RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Gara gara janda



Hari ini RashSya mewakili sekolahnya untuk melanjutkan olimpiade tingkat Internasional...negara yang terpilih adalah Singapura.. RashSya bersama teamnya akan berangkat dua hari lagi


"Nak bagaimana persiapan kalian untuk berangkat lusa"


"Sudah semua dad...hari ini kita latihan terakhir dan besok hari untuk istirahat"


"Hotelnya bagaimana"


"Sudah diatur panitia dad"


Jawaban Arsya tak semangat..karena memang mereka berdua tidak satu kamar...Mereka berpisah kamar jika dirumah jika keluar dari zona aman mereka selalu satu kamar


"Kenapa anak mommy lesu...Kalian beda kamar"


"Heem mom..Abang beda lantai juga sama Arsya"


"Hmm..tidak bisa dinego kah"


"Tidak dad...panitia sudah mempersiapkan semuanya"


"Ya sudah kalian berusaha saja ya"


"Semoga kami bisa"


Arka tau kelemahan mereka berdua...memang hanya Ghaydan dan keluarga mereka yang tau kelemahan mereka berdua


"Body bongsor muka kulkas eh hati hello Kitty...Kok gak mecing ya...gimana gitcuh"


"Opa kenapa...mau belajar ngondeg"


"Opa mah normal seratus persen...kalau kalian masih dipertanyakan...hahaha"


"Iya saking normalnya kemarin pake gamis oma"


"Heh...itu gak sengaja Ars...Opa salah ambil baju"


"Oh salah ambil... berarti perlu kacamata yang baru"


"Perlu Arash belikan kacamata renang atau kacamata kuda Opa"


"Kacamata las aja Rash


Arka menjawab dengan sewot...memang waktu sholat Jumat kemarin Arka salah menggunakan Tunik milik Melany dia pikir miliknya...Si kembar yang tau itu mencibirnya habis habisan


"Opa ingetin si mamoko jangan lupa dibawa Rash"


"Hem...Gak tau Opa bisa gak...Kana Arash dikamar sendirian..semoga bisa"


"Ya sudah dibawa biar bisa tidur..hahaha"


"Bahagia ya bisa menindas"


"O tentu...haha"


"Ingat balasannya lebih kejam loh"


"nggak takut"


"Benarkah..ya sudah kalau begitu"


Mereka melanjutkan berbincang diruang tengah.. seperti biasa si kembar akan beradu main PS bersama Daddy dan opanya


"Oya Opa lupa hadiah kalian yang beasiswa mau diambil gak"


"Kalian sudah bangkrut"


Arka melempar kacang ke arah Arsya


"Mulutnya lemes amat yak"


"Kalau memang belum bangkrut gak usah kemaruk itu ada yang punya lebih berhak"


"Joss anak Daddy"


"Trus kalian mau nyari apa kita yang nyari"


"Kami sudah tau mau diberikan kepada siapa"


"Baguslah"


Permainan bertarung yang sedang dimainkan Arka dan Arash menjadi riuh


"Rash ngalah sama opa ngapa...dari tadi digebugin melulu"


"Gak ada ya...kalau gak bisa main gak usah main...ngomel aja dari tadi"


"Enak aja Opa jagonya ya main ini"


"Buktikan jangan ngomel aja dari tadi"


"Ya Allah cucu aku sekejam itu ya..Gak mau ngalah sama yang tua"


"Yang ada yang tua harusnya ngalah sama yang muda"


"Emansipasi Rash"


"Mau emansipasi pake daster aja dulu"


Arka terus memencet stik gamenya sambil terus ngedumel..Jay yang menunggu giliran bersama Arsya hanya bisa tersenyum saja...Jay sambil membaca beberapa email...sedang Arsya membaca buku


"Oneng markoneng"


"Ya tuan muda"


Eneng pun keluar dari persembunyiannya dengan terus menatap layar ponsel sedangkan melany dan Jasmine pergi untuk membelikan beberapa kebutuhan untuk si kembar selama di Singapura


"His...masa sih semahal itu...wuih mau kalau segitu mah"


"Eneng lagi baca apa serius banget"


"Ini loh den Arsya grup chat ART Eneng lagi pada bahas janda yang lagi piral"


"Janda siapa Neng"


"Nggak tau juga tuan muda orang namanya janda bolong"


"Hah beneran itu namanya Neng"


"Iya beneran itu Tuan muda...piral tuh janda masa ada yang mau bayarin sampai ratusan juta...gila kan tuh janda"


"Ih penasaran gue neng kayak apa wajah tuh janda"


"saya juga penasaran den apa secantik Angelina Jolie kah sampai segitu harganya"


Jay dan para lelaki dirumah itu memang tidak paham siapa itu janda bolong yang lagi piral


"Neng bikin kita jus sama cemilan dong"


"Siap Aden ganteng"


Eneng jalan ke dapur masih setia dengan ponselnya..


"Yes Opa kalah....Jangan lupa taruhannya"


"Dosa Rash...judi itu dosa"


"Iya kalau pake uang..Uda pikun ya atau menolak ingat"


"Ck...iya iya...nanti opa atur"


Sebelum bermain Sang Opa taruhan dengan Arash..jika Arash menang selama dua bulan dia bebas meeting..dan hanya pergi ke kantor saja untuk cek laporan


Sekarang giliran Arsya dan Jay mereka bermain sepak bola..dan selalu saja heboh


"Ini den jus dan cemilannya"


"Makasih Oneng markoneng"


"Sama sama tuan besar"


Eneng duduk nyender didekat sofa Arash...dengan memandangi layar ponselnya... pembahasan janda bolong masih berlanjut


"Neng jangan duduk dibawah Arash..duduk sini samping Arash"


"Adem den kalau disini"


"Pilih yang adem daripada duduk sama yang ganteng ya neng"


"Ish ya gak lah tuan besar...ya sudah Eneng duduk diatas"


Memang mereka tak mengijinkan siapa pun duduk dilantai..seperti saat ini Arash sibuk dengan buku dan cemilannya dan Eneng duduk santai disebelahnya...


