
Usai lamaran diacara ulangtahun Danish, Devin menepati janji membawa kedua orangtuanya dan keluarga besar Alfatir untuk melamar Tisya. Semua persiapan sudah selesai. Mereka akan melamar Tisya malam nanti.
"Bang. Coba dicek lagi barang-barang yang mau dibawa masih ada yang kurang nggak"
"Sudah tiga kali mama. Mama gak usah khawatir semua sudah sesuai dengan yang dicatatan mama"
"Oh iya. Mama lupa"
"Mama istirahat saja dulu. Devin malah khawatir sama mama. Kalau mama parnoan gini"
"Iya benar kata Abang sayang. Kamu istirahat saja dulu. Jangan terlalu khawatir sayang"
"Iya pah"
"Bang, papa temani mama dulu. Mungkin sebentar lagi kakek sama nenek datang"
"Iya pah"
Devin juga beristirahat didepan sofa ruang televisi. Sambil merebahkan tubuhnya, dia menunggu kakek dan neneknya yang masih dalam perjalanan. Opa dan Omanya juga dalam perjalanan. Sedangkan kedua adiknya juga sedang istirahat. Karena lelah, tak terasa Devin terlelap juga.
Lima belas menit lamanya Devin terlelap. Kakek dan neneknya datang, Devin tidak mengetahui. Aidil dan Bilqis langsung masuk kerumah karena pintu terbuka.
"Assalamualaikum"
"Kok sepi banget ya pap"
"Pada tidur paling mam. Dah masuk aja. Salah sendiri pintu terbuka lebar"
Aidil dan Bilqis berjalan masuk kedalam rumah Bintang. Mereka melihat Devin terlelap disofa depan televisi.
"Ini namanya ditonton televisi. Bukan nonton televisi"
"Haha. Cucu mu itu mam. Kelakuannya gak jauh beda sama bintang. Gampang banget tidur"
"Iya pap. Bangunin gak nih"
"Bangunin saja mam. Mungkin dia nungguin kita"
"Ya udah biar mami bangunin. Papi mau langsung ke kamar"
"Iya papi capek"
Dirumah Bintang, baik kedua orangtuanya sendiri ataupun mertuanya memiliki kamar pribadi. Aidil memilih masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Semakin berumur, fisiknya mudah lelah. Sedangkan Bilqis sedang membangunkan cucunya.
"Devin. Dev. Bangun yuk"
Devin yang merasa adanya sentuhan diwajahnya, langsung membuka matanya perlahan. Melihat senyum neneknya, Devin langsung memeluk tubuh yang mulai renta itu.
"Nenek. Kapan datang"
"Belum lama sayang"
"Kakek mana"
"Dikamar"
"Maaf nek, Devin ketiduran nek"
"Gapapa. Kamu pasti lelahkan menyiapkan ini semua"
"Hehe iya nek"
"Opa sama Oma kamu belum datang"
"Belum nek. Oma baru pulang dari Jerman subuh tadi. Paling masih capek"
"Huh. Oma kamu itu walaupun sudah berumur masih saja energik"
"Hahaha. Kebanyakan tingkah nek"
"Awas, Oma kamu dengar bisa diamuk kamu"
Aidil keluar kamar dan bergabung dengan cucu serta istrinya. Mereka bercanda sambil menunggu kedatangan Radith dan istrinya. Paman Devin juga belum datang. Karena Andrea menemani orangtuanya ke Jerman selama beberapa Minggu.
.
.
Jay dan Jasmine yang sedari kecil merawat Devin juga tak mau kalah. Semua biaya pernikahan mereka yang akan menanggung. Keluarga Tisya sangat kaget dan bingung. Karena semua kebutuhan pernikahan sudah disiapkan dengan sangat teliti.
Para tetangga dan beberapa teman Tisya kaget mendengar pertunangan Tisya. Selama ini Tisya hanya satu kali memiliki kekasih dan itu sudah lama berpisah. Sekarang tiba-tiba Tisya dipersunting pria dari kalangan berada. Beberapa teman Tisya belum tau jika yang meminangnya adalah Devin. Teman sekaligus musuh saat sekolah. Begitu juga Reza.
"Tis. Loe punya cowok gak pernah cerita sama gue. Loe gak nganggap gue sahabat loe lagi tis"
"Bukan gitu Za. Gue bingung gimana ceritanya. Dan gue gak punya pacar"
"Terus kalau bukan pacar. Siapa yang melamar loe tis. Masa mendadak dilamar. Kayak judul film aja"
"Lah emang bener. Gue mendadak dilamar"
"Jujur gue penasaran sama calon suami loe itu. Jangan-jangan pria berumur yang gak laku-laku. Hahaha"
"Gak gitu juga Za. Yang jelas loe kenal sama dia. Dan kalau loe lihat wajahnya, gue pastiin loe bakalan kaget"
"Siapa sih tis. Jangan bikin gue penasaran kenapa"
"Nanti lie juga bakalan tau"
"Huh. Serah deh. Oya gue mau ngomong sama loe. Tapi janji jangan marah ya"
"Marah kenapa"
"Sakti ada dikota ini"
Tisya terdiam sejenak. Mendengar nama orang yang tak ingin lagi dia temui ataupun dia dengar. Orang yang telah menorehkan luka begitu dalam. Membuat Tisya sangat trauma"
"Kemarin gue gak sengaja ketemu dia. Kebetulan perusahaan dia kerjasama dengan perusahaan papa gue. Gue ketemu waktu meeting"
"Oh. Gak ada urusan sama gue Za"
"Dia nanyain loe tis. Dan gue jawab gue gak pernah ketemu loe"
Tisya tak menjawab perkataan Reza. Reza pin paham bagaimana sakitnya Tisya saat itu. Karena hanya Reza dan kekasihnya yang terus menemani Tisya saat itu. Butuh waktu lama untuk Tisya untuk bangkit dari lukanya.
"Tis. Loe taukan sakti orangnya nekad. Gue minta loe jujur sama tunangan loe nanti tentang sakti. Gue takut dia akan berbuat licik"
"Iya Za. Makasih sudah selalu mengkhawatirkan gue"
"Sampai kapanpun loe sahabat gue. Oya lupa. Lyra perjalanan balik kesini"
"Yang bener Za"
"Iya. Dia antusias dan penasaran sama cowok yang tiba-tiba melamar loe tis"
"Kangen gue sama Lyra"
Reza memang berada dirumah Tisya membantu persiapan pertunangan Tisya. Keluarga Reza juga akan hadir. Bagi mereka Tisya adalah anak perempuan yang mereka sayangi. Karena Reza adalah anak tunggal.
Semua persiapan telah rampung. Seharian baik Devin dan Tisya tidak saling bertukar kabar. Mereka sibuk dengan persiapan pertunangan. Tisya juga meminta agar acara pertunangan ini dirahasiakan. Tisya tidak enak dengan para karyawan Devin. Dia takut dikatakan memanfaatkan keadaan. Dan merayu Devin. Karena baru enam bulan bekerja sudah berganti status menjadi tunangan bos.
Sebelum Devin menyetujui permintaan Tisya, dia juga memiliki syarat khusus. Devin meminta dalam kondisi terdesak Devin tidak mau menyembunyikan status mereka. Tisya mau tak mau setuju. Tisya sedang mempersiapkan mental saat nanti para sahabatnya mengetahui siapa calon suaminya itu.
Malam pun datang. Usai sholat Maghrib kerja berangkat menuju kediaman Tisya. Seperti acara karnaval, mobil beriringan menuju kediaman Tisya. Bahkan halaman rumah Tisya sampai tidak muat menampung mobil-mobil tersebut. Para tetangga Tisya dan sahabatnya tercengang melihat iringan mobil mewah dan mereka turun dengan membawa seserahan yang tak kalah mewah juga.
Pemeran utama pria dalam acara ini masih belum muncul. Semua tamu undangan penasaran dengan sosok calon suami Tisya. Reza dan kekasihnya berdiri dibarisan depan penyambut tamu. Saat melihat klan Malik keluar dari mobil, Reza langsung ternganga. Rasa penasaran semakin menjadi dibenak Reza.
Devin keluar dari mobil dengan pakaian batiknya. Dia nampak gagah dan rupawan. Reza dan Lyra yang pertama terkejut melihat Devin.
"Devin"
Devin tersenyum manis dihadapan Reza dan Lyra. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan. Reza masih tak percaya jika Devin adalah calon suami Tisya. Sikembar yang berdiri dibelakang Devin langsung berita pelan.
"Menikah karena sumpah"
__________
Detik - detik hokya hokye 😂😂😂
Jangan lupa jempolnya gaesss
Happy Reading