RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Lagu Galau



"Za loe kenapa sih dari tadi gue lihat muka kusut aja"


"Hem"


"Nah kan mulai gak konek..tower loe tumbang Za kok sinyalnya bapuk banget"


"Tower gue lagi gak bertenaga"


"Ealah ini anak uda seminggu loe kayak gini Mirza...Hidup tak mau mati pun enggan"


Devin dan Ghaisan sedang menggoda sahabatnya Mirza...yang memang sudah satu Minggu tidak ceria seperti biasanya


"Gue kangen seseorang"


Devin dan Ghaisan tersenyum tipis...mereka paham siapa yang Mirza maksud


"Tinggal loe chat atau telpon kok susah"


"Gak ada no nya"


"Hahahaha...nelangsa amat yak ni bocah"


"Sialan loe bang"


"Nih gue kasih...kasian kasian kasian.. Haha"


Mirza sumringah melihat deretan angka dihadapannya


"Loe gak bohong kan Chan"


"Ya elah..loe gak lihat nama kontaknya apa"


"Princess Sha...Tapi bisa aja loe ngasi no palsu ke gue"


"Emang Ayu Ting Tong"


"Loe gak percayaan amat sih ma si Ichan...Nih gue telpon dia pake ponsel si Ichan loe lihat yak"


Sebenarnya Mirza bukan tidak percaya dia hanya ingin Ghaisan menelpon Shanum lebih dulu untuk mendengarkan suaranya


Nada ponsel terdengar menandakan no tersebut aktif tak lama terdengar suara cempreng si pemilik no


"Gha-i my Prince...Miss u so bad"


"Assalamualaikum ya calon mayat"


"Astaghfirullah lupa... Waalaikumsalam ya penghuni neraka...hahaha"


"Jelek amat sih Sha doanya"


"Haha woles aja napa sih...oya napa telpon kangen ya"


"Iya kangen pengen nampol loe"


"Ih Gha-i suka gitu deh"


"Hallo Sha"


"Bang Dev...apa kabar bang"


"Alhamdulillah tambah ganteng..Haha"


"Hish...masih jauh sama RashSya bang..Haha"


"Gak lah...Kita kan darahnya sama"


"Ada apa kalian nelpon jam segini tumben amat"


"Gak papa cuma penasaran aja loe masih hidup apa kagak"


"Ya Allah segitunya sih kalian sama gue"


"Sha gue mau ngasih tau weekend gue sama bonyok mau ke Bandung"


"Sip dah Abang gue paling best...nanti kabari sha ya bang...Sha yang nyamperin"


"Ok..udah dulu Sha bentar lagi bel masuk"


"Iya Bang..Salam buat yang lain..ntar malam kita nyambung lagi"


"Eh.... Sha dapat salam dari Mirza"


Ghaisan iseng berkata seperti itu dan mendapat tatapan tajam dari Mirza


"Waalaikumsalam"


"Gak Waalaikum sayang Sha..Haha"


"Gak ah takut gue Gha"


"Takut kenapa"


"Takut kena sawan..bye bye"


Devin dan Ghaisan tertawa mendengar perkataan Shanum tentang Mirza... sedangkan Mirza berdecih kesal


"Buahahaa...dikira loe jurig kali Za...jadi takut sawan"


"Cuih yang ada gue yang sawan bukan dia"


"Iya sawan loe ke Sha beda kali Za"


"Emang apa bedanya Chan"


"Ya bedalah bang..Sawan kamu"


Devin menoyor kening Ghaisan sedangkan Mirza melemparkan potongan kentang kearah Ghaisan


"Itu mah sayang kali Chan"


"Masuk kuy uda bel"


"Yoi"


Devin menuju kelasnya yang berbeda arah dengan Mirza dan Ghaisan...Dijalan menuju kelas Mirza menyempatkan diri mengirim pesan pada Shanum


To : My beloved


Siang cantik


Mirza lalu memasukan ponselnya kedalam saku tanpa menunggu jawaban dari Shanum karena pelajaran akan segera di mulai


Sementara Shanum yang hari ini kosong jam pelajarannya sedang membaca pesan Mirza...Karena nomor tak dikenal dan foto diprofil tersebut menghadap belakang membuat Shanum mengamati dengan cermat


"Siapa sih ini..dari bentukan badannya kayak gak asing deh...Ez...Siapa ya kayak pernah dengar nama itu"


To : 0812345xxxxx


siapa seh🤔🤔


Shanum menunggu belum juga ada balasan...dia meletakkan ponselnya dalam saku dan kembali membaca novel..Di jam kosong seperti ini Shanum lebih suka duduk di perpustakaan


Ditempat lain Arash sedang duduk ditaman bersama dengan Malika...tentunya Arsya dan Ghaydan ikut menemani


"Ay..Boleh gak aku ketemu ayah kamu lagi"


"Buat apa Ay"


"Ya kenalan lah...apa kamu minta aku lamar sekalian Ay... Hehe"


"Ish apaan sih Ay..sekolah aja belum kelar mikir nikah..maksud aku Ay kenapa mau ketemu ayah lagi padahal kemarin ayah bunda marah marah sama kamu"


"Aku cowok Ay..dan aku gak mau menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orangtua kita..kamu tau kan dari awal kita jadian aku uda ngenalin kamu ke keluarga aku...dan aku pengen kenal keluarga kamu juga"


"Huh...tapi kamu kan tau Ay ayahku kemarin gimana ke kamu...Dan kamu juga uda kenal makan aku Ay"


"Yang kemarin itu aku gak anggap Ay..Mungkin waktu itu ayah kamu sedang lelah dan memang waktu itu aku kemalaman nganter kamu pulang..jadi emang aku yang salah Ay"


Arsya dan Ghaydan mendengar obrolan mereka walaupun mata mereka fokus pada gambar dalam ponsel mereka masing-masing


"Ck..tapi aku gak yakin Ay..ayah mau kenal kamu..kecuali kamu pake nama keluarga kamu"


Nada bicara Malika terdengar sedih..karena memang keluarganya memandang semua dari derajat


"Kita coba ya sekali lagi ya Ay...siapa tau kali ini ayah kamu mau berkenalan denganku Ay"


Arash memberikan senyum terbaiknya kepada Malika untuk meyakinkan sang kekasih bahwa apa yang dikatakan adalah yang terbaik


"Huh...Ya sudah..kamu mau kerumah kapan Ay"


"Weekend besok ya Ay...nanti aku kabari jam berapa"


Dengan senyum terpaksa Malika menjawab


"Ok Ay"


Marsha yang melihat si kembar sedang ditaman sekolah dia mencoba mendekati...Marsha masih berusaha mendapatkan hati salah satu dari mereka


"Hai boleh gabung"


Mereka bukannya menjawab tapi langsung bangun dari duduknya meninggalkan taman..membuat Marsha terbengong-bengong melihat mereka..Hanya Malika yang menyapa


"Gue duluan ya Cha"


"Kalian mau kemana gue baru mau gabung sama kalian"


Tak ada jawaban sama sekali...membuat Marsha geram dan menghentak hentakan kakinya ke tanah


Para siswa SMA Nusa Bangsa sudah menyelesaikan jam pelajarannya mereka berhamburan meninggalkan kelas masing-masing..Mirza melihat ponselnya ada satu balasan dari orang yang dirindukannya..senyum pun terlihat menghiasi wajahnya


To : My beloved


Ck...sudah melupakan gue loe.. seketek😠


Tak lama jawaban pun didapat dan mereka saling berbalas pesan


Mr Omesssssss


Jadi elo Mr Omesssssss😥


My beloved


Kenapa kangen loe ma gue😎


Mr Omesssssss


😱😱😱Gak salah ya


My beloved


😉😉 ya nggak lah


Mr Omesssssss


Serah deh serah😡


My beloved


Mau loe apa sih😠😠


Mr Omesssssss


Mau loe😘


My beloved


Guenya yang ogah😡👿


Mr Omesssssss


Ogah nolak ya😉😉


My beloved


Kepedean😠😠


Mr Omesssssss


Harus dong😅😅😘😘


Tak ada lagi jawaban dari Shanum membuat Mirza galau...dia kembali membaca pesan yang dikirim oleh Shanum dan tersenyum sendiri


"Gue kangen loe seketek"


"Eh tapi gue loe anggap apa yak..serba salah kan"


Mirza bergumam sendiri sambil terkikik geli


"Mau bilang cinta takut salah...mau bilang sayang tapi bukan pacar..Huh..bilang gimana coba..Hehehehe"


Mirza menatap foto yang menjadi profil Shanum..dia sempat menyimpannya kini dijadikan walpaper ponselnya


______


Maafkan karena lagi sibuk didunia nyata...ini seharian nyuri waktu buat update baru kelar😅😅😅


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading