
Apa salah dan dosaku, sayang?
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang 'kan kuberikan
Jaran goyang, jaran goyang
Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem, semar mesem
"Dung tak dung jes"
"Jaran goyang. Goyang goyang"
Serkan sedang berkaraoke diruang tengaj sambil berjoged ria. Salah satu lagu favorit mereka adalah jaran goyang. Arash dan Icha jika mendengar ini langsung tertawa.
"Tuh bun efek waktu bikin muternya lagu jaran goyang"
"Haha serasa de javu ya max"
"Jangan memanggilnya lagi jadi anak baik dia"
Mereka kembali menatap kedua pangeran Malik yang sedang asyik berjoged. Lelah dengan berkaraoke mereka duduk santai sambil ngemil.
"Al temeni gue yuk"
"Kemana bang"
"Cari kado"
"Oh. Okey"
"Ayo ayo berangkat keburu malam al"
"Iya bentar al ganti celana dulu. Masa ke mall pake kolor"
"Gak masalah pake kolor yang jadi soal itu gambar kolor kamu al"
"Hehehe pinkie pie. Geol kan bang"
"Iyain aja"
Al masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Serkan menunggu diruang tamu bersama Arash dan Icha.
"Mau kemana boy"
"Mall bentaran uncle nyari kado"
"Sama siapa"
"Almeer. Diantar mang toyib kok"
"Oke. Meera kemana kok gak kelihatan"
"Biasa dia dirumah kak Hanan"
"Seneng banget tuh anak disana"
"Maklum yah dikeluarga Hanan gak ada anak perempuan"
"Paling Meera mau dijadiin mantu aunty"
"Hush masih kecil ngomong mantu"
Al yang sudah siap langsung mendatangi serkan dan berpamitan kepada kedua orangtuanya. Arash tak pernah berpesan apapun pada putra dan keponakannya. Karena mereka akan segera pulang setelah mendapatkan yang diinginkan. Bukan tipe anak yang suka kluyuran tanpa tujuan.
"Bang yang ultah cowok apa cewek"
"Cewek"
"Beliin boneka aja bang. Tuh ada teddy bear gede"
"No. Jangan yang itu"
"Terus"
"Kita lihat dulu aja yang bagus apaan"
"Orangnya gimana sih bang"
"Cerewet. Pokoknya berisik. Tapi ganas kayak cowok. Dia anak klub taekwondo sekolah kita"
"Berarti al kenal dong. Al kan anggota taekwondo juga"
"Oiya ya abang lupa. Silvy"
"Hmm al tau apa yang cocok buat dia"
"Apaan"
"Samsak"
"Boleh tuh. Yuk cari samsak kita"
"Lets go"
Selalu ada saja hal absurd muncul diotak keduanya. Mereka benar-benar masuk ketoko yang menjual peralatan untuk beladiri dan olahraga. Ada dua jenis samsak disana menurut ukurannya.
"Bang mau yang mana"
"Yang kecil aja al. Kalau yang gede bingung bawanya"
"Ya udah al panggil pegawainya dulu"
"Ya udah abang mau lihat-lihat bentar"
Al mendatangi pegawai toko itu untuk mengambilkan samsak kecil.
"Kak ada warna selain hitam gak"
"Tinggal hitam sama orange dek"
"Orange aja kak"
"Oke. Langsung ke kasir saja ya"
Al mendatangi serkan menyerahkan nota untuk pembayaran. Setelah membayar mereka keluar toko itu. Saat melewati sebuah toko khusus boneka, serkan langsung masuk.
"Abang mau cari boneka idola abang"
"Iya al. Dari kemarin gak nemu"
"Kurang yang siapa"
"Lisa"
"Ya uda al bantuin"
Mereka mengelilingi toko namun boneka yang diinginkan serkan sudah habis. Serkan kembali kecewa.
"Abang gak nyoba pesen online gitu"
"Uda al tapi kosong semua"
"Ya uda kita pulang aja bang. Nanti al janji bantu nyariin boneka lisa blackpink"
"Makasih al"
Mereka berjalan menuju pintu keluar. Setelah menghubungi mang toyib untuk menunggu dipintu depan. Didalam perjalanan pulang, al mencoba mencarikan boneka yang diinginkan oleh serkan.
"Assalualaikum"
"Waalaikumsalam. Kalian sudah pulang"
"Iya oma. Oma nonton apa"
"Ini loe berita tentang blackpink"
Serkan yang loyo langsung on dan duduk didepan layar televisi. Dia sangat antusias melihat acara itu.
"Ck berita gak bermutu. Gue gak suka gosip murahan"
"Iya kamu bener serkan. Oma juga gak suka"
Al hanya diam tak paham. Daripada pusing al memilih masuk kedalam kamarnya menyelesaikan tugas dari sekolah selama luburan ini.
Serkan dan jasmine melanjutkan menonton drama china. Kali ini mereka melihat film romantis dan mengandung bawang. Boss and Me.
"Dasar itu temannya bermuka dua ya oma"
"Tapi cowoknya juga salah kenapa lebih dekat ke sahabatnya. Gak mikir apa perasaan ceweknya"
Saat tiba dimana adegan pemeran wanita yang mengalami pendarahaan karena stres memikirkan kekasihnya. Adegan yang begitu menguras air mata. Membuat serkan dan jasmine menangis.
"Ya allah kenapa dia harus ngalami seperti ini sih. Harusnya gak usah lagi peduliin cowoknya"
"Sedih banget ya serkan. Dokternya juga jahat bilang susah punya anak"
"Oma serkan gak kuat lagi nontonnya"
Mereka berdua berpelukan. Dari arah luar Aretha sudah pulang bersama dengan Arsya. Melihat oma dan putranya berpelukan sambil menangis membuat mereka tak heran. Karena mereka tau hobi keduanya.
"Huh selalu seperti ini"
"Anakmu pi melow banget ya"
"Mau gimana lagi serkan memang istimewa. Dia begini cuma dirumah saja. Itu yang penting"
"Anak kita akan menjadi pria yang lembut perasaannya"
"Bisa jadi"
Kedua orangtua serkan tidak mengganggu kebersamaan putra dan omanya. Mereka memilih mengistirahatkan tubuh mereka setelah lelah seharian bekerja.
Usai makan malam semua kembali ke peraduan masing-masing. Arka mengajak semua keluarganya untuk berlibur ke jerman. Namun karena kondisi icha sedang hamil muda, arash memutuskan untuk tidak ikut. Dan karena kedua orangtuanya tak ikut si kembar juga tak mau ikut. Serkan tak mau kalah dia hanya mau pergi jika si kembar pergi.
Malam ini entah kenapa al pengen tidur bersama dengan serkan. Selama ini serkan paling tidak suka ada yang tidur bersama dirinya.
"Bang. Abang. Al mau bobok sama abang"
Gak ada suara dari dalam kamar serkan. Al pun akhirnya masuk tanpa ijin. Dia langsung tidur disamping sang abang.
Lima belas menit berlalu tidur al terganggu. Dia gelisah tak tenang. Akhirnya al memutuskan untuk membuka mata memastikan apa yang mengganggunya.
"Oh jadi ini rahasia abang. Hehehe perlu al dokumentasikan ini buat bukti"
Al mengambil ponsel serkan dan merekam apa yang sedang didengarnya.
*Krok krok brrrrr
Krok krok brrrrr*
"Hahaha ganteng-ganteng ngorok. Kaya al dong hening. Anteng kalau bobok"
Selesai mengambil rekaman al mencoba kembali untuk merebahkan badannya. Belum juga seluruh badannya menyentuh ranjang, serkan menendang al sambil mengumpat.
"Minggir gak loe. Dasar kecoa bau"
Al masih diam tak bertindak. Perlahan dia ingin kembali merebahkan tubuhnya. Tiba-tiba serkan kembali menendangnya.
"Itu boneka gue. Jangan diambil. Balikin"
"Huh dasar tukang ngigau"
Al berhasil merebahkan badannya. Tak berselang lama serkan menjatuhkan kakinya tepat diatas perutnya. Al menyingkirkan perlahan kaki serkan. Belum juga dia berhasil menaruh kaki serkan. Rambut al dijambak oleh serkan.
"Awas ya jangan ambil boneka gue. Sini loe vue hajar"
"Au sakit abang"
Al melepaskan perlahan tangan serkan dari rambutnya. Dengan jengkel almeer bangkit dari ranjang dan tak berniat tidur dengan serkan.
"Sebelum gue balik. Rasakan pembalasan gue bang"
Bruttttt brettt
"Selamat menikmati bang. Tidue nyenyak ya"
________
Ternyata serkan tukang ngorok....
Jangan lupa jempol
Happy reading