
RashSya dan juga team mereka masing masing akan kembali ke tanah air sore ini...mereka berhasil meraih mendali emas untuk pertandingan masing masing... Sebagai hadiah selain uang... mereka mendapat undangan khusus dari beberapa universitas ternama di seluruh dunia serta mendapatkan beasiswa
"Bang cari sesuatu buat Chila"
"Ya uda yuk..lagian kita free ini"
"Berdua aja gapapa bang"
"Gue mau ngajak Malika"
"Cie cie ada yang polling in lope nih...hahaha"
"Apaan sih Ars..gak usah nyebelin gitu kenapa"
"Tapi emang Malika tipe loe banget bang..hahaha..setuju gue mah"
"Sotoy loe Ars"
"Ingat gue kembaran loe dari masih embrio kita barengan...loe gak bakalan bisa nyembunyiin sesuatu dari gue bang..hahaha"
"Dan sebaliknya iya kan Ars..hahaha"
"Huh...iya juga sih"
"Ya uda yuk..Malika uda nunggu di lobby"
"Kuylah"
Mereka berjalan beriringan berdua sambil rangkulan dan bercanda...Tapi saat mereka berpapasan dengan siswa dari sekolah lain mereka menampakkan wajah dingin dan datarnya..Dan ada beberapa siswa berusaha untuk berkenalan dengan mereka..karena tak mau dianggap berasal dari negara yang sombong...mereka hanya sekedar berkenalan biasa saja
"Hai namaku Monica...aku dari Jerman"
"Hai...aku Arsya dan ini kakakku Arash"
Tentu saja mereka berbahasa Inggris..
"Boleh minta no ponsel atau id sosmed kalian"
"Maaf tidak bisa...dan permisi kami buru buru"
Mereka masih berusaha terus mengejar si kembar walaupun dicuekin..Di lobby Malika duduk bersama Marsha dan juga Fahmi team dari sekolah mereka
"Sorry lama ya"
"Nggak kok..baru juga turun"
"Yuk jalan"
Marsha yang merasa diabaikan berusaha mencari tahu
"Tunggu kalian mau kemana"
"Gue mau cari oleh oleh"
"Boleh gabung gak"
"Bukannya loe habis beli oleh oleh juga"
"Ah masih kurang ini baru sedikit"
RashSya paling malas jika Marsha ikut karena dia selalu berusaha menempel pada salah satunya
"Maaf kami tidak mau"
Mereka berlalu pergi meninggalkan Marsha yang jengkel karena merasa diacuhkan
"Apa sih hebatnya Malika..sampai mereka nyuekin gue"
Fahmi yang mendengar gerutuan Marsha menjawab
"Jelas loe kalah jauh...Loe gak kenal siapa Malika sebenarnya...cantik loe polesan dia asli dari hati..Asal loe tahu gue aja ogah kalau disuruh milih loe..Apalagi si kembar yang jelas bukan orang biasa saja"
"Loe tau darimana...emang loe kenal mereka"
"Iya..Kenapa memangnya"
"Loe asal aja kali..Sotoy banget...Gue kenal sikembar dari SMP"
"Gue lebih lama dari loe..Loe merasa kenal mereka...tapi tidak dengan mereka kan"
"Loe kan sama aja"
"Tidak mereka tetap mengenal gue..mereka bisa membedakan mana yang dari hati mana yang hanya bermuka dua..gue yakin setelah loe tau siapa mereka loe pasti akan menghalalkan segala cara"
Fahmi langsung pergi menuju kamarnya dengan barang belanjaannya..Fahmi memang mengenal si kembar sedari kecil karena mereka tetangga rumah..dan sudah bermain bersama sejak kecil...mereka berlagak tak mengenal hanya disekolah..bahkan Fahmi yang anak seorang Petinggi Bank..rela mengikuti jejak si kembar karena senang dengan gaya hidup mereka
Si kembar dan juga Malika pergi ke pusat perbelanjaan ternama disana..Bugis Street karena memang itu yang terdekat dari hotel mereka menginap
"Loe gapapa kan kita belanja disini"
"Nggaklah..malah tadi gue mau rekomendasi tempat ini dari pada yang lain jauh jaraknya dari hotel..Gue males jauh jauh"
"Ya uda yuk hunting yang kita mau"
Mereka memburu beberapa pernak pernik..kaos dan juga parfum..tak lupa kesenangan Princess si kembar..tas dan boneka..Malika kagum dengan kemapuan si kembar dalam menawar barang bahkan mereka sudah memperkirakan barang yang dibeli lebih murah di tanah air atau di Singapura
"Gila kalian bakat jadi emak emak juga ya...hahaha..gue aja kalah"
"Karena terbiasa kita suka ngikuti pembantu dan Mommy gue ke pasar jadilah gini...hahaha...Sorry kalau loe ilfiil"
"Kagak lah malah empat jempol buat kalian berdua..Haha"
Tak lama ponsel Arash berdering dan panggilan video dari sahabatnya masuk
"Hm..Napa"
"Arashkuu...Miss u so bad..kapan balik"
"Berisik banget sih loe Sha"
Ternyata disana juga ada duo Ghay dan Devin
"RashSya oleh oleh buat kita jangan lupa...kayaknya kalian lagi shopping ya"
"Hmm... transfer dulu baru gue beliin"
"Wuih anak Sultan kok minta transferan"
Malika yang sudah tau siapa mereka sebenarnya pura pura cuek
"Kampret kalian..gak ada uang gak ada barang"
"Arsya ganteng Princess mau dong parfum gitu atau pernak pernik yang unyu unyu"
"Low budget"
"Perlu gue masukin no Daddy sekarang biar langsung ditransfer"
"Coba aja kalau berani"
"Ok...Loe jual gue beli"
Dan benar Shanum menambahkan no ponsel Jay dan juga arka untuk bergabung dengan mereka
"Heh..apa apaan ini kenapa kalian conference ke kita juga"
"Shanum itu Dad..bukan kita"
"Kenapa Sha..Daddy mau meeting ini"
"Opa juga mau keluar ada urusan"
"Daddy ..Opa mereka berdua tidak mau membelikan kami oleh oleh..Karena low budget"
"Apaaaaa"
"Ck...ck..butuh berapa..bilang sama opa"
"Opa memang the best"
Jay menyaut..
"Iya setelah itu nota tagihan dikirim ke orangtua masing masing.. hahaha"
"Ya Allah sungguh terlalu..Opa jangan pelit pelit dong..ntar kuburannya sempit"
"Berani kamu mendoakan Opa Sha..Opa coret kamu dari daftar nama cucu Opa mau kamu"
"Ish opa lagi PMS ya...sensitif banget sih...ancamannya wow banget"
Sikembar hanya menyimak sambil memilih milih oleh oleh buat para sahabat dan sepupunya
"Daddy mau matiin dulu mau meeting.. RashSya kalian take off jam berapa"
"Malam ini dad...kami tidak ikut ceremony..karena tidak wajib...dan tadi Chila sudah menangis meminta kami segera pulang"
"Haahah...iya memang sejak kemarin Chila mencari kalian..ya sudah take care..Daddy meeting dulu.. Assalamu'alaikum"
"Ya dad Waalaikumsalam"
"Opa juga sudah ditunggu tamu..kalian have fun disana..nanti kabari berangkat jam berapa biar Mang Usep menjemput kalian"
"Mang Toyib kemana Opa"
"Istrinya sakit dia ijin hari ini"
"Hmmm oke deh"
"Opa tutup ya Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Sebelum Shanum kembali berucap...Arsya menutup telponnya
"Assalamu'alaikum...bye"
Setelah selesai belanja..Si kembar dan malika memilih mencari makanan diluar hotel..
"Shanum heboh banget ya orangnya"
"Huh perusak kesenangan orang dia..Haha"
"Kalian temenan uda lama"
"Uda dari bayi"
"Wah lama juga ya..Kok bisa kenal tetangga gitu"
"Bukan Daddy dan Mommy kami sahabat papa mereka sejak sekolah"
"Oh gitu termasuk Ghaydan dan Ghaisan juga"
"Tidak Ghaisan sepupu kami ayahnya masih satu darah dengan opa kami"
"Kalau Devin"
"Ayah Devin kakak kandung mommy kami.. Bundanya sepupu Daddy kami"
"O gitu..pantas saja kalian dekat sekali"
"Oya Mal loe mau bareng kita gak pulang ntar malam"
"Sorry tiket gue buat besok pagi..hehe"
"O gitu ya udah gapapa sih"
Arsya berjalan didepan Arash dan Malika...Arash mencoba meraih tangan Malika
"Mm..gue mau ngomong sesuatu ke loe"
"Apa"
"Jujur gue suka sama loe uda lama...tapi gue takut buat ngomongnya"
Arash menjeda omongannya sebentar
"Mal loe mau gak jadi cewek gue"
Malika kaget karena Arash mengungkapkan perasaannya..Malika sebenarnya juga ada rasa dengan Arash..namun takut jika Arash tak menyukainya...Dan sekarang Arash meminta dia menjadi kekasihnya
"Ehem"
Malika mengangguk sambil tersenyum
"Beneran Mal..Gue gak salah dengar kan"
"Nggak Rash...Loe gaka salah dengar...gue juga suka sama loe"
Arash melompat girang
"Yes...gue berhasil"
Arsya memeluk tubuh kembarannya
"Selamat ya bang...akhirnya loe berani juga...ingat jangan kelewat batas..dan Mommy serta Daddy harus tau"
"Iya...thanks Ars"
Arsya mendekati Malika
"Selamat datang di kehidupan kami...Gue harap loe jangan mengecewakan Abang gue..karena jika itu terjadi...Gue sendiri yang akan nyari loe"
"Gue akan berusaha yang terbaik buat Abang loe"
Mereka berjalan mencari taksi untuk kembali ke hotel..Arash terus menggenggam tangan Malika...dan mereka saling tersenyum
"Sebaiknya hubungan ini kita rahasiakan saja Rash"
"Kenapa"
"Karena gue pengen punya privasi dan kalau bisa cuma sahabat dan saudara saja yang tau"
"Hmm..Baiklah gue setuju"
Mereka sudah sampai di hotel...dan Arash melepas genggaman tangannya..Setelah sampai dikamar si kembar langsung berkemas...sebenarnya Arsya berbeda kamar tapi sejak awal menginap Arash meminta Arsya berpindah ke kamarnya
"Cie cie yang uda gak jomblo lagi..makan makan nih"
"Iya nanti kalau semua udah pada kumpul"
"Wah bakalan heboh..seorang Arash Malik bisa punya kekasih..hahaha"
"Lebay loe Ars...kalau mau nyari sana..atau masih menunggu seseorang nan jauh di mata...Haha"
"Gue lagi males aja nyari...mencoba menanti walau tak pasti"
"Wuih adek gue puitis banget yak...gue doain kalian bisa bersama jika memang jodoh sabar ya"
Mereka sudah selesai berkemas...lalu menuju ke kamar panitia untuk berpamitan..Usai berpamitan mereka langsung menuju bandara..sebelumnya Arash sudah berpamitan kepada Malika...dan melarang Malika untuk mengantarnya ke bandara
_____
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading