
Emang lagi syantik
Hei, sayangku
Hari ini aku syantik
Syantik bagai bidadari
Bidadari di hatimu
Hei, sayangku
Perlakukanlah diriku
Seperti seorang ratu
Kuingin dimanja kamu
Hei, sayangku
Hari ini aku syantik
Syantik bagai bidadari
Bidadari di hatimu
Hei, sayangku
Perlakukanlah diriku
Seperti seorang ratu
Kuingin dimanja kamu
Emang lagi manja
Lagi pengen dimanja
Pengen berduaan dengan dirimu saja
Emang lagi syantik
Tapi bukan sok syantik
Syantik-syantik gini hanya untuk dirimu
"Cihaaaa. Terus ibu-ibu cantik yang semangat ya. Goyang pinggulnya. Tiga dua satu. Tangan diatas. Cihaaa semangat emak cantik"
Suara instrukstur zumba yang diundang khusus oleh grils squad malik. Aretha yang ingin kembali langsing mendapat penolakan dari Arsya namun disetujui oleh semua anggota girls squad. Bahkan Jasmine dan Melany ikut berzumba. Para pria juga dianjurkan ikut demi kesehatan.
"Pah kenapa kita harus ikutan juga sih. Kita itu uda langsing loh pah. Cuma perut aja nih agak menggunung"
"Diem napa sih jay. Ikutin aja kemauan para ratu. Atau kamu mau tuh pisang dilakban gak boleh keliaran lagi"
"Ogahlah pah. Itu gak boleh diganggu gugat hak paten"
"Makanya diem. Ikutin aja gerakannya"
"Papa jangan kenceng-kenceng. Encok ntar gak bisa nunggang kuda lumping"
"Kampret loe jay"
"Kampret-kampret gini juga anakmu pah"
"Diem berisik"
Arsya dan Arash tak jauh beda. Mereka juga mengeluh sudah dua minggu mereka mengikuti privat zumba dirumah. Walaupun tubuh Icha tidak berubah sama sekali setelah melahirkan, namun icha tetap ingin mengikuti zumba. Orang ya g tak mengeluh hanya bagas. Dia memang suka zumba. Apapun yang berhubungan dengan dance bagas sangat suka.
"Ayo emak-emak syantik kita ke latihan berikutnya biar tambah disayang suami. Siap tiga dua satu. Jepit tahan. Jepit tahan. Tap tap semangat. Ulangi lagi"
"Cuma bagian ini yang gue suka kalau pas zumba bang"
"Sialan loe ars. Mesum aja"
"Heleh kayak situ kagak aja. Ingat kita kembar loh"
"Hahahaaaa. Kampret emang loe ars"
Diantara anggota senam itu yang paling heboh adalah markoneng. Bahkan setiap gerakan dari instruktur dilebih-lebihkan. Akhirnya setelah satu jam latihan, mereka bisa beristirahat juga. Sang instruktur sudah pulang kerumah.
"Wah kak ret kayaknya udah agak langsingan sekarang ya"
"Iya chil bobot kakak uda turun lumayan banyak"
"Chila juga uda agak kurusan"
"Kalian mah enak ada perubahan. Lihatlah pada diriku apanya yang berubah coba. Ini yang salah badanku apa gerakan senamnya sih"
"Hahaha. Harusnya kak icha bahagia tanpa harus mengurangi makan dan zumba, badan kakak tak akan berubah. Kami saja iri"
"Tapi gue pengen tuh agak berisi dikit. Biar sekseh. Ini kayak gak ada isinya sama sekali"
"Emang kakak mau berisi apanya"
Icha pun memperagakan bagian mana saja yang dia inginkan menonjol. Dan semua gerakan itu menjadi perhatian arash,arsya dan juga bagas. Karena istri mereka juga ikut bergaya.
"Gue pengen ya aset atas gue tuh mobtok gitu jadi kalau pas jalan kelihatan wow"
Icha memperagakan berjalan sambil membusungkan dada.
"Terus ya nih slebor gue juga pengen semok gak trepes gini kayak triplek"
"Kak bentar icha bayangin dulu. Apa gak malah kayak bebek ya kak"
"Masak sih. Bentar kita coba peragakan. Pinjam handuk dong"
Icha memberikan sumpelan pada aset kembarnya dan juga slebor belakangnya lalu berjalan anggun.
"Hahaha iya ya kok malah kayak bebek fashion show"
"Hahaha baru nyadar kamu cha. Jalan sambil diiringi lagu cha"
"Paan kak"
*P*otong bebek angsa. Masak dikuali. Nona minta dansa. Dansa empat kali. Serong ke kanan serong ke kiri. Lala lala lala lala
Chila dan retha menyanyikan lagu itu bersama dan ketiganya berjoged bersama setelah itu tertawa terbahak-bahak.
"Bang sumpah bini gue sekarang berubah ganas"
"Maksud loe. Ganas diranjang ars"
"Kok bisa bukannya kak retha itu paling kalem diantara duo barbar itu kak"
"Iya itu dulu gas sebelum tetkontaminasi sama duo kampreto mesumable"
"Siapa itu kak"
"Icha sama oneng markoneng. Bini loe mesum beneran ya bang"
"Gue tau juga habis ijab qabul ars. Gue kira dia bakalan teriak lihat max. Eh malah dia kira max squisy buat mainan sama dia. Pusing kepala gue ars. Kalau habis dipake mainan dia tanggung jawab jinakin aja gak masalah. Ini gak habis mainan ditinggal gitu aja malah dibonusin disentil"
"Hahaha. Gue tau gimana rasanya itu bang. Dan itu gak jauh beda sama yang apa gue rasakan tiga minggu yang lalu"
"Emang kak arsya digituin juga kayak bang arash"
"Gak sekejam itu gas tapi sungguh rasanya menyakitakan. Gue baru pulang dari kantor habis lembur karena meriksa lapora yang dari jogja agak sedikit mencurigakan. Tau sendiri capek habis lembur enaknya dapat pelayanan ekstra"
"Loe gak dapat itu gitu ars"
"Gak cuma gak dapat bang. Disiksa juga yang ada. Gue masuk kamar retha langsung nyambut gue. Tiba-tiba dia nyuruh gue diem aja. Dia langsung buka gesper gue, celana gue diplorotin sama daleman juga. Pikir gue wah rejeki nomplok ini pulang langsung dapat obat sakit kepala. Uda kepedean kan gue. Berdiri pun gak apa. Udah on banget eh ternyata dia nyariin tanda lahir kita yang tersembunyi bang"
"Maksud loe dia tau kita ada tanda lahir ditempat rahasia"
"Iya dia ubek-ubek pesanggrahan keris naga sakti gue bang. Setelah ketemu dia bilang gue lagi dapat. Gimana perasaan loe bang uda diterbangin keatas awan langsung ditendang lagi turin kebumi"
"Hahaha itu kalau yang alami bagas langsung gulung kak. Sungguh terlalu hahaha"
"Emang chila alim gas. Gak barbar ke loe"
"Dia itu jahil banget bang sumpah. Dia tau apa kelemahan gue bang dan dia gunain itu buat ngerjain gue terus. Tapi yang sampai sekarang gue penasaran, darimana dia belajar ilmu jaran goyang"
"Jaran goyang"
"Iya. Masa tiap kita maen bang dia minta dikasih musik jaran goyang gitu. Gue gak ngerti banget sumpah"
"Selain jaran goyang dia pake ilmu kuda lumping gak"
"Iya bang itu juga"
"Ini jelas siapa gurunnya gas"
"Siapa kak"
"Noh kakak ipar tercinta kita"
"Dan kemarin bang ubi kayu gue juga diperiksa katanya siapa tau ada tandanya. Sampe hutan rimba gue dicukur sama dia kak"
"Hahahaha hutan gundul dong gas"
"Sumpah ternyata itu semua ada gurunya toh. Wes angel angel tenan"
"Kayaknya mereka perlu dirukyah"
"Iya betul itu. Gue sampai gak ngenalin bini gue. Jadas habis"
"Setuju bang kak"
Para pria masih asyik berghibah, three angels sudah beranjak ke dapur. Merkw akan membuat sarapan bersama.
"Masak apa ya enaknya"
"Kak bikin spageti yuk. Lama gak makan itu"
"Boleh juga. Tapi tunggu yang lain dulu mau apa"
"Oke kak"
Tak lama para orangtua dan suami mereka ikut beegabung. Icha sedang meneliti isi kulkas. Hari ini dia ingin membuat puding mangga. Jay dan arka sudah duduk sambil memangku si kembar Al. Dan serkan bersama Jasmine.
"Mau masak apa cha"
Tanpa sengaja icha mengambil si ungu dan ditunjukkan pada mertuanya.
"Ini aja gimana dad"
"Hehehe boleh tapi dipotong dulu ya"
"Ah gak asyik kalau dimutilasi. Oya chila mau spagetti dad. Apa yang lain mau"
"Boleh uda lama gak masak itu"
"Oke icha masak itu aja"
Mereka asyik dengan kesibukan masing-masing. Hingga tanpa sengaja otak brilian icha mengeluarkan pertanyaan absurd.
"Kenapa kalau mie telur itu keriting. Sedangkan yang gak pake tulisan telur lurus"
Jay yang mendengar pertanyaan menantunya langsung menjawab.
"Karena yang pake telur itu spesial cha. Lebih nikmat"
"Gitu ya dad"
"Iyalah coba kamu rasakan deh. Mie keriting lebih gurih walaupun tanpa bumbu. Asin-asin dikit gitu. Kalau mie spageti yang dibungkusnya tanpa tambahan telur, gak akan berasa kalau gak dikasih bumbu"
"Iya daddy pinter"
Arka menyahuti perkataan jay dan icha. Yang laub hanya mendengarkan saja.
"Emang kamu gak pernah gitu merasakan mie keriting yang pake telur"
"Jarang sih opa. Kan dirumah jarang masak mie"
"Masa arash gak pernah ngasih makan mie keriting peke telur"
Arash yang disebut namanya protes kepada sang kakek.
"Kok bawa-bawa arash sih opa"
"Ya iyalah. Yang punya mie keriting pake telur cuma kamu rash. Kalau icha punyanya cuma mie keriting aja. Hahaha"
"Opaaaaa"
_______
Ini kenapa semua jadi kayak icha ya... Pusing aing mah
Jempol jempol
Happy reading