RashSya Story

RashSya Story
RashSya~BFF



Shanum mengatakan semua yang dia bicarakan dengan Mirza mengenai Arash.. Ghaisan sempat menampakkan wajah terkejutnya namun dia berusaha menutupinya...Hingga detik ini Ghaisan belum juga mau berbicara masalah apa yang membuatnya hingga kabur dari rumah


"Gaes kalian uda paham kan kita harus gimana"


"Iya kta setuju Sha"


"Kita harus menghibur Arash...selama ini Arash selalu melindungi kita..menghibur kita dan selalu ada disaat kita butuh"


Shanum berkata seperti itu sambil menyantap Arsya seolah menatap Arash..Arsya sendiri sedang menahan sakit..apa yang dirasa Abangnya sedikit dia rasakan ikatan batin mereka sangat kuat..Sepandai-pandainya Arash menyimpan luka Arsya akan merasakannya juga


"Chan sebelum kita menghibur Arash...apa loe gak ingin cerita sesuatu ke kita gitu"


Devin mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan Ghaisan yang masih setia mengunci rapat bibirnya


"Nanti gue cerita bang jangan sekarang lebih baik kita fokus ke Arash dulu aja"


"Oke deh kalau emang loe masih ga mau omong"


Mereka bergegas menyiapkan segala sesuatu untuk menghibur Arash..Shanum sudah meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa cemilan dan minuman


"Ok sudah rebes tinggal panggil pemeran utamanya"


Arsya yang akan memanggil abangnya..Dia juga ingin berbicara secara pribadi terlebih dahulu sebelum bertemu dengan sahabat-sahabatnya..Arsya langsung masuk ke kamar Arash yang juga kamarnya jika dirumah Varo


"Bang"


"Hem..Gue kira loe lagi maen sama yang lain Ars"


"Bang gue tau loe akhirnya putus sama Malika kan"


"Hehe..muka biasa aja kali Ars"


Arsya nampak cemberut dan sedikit menekuk wajahnya dengan tatapan tak kalah tajam dengan Arash


"Bang gue lagi serius ini"


"Hem"


"Bang loe gak bisa kayak gini terus loe harus bisa buktikan ke keluarga Malika jika mereka telah salah membuang Abang"


"Haha...loe tuh Ars mau nunjukin gimana coba..Mereka tau kita siapa juga pasti keder... Hahaha"


"Iya juga ya bang...kenapa gue lupa...hahaha"


Sikap polos Arsya yang tiba-tiba muncul membuat Arash tertawa lepas..Arsya terkadang menjadi polos tanpa sebab jika didepan Arash dan Rizky


"Loe uda mau tidur Ars kok uda masuk kamar"


"Nggak gue kesini mau ngajak loe turun bang..Anak anak nungguin dibawah"


"Huh mau ngapain sih emangnya"


"Happy happy aja bang..Ayolah..move on dong"


Arsya menarik tangan Arash dan dengan terpaksa mengikuti Arsya ke bawah menemui para sahabat tak berakhlak nya itu


"Wah uda lengkap kan sekarang kita happy happy coy"


Ghaydan membuka percakapan diantara mereka semua..Hanya Arash dan Ghaisan yang nampak lesu karena memendam masalahnya masing-masing


"Gaes...kita kan berteman uda lama banget...bahkan mungkin semenjak Allah merencanakan menciptakan kita...sudah tertulis jalan kita untuk bersahabat dan bersaudara"


Shanum berbicara dengan lembut..dan tanpa sadar Devin memberikan gitarnya seperti mengikuti alur bicara Shanum..suasana pun semakin melow


"Gaess..selama pertemanan kita tak ada satupun diantara kita untuk menyembunyikan rahasia apapun itu...kita saling terbuka"


"Huh...Jujur gue sedih lihat Arsya menampar Ghaisan dan gue kecewa saat tau Ghaisan kesini karena kabur bukan karena rindu..Satu lagi gue juga sedih mendengar kabar berakhirnya hubungan Arash dan Malika"


Arash mendongak merasa namanya disebut..dia kaget karena belum ada satu orangpun yang tau kecuali Mirza..Melihat tatapan Arash..Shanum berusaha menjelaskannya


"Loe lupa Mirza cowok gue...dan tadi dia sempat nelpon gue membahas masalah loe dan adiknya"


Arash hanya diam dan kembali menikmati alunan gitar yang dimainkan oleh Devin


"Rash loe gak boleh menyimpan semuanya sendiri loe harus bisa berbagi..Dan asal loe tau gue dan yang lainnya juga setuju atas keputusan loe..jika kalian berjodoh kalian akan kembali bersama"


Shanum menatap Ghaisan setelah berucap kepada Arash


"Chan..kita gak tau apa yang sedang loe alami..sama seperti Arash..terbukalah..selama ini kita ada untuk loe dan sebaliknya..Loe gak boleh asal kabur hingga membuat Mama Syaqilla sakit"


Ghaisan yang masih menunduk hanya bisa diam karena memang dia salah sudah pergi dari rumah dan membuat Mamanya sakit


"Kita ini saudara...kita harus saling menguatkan..So..jangan sungkan untuk berbagi"


Devin mengubah kunci gitarnya sebuah lirik lagu terdengar dari bibir Devin..


Ketika mimpimu yang begitu indah


Tak pernah terwujud, ya sudahlah


Saat kau berlari mengejar anganmu


Dan tak pernah sampai, ya sudahlah, hmm


Ghaydan pun melanjutkan lagu yang dinyanyikan oleh Devin sambil memukul mukul meja didepannya


Apapun yang terjadi


Ku 'kan selalu ada untukmu


Janganlah kau bersedih


'Cause everything's gonna be okay


Lalu Arsya mengeluarkan kemampuan menjadi rapper..Dilanjut oleh Ghaisan yang sangat suka menjadi rapper.. Ghaisan mulai melupakan masalahnya dan ikut bernyanyi


Yo, yo, satu dari sekian kemungkinan


Kau jatuh (jatuh) dan tanpa ada harapan


Saat itu raga kupersembahkan (yo)


Bersama jiwa, cita, cinta, dan harapan


Kita sambung satu per satu sebab-akibat


Tapi tenanglah, mata hati kita 'kan lihat (lihat)


Menuntun ke arah mata angin bahagia (oh)


Kau dan aku tahu (yeah) jalan selalu ada


Juga kutahu lagi problema 'kan terus menerjang


Bagai deras ombak yang menabrak karang


Namun kutahu, kutahu kau mampu 'tuk tetap tenang


Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang


Bergantian Devin melanjutkan lirik lagu selanjutnya


Saat kau berharap keramahan cinta


Tak pernah kau dapat, ya sudahlah


Yeah, dengar kubernyanyi


La-la-la-la, na-na-na, hey-ye-ye-ya-ya-ya


De-du-de-da-de-du-de-du-di-dam


Semua ini belum berakhir


Hingga mereka saling merangkul Arash pun ikut bernyanyi dengan Devin memainkan gitarnya..Serasa tak ada beban saling menguatkan..Mereka terus menyanyikan lagu hingga akhir bersama sma


Apapun yang terjadi


Ku 'kan selalu ada untukmu


Janganlah kau bersedih


'Cause everything's gonna be okay


Satukan langkah, langkah yang beriring (hmm)


Genggam hati, rangkul emosi (whoa-ho)


Genggamlah hatiku, satukan langkah kita


Sama rasa tanpa pamrih (hmm)


Ini cinta across the sea (whoa-ho)


Peluklah diriku, terbanglah bersamaku (yeah), melayang jauh


Come on, fly, come fly (whoa-ho...)


Come on fly with me, baby (yeah)


Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari


Sosok ini yang menerima kelemahan hati (yeah)


Aku cinta kau, ini cinta kita


Cukup satu waktu (yes) untuk satu cinta


Satu cinta ini akan tuntun jalanmu


Rapatkan jiwamu (yo) tenang di sisiku


Rebahkan rasamu untuk yang ditunggu


Bahagia hingga ujung waktu


Apapun yang terjadi


Ku 'kan selalu ada untukmu


Janganlah kau bersedih


'Cause everything's gonna be okay


Apapun yang terjadi (oh)


Ku 'kan selalu ada untukmu (la-la-la-la)


Selalu ada untukmu


Janganlah kau bersedih (uh, janganlah kau bersedih)


'Cause everything's gonna be okay


Yeah, dengar kubernyanyi


Apapun yang terjadi (la-la-la-la, na-na-na, hey-ye-ye-ya-ya-ya)


Ku 'kan selalu ada untukmu (de-du-de-da-de-du-de-du-di-dam)


Selalu ada untukmu


Janganlah kau bersedih (la-la-la-la, na-na-na, hey-ye-ye-ya-ya-ya)


'Cause everything's gonna be okay, yeah (de-du-de-da-de-du-de-du-di-dam)


Everything's gonna be okay, yeah


Usai bernyanyi mereka tertawa lepas hingga penat itu hilang..Varo dan istrinya sedari tadi melihat mereka dari balik jendela kamarnya yang kebetulan dekat dengan taman belakang


"Mereka memang anak anak hebat dibalik kekonyolan mereka..Sejatinya tak ada yang bisa memisahkan mereka.. Persahabatan dan persaudaraan diantara mereka lebih utama dibandingkan apapun itu"


"Iya Ayah benar..bahkan bunda salut cara mereka merangkul untuk menyelesaikan masalah bersama bukan untuk membuat masalah..sahabat selamanya itulah mereka"


Varo dan istrinya saling tersenyum dan berpelukan..Tanpa sengaja Varo mengingat persahabatan yang dijalinnya bersama Jay dan Tian..Bahkan mereka selalu ada dalam keadaan apapun yang Varo alami


Arash masih merangkul pundak sahabat sahabatnya itu sambil berkata


"Kita semua adalah sahabat dan kita adalah saudara..kita sudah menjadi satu..susah senang kita lalui bersama.. Terimakasih sudah ada buat gue...Gue bahagia punya kalian..kalian adalah harta gue setelah keluarga gue sendiri..selamanya seperti ini jangan pernah tercerai berai..apapun alasannya"


Ghaisan ikut berbicara


"Gue juga makasih kalian mau menghibur gue juga..gue janji akan selalu ada buat kalian juga...Kita ini satu dan akan terus seperti itu..Best Friend Forever"


Mereka akhirnya berpelukan...walaupun RashSya jarang mau dipeluk Shanum kali ini mereka rela dipeluk oleh sahabatnya itu


_____


Carilah teman yang selalu ada dikala kita susah atau senang..Jangan berteman jika hanya akan menyakiti..Carilah yang benar benar tulus bukan modus


Happy Reading