
Hari ini Ghaisan ada pertandingan basket disekolah Malika..pertandingan antar sekolah sebelum ujian akhir dilaksanakan...Malika sebenarnya tidak begitu minat untuk menonton pertandingan tersebut namun karena desakan kakaknya Malika pun akhirnya mau menonton
"Mal.. wah mereka tampan- tampan banget sih...melek nih mata"
"Huh biasa aja kali Nis"
"Biasa gimana coba...semenjak sikembar dan Ghaydan loncat kelas dan lulus tahun lalu pemandangan seperti ini sudah langka tau gak Mal"
"Iya juga sih...hehe"
Pertandingan pun dimulai para siswa mulai bersorak sorak...Malika hanya diam memperhatikan...saat pertandingan diistirahatkan Ghaisan duduk dengan teamnya...dan datang empat orang perempuan mendekati Ghaisan dan lainnya
"Hai kak...ini minuman dari kita"
"Ouh..thanks ya"
"Hmmm..boleh kenalan gak kak"
"Boleh...Gue Ghaisan"
"Gue Nana kak"
"Oh ya salam kenal"
"Ya udah kak nanti ketemu ha is pertandingan ya kak"
"Oh ok"
Nana dan teman-temannya lalu meninggalkan lapangan dan pertandingan pun dimulai kembali...ditribun sebelah kanan ada seorang perempuan sedang menahan kesal karena Ghaisan didekati perempuan
"Ck..ganjen banget sih sok tebar pesona..awas ya gue balas loe"
Malika langsung cemberut...bahkan malas melanjutkan menonton pertandingan itu..Malika keluar dari area itu bahkan temannya Annisa ditinggalkan begitu saja..Malika berjalan menuju kantin yang ternyata padat karena siswa dari sekolah Ghaisan juga berada disana..karena penuh Malika hanya membeli minuman dan cemilan lalu beranjak ke taman belakang
Bahkan taman itu juga sedikit rame..Malika duduk sambil membaca novel..namun sebelumnya dia stalking medsos milik Arash...memang sudah empat bulan Malika menjadi stlaker bagi Arash...bahkan dia membuat akun palsu agar bisa terus melihat kegiatan Arash
"Sepertinya kamu bahagia disana...semoga kamu terus bahagia"
Malika membatin saat melihat foto Arash bersama seorang perempuan menggunakan hijab namun berdiri memunggungi Arash...caption dalam foto itu membuat Malika sedikit kaget namun tak ada rasa sakit
"My future...maybe"
Begitulah bunyi caption dalam foto itu...bahkan foto itu diunggah sekitar empat jam yang lalu..Malika lalu mematikan ponselnya dan mulai membaca novel
"Hai boleh duduk disini"
"Oh silahkan"
Malika dikagetkan dengan suara seorang lelaki berparas bule dan itu bukan dari sekolahnya karena mereka berbeda seragam
"Kenalin gue Junot"
"Malika"
"Serius banget baca novelnya"
"Hehe"
"Loe gak nonton pertandingan"
"Uda tadi"
"Belum selesai kok uda disini aja"
"Bosan aja gue disana"
"Oh begitu"
"Hmmm"
Diarena pertandingan ini adalah menit terakhir...dan Mirza mampu mencetak nilai untuk mengungguli sekolah Malika...para suporter sekolah Ghaisan merayakan dengan yel yel yang telah mereka siapkan
"Akhirnya triple poin cuy"
"Tumben zha"
"Lagi kesel aja"
"Hahaha...sama si Sha lagi"
"Hmm...udah ah lagi kesel gue"
"Iya iya...udah yuk cabut"
"Loe bisa anterin adek gue kan Chan..gue mau nyusulin Shanum dulu"
"Gila loe mau ke Bandung"
"Iya..gue cabut titip adek gue"
"Dasar bucin"
Mirza sudah berlalu dari tempat itu...beberapa teman Ghaisan pun sama ada juga yang berkenalan dengan murid disana seperti ajang mencari jodoh..Ghaisan mencoba menghubungi ni Malika namun tak ada jawaban...dia mencari disekitar sekolah karena tidak tau kelas Malika...tanpa sengaja Ghaisan bertemu dengan gadis yang memberikan air minum tadi
"Kak Ghaisan"
"loe yang tadi kan"
"Nana kak"
"Gapapa..kakak kayak lagi nyariin sesuatu atau seseorang gitu"
"Oya lagi nyariin Malika anak kelas tiga"
"Oh kak Malika tadi gue lihat ditaman sana kak"
"Oh makasi..gue kesana dulu ya"
"Ya"
Nana menyadari sesuatu setelah dia melihat Ghaisan berlari kearah taman...nana ikut berlari mengejar Ghaisan
"Kak tunggu..."
Ghaisan mencari disekitaran taman itu yang mulai penuh dengan teman-teman teamnya yang melakukan meet and greet karena kebanyakan teman satu team dan satu sekolahnya adalah bule
Ghaisan melihat Malika sedang duduk bersama adik kelasnya yang belum lama pindah masuk ke sekolahnya..dari jauh nampak mereka berbincang seperti akrab...Ghaisan berjalan pelan dan langsung merangkul pundak Malika
"Sayang...aku cariin ternyata disini..balik yuk laper aku"
"Oh udahan mainnya...ya udah yuk...Junot gue balik dulu ya"
"Oh ya Mal.. hati-hati"
"Bro gue balik dulu ya"
"Eh iya Kak"
Ghaisan masih merangkul pundak Malika dan tersenyum...sedangkan Junot dan Nana yang melihat itu hanya melongo saja dan mereka hanya mendesah pasrah karena orang yang diincar telah ada yang memiliki..Ghaisan mengantar Malika ke kelasnya mengambil tasnya dan langsung menuju parkiran siswa...semua mata memandang mereka berdua apalagi Ghaisan masih setia merangkul pundaknya
Didalam mobil Ghaisan mulai mencoba menjelaskan maksudnya merangkul pundak Malika tadi agar tak ada prasangka berlebihan
"Sorry ya gue lakuin itu tapi semua demi Arash...gue hanya jagain loe agar tidak satupun pria mendekati loe sampai Arash kembali"
Malika mendengar itu sebelumnya merasa bahagia namun tidak saat ini...hatinya berasa nyeri tak terima
"Chan boleh berhenti sebentar didepan gue mau ngomong serius sama loe"
"Oh oke"
Ghaisan menepikan mobilnya disebuah taman kecil dan melepas seatbeltnya mengikuti malika yang terlebih dahulu sudah turun dan duduk di bangku taman didepan mobilnya
"Ada apa"
"Bisa gak kita mulai dengan kisah kita sendiri Chan"
"Maksudnya"
"Gue pengen kita menganggap serius perjodohan ini"
"Loe kenapa sih Mal kok aneh"
Malika menunjukan postingan sosmed milik Arash dan Ghaisan tersenyum disudut bibirnya
"Dia sudah bisa move on Chan...dan gue juga ingin seperti itu"
"Loe stalking medsos Arash Mal"
"Ya gue jujur selama ini selalu ngepoin arash karena gue masih ada rasa...namun satu bulan terakhir ini entah kenapa rasa itu sudah mulai pudar"
"Gue gak ngerti sama loe...yang jelas..Gue masih tetap dengan pedoman gue janji gue ke Arash..dan masalah foto itu..loe akan tau nanti siapa perempuan itu"
"Loe kenal perempuan itu Chan"
"Sangat"
"Jadi benarkan dia kekasih arash saat ini"
"Gak usah sotoy...udah ah gue mau ke kantor habis ini"
Ghaisan langsung masuk mobil dan Malika pun mengikuti..hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut..saat sudah berada didepan rumah Malika...Malika langsung turun
"Semoga kamu mau membuka sedikit hati kamu untukku Chan...karena aku sudah melakukan itu"
Malika langsung masuk tanpa melihat kearah Ghaisan lagi...dan Ghaisan hanya memukul setirnya
"Kenapa seperti ini sih...awas loe Rash...Gue tau maksud loe posting foto lama itu"
Ghaisan membawa mobilnya dengan sedikit kesal menuju kantor Papanya karena Syamil meminta Ghaisan untuk segera fokus belajar bisnis sebelum memegang perusahaan miliknya sendiri warisan sang atuk
Malika merenung didalam kamarnya mencoba memutar kembali setiap peristiwa yang dia alami bersama Ghaisan selama hampir enam bulan ini...entah dari mana rasa itu mulai tumbuh
Ghaisan selalu ada disetiap Malika butuh sandaran...Ghaisan yang merawat Malika saat dia jatuh sakit karena terus meratapi kepergian Arash..Ghaisan yang menyemangati dia untuk terus bersabar menunggu Arash kembali...Ghaisan juga yang melindungi dia dari amukan sang ayah saat malika tanpa sengaja kembali menyebut nama Arash
Dan kini pikiran Malika sudah teralih kepada Ghaisan bukan lagi Arash...dan itu semakin kuat setelah melihat foto Arash dengan seorang wanita yang belum dia ketahui siapa
"Mungkin benar jika banyak yang berkata cinta berawal karena biasa...gue biasa dengan segala perhatian loe gue biasa dengan segala kasih sayang dan perlindungan loe chan...Gue berharap rasa ini bisa loe rasa juga Chan bukan hanya karena Arash"
_______
Cintailah orang dengan sewajarnya...karena jika kamu ditinggalkan tidak akan begitu menyakitkan...janganlah membenci orang terlalu dalam karena dari rasa benci itu akan berubah menjadi cinta...cinta itu berawal dari rasa nyaman...jangan mengumbar kenyamanan kepada siapapun tanpa tujuan yang jelas karena itu akan menyakiti hati yang telah nyaman berada di sisimu..
jangan lupa jempolnya kakak
happy Reading