RashSya Story

RashSya Story
Side Story~ Ghaydan Attalla Septian



"Atha siang ini kamu harus nemuin anak teman mami. Awas kalau gak"


"Mami gak lelah apa terus menerus nyuruh atha kencan buta"


"Mami bakalan berhenti kalau kamu bisa baqa calon mantu buat mami sama papi"


"Yaelah mi ngebet amat sih pengen punya mantu. Sante aja. Slow slow"


"Sla slow. Lihat para sahabatmu sudah menemukan pasangannya. Lah kamu hilalnya aja gak jelas"


"Umur atha juga masih muda mami. Sante aja. Gak usah ngoyo. Kan jodoh uda ditentuin"


"Gak usaha juga sama aja boong tha"


"Uda pokoknya mami terima beres aja. Atha bakal bawain calon mantu gak kalah kece sama Icha dan Retha"


"Pokoknya nanti temui anak teman mami atha"


"Maaf mam atha sibuk hari ini. Assalamualaikum"


"Atha.. Waalaikumsalam"


Ghaydan mengucapkan salam sambil berlari. Dia berusaha melepaskan diri dari amukan singa betina dirumahnya. Mami friska selalu saja menjodoh-jodohkan ghaydan dengan putri teman-teman sosialitanya. Dan ghaydan selalu punya cara untuk menolak.


Ghaydan kini sudah mewarisi perusahaan milik kakeknya. Sedangkan papinya fokus dengan perusahaan yang diberikan oleh orangtua maminya. Ghaydan memiliki sifat sebelas duabelas dengan papinya. Cuek dan dingin. Tegas dan tak terbantahkan jika dia merasa itu benar.


Setiap pegawai wanita yang jomblo selalu berusaha mencari perhatian ghaydan dengan berbagai macam cara. Selagi masih dibatas wajar, ghaydan tak begitu memperdulikan. Tapi jika sudah melanggar semua aturan perusahaan, bisa dipastikan karir pegawai tersebut berhenti hari itu juga.


"Wah pak ghaydan makin keren aja"


"Iya kapan ya bisa berjalan disampingnya"


"Jangan ngimpi ketinggian. Takutnya kalau jatuh gak bisa bangun lagi"


Celotehan dari para karyawan selalu menghiasi setiap langkah ghaydan didalam perusahaannya.


"Selamat pagi pak"


"Pagi son"


Ghaydan masuk kedalam ruangannya diikuti sang asisten bernama Sony. Ghaydan meminta sony untuk membacakan agendanya hari ini.


"Hari ini anda ada meeting dua kali pak"


"Oke. Ada lagi"


"Sala satu putri perusahaan Adibrata ingin bertemu dengan anda dan mengundang makan malam"


"Tolak saja"


"Baik pak"


"Ada lagi son"


"Pak Bagas dari Gautama Corp ingin bertemu siang nanti"


"Oke. Ada lagi"


"Tidak pak. Ini beberapa laporan yang sudah usai pak"


"Oke. Makasih son"


"Sama-sama pak. Saya permisi"


Sony meninggalkan ruangan ghaydan. Ghaydan langsung fokus pada pekerjaannya yang cukup banyak. Hari-hari ghaydan benar-benar dihabiskan untuk bekerja. Dia sudah jarang bertemu teman-temannya yang juga sama-sama sibuk.


Tok tok


"Masuk"


"Pak ghaydan meeting sepuluh menit lagi dimulai"


"Oh oke. Kamu siapkan saja son"


"Baik pak"


Saat akan beranjak meninggalkan singgah sananya, mami friska menghubungi ghaydan.


"Assalamualaikum kanjeng mami"


"Waalaikusalam. Dasar anak sontoloyo. Emang badan mami segede balon apa


Sampai kamu manggilnya kanjeng mami"


"Haha. Atha gak ngomong loh ya. Lagian yang bilang badan mami bulet juga siapa. Atha cuma manggil kanjeng mami sebagai panggilan sayang kok. Sensi amat sih bu. Lagi dapet ya"


"Iya dapet anak agak gak waras"


"Anaknya siapa coba hahaha"


"Haish. Stop gak usah ngajak ribut"


"Oke oke. Ada apa mamiku tersayang. Kangen ya"


"Gak. Mami lupa ngasih tau. Adik kamu pulang sore nanti. Kamu jemput ya"


"Oalah anak kadal pulang toh. Ingat rumah dia"


"Anak kadal. Kamu ngatain adik kamu anak kadal"


"Slow mi slow"


"Sama aja kamu ngatain mami emak kadal athaaa"


"Enggaklah mami itu ratu dihatiku. Orang paling cantik sedunia. Gak akan ada yang bisa ngalahin cantiknya mami. Apalagi kalau mami gak lagi nyariin jodoh atha. Beuh ngalahin miss universe"


"Ngimpi kamu. Ingat temui Seila anak tante nindi siang nanti. Jemput adekmu nanti sore awas kalau gak dilakuin. Mami sunat kamu"


"Habis dong mi. Terus besok bikin cucunya pake apa dong"


"Timun banyak"


"Auhhhh teganya dirimu sungguh tega teganya teganya pada diriku"


"Gak usah nyanyi mami gak punya recehan"


"Duit merah segepok dengan lapang dada atha terima kok mi"


"Mami yang gak ikhlas. Dah sana kerja lagi. Cari duit yang banyak. Jangan lupa cari istri"


"Asyiaaap. Assalamaualaikum"


"Waalaikumsalam"


Ghaydan keluar ruangannya dan sudah ditunggu oleh sang asisten sudah menunggu didepan pintu ruangannya dengan berkas ditangannya.


"Sudah pak"


"Ya udah jalan"


Mereka berjalan meninggalkan perusahaan. Bagi karyawan wanita melihat dua orang itu adalah surga dunia. Keduanya sama-sama tampan dan dingin.


"Pak maaf tadi ibu menghubungi saya. Siang setelah meeting nanti harus mengantar bapak ke kafe delima"


"Huh kamu aja son yang ketemu sama perempuan itu. Saya gak minat"


"Bos tolonglah kali ini saja turuti kemauan nyonya besar. Kasiani saya bos"


"Mami ngancam potong gaji atau potong pisangmu son"


"Huh bos tau sendiri kan nyonya bos kalau uda merepet kayak apa"


"Haha mau ngomong sendiri atau aku yang ngomongin son"


"Bos ayolah sekali saja temui perempuan itu. Siapa tau cantik"


"Sudah saya bilang kamu saja yang nemuin son. Gak minat saya"


"Ck bos suka banget ya bikin telinga saya bengeng kena repetan nyonya bos"


"Hahaha. Saya tambah bonus kamu saya tambah"


"Saya mending gak dapat bonus bos daripada menghadi kanjeng mami"


"Hahaha. Sa ae loe son"


Ghaydan cukup dekat dengan sony. Karena dia salah satu anak dari orang kepercayaan si kembar. Mereka juga sering bermain bersama saat kecil. Bahkan keluarga ghaydan sudah menganggap sony seperti keluarga.


Saat ini ghaydan sedang meeting dengan salah satu investor diperusahaannya. Usai meeting, ghaydan sengaja menghubungi bagas untuk bertemu ditempat yang sama. Karena akan ada meeting berikutnya diperusahaan tak jauh dari kafe tempat ghaydan saat ini berada.


"Loe ngapain nyariin gue gas"


"Paan"


"Bantu gue flashmob buat lamar chila"


"What gak salah denger gue. Loe nyuruh gue joged"


"Butuh pertolongan dikit gue bang"


"Ayolah bang. Gue kasih imbalan kok"


"Bukab masalah imbalannya. Loe nyuruh joged apa dulu. Kalau goyang dumang mah gue oke aja. Jaipong juga hayo"


"Bukan kayak gituan bang. Tapi lebih ke tarian kayak boyband gitu"


"Ck loe ngada-ngada deh gas. Ogah gue"


"Paket honeymoon ke maldives saat loe merried nanti bang sama saham 5%. Deal"


"Deal. Siapa aja yang loe ajak"


"Ada deh. Nanti ketemu pas latihan"


"Kapan mulai"


"Gue kabarin bang"


Sony sudah gelisah karena kanjeng mami kembali menghubunginya. Ghaydan sebenarnya sengaja mematikan ponselnya. Dan mengulur waktu agar perempuan itu menyerah dengan sendirinya.


"Bos sudah waktunya ini. Kita juga sudah terlambat"


"Paan sih son ganggu aja kamu"


"Blind date bos. Blind date"


"Kamu aja sana son yang nemuin"


Bagas yang mendengar kata blind date langsung tertawa dan mengolok-plok ghaydan.


"Haha seorang ghaydan attalla kencannya pake blind date. Hahaha. Gak laku bang"


"Soek loe gas. Ini mah ulah kanjeng mami. Ngebet pengen punya cucu. Gara-gara lihat sikembar nikah"


"Uda berapa perempuan blind date sama bos kamu son"


"Ratusan"


"Hasilnya"


"Zonk"


"Hahaha. Ditolak apa menolak"


"Catat ya tidak ada dalam kamus ghaydan ditolak hanya ada menolak. Ingat itu baik-baik"


"Ya ya. Bisa diterima. Eh boleh gak gue ikut bang"


"Mau ngapain loe. Awas loe macam-macam gue aduin chila nasib loe bakalan digantung"


"Nggaklah. Gue gak akan ganggu. Gue cuma pengen tau seperti apa wanita-wanita yang dijodohkan buat loe bang"


"Nggak nggak loe balik aja sono. Atau gue batal ikut rencana loe"


"Huh senjatanya keluar sudah. Ya uda gue balik lagian gue mau kencan sama chila"


"Halal belum nemplok aja loe kayak cicak"


"Yang penting ikut aturan bang. Tetap jaga jarak aman"


Bagas pergi meninggalkan ghaydan dan sony. Karena jenuh mendengar ocehan sony, ghaydan pun setuju menemui pasangan blind datenya. Namun otak licik ghaydan sudah berjalan.


"Yang mana orangnya son"


"Bentar bos. Kata kanjeng mami meja no 25"


"Oh itu disana. Yuk kesana"


Mereka berjalan mendekati perempuan itu. Ghaydan sudah tak minat dari kepada wanita itu dari awal melihatnya.


"Hai sudah lama"


________


Edisi ghaydan mencari cinta...apa benar ghaydan menerima perkenalan mereka...


Jangan lupa jempol


Happy reading