RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Katakan Cinta



Kabar kedatangan Aretha sudah diketahui Shanum...Dan Shanum berencana akan ke Jakarta langsung sepulang sekolah.. tentu kali ini atas ijin Ayah Varo..Pagi hari Shanum sibuk menyiapkan segala keperluannya selama menginap di Jakarta


"Pagi Yah..Bun"


"Pagi sayang"


"Sha jadi mau ke Jakarta sepulang sekolah"


"Jadi Yah"


"Mau diantar sopir"


"Nggak usah Yah.. kebetulan hari ini jam pelajaran Sha cuma sampai jam ketiga..jadi masih siang berangkatnya Yah"


"Ya sudah kalau memang seperti itu..Nanti Ayah akan telpon Daddy Jay kalau kamu kesana"


"Iya Ayah"


Shanum menyelesaikan sarapannya lalu berpamitan berangkat sekolah dengan mobil kesayangannya


Di Jakarta Aretha akan mencari sekolah..Aretha ingin sekolah bersama Trio rusuh..Namun karena bahasa Indonesia Aretha tidak terlalu lancar...Arka memutuskan menyekolahkan di sekolah miliknya


"Retha..Kamu tau dirumah ini ada dua anak bujang"


"Iya Opa"


"Jadi Daddy dan opa sudah memutuskan untuk memindahkan kamu ke rumah Kakek buyut Fathir..disana hanya ada Paman Aidil dan Bibi Bilqis...Apa kamu setuju"


"Retha patuh apa yang Opa dan Daddy inginkan..karena Retha yakin itu yang terbaik"


"Alhamdulillah...mulai besok kamu sudah bisa pindah ke sana..dan jarak dari rumah uyut ke sekolah kamu cukup dekat"


"Baik Daddy Retha mengerti"


Aretha memang anak yang sangat patuh..dia tidak membantah apapun yang diminta keluarganya..Tapi jika itu tak sejalan dengan hati dan pikirannya Retha akan membicarakan kepada seluruh keluarga


Arsya tersenyum mendengar ucapan retha yang begitu patuh dan hormat pada yang lebih tua.. walaupun tinggal diluar negeri norma agama tak pernah ditinggalkan oleh Retha


"Arash hari ini Shanum datang"


"Huh si pembuat rusuh datang"


"Haha..kamu itu Rash ..kayak gak tau aja Sha gimana"


"Nginap berapa hari dia Dad"


"Seminggu karena kebetulan sekolahnya akan ada kunjungan di Jakarta dan dia juga ikut"


"Hmm Baiklah"


"Rash hari ini kalian libur sekolah"


"Iya Dad.. kenapa"


"Ikut Daddy ke kantor ada yang mau Daddy bicarakan"


"Ok"


"Arsya juga ikut ya"


"Iya Dad"


Setelah makan pagi mereka selesai si kembar langsung ke kamar untuk bersiap siap... Sedangkan Aretha juga akan mengemasi barang-barangnya dan segera pindah ke rumah Kakek Fathir


Berbeda dengan RashSya yang akan sibuk di kantor..Mirza sedang galau...Sudah sejak semalam pesannya diabaikan oleh Shanum..Bahkan telponnya tak diangkat


"Seketek loe kemana sih...kok tumben loe nyuekin gue"


Mirza terus menatap ponselnya...berharap ada satu balasan saja dari Shanum..Malika yang melihat kakaknya sedang melamun diapun mendekat


"Kak...kok ngelamun"


"Hem..Gak kok"


"Lagi mikirin apa kak"


"Mikirin yang gak mau dipikirin... hehe"


"Shanum ya...cie cie"


"Apaan sih dek"


Mirza tersenyum malu digoda sama adeknya..Malika tersenyum melihat tingkah kakaknya itu


"Wah sepertinya sudah menemukan tambatan hati yang cocok nih..hahaha"


"Dek..Uda gak usah godain kakak lagi dong"


"Hahaha..iya iya"


"Kok tumben gak ke kafe dek"


"Nanti siangan kak...Lagian Arash sibuk hari ini"


"Ngantor ya"


"Ngantor iya...bantuin Retha pada indahan juga iya"


"Retha pindah kemana"


"Kerumah orangtua Opa Arka"


"Kenapa pindah bukannya rumah Opa Arka gede kamar juga banyak"


"Menghindari fitnah karena Retha bukan anak kandung Daddy Jay"


"Oh gitu..Kamu bantuin juga dek"


"Heem...sekalian mau ketemu Shanum...semalam aku nitip bolen ke dia..hehehe"


"Siapa..siapa tadi"


"Sha...Num kakak"


"Dia kesini"


"Iya baru aja ngasi kabar kalau otewe*


"Ck..gue ngirim pesan gak ada balasan sedangkan dia malah ngasi kabar Malika...menyebalkan...awas ya Samapi disini habis kamu seketek"


Mirza bergumam pelan agar Malaika tak mendengar..dan kebetulan Malika sedang asyik dengan ponselnya


"Kak aku jalan ke kafe dulu"


"Loh katanya siangan gimana sih"


"Shanum uda mau sampe"


"Suruh dia kerumah dek jangan ke kafe"


"Emang boleh kak"


"Ya bolehlah"


"Ok aku suruh kerumah aja...malas juga ke kafe"


Malika menghubungi Shanum yang sudah memasuki area Ibukota


"Hem...napa Mal"


"Loe sampai mana Sha"


"Bentar lagi juga mau sampai kafe loe..Napa"


"Loe kerumah gue aja Sha..Gue malas ke kafe"


"Oh gitu..shareloc deh..cuzz langsung gue"


"Wokey"


Malika mengirim lokasi rumahnya..Mirza tersenyum bahagia mendengar orang yang begitu dirindukan akan segera dia temui


Tak butuh waktu lama Shanum sudah berada di kompleks perumahan Malika...Karena memang keamanan kompleks rumah Malika cukup ketat..Shanum harus menghubungi Malika untuk dijemput


"Mal..Gue uda digerbang tapi gak boleh masuk..jemput gue..atau loe gue tunggu disini"


"Oh gitu ya udah gue kesana..bentar ya"


Mirza melihat Malika akan keluar rumah bahkan sudah berdandan rapi...Dia lalu mencegahnya


"Loh Shanum belum sampaikan dek"


"Uda Kak...Tapi gak diijinkan masuk sama sekuriti..kan baru sekali kesini"


"O gitu..ya uda kakak aja yang jemput kamu dirumah aja"


"Biar Malika kesana aja kak sekalian langsung jalan"


"Nggak kakak gak ijinin...Nunggu ayah bentar lagi balik..ntar kamu dihukum lagi loh"


"Iya deh"


Mirza tersenyum rencananya untuk menemui Shanum lebih dulu berhasil walaupun harus mengancam sang adek..


Mirza memakai kacamata hitam dan topinya dan memanggil sang sopir untuk mengantarnya ke gerbang depan...karena memang jaraknya lumayan jauh


"Mang..anterin saya ke gerbang komplek"


"Oh ya Mas..mau pake mobil atau motor"


"Motor aja Mang dekat ini"


"Ya Mas bentar"


Mirza berdiri menunggu sang sopir mengambil motor tak lama mobil Ayahnya datang


"Mau kemana kak"


"Jemput teman di gerbang depan"


"Oh yang didepan tadi teman kamu kak"


"Ayah lihat"


"Iya..kenapa gak bilang Ayah kan bisa Ayah ajak barengan"


"Eza gak tau Ayah pulang cepat"


Padahal Mirza tahu Ayahnya pulang cepat namun pura pura saja agar rencananya berjalan lancar..Mirza sudah diatas motor menuju gerbang depan


"Mang balik aja"


"Loh Mas Eza gimana baliknya"


"Tuh ada temen kok"


Mirza menunjuk mobil Shanum denagn dagunya..Karena mobil itu berwarna pink...sudah pasti pemiliknya seorang cewek


"Oh pacar mas Eza ya...cie cie"


"Apaan sih Mang..diam aja loh"


"Siap Mas"


Sopir Mirza berbalik arah kembali kerumah...Mirza lalu masuk ke dalam pos sekuriti


"Siang pak"


"Eh siang Mas Eza..tumben ada apa nih"


"Tuh jemput yang di mobil"


"Oalah pacarnya toh Mas..ya maaf kami belum pernah lihat"


"Iya gapapa Pak"


"Tadi bilangnya teman Mbk Malika..Lah kami bingung nama Malika kan ada tiga disini"


"Iya gapapa..Besok tolong dihafalin platnya ya pak..jadi gak perlu diberhentiin"


"Siap Mas..saya catat dulu..namanya siapa Mas"


"Shanum..Ya udah saya kesana dulu.. makasih ya pak"


"Ya Mas"


Mirza berjalan kearah mobil Shanum..mendekati jendela disamping kemudi..Shanum tidak melihat kedatangan Mirza..Dia berfikir jika yang mengetuk jendela itu adalah Malika


tok..tok


"Lama banget sih Mal...sampe ker..."


Shanum melihat seorang yang sangat menawan menggunakan topi dan kacamata hitam


"Maaf ya lama"


"Kok elo sih"


Tanpa menjawab..Mirza membuka pintu mobil Shanum..Dan meminta Shanum bergeser ke bangku sebelah kemudi


"Eh loe ngapain asal masuk aja"


"Geser dong..Gak enak loh kalau pangkuan..Atau kamu mau gue pangku..Hem"


Mirza memainkan alisnya dengan senyuman disudut bibir..Shanum hanya diam mematung


fyuh


"Loe terpesona sama gue"


Sambil mengerjapkan mata Shanum tersadar akan tiupan Mirza dimukanya


"Idih geer amat jadi orang"


"Geseran dong sempit ini..suka amat sama yang sempit sempit sih"


Walaupun sambil menggerutu..Shanum tetap menggeser duduknya ke bangku samping dan mempercayakan Mirza memegang kemudi


"Mau loe apa sih..baru ketemu uda ngajak gelud aja...bikin mood gue ancur tau gak"


Mirza tersenyum manis menatap Shanum tanpa ada niat menjawab pertanyaan Shanum..Mirza menyalakan mobil Shanum dan memutar balik arah mobil Shanum tidak menuju rumahnya


"Eh...tunggu tunggu loe mau nyulik gue ya Mr Omes"


"Emang iya"


"Loe mau bawa gue kemana sih"


"Ke KUA"


"What..gila loe ya"


"Gila karena loe"


"Gak enak kalau sendiri..enakan berdua sama loe"


"Mr Omes berhenti gak loe..kalau gak gue laporin Arsya loe"


"Gak takut"


Shanum menggoyang goyangkan lengan Mirza yang tengah mengemudi


"Berhenti gak loe"


"Stop Sha..ntar nabrak kita"


"Makanya berhenti"


"Iya bentar lagi nyampe"


Shanum uda gusar sendiri..Tak lama terdengar suara panggilan di ponsel Shanum..Panggilan dari Malika


"Mal tolongin gue...Gue diculik"


"Hah siapa yang nyulik loe.. Bukannya tadi kakak gue jemput loe"


"Iya dia yang nyulik gue"


"Hah..Loe ada ada aja deh Sha masa kak Eza nyulik loe"


"Beneran Mal"


Mirza merebut ponsel Shanum


"Dek kakak bawa dulu temen kamu"


"Syiap kak..lama juga gapapa"


Setelah mematikan ponsel Shanum..Mirza memasukkan ponsel itu kedalam saku celananya


"Balikin ponsel gue omes"


"Ambil aja sendiri kalau bisa"


"Ck..menyebalkan"


Shanum memilih diam karena lelah berdebat...hingga mobil itu berhenti disebuah taman yang cukup sepi


"Heh loe ngapain bawa gue ketempat sepi...jangan macam macam loe ya"


Shanum menyilangkan kedua tangannya ke depan dadanya..Mirza membuka seatbelt dengan santai..lalu memutar duduknya menghadap ke Shanum


"Mr Omes loe jangan macam macam ya...Gue teriak nih"


Shanum dengan wajah cemas menatap kearah Mirza..Mirza menatap lekat kearah mata Shanum


"Loe bisa takut juga seketek"


"Mau loe apa sih omes"


"Gue mau loe"


"Heh..jangan ngaco loe ya...cepat nyalain mobil gue gak mau disini"


"Tapi gue mau"


"Loe harus mau"


"Kok maksa sih"


"Iya gue maksa karena loe gak akan pernah mau kalau gak gue paksa"


"Mirza gue masih perawan...Gue gak mau nikah muda"


Mirza menahan tawanya mendengar perkataan Shanum yang blak blakan..Padahal dia tak ada pikiran sejauh itu...Tapi pikiran Shanum sudah traveling sendiri


"Tapi gue mau..Gak masalah nikah muda buat gue"


"Za jangan gila plis...Za..hiks..hiks"


Bukannya iba Mirza malah tertawa...karena dia tau itu air mata buaya Shanum


"Gimana loe uda siap kita ngelakuin disini..atau mau ke hotel"


"Mirzaaaaa"


"Apa sayang...kamu uda gak sabar ya"


"Mirza pliss jangan...Gini kita buat kesepakatan..asal loe gak ngelakuin apa apa ke gue"


Mirza merasa ada angin segar mendapat tawaran dari Shanum..Yang pastinya akan menguntungkan bagi dia


"Begitukah...kalau gue gak mau gimana"


"Za plis...Gue bakalan ikutin mau loe asal gak loe ambil mahkota gue"


"Hmmm...gitu yah...Bisa gue pegang omongan loe"


"Iya gue janji gue gak akan ingkar"


"Baiklah"


"Tapi jangan minta yang aneh aneh ya"


"Suka suka gue dong"


"Ya udah gak jadi aja"


"Oh mulai berani ingkar ya"


Mirza perlahan mendekat sambil melempar kemeja yang dipakainya ke jok belakang mobil Shanum..Kini Mirza hanya menggunakan kaos singlet


"Loe mau apa...pake lagi baju loe"


"Kalau gue gak mau kenapa"


Perlahan dia terus mendekatkan tubuhnya ke arah Shanum...Shanum semakin mundur hingga tak ada celah lagi untuk Shanum bergerak


"Ok ok...Gue gak pake syarat...Gue ngikutin mau loe"


"Anak baik"


Mirza kembali duduk ditempatnya


"Duh jantung gue gak sehat ini..kenapa hanya digituin si omes gue takut banget...Eh jantung diam loe"


Tak hanya Shanum...Mirza pun merasakan hal yang sama dengan Shanum


"Gue cuma mau ngerjain dia...kenapa gue jadi senam jantung gini..sehat kan gue"


Mereka sama sama diam..bahkan Shanum berkeringat dingin sambil memegang dadanya yang masih berdetak kencang..Mirza menoleh kearah Shanum untuk memecahkan keheningan Mirza menjahili Shanum


"Kenapa dada loe..sakit...Mana sini gue periksa"


Shanum menatap Mirza dengan tatapan tidak menyenangkan..Shanum kemudian berteriak


"Dasar Mesummm"


"Hahahaha..Heleh loemya juga suka gue mesumin"


"Bisa diem gak sih loe"


"Bisa"


"Ya udaj diem"


"Hem"


Karena merasa canggung suasana yang hening seketika..Membuat Shanum salah tingkah. Sedangkan Mirza masih menatapnya dengan santai


"Ngapai loe lihatin gue"


Mirza tersenyum geleng-geleng


"Loe gaguk...Gak bisa ngomong ya"


"Ck.. katanya tadi suruh diem"


"Sekarang loe jelasin ke gue mau loe apa"


"Baiklah..Sesuai janji loe tadi juga..Apapun mau gue loe harus mau"


"Ck...iya"


Mirza tersenyum manis...lalu mendekati Shanum perlahan menarik tangan Shanum...Shanum yang sempat kaget menarik kembali tangannya namun tak berhasil karena Mirza menggenggam secara erat


"Sha...gue minta loe dengerin baik baik apa yang akan gue bilang ke loe..jangan menyela sampai gue selesai ngomong"


Entah karena terpesona pada Mirza atau ada unsur hipnotis Shanum hanya mengangguk


"Huh..Sha...gue gak tau sejak kapan gue ada rasa sama loe...Yang pasti saat ini gue sayang banget sama loe Sha..Gue gak pernah tenang kalau loe gak ngasih kabar ke gue...Gue gak pernah suka loe didekati cowok manapun..Dan gue cemburu loe bilang sayang ke RashSya atau sahabatmu yang lain"


Jantung Shanum semakin tak terkendali..dia hanya bisa diam tanpa bisa membantah ataupun menyela omongan Mirza..Mirza masih menatapnya lekat...dan melanjutkan perkataanya


"Sha coba loe pegang dada gue...Loe bisa rasain kan jantung gue gak sehat kalau ada disamping loe"


Tangan Shanum diletakan didada Mirza oleh si pemilik tubuh itu


"Shanum..kamu harus mau jadi cewek gue..Gue gak butuh alasan apapun dari loe..Gue juga gak butuh penolakan loe..Dan mulai detik ini ditaman ini..Loe sekarang pacar gue..Kamu paham"


Entah apa yang terjadi Shanum hanya mengangguk patuh.. Bahkan Shanum masih tak berkutik saat Mirza menariknya kedalam pelukannya


"Makasih baby kamu uda nrima aku..aku akan jaga kamu selalu sayang"


Shanum baru tersadar saat kedua pipinua ditangkup kedua tangan Mirza..Secara spontan Shanum menghempaskan tangan Mirza dari wajahnya


"Heh..Loe ngapain"


"Kok loe...sih beib..kamu dong"


"Beib..sejak kapan loe ngubah panggilan jadi beib..pake aku kamu segala"


"Ck..pacarku masih muda pikun"


"Pacar...ngimpi loe..Gue kapan jadi paar loe"


"Lah baru sepuluh menit uda lupa"


"Hah..Gak loe ngaco..ngarang loe ya..biar bisa ngibulin gue"


"Gak lah"


"Mana buktinya"


Beruntung Mirza...Melakukan Videocall lewat grup chat ponsel Shanum...dan merekam menggunakan ponselnya sendiri yang diletakkan di dasbor mobil tanpa Shanum sadari


"Kalau aku bisa buktiin kamu uda jadi pacar gue..Kamu gak boleh nyangkal lagi..Ok beib"


"Iya.. Sekarang buktikan ke gue"


Mirza mengangkat ponsel Shanum..yang disana semua penghuni grup melongo karena live streaming melihat orang menyatakan cinta..Bahkan Arash yang sedang sibuk meletakkan pekerjaannya sejenak untuk melihat acara katakan cinta dadakan itu


"Hai gaess...Kalian saksinya kan kalau Shanum sekarang cewek gue"


Semua kompak menganggukkan kepala..tanpa berkata bahkan muka mereka masih shock


"Tuh kan beib..aku gak bohong"


"Loe live streaming"


"Iya biar ada saksi"


"Ya Allah reputasi gue"


"Gak usah khawatir beib mereka sahabat sendiri"


Shanum masih menyangkal


"Halah loe nipu aja kali iya kan..Loe bayar mereka kan"


"Huh..Ya Allah sabar..Untung cinta kalau gak udah...Huh"


Mirza gemes sendiri...dia mengambil ponselnya sendiri dan memutar video pernyataan cintanya tadi.. Shanum menganga melihat video itu


"Jadi..ini nyata..ini asli..Gak kaleng kaleng...Gak hoak kan"


"Ck...itu real gak ada rekayasa..Gimana uda percaya"


"Huh..jadi sekarang kita uda jadian"


"Heem"


"Loe cowok gue gitu"


"Iya sayangku..Jangan loe gue dong"


"Eh..iya..Gue penyesuaian dulu..shock ini"


Para penghuni grup kompak mengejek pasangan baru itu


"Jijik lihat kalian..dah off kita sibuk...jangan lupa makan makan"


Arsya berkata seperti itu lalu mematikan panggilan video itu...diikuti yang lain


"Baby..kita pulang yuk"


"Baby..."


"Iya itu panggilan sayang aku ke kamu"


"Eh tunggu..Loe itu maksa gue jadi pacar loe...bukan keinginan gue"


"Gak peduli yang penting kita uda sepakat"


"Ih kok gitu..Gak adil dong"


"Ya uda kita ke hotel aja kalau gitu..katanya gak mau ingkar janji"


"Hah...jangan Ok Ok...kita jadian..tapi perlahan ya.. penyesuaian dulu"


"Iya sayangku..pulang ya Malika uda nungguin"


"I...iya"


Shanum merasa aneh karena ada rasa bahagia jengkel dan ingin marah jadi satu tapi tak bisa diungkapkan..Mirza sangat bahagia karena bisa mengikat Shanum dalam sebuah hubungan


_______


Wah rekor 2500 kata oe...lelah saya....Yuk sukuran seketek jadi pacar paksaanya Mr OmesπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya


Happy Reading