RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Flashback



Semua persiapan pertunangan Ghaisan sudah selesai tepat pukul delapan malam nanti bahkan hotel milik Arsya juga sudah dihias dengan indah...malam ini akan ada banyak kejutan di acara pertunangan Ghaisan dan Malika


"Chan kamu yakin akan tetap melakukan pertunangan ini"


"Yakin Pah"


"Kamu tau kan Arash sudah tidak ingin kembali pada Malika lagi"


"Iya Ichan tahu...dan Ichan akan tetap menerima Malika sebagai tunangan Ichan"


"Jaga dia nak dan sayangi dengan sepenuh hati kamu...dia anak yatim piatu yang wajib kamu lindungi"


"Pasti Pah"


Syamil sudah mengetahui latar belakang Malika yang sesungguhnya dan menerima Malika sebagai calon menantunya tanpa syarat apapun.. Syaqilla juga sudah diberitahu tentang kabar tersebut dan sudah ikhlas menerima


Dilain tempat... sikembar bersama Daddy dan Opa Alex sedang mengunjungi saksi kunci kasus agung hendrawan...kedua orang itu sudah dijemput dengan pesawat pribadi milik Jay...dan langsung dibawa kerumah sakit milik Atuk si kembar untuk mendapatkan perawatan


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam..Dad..Opa"


"Ghaydan kamu sendirian disini"


"Iya Shanum dan Bang Keynan sedang pulang"


"Kamu sudah sarapan"


"Sudah dad"


"Bagus kalau gitu... oya bagimana kondisi mereka sekarang"


"Dokter belum visit kembali...tapi semalam dokter bilang hanya perlu istirahat dan vitamin...mereka dehidrasi dad"


"Tega sekali manusia itu menyiksa kedua orangtua ini.. dasar binatang"


"Kamu salah Jay...binatang sekalipun gak akan tega menyakiti keluarganya sendiri"


"Apalah terserah yang jelas bukan manusia"


Jay duduk disofa ruangan tersebut menunggu kedua orang tua yang sedang tertidur untuk bangun... sedangkan Arash masih sibuk dengan gawainya mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti... tiba-tiba Arsya mendapat pesan dari orang suruhannya untuk memantau keadaan keluarga Malika saat ini


"Bang loe baca pesan dari anak buah gue"


Arash membaca pesan itu dan matanya nyalang dia sangat marah...namun sebisa mungkin Arash menahannya saat ini karena jika Daddy dan opanya tau bisa dipastikan semua akan gagal


"Cukup diam Ars...kita jalani sesuai rencana...untuk masalah ini kita bahas nanti..tapi tetap awasi terus"


"Iya bang"


Mereka kembali diam..dan tak lama sepasang suami istri tersebut sadar dari tidur lelapnya...melihat itu Jay dan Alex langsung menghampiri dan memberi salam


"Assalamu'alaikum Bu...pak..sudah bangun"


"Waalaikumsalam...Kalian siapa"


Ghaydan maju untuk menjelaskan bahkan si kembar juga sudah mendekat kearah bed pasien


"Kakek nenek mereka ini adalah orang yang menolong Kakek dan nenek"


"Ya Allah terimakasih sekali nak... terimakasih... bertahun-tahun kami disekap diperlakukan seperti binatang dan dibuang kehutan...bahkan kami sudah pesimis untuk dapat selamat... hiks.. hiks"


"Sudah ibu dan bapak sekarang fokus untuk sehat terlebih dahulu...karena kami masih butuh batuan kalian malam nanti"


"Bantuan apa nak"


Alex menatap Arash dan Arsya...mereka sama-sama mengangguk dan akhirnya Arash menceritakan semua yang terjadi...bahkan arash menjelaskan perihal pertunangan paksa Malika malam nanti..kedua orantua tersebut langsung menangis tak kuasa mendengar ceritanya


"Kek mereka sehat... mereka tumbuh dengan baik"


Arsya menunjukkan foto terbaru mereka...nenek dan kakek Mirza mengusap layar ponsel Arsya dan bergantian menciuminya


"Kek..nek jika boleh bertanya...siapa agung hendrawan dikeluarga nenek dan kakek"


Kedua orangtua tersebut saling menatap dan sang Kakek yang akhirnya bercerita tentang agung hendrawan ayah atau lebih tepatnya Paman Malika dan Mirza... kesempatan tersebut digunakan Ghaydan untuk merekam semua apa yang diceritakan Kakek Mirza


"Agung hendrawan adalah anak yang kami asuh sedari kecil...kami tidak sengaja menemukannya saat dia menangis sendirian diantara reruntuhan rumah yang terbakar disebuah kampung didekat vila keluarga kami"


Sang Kakek menjeda sambil menerawang keatas langit-langit kamar rawatnya


"Dia hidup sebatang kara setelah seluruh rumahnya habis dilalap api...kebetulan kami saat itu sedang berlibur kevila ...saat kejadian kebakaran itu tepat tengah malam dan kondisi perkampungan itu sepi karena jarak rumah yang berjauhan"


"Saat itu tanpa sengaja saya yang melihat kejadian kebakaran karena saya terbangun untuk mengambil air minum..dan karena posisi vila kami ada diatas bukit maka untuk mencapai rumah agung kami membutuhkan waktu cukup lama...dan saat sampai kami sudah tak bisa berbuat apa-apa...dan mulai mendengar tangisan pilu seorang anak kecil tak jauh dari lokasi kebakaran"


Kakek menghela nafasnya dalam dan meneteskan air matanya begitupun sang nenek...sedangkan si kembar dan lainnya hanya diam mendengarkan


"Kami menikah sudah lima belas tahun belum memiliki keturunan...kami sudah berusaha semaksimal mungkin... berbagai jenis pengobatan namun mungkin Tuhan belum mengijinkan untuk kami mendapatkan keturunan...dan saat kami memutuskan mengadopsi agung...tak lama istri saya dinyatakan mengandung...hati kami sangat bahagia bahkan kami tak membedakan antara anak kandung kami dengan Agung"


Senyum tak pernah lepas dari bibir lelaki paruh baya itu mengenang masa lalunya


"Sama sekali kami tak membedakan agung dan putra tunggal kami Sulthan Syahir Mahasin..apa yang kami berikan pada Sulthan kami berikan juga pada agung dengan porsi yang sama...sekolah pun mereka ditempat yang sama... fasilitas dari kami pun sama.. bahkan Sulthan sangat menyayangi kakak angkatnya itu...dia tidak pernah tahu jika agung hanyalah anak adopsi...kami tidak pernah memberitahukan hal itu sampai akhir hayatnya"


Air mata Kakek Hasan Mahasin tak tertahan lagi...seperti luka itu teramat dalam bagi mereka


"Sampai suatu ketika agung berubah dia menjadi kasar suka membuat onar disekolah...kami tidak pernah memarahinya..kami menasehati seperti biasa tanpa kurang rasa sayang ini...tapi dia semakin memberontak...puncaknya saat Sulthan akan menikah dan ternyata Agung juga menyukai gadis itu...Sulthan yang tak tahan langsung melawan..dari sana kami baru tahu jika selama ini Agung selalu menindas Sulthan...bahkan berusaha merebut apa yang dimiliki Sulthan...satu kata yang selalu kami ingat saat itu...Agung mengatakan jika Sulthan tak pernah ada didunia ini semua akan menjadi milik Agung...dan Sulthan harusnya tak pernah ada didunia ini... kata-kata itu begitu menyakitkan hati kami...kami hanya bisa menangis karena kami tak ingin ada kekerasan dalam mendidik anak"


Semua yang berada diruangan itu ikut sedih...bahkan Ghaydan yang sedang merekam sempat ikut meneteskan air mata...dalam ruangan itu hanya ada suara Kakek Hasan saja


"Pernikahan Sulthan tetap dilaksanakan dengan lancar tanpa hambatan...namun Sulthan harus merelakan salah satu perusahaan yang dipimpinnya menjadi milik Agung Hendrawan...dan duka kembali menerpa saat kami akan kembali melakukan perjalanan berlibur saat itu agung meminta berbeda kendaraan dengan kami dengan alasan akan menjemput calon istrinya dahulu...kami tidak pernah curiga dengan kondisi mobil yang akan kami pakai...entah memang suatu keberuntungan...Sulthan meminta kami untuk diantar supir saja karena Sulthan masih ada pekerjaan mendadak...karena Sulthan baru merintis usaha baru di bidang konstruksi dengan modal miliknya sendiri"


"Kami berangkat terlebih dahulu bersama si kembar...dan saat tiba di vila belum juga kami duduk mendapat kabar jika mobil yang ditumpangi oleh Sulthan dan Gendis istrinya kecelakaan masuk kedalam jurang... beruntung mobil tidak meledak namun luka mereka sangat parah...mereka sempat koma selama beberapa bulan kami selalu berharap ada keajaiban mereka tersadar dan kembali bersama dengan kami dan kedua anak mereka...entah apa yang terjadi sebenarnya... setelah diadakan kondisi stabil tengah malam mereka kembali kejang bersamaan dan satu jam berikutnya mereka meninggal dunia"


Kakek Hasan dan istrinya menangis bersama bahkan sikembar pun tak kuasa menahan air matanya...Kakek Hasan terdiam...dan Ghaydan menanyakan hal yang mengganjal


"Kakek boleh Atha bertanya"


"Silahkan nak"


"Bagaimana kalian bisa disekap"


Kali ini yang menjawab adalah sang istri dengan menahan air matanya dia menceritakan semuanya


"Agung meminta agar kami mau menandatangani surat kuasa atas hak kekayaan yang masih atas nama Sulthan termasuk perusahaan konstruksi Sulthan namun kami menolak beruntung perusahaan konstruksi itu atas nama Mirza dan akan diserahkan saat mirza berusia delapan belas tahun...Agung marah dan berusaha merebut usaha lain yang dimiliki Sulthan dan Gendis yaitu Ayesha Kafe...dan lagi-lagi agung kecewa karena kafe itu atas nama malika Putri Sulthan...setelah kejadian itu agung semakin semena-mena kepada kami...dan selalu mengurung kami jika dia sedang marah...dan pada saat dia menikah istrinya membujuk agung untuk membuang kami karena dia bertanya kepada pengacara kami harta kami bisa dialihkan jika kami tiada...mungkin itu alasannya dia membuang kami ke pedalaman yang jauh... awal-awal kami didesa itu masih wajar saja seperti orang kebanyakan...namun kami mendengar pengacara kami mencari keberadaan kami karena tak percaya dengan perkataan agung...sejak saat itu kami diikat dan anak buah agung hanya datang memberi makan dan minum saja... terkadang kami dipukul agar warga menganggap rumah itu berhantu mendengar suara rintihan kami"


Jay semakin marah...dia berfikir masih ada manusia tak tau diri diberi kehidupan yang layak namun tak bersyukur dan membalas dengan kejahatan


"Pak Hasan dan ibu kami berjanji akan menghukum Agung Hendrawan...dan mengembalikan hak kalian dan cucu kalian...malam ini Malika akan bertunangan dengan keponakan saya...bapak dan ibu bisa melihat dari layar televisi ini dan kalian akan dijaga oleh anak buah saya"


"Terimakasih nak... terimakasih sekali...kami mohon sebelum kalian menghukum putra kami tolong pertemukan kami dengan dia dan cucu kami"


"Pasti kami akan melakukan itu... sekarang kalian bisa istirahat...pelayan rumah saya sudah berada disini untuk menjaga kalian...Kalian tak perlu sungkan kepada mereka"


"Baik nak termakasih sekali lagi"


Mereka saling berpelukan...dan akhirnya berpamitan...karena harus menyiapkan video pengakuan Kakek Hasan untuk ditonton secara live malam nanti


_____


Maaf ya slow update...


jempol jangan lupa


happy Reading