RashSya Story

RashSya Story
Cinta Pak Sutat~Rizky Story



MAAF YANG MENUNGGU UPDATE ABANG IKY LAMA. FILE YANG MAU AKU UPLOAD HILANGπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. JADI HARUS MENGINGAT LAGI. MAAF LAMA BARU MUNCUL. KONDISI MASIH BELUM BEGITU STABIL TAPI TETAP DIUSAHAKAN. TERIMAKASIH SUDAH SETIA...


CERITA ABANG IKY AGAK EKSTRIM DIKIT YA GAESSS


________


"Assalamualaikum Bu". Rizky baru saja tiba dirumah setelah bekerja seharian.


Tak ada jawaban dari dalam rumah. Rizky menaruh tas kerjanya, melepaskan dasi dan berjalan mencari sang ibu tercinta. Setiap ruangan dia jelajahi. Namun tidak nampak keberadaan sang ibunda.


"Kemana ibu". Rizky mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi sang ibu.


Suara dering ponsel milik sang ibunda terdengar dari arah dapur. Rizky menghampiri suara tersebut dan mengambil ponsel sang ibu. Rizky semakin khawatir. Karena tidak seperti biasanya sang ibu tidak berada dirumah saat Rizky pulang kerja.


"Ibu. Kemana ibu". Rizky bergegas mengambil kunci motornya.


Saat membuka pintu, Rizky terkejut karena sang ibu kembali dengan peluh yang bercucuran. Rizky bergegas memeluk sang ibunda.


"Ya Allah Bu. Ibu kenapa". Rizky menghapus peluh dikening sang ibu dengan lengan bajunya.


"Kamu sudah pulang nak. Ibu gapapa kok". Ibu menjawab pertanyaan Rizky tak lupa dengan senyum yang termanis agar Rizky tak khawatir.


Rizky memapah sang ibunda dan membawanya masuk kedalam rumah. Rizky menuntut sang ibunda untuk duduk di sofa dan dia berlari ke dapur mengambilkan air minum. Raut wajah Rizky tak bisa berbohong jika dia sangat khawatir dengan kondisi sang ibunda.


"Ibu minum dulu". Rizky menyuapkan air putih untuk sang ibunda.


"Terimakasih nak". Ibu mengucapkan terimakasih dengan penuh senyuman.


"Ibu darimana". Rizky mulai bertanya dengan suara yang sangat lembut.


"Ibu dari rumah Bu Fitri". Ibu menjawab pertanyaan Rizky tak lupa tetap tersenyum.


"Kenapa ibu pulang dengan penuh keringat". Rizky bertanya kembali sambil menghapus sisa peluh sang ibu dengan tisu.


"Nak. Kamu mandi dulu. Nanti setelah Maghrib kita makan bersama". Ibu tak menjawab pertanyaan Rizky dan mengalihkan pembicaraan.


"Baik Bu. Iky ke kamar dulu". Rizky tak membantah apapun perkataan sang ibunda.


Rizky masuk kedalam kamarnya dan mulai membersihkan diri. Usai membersihkan diri, Rizky bersiap untuk berangkat ke masjid. Suara adzan Maghrib sudah berkumandang.


"Ibu. Ibu mau ikut ke masjid atau sholat dirumah". Rizky berjalan mendekati sang ibunda didalam kamar dan bertanya.


"Tunggu ibu nak. Kita ke masjid bersama". Ibu menjawab pertanyaan Rizky dan bersiap untuk berangkat ke masjid bersama.


Letak masjid tak begitu jauh dari rumah Rizky. Disepanjang jalan tangan Rizky tak lepas menggenggam tangan sang ibunda. Pemandangan itu membuat iri para jamaah yang hendak ke masjid. Mereka selalu saja memuji kelembutan hati Rizky kepada orang yang lebih tua terutama ibundanya.


Masjid dilingkungan rumah Rizky memang tidak begitu besar tapi selalu dipenuhi oleh para jamaah. Rizky mengantarkan sang ibunda hingga dipintu jamaah khusus wanita. Setelah memastikan ibunya baik-baik saja, Rizky bergegas menuju pintu khusus jamaah pria.


Usai sholat Maghrib, Rizky menunggu sang ibunda sambil berbincang-bincang dengan ustadz yang menjadi imam malam ini dan beberapa bapak-bapak disekitar rumah Rizky.


"Nak Rizky kalau dilihat-lihat sudah waktunya untuk mengkhitbah seorang akhwat ini. Haha". Ustadz tersebut menggoda Rizky diikuti tawa para bapak-bapak yang ikut bergabung.


"Iya benar kata ustadz Zainal. Nak Rizky sudah pantas meminang seorang anak gadis". Suutan dari salah satu tetangga Rizky.


"Insyaallah ustadz, pak Lukman. Jika nanti Allah sudah berkehendak menunjukkan jodoh saya, insyaallah segera saya khitbah". Rizky menjawab dengan penuh senyuman.


"Apa mau saya carikan nak". Ustadz Zainal kembali menggoda Rizky.


"Terimakasih ustadz. Insyaallah saya sudah memiliki seseorang yang ingin ajukan proposal ta'aruf ustadz". Jawab Rizky penuh keyakinan.


"Alhamdulillah. Saya doakan semua lancar ya nak. Semoga akhwat tersebut memang pilihan terbaik dunia akhirat". Ustadz Zainal memberikan doa terbaik untuk Rizky.


Ibunda Rizky datang mendekati sang putra. Dan kali ini seorang akhwat menuntun ibunda Rizky. Ustadz Zainal dan bapak-bapak yang berada disana melihat sekilas dan tersenyum.


"Nak. Ayo kita pulang". Ibunda Rizky mengajak Rizky untuk pulang kerumah.


"Baik ibu". Rizky kembali menggenggam tangan sang ibu.


"Nak Azizah terimakasih sudah membantu ibu". Ibunda Rizky berterimakasih kepada gadis yang menuntunnya dan mengantarkan kepada Rizky.


"Tidak apa ibu". Suara lembut dari Azizah terdengar sangat merdu.


Rizky berpamitan kepada bapak-bapak dan ustadz Zainal. Semua mata yang memandang Rizky pasti berdecak kagum dan merasa ingin memiliki sosok anak seperti dirinya. Sudah banyak tetangga yang menanyakan perihal calon istri Rizky, namun sang ibunda hanya menjawab dengan senyuman saja. Dan berkata semua sudah diatur oleh Allah.


Sesampainya dirumah, Rizky membantu sang ibu menyiapkan makan malam. Karena hanya berdua saja, mereka lebih senang makan sambil menonton acara televisi dan sesekali berbincang.


"Nak. Boleh ibu tanya". Usai makan malam sang ibunda mulai obrolan hangat mereka.


"Iya ibu". Rizky duduk sambil memijat perlahan kaki sang ibu.


"Apa benar yang kamu katakan tadi kepada ustadz Zainal saat berada diberanda masjid". Perlahan sang ibu bertanya kepada Rizky.


"Insyaallah ibu". Rizky menjawab dengan penuh keyakinan.


"Alhamdulillah. Siapa gerangan perempuan itu nak". Sang ibu kembali bertanya.


"Teman lama Iky saat dipesantren dulu ibu. Kami tidak sengaja bertemu beberapa bulan yang lalu dalam acara pemgajian". Rizky menjelaskan kepada sang ibunda.


"Ibu yakin pasti gadis itu Sholehah". Ibu mwnyaut perkataan Rizky dengan senyuman.


"Insyaallah ibu". Jawaban singkat dari Rizky.


"Nak. Jika nanti Allah tidak menakdirkan kalian bersama, apa yang akan kamu lakukan". Ibu kembali bertanya kepada Rizky.


"Apapun yang menjadi ketetapan Allah, insyaallah Rizky terima dengan ikhlas Bu. Karena Iky yakin itu yang terbaik". Jawaban Rizky penuh kemantaban.


"Alhamdulillah. Iky, ibu sudah tua. Bahkan ibu hanya tinggal menunggu waktu saja kapan akan bersatu dengan ayah kamu. Jika ibu memiliki satu permintaan apa kamu akan mengabulkannya nak". Ibu Rizky bertanya dengan penuh kehati-hatian.


"Ibu. Ibu adalah prioritas Iky. Apapun yang ibu minta dan Rizky sanggup mewujudkan, akan Rizky lakukan ibu. Apa yang ibu inginkan". Rizky menjawab tanpa keraguan.


"Maukah kamu mengkhitbah putri ibu Fitri". Ibu mengungkapkan apa yang menjadi permintaannya.


Rizky terdiam dan belum mampu memberikan jawaban. Rizky sangat mengetahui seperti apa sifat dan kelakuan putri satu-satunya dari ibu Fitri. Bahkan para tetangganya tak begitu menyukai perempuan itu.


"Menikahi wanita sholehah memang itu suatu kewajiban pagi pria muslim. Dan ibu paham kamu pasti kaget dengan permintaan ibu nak. Kamu tahu pasti ibu meminta seperti ini pasti ada tujuan dan maksud tertentu". Ibunda Rizky kembali menjelaskan.


Rizky mengangguk pelan sambil tersenyum dan terus memijat kaki sang ibunda. Rizky sangat paham dengan tujuan sang ibu. Dia hanya terkejut dengan pilihan ibundanya.


"Baik ibu Rizky akan menerima permintaan ibu. Tapi Iky melaksanakan sholat istikharah terlebih dahulu agar hati ini tidak bimbang". Rizky menerima permintaan sang ibunda.


"Iya nak. Sholatlah. Minta petunjuk pada Allah. Ibu tidak akan memaksa jika memang nanti jawabannya tidak sesuai dengan permintaan ibu. Dan jika memang jawabannya nanti adalah putri ibu Fitri, ibu minta jalani semua karena Allah. Dan ibu yakin itu adalah ladang pahala untukmu nak". Ibu menjawab dengan mengusap pelan puncuk kepala Rizky.


"Iya ibu. Insyaallah Rizky ikhlas apapun nanti jawaban yang Iky peroleh". Rizky memegang telapak tangan sang ibu dan menciumnya berulang kali.


_____


Ini kisah bang Iky. Sedikit berbeda ya gaess. Agak religi dan ada tantangannya. ikuti aja ya gaess..baper dikit 😁😁😁


jempol jangan lupa ya gaess