Arash mengintip ponsel si Eneng


"Wuih rame banget Neng...bahas apa"


"Janda bolong harga selangit"


"Emang ada janda bolong"


"Ish ya adalah den kalau gak ada gak mungkin dibahas"


"Trus mananya yang bolong"


"Bentar Eneng tanya dulu ke pren pren Eneng den"


Arash kembali membaca bukunya...tak lama ponsel Arash pun bergetar...dia melihat ada pesan masuk dari seseorang yang diberinama Yesha oleh Arash


Yesha


Rash sore nanti jadinya dimana


Arash


Katanya dirumah pak Erlan Mal


Yesha


Oh gitu...Gue langsung kesana ya..kita ketemu disana


Arash


Ok


Arash kembali meletakkan ponselnya... Sedangkan Arsya yang kini bermain dengan skor imbang Daddynya masih saja heboh... Setengah jam berikutnya pertandingan antara Arsya dan Jay berakhir dengan Arsya menjadi pemenang beda tipis skor mereka


"Gimana Neng uda dapat jawaban belum"


"Kata temen Eneng dimana mana janda bolong kalau gak bolong bukan janda..gitu den"


Arka..Jay dan Arsya ikut nimbrung


"Iyakah Neng"


"Iya benar itu Tuan masa tuan gak dong sih yang gituan"


"Maksudnya Neng"


"Ya yang namanya janda pastilah sudah bolong kalau belum bolong perawan Ting Ting namanya.. Haha"


"Sialan kamu Neng...kalau itu kita mah tau...Haha"


Dari arah luar Jasmine dan Melany yang baru datang penasaran dengan kericuhan didalam


"Ada apa ya Mah kok rame banget"


"Nggak tau juga Mama...palingan si markoneng ngulah jas"


"Haha bisa jadi mah"


Mereka masuk dan sempat mendengar pembicaraan mereka


"Janda siapa dad"


"Iya Opa juga kenapa antusias banget sih ngomongin Janda nya"


Melany dan Jasmine sudah berdiri disamping mereka dengan wajah tak bersahabat


"Itu loh Oma si Eneng cerita ada janda harganya ratusan juta..gila gak tuh janda"


"Trus Opa mau membeli tuh janda gitu"


"Nggak sih oma cuma penasaran aja"


"Papa penasaran secantik apa tuh janda kok mahal harganya"


"Daddy mau ikut ikutan juga"


"Nggaklah mom"


"Terus ngapa dibahas terus "


Eneng pun nyaut


"Karena mereka ini belum pernah lihat wujud tuh janda nyonya...jadi penasaran"


"Janda mana sih Neng...siapa yang jadi janda Oneng"


Kompak mereka menjawab


"Janda bolong"


"Apaaa...dari tadi kalian bahas si janda bolong"


"Iya mommy tau memangnya siapa"


"Hahaha ya taulah dad...Mommy aja punya"


"Iyakah siapa memangnya yang jadi janda bolong"


Melany dan Jasmine tertawa mereka lalu keluar mengambil satu tanaman pot yang berukuran kecil


"Ini nih si janda bolong yang harganya selangit"


"Oh ini toh...kirain janda beneran tadi..saat markoneng"


"Nyah mana bolongnya ini nutup semua"


"Belum kelihatan Oneng nanti agak gede dikit bakalan bolong...yang depan kan ada "


"Terus siapa yang nolongin nyah"


"Gak ada itu alami Oneng"


"Ish gak mungkin janda bolong kok alami..pasti ada pelakunya itu..kok gak tanggung jawab"


"Maksudmu apa Neng"


"Nyah yang namanya janda dimana-mana memang bolong wong ada yang nolongin...kalau nutup namanya perawan Ting Ting nyah"


"Menurut kamu siapa yang bolongin"


"Ya jelaslah yang punya peralon ajaib..masa mau bolingin gak tanggung jawab"


"Oneng bisa gak ngomong yang bener...ini cuma istilah karena daunnya bolong bolong Oneng bukan kayak yang kamu maksudkan"


"Ish lagian juga aneh nyah uda bolong kok laku mahal..gimana masih perawan"


"Oneng markoneng..Nanti sore kita kerumah oak ustadz lagi"


"Oneng mau dinikahin nyah"


"Mau dirukyah biar otakmu anteng gak jalan jalan melulu"


"Ya Allah nyah otak Eneng masih ditempatnya kok..gak kemana mana"


"Daddy bisa gak kita tukar tambah nih orang"


"Hahahaha...siapa yang mau mom..yang ada langsung pada struk nerima dia"


"Emang nyonya mau nukar tambah sama apa"


"Tutup panci bolong"


Jasmine sudah gedeg sambil berjalan meninggalkan mereka yang tertawa karena ulah Oneng markoneng


"Aduh nyah ditambal aja dulu tuh panci Eneng punya putrinya kok"


"Buat matri kamu aja neng biar waras dikit"


"Hmmm yasudahlah"


_____


Tapi bener juga kata Oneng dimana mana janda bolong yak


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading