
Setelah kejadian di kantin waktu itu...Arash meminta Annisa untuk membaca profil perusahaan agar mengenal siapa Arsya dan Arsyila...pagi ini kembali Annisa diminta mendampingi Arash meeting diluar karena mendekati makan siang maka Annisa tak lupa membawa bekalnya sekalian
"Annisa masuk keruangan saya"
"Baik pak"
Arash memanggil Annisa dari panggilan interkom... dengan membawa bahan yang dibutuhkan Annisa melangkah keluar namun seperti biasanya ritual bersama Aditya
"Berdoa Icha"
"Bismillahirrahmanirrahim...bantu Icha ya Allah"
"Cayo icha kamu pasti bisa"
"Doakan Icha ya kak selamat sampai pulang nanti"
"Pasti...aku menunggu kepulangan kamu dek"
"Tunggu adek ya bang"
Daffa yang tak sengaja melihat interaksi kedua karyawan magang itu menahan tawanya..setelah Icha pergi meninggalkan ruangan Daffa mendekati Aditya
"Dit...itu patner kamu kesambet apa mau meeting aja uda kayak mau perang"
"Eh pak....memang seperti itu si Icha pak"
"Icha.."
"Iya pak panggilan Annisa itu Icha pak"
"Oh gitu... oya kamu siap-siap ikut saya buat cek lokasi pembangunan yang baru...jangan lupa bawa berkasnya"
"Baik pak"
Sedangkan Icha diruangan Arash masih menunggu sang bos yang sedang menerima panggilan telepon
"Iya ntar loe ke kafe bintang aja...gue ada meeting disana"
"__"
"Iya gak usah lebay gitu ih...gak lucu"
"__"
"Waalaikumsalam..miss u to"
Arash sudah menutup ponselnya dan langsung berdiri...sedangkan Icha yang masih menunduk duduk disofa belum menyadari jika Arash sudah berdiri
"Ehem Annisa"
"Syiap pak"
"Kamu mau ikut saya meeting apa jagain ruangan saya"
"Meeting pak"
"Terus kenapa masih duduk"
"Oh maaf pak"
Annisa langsung berdiri dan berjalan menuju pintu dan hampir menabrak Arash...Arash melihat ke meja depannya map milik Annisa masih tertinggal...dia mengambil berkas itu keluar ruangan dan menguncinya... sedangkan Annisa sudah berjalan terlebih dulu bahkan sudah masuk lift tanpa menunggu Arash
"Ini yang bos gue apa dia sih... bisa-bisanya gue suruh bawa berkas"
Arash mencari keberadaan Annisa disekitar ruangannya namun tak juga menemukan keberadaan Annisa
"Kemana itu anak..cepet banget ngilangnya lupa apa dia sama bosnya"
Arash memutuskan masuk lift dan akan menunggu Annisa di lobby saja..sedangkan di lobby Annisa menyadari ada sesuatu yang salah
"Eh gue tadi bukannya meeting sama Pak Arash ya...kemana tuh bos kulkas"
Annisa mencari Arash sambil berjalan mendekati resepsionis dan bertanya disana
"Mbk mau tanya dong"
"Eh apa dek"
"Pak bos uda kelihatan belum turun"
"Belum tuh dek"
"Oh belum ya...Ya udah deh makasih Mbk"
"Sama-sama dek"
Saat Annisa berbalik tanpa sengaja menubruk badan Arash...dan terjatuh
"Ya Allah gue gak lihat ada tembok...sakit banget sih bokong gue"
Sedangkan arash yang dikatai tembok menatap Annisa dengan mengakat sebelah alisnya..Annisa mendongak memastikan siapa didepannya
"Loh pak sudah lama ya"
Arash masih tak merespon
"Maaf pak saya tadi nyariin bapak tapi gak ketemu"
Annisa berdiri sambil nyengir menahan sakit dipantatnya karena dia cukup keras menabrak badan Arash...Arash berjalan mendahului Annisa tanpa berkata-kata..sedangkan Annisa bergumam dibelakang Arash
"Perasaan gue tadi nabrak tembok kok gak ada sih sekarang tuh tembok..ajaib benar yak ni perusahaan..tembok aja bisa jalan"
Arash mendengar gumaman Annisa sedikit kesal karena dia menyebut arash sebagai tembok berjalan
"Ehem"
"Eh ya pak...kenapa..bapak mau minum"
Arash menyerahkan map yang dibawanya tadi kepada Annisa
"Lain kali jangan ceroboh"
"Ya Allah kenapa jadi pikun gini sih"
Annisa bergumam sebelum mengucapkan terimakasih kepada Arash
"Terimakasih dan maaf pak"
Mereka kembali berjalan keluar perusahaan..mobil Arash sudah siap didepan pintu masuk..hari ini mereka berangkat tanpa supir..Annisa membuka pintu belakang...Arash langsung memprotes Annisa
"Saya bukan supir kamu Annisa"
"Eh iya maaf pak saya kelepasan"
Annisa langsung duduk disamping Arash dan memasang sabuk pengaman...Arash melirik Annisa sudah siap langsung melajukan mobilnya keluar perusahaan
Dijalan yang ada cuma keheningan...Annisa mulai merasa bosan dia mengambil headset dan memasangnya sambil membaca kembali rangkumannya Annisa mendengarkan musik..tanpa Annisa sadari kebiasaan dia saat mendengar musik membuat Arash berusaha menahan tawanya
Annisa menggoyang goyangkan badannya sambil manggut-manggut...tak lama dia bersuara mengikuti lagu yang didengarnya pada potongan reffnya
I need somebody who can love me at my worst
No, I'm not perfect, but I hope you see my worth
'Cause it's only you, nobody new, I put you first
And for you, girl, I swear I'll do the worst
Annisa menyanyikan lagu versi salah satu vokalis K-Pop favoritnya...dia menggoyangkan kepala kekanan kerikiri bahkan kedua tangannya ikut bergoyang keatas
"Yeha...asyik"
Karena jalanan yang sedikit macet...lama kelamaan Arash mengikuti alunan lagu dari mulut Annisa bahkan jarinya mengetuk-ngetuk setir mobil...Annisa seperti melupakan keberadaan Arash
Tanpa sengaja Annisa melihat kearah Arash yang juga sedang menatapnya...Annisa langsung terdiam dan kembali duduk dengan tenang...Arash yang melihat perubahan sikap Annisa yang cepat sekali berubah
"Dasar bocah..."
Mereka akhirnya sampai dikafe Bintang..arash langsung masuk dan bertanya kepada pegawai reservasi atas nama kliennya
"Selamat siang Mas"
"Siang bisa dibantu"
"Mau tanya reservasi atas nama Gemintang Group"
"Di lantai dua bapak"
"Terimakasih mas"
Annisa mengikuti langkah Arash menuju lantai dua..disana sudah menunggu Anjas Prakoso bersama sang asisten Alif
"Selamat siang pak Anjas...maaf saya sedikit terlambat"
"Oh tidak pak Arash saya juga baru saja datang"
Setelah saling memberi salam mereka memulai meetingnya...meeting berjalan cukup lancar dan tepat saat waktu dhuhur mereka sudah selesai
"Semoga kerjasama kita ke depannya berjalan lancar pak Arash"
"Saya berharap demikian"
"Kita sekalian makan siang pak Arash"
"Maaf pak saya mau ke mushola dulu...dan sekalian saya pamit setelah ini saya masih ada pertemuan"
"Wah sayang sekali padahal saya ingin ngobrol lebih banyak dengan Pak Arash"
"Mungkin lain waktu saya permisi pak...selamat siang"
Annisa mengikuti Arash mereka sama-sama mencari mushola disekitar kafe...mereka melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba...selesai dengan tugasnya Arash kembali mengajak Annisa ke kafe
"Nis saya mau ketemu teman kamu ikut saja"
"Apa tidak sebaiknya saya kembali saja pak"
"Mau naik apa kamu"
"Angkot pak"
"Uda gak usah kamu ikut saja saya gak lama kok"
Mereka kembali ke kafe bintang dan duduk didekat jendela...Arash memesan makanan untuknya
"Kamu mau makan apa nis"
"Saya bawa bekal pak"
"Hah.. o ya sudah kalau begitu"
Sambil menunggu makanan Arash..Annisa memainkan ponselnya...dia kaget dengan berita yang berada digrup anak magang
"Daebak nih nenek Lampir berani benar"
Arash yang juga bermain ponsel kaget dengan ucapan Annisa...Annisa kembali dengan mode polos dan ceplas-ceplos langsung bertanya kepada arash
"Pak..bapak benar tunangan si Mak Lampir"
"Maksud kamu"
"Yaelah pak...ini loe Mak Lampir mosting kalau dia tunangan bapak... kok mau sih pak sama dia"
"Siapa maksud kamu..saya gak paham"
Annisa memberikan ponsel jadulnya yang agak retak kepada Arash...Arash membaca berita digrup wajahnya kesal sekali
"Kamu screenshoot dan kirim ke saya"
"Siap pak"
Tak lama Annisa baru tersadar kalau dia keceplosan
"Ya Allah bisa habis gue kalau ketauan Mak Lampir..kenapa ni mulut lemes bener sih"
Arash yang mendengar gumaman Annisa tersenyum tipis...dia merasa geli dengan anak magang satu ini..makanan tiba mereka makan dengan tenang.. Arash melirik kearah bekal Annisa
"Dia hanya makan pake orek tempe sama telur dadar aja"
Arash bermonolog sendiri dalam hati. dia menyantap makanannya sambil memperhatikan Annisa yang sangat lahap walaupun dengan menu seadanya
Shanum datang dengan Mirza langsung mendekati Arash...dengan tabiat tak pernah berubah
"Bebeh...miss u"
"Sha...loe kapan kesini"
"Kemarin dijemput noh sama pangeran"
Mirza mendekati dan memeluk Arash seperti biasa yang mereka lakukan
"Za apa kabar"
"Baik Rash"
Mereka duduk...namun seperti lupa kepada Annisa yang masih sibuk mengunyah...Shanum menyadari adanya makhluk lain langsung bertanya
"Siapa nih"
"Anak magang"
"Wow..wow wow ..seorang Arash jalan berdua dengan cewek...ada apa gerangan"
"Habis meeting kita..Gak usah suudzon"
Mirza dan Shanum langsung terkikik bersama ...memang ajaib bagi Merkea melihat Arash jalan berdua dengan seorang wanita
"Hai kenalan dong.. gue shanum"
"Hai kak..gue Annisa panggil Icha aja"
"Salam kenal Cha...kenalin tunangan gue Mirza"
"Mirza hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada Annisa"
"Wah gue pikir kak Shanum ceweknya si bos...uda seneng gue"
"La kenapa gitu"
"Habis dikantor lagi heboh Mak Lampir ngomong. tunangan pak bos"
"Mak Lampir"
"Iya Kak...nyebelin pokoknya orangnya tuh"
"Bentar-bentar yang naksir Arash Mak Lampir... berarti Arash..."
Kompak Annisa..Mirza dan Shanum menjawab...membuat Arash semakin kesal
"Gerandong"
Annisa langsung menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya karena keceplosan...dan mendapat tatapan tajam dari Arash...sedangkan Mirza dan Shanum tertawa ngakak
_______
Duh Neng mana ada gerandong tampan...
aku bonusin visual Arash ya...karena mereka kembar identik jad Arash dan Arsya sama persis
jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading