RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Newborn Baby 1



Jadi ada yang nanyain tentang abang arsya...Emang emaknya ini kayak gak sayang ya sama banga arsyaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Harusnya memang digabung disini tapi karena terlalu terlena sama bang arash dan chila jadilah dia terlupakan sesaat wkwkwk. Tapi nunggu twin brojol dulu habis itu akan ada kisah bang arsya tapu setelah punya Serkan ya.....


________


Minggu - minggu menegangkan bagi Arash sudah tiba. Jika semua berjalan lancar si kembar akan lahir tiga hari lagi. Arash sudah cuti sejak satu minggu yang lalu. Icha juga sering mengalami kontraksi palsu. Ibu Ich juga sudah ikut tinggal sementara dirumah Arka menemani Icha. Jasmine sedang berada di Jerman karena tiba-tiba saja Reino menurun kesehatannya.


"Icha kamu mau makan apa biar ibu masakan"


"Gak mau bu. Icha masih kenyang"


"Ya sudah kalau nanti kamu lapar bilang ibu ya nak"


"Ya bu"


Icha sedang berjemur dihalaman belakang sambil berjalan perlahan. Perut Icha yang besar memanh membuatnya sedikit susah bergerak. Namun wajah bahagia selalu terpancar. Arash langsung berlari mendekati sang istri masih dengan muka bantalnya.


"Sayang kenapa gak bangunin mas"


"Kasian mas semalam kan gak tidur gara-gara icha"


"Gak sayang. Itu sudah tugas mas. Besok lagi bangunin mas sayang. Mas kan mau nemani kalian bertiga jalan-jalan"


Arash menguap berkali-kali. Icha tersenyum melihat itu. Semenjak tri mester akhir icha jarang bisa tidur. Dia selalu kegerahan walaupun AC sudah full. Bahkan Arash menambahkan kipas angin di kamarnya. Tapi tetap saja icha masih kepanasan. Belum lagi pinggangnya yang mulai pegal-pegal.


"Mas masih ngatukkan. Tidur saja"


"Nggak kok sayang. Tadi mas belum sempat cuci muka saja"


Arash langsung menuju kran air ditaman dan langsung cuci muka. Agar dia tampak segar. Setidaknya mengurangi kantuknya sedikit.


"Sayang kamu kenapa"


"Gak pa pa mas. Ihs"


"Kontraksi lagi ya"


"Nggak kok"


"Terus"


"Laper. Hehehe"


"Oalah twin laper ya. Kita sarapan ya. Mau apa"


"Nasi liwet enak deh mas"


"Ya sudah mas minta tolong eneng buatkan"


"Gendong mas"


"Hah"


"Gak mau ya sudah"


"Mau sayang mau. Sini naik punggung mas"


"Mas gak lihat perut icha segede apa. Mau mereka kegencet"


"Ya allah lupa sayang. Sini mas angkat"


Arash menarik nafas dalam-dalam. Dia bukan menggendong satu orang lagi melainkan tiga orang sekaligus.


"Pinggangku oh pinggang"


Arash mendudukan icha di sofa ruang televisi. Seperti biasa acara dangdut yang icha tonton. Arash berpamitan kepada icha untuk mandi sebentar.


"Sayang aku mandi dulu bentar ya"


"Ya mas. Tapi aku ikut. Aku gerah"


"Ya sudah ayo"


Kamar arash tetap diatas. Namun dia membuat lift untuk istrinya. Awalnya Jasmine meminta mereka tinggal dikamar bawah, namun dua kali mereka pindah kamar setiap tengah malam icha pindah sendiri ke kamar pertamanya. Itu membuat semua khawatir. Icha berjalan dalam tidurnya dalam kondisi hamil besar.


"Mas bantuin buka daster icha"


"Iya sayang. Huh kamu nyiksa mas banget seh"


"Nyiksa gimana. Aku pukulin apa"


"Tuh lihat pemandangan indah menggantung didepan mas. Jadi haus kan"


"Mau mimik ya"


"Heem au au banget"


Wajah arash dibuat seimut mungkin. Setiap saat memang icha selalu membuatnya harus bisa menahan gejolak liarnya. Icha tidak mau mandi jika tidak bersama arash. Dari membuka baju dan memakai baju semua arash yang melakukan. Terkadang jika sudah tak tahan arash akan meminta ijin pada sang istri untuk memasukinya.


"Sayang boleh ya. Bentar lagi mas kan harus puasa 40 hari"


Bukan jawaban dengan kata-kata yang icha berikan namun icha langsung bertindak. Semenjak hamil Icha sangat ganas.


"Uhhh sayanggg"


"Max aku pasti merindukan kamu"


Usai pagi panas yang panjang mereka langsung mandi. Arash akan membantu menggosok punggung Icha. Arash selalu meminta Icha mandi bersamanya karena dia khawatir jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Usai mandi Icha mulai mengantuk walaupun belum sempat makan nasi, Icha sudah menghabiskan brownies kukus satun loyang. Arash juga ikut mengantuk apalagi setiap malam dia meronda menjaga Icha membuat ibu hamil itu tetap nyaman. Belum lagi pekerjaan yang harus dia kerjakan dirumah


tok tok tok


"Ibu"


"Kalian tidur"


"Iya bu. Kalau malam jarang bisa tidur"


"Sabar ya nak. Icha masih tidur"


"Masih bu. Tapi maaf arash gak nyuruj ibu masuk, Icha cuma pakai underwear aja tidurnya. Kepanasan katanya"


"Iya gapapa. Ibu paham banget. Wanita hamil akan selalu kepanasan. Ibu cuma mau ngasih tau nasi liwet icha udah siap"


"Ya bu nanti arash ke bawah kalau icha uda bangun. Ibu makan duluan aja. Gak usah nunggu arash sama icha"


"Iya nak"


Ibu Icha langsung kembali ke bawah. Arash mencuci wajahnya agar tak kembali tertidur. Dia langsung mengambil laptop dan berusah menyelesaikan semua. Agar malam nanti dia bisa cokus menjaga Icha.


"Uhhhhhh. Mas"


Arash yang mendengar namanya dipaggil langsung mendekati sang istri. Beruntung pekerjaannya sudah selesai. Arash melihat mata Icha masih terpejam dan wajahnya menahan sakit.


"Sayang bangun kamu kontraksi ya sayang"


"Mas sakitt"


"Sebentar sayang mas panggil ibu dulu"


"Masss"


Arash berlari memanggil mertuanya. Dia memberitahu jika Icha kontraksi. Ibu Icha meminta arash kembali ke kamar dan mengambil keperluan untuk dibawa. Ibu icha memberitahu mang toyib untuk menyiapkan mobil.


Arash masuk kekamar langsung mengambil tas perlengkapan Icha dan bayinya. Dia kembali berlari. Lupa jika istrinya kesakitan memanggilnya.


"Massss"


Ibu Icha yang melihat menantunya langsung menanyakan dimana putrinya.


"Arash ichanya mana"


"Ya allah ketinggalan bu"


"Rashhhh"


Belum sempat menyelesaikan omongannya Arash sudh kembali ke kamarnya.


"Sayang ayo kita kerumah sakit"


Arash perlahan mengangkat tubuh Icha dia lupa jika sang istri sedang berperan menjadi model underwear sekseh.


"Mas lihat bajuku. Ish ya Allah"


Sambil menahan mules icha mengingatkan sang suami. Apalagi pintu kamarnya terbuka lebar.


"Astagfirullah lupa. Masa mas mau obral milik mas. Enak aja"


Arash langsung mengambilkan daster untuk Icha dan juga hijab. Arash bahkan menggunakan jurus tangan seribunya agar bisa mengikat rambut icha.


"Sudah sayang ayo mas gendong"


"Mas mau kerumah sakit apa mau pamer max ke semua orang"


"Kerumah sakit sayang. Kenapa malah manggil max"


"Lihat mas gak pake underwear gitu. Gelantungan"


"Ya Allah. Mas kelupaan tadi habis mandi langsung tidur. Pantes ibu gak mau lihat kearah mas"


"Ibu mertua sendiri disuguhin roti sobek sama sosis lembek. Durhakim"


"Gak sengaja sayang beneran"


"Ya udah sana ganti baju"


Arash masih lupa menutup pintu dan sidah menurunkan celana pendeknya. Saat itu eneng akan masuk beruntung Icha melihat.


"Eneng jangan masuk balik badan dulu"


"Upssss. Sengaja neng hehe"


Arash sudah sadar kesalahannya langsung menaikan kembali celanannya dan berlari masuk kedalam toilet. Gara- gara ucapan eneng kontraksi yang icha rasakan ikut menghilang.


"Yah neng icha mah pelit pisan"


"Pelit kenapa neng"


"Eneng kan pengen lihat ular mas arash albino apa negro"


"Onennnggggg"


________


Hilang kan kontraksinya gara- gara eneng


Jangan lupa jempol


Happy reading