arash membuka bajunya yang basah dan menyisakan kaos putih polos yang melekat pas ditubuhnya


Malika sempat takjub namun kembali mengalihkan pandangannya


"Lain kali kalau loe mau minum dilihat dulu dimana tempatnya"


Malika hanya mengangguk sambil masih menunduk.. Sedangkan Arash tersenyum manis melihat tingkah Malika..Baru kali ini ada perempuan tidak berani menatap Arash secara langsung itu yang membuat Arash penasaran


"Arash Malika..Kalian bisa kemari "


Malika dan Arash berjalan kearah para guru pengawas


"Arash dan Malika.. setelah kami cek hasil kalian semua benar hanya saja cara pengerjaannya yang berbeda..Untuk Malika rumus kamu terlalu oanjang..dan kami sepakat untuk menggunakan rumus Arash dan dari beberapa kali latihan rumus Arash paling simpel dan cepat cara pengerjaannya..Jadi Malika kamu bisa berlatih rumus dari Arash dari sekarang..Arash kamu bersedia mengajarkan pada Malika"


"Dan kebetulan besok kami ada acara di dinas kami akan memberikan ekstra soal agar bisa kalian kerjakan dan nanti kami cek"


"Baik pak"


"Untuk hari ini sudah cukup..Kalian bisa pulang... Selamat sore"


"Sore pak..bu"


Arash membereskan perlengkapan sekolahnya dan buku buku miliknya begitu juga dengan Malika..Hari ini Arash dan Arsya membawa kendaraan sendiri sendiri karena pasti jam pulang mereka berbeda.. karena lelah mereka jarang saling menunggu untuk pulang bersama


"Gue balik duluan Rash"


"Ya hati hati"


Malika meninggalkan ruangan latihannya berjalan menuju pintu keluar menunggu supir menjemput


Arash mengirim pesan pada kembarannya jika dia pulang dulu.. begitu juga sebaliknya..Arash membawa motor sportnya keluar sekolah..Dihalte depan sekolah Arash melihat Malika bersiri sendiri disana


Tin


"Loe belum pulang"


"Belum lagi nunggu taksi"


"Loe gak dijemput"


"Nggak ada yang bisa jemput"


"oh gitu...mau gue temenin"


"Nggak usah Rash.. gapapa kok gue sendirian"


Arash sedikit bingung jika dia tinggal kasian Malika menunggu ditempat sepi tapi dia juga tidak pernah berboncengan dengan wanita


"Hmm..Mal kayaknya agak sulit nyari taksi disini..Loe gue antar aja sebelum malam nih"


"Tapi Rash..."


"Uda gapapa yul naik"


Arash melepas jaketnya dan diberikan pada Malika..karena rok Malika yang pendek jika dia membonceng akan lebih pendek lagi


"Nih loe pake..rok loe terlalu pendek kasian pengendara lain kehilangan konsentrasi nanti lihat rok kamu..hehe"


Malika menerima jaket Arash dan menaruhnya diatas paha saat sudah duduk diatas motor..Arash melajukan motornya dengan kecepatan sedang..Saat dilampu merah Arash menanyakan alamat rumah Malika


"Rumah loe dimana"


"Di kompleks griya kumbang no 5"


"Itukan komplek perumahan elite dekat rumah Devin"


Arash membatin setelah mendengar alamat rumah Malika


"Oh ya gue tau"


Lampu kembali hijau Arash berjalan dengan kecepatan yang sama..tanpa ada percakapan diantara keduanya..Hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Malika..Rumah megah dengan gaya modern dan pilar menjulang tinggi


"Rash makasih uda nganterin gue pulang"


"Iya sama sama"


"Maaf gue gak nawarin loe mampir takut loe kemalaman"


"Sans aja..Oya gue minta no ponselmu dong Mal"


"Buat apa"


"Loe ingat perkataan pak Erlan tadi"


"Oh itu Ok...mana ponselmu"


Arash memberikan ponselnya pada Malika..Malika melihat walpaper ponsel Arash berisi foto dia dan Arsya serta Chila


"Uda gue tulis...Loe tinggal miscall aja"


"Ok thanks ntar gue hubungi dimana besok kita ketemu..Gue balik ya"


"Ok..hati hati Rash"


"sip.. Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Malika lupa mengembalikan jaket Arash dan masih menggenggam jaket itu


"Ya ampun jaket si Arash lupa gue balikin..Ya sudah balikin besok aja"


Malika masuk kerumahnya dan melihat kedua orangtuanya serta kakaknya sudah berada dirumah


Sedangkan disekolah Arsya baru saja selesai...saat akan pulang salah satu dari dua rekannya menanyakan keberadaan Arash


"Sya loe pulang sendiri"


"Hem"


"Abang loe"


"Uda balik"


"Oh gitu"


Arsya masuk kedalam mobilnya dan berpamitan dengan kedua rekannya itu


"Marsha..Hanif gue duluan ya"


"Ok bro hati hati"


Marsha hanya mengangguk tanpa bersuara..Hingga suara Hanif mengagetkan dia


"Loe mau bareng gue gak Cha"


"Boleh deh..Gue juga gak dijemput"


Marsha masuk kedalam mobil Hanif dan meninggalka area sekolah


"Gue sengaja gak bawa motor dan gak dijemput berharap bisa loe antar pulang...Kenapa loe susah gue gapai sih Rash"


_______


Hari ini gak nglucu dulu ya..


Happy Reading


jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak