RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Sebuah Rencana



Sebelumnya maaf sengaja alurnya dipercepat...dan untuk Chila kenapa dia langsung SMA...karena disini author menceritakan kalau dia loncat kelas tiga kali...hehehe..Maaf ya kalau gak suka....


___________


Hari ini ayah Malika benar-benar kesal karena dia berharap pertunangan anaknya dapat segera dilaksanakan namun mendapat penolakan dari Syamil dengan alasan Ghaisan ingin lulus sekolah dulu...walaupun tinggal dua bulan lagi mereka akan lulus...selain itu juga proyek kerjasama yang diajukan kepada syamil masih terhambat karena pemegang saham tertinggi masih berada diluar negeri


"Huh...kenapa berantakan semua sih rencanaku... kerjasama masih alot dan pertunangan Malika belum juga ada jalan terang...ahh harus gimana lagi ini"


Bunda Malika yang melihat sang suami sedang marah didalam ruang kerjanya langsung datang menghampiri


"Ayah kenapa"


"Semua rencana ayah masih belum ada hasil Bun"


"Memangnya kerjasama dengan calon besan belum deal yah"


"Tinggal nunggu penandatanganan MOU Bun...tapi ya itu pemegang saham tertinggi belum kembali ke sini dan ayah gak bisa dapat info siapa pemegang saham tertinggi itu..sangat misterius"


"Jadi ayah belum pernah bertemu dengan orang itu... asistennya sekalipun"


"Asistennya sudah Bun...dan dia masih muda banget"


"Ya sudah ayah bersabar saja dulu yang penting semua berjalan lancar nantinya dan lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali kan yah"


"Iya bunda benar juga...makasih ya Bun...lega rasanya sekarang"


"Sama-sama yah"


Mereka pun kembali beraktifitas seperti biasanya...waktu berjalan dengan cepatnya...Arash sudah hampir satu tahun di London...dan kesehatan Dito juga semakin membaik..hari ini Dito sangat marah karena tanpa sengaja mendengar pembicaraan Arash dengan Daffa tentang Malika


"Uncle gak suka orang seperti itu...lebih baik kamu cari wanita lain...seperti tak laku saja"


"Huh... sudahlah uncle...lagian Arash sekarang uda move on...Uda ikhlaskan dia buat Ghaisan...karena sepertinya dia takdir Ghaisan"


"Ck... Ghaisan pun bodoh menerima gitu aja"


"Karena ada alasan dibalik itu uncle...dan itu alasan kenapa Arash ikhlas melepas Malika"


"Apa Daddy jay tau"


"Sementara ini aman...tapi tidak tau nanti...uncle pasti tau seperti apa daddy jika marah"


"Membangunkan singa yang tertidur lama...sama halnya menggali lubang kubur sendiri"


"Arash sudah punya kejutan terindah untuk mereka uncle"


"Uncle jadi penasaran kejutan seperti apa yang kamu siapkan Rash"


Arash hanya tersenyum smirk saja menanggapi Dito...Minggu depan Arash akan menuju Jerman dan setelah itu dia akan kembali ke tanah air dan meneruskan pendidikanb disana...itu semua karena sang Mommy dan Omanya... selain itu Arash juga merasa sudah waktunya dia untuk keluar


"Semoga kehadiran gue nanti tidak menyebabkan serangan jantung massal"


Arash membatin sambil melihat beberapa dokumen dihadapannya... Arash sudah menyiapkan kejutan tak terduga bahkan ini akan sangat menyakitkan


Sedangkan di tanah air hubungan Ghaisan dan Malika masih biasa saja... Ghaisan masih tetap menjaga Malika untuk Arash namun tanpa sepengetahuan Ghaisan Malika sudah mulai menyukai Ghaisan


"Chan...Gue boleh jujur"


"Hmm.. bicaralah"


"Gue mulai suka sama loe Chan...dan gue sudah bisa lupain Arash"


Ghaisan yang sedari tadi cuek....mendengar pengakuan malika langsung melotot


"Loe sadar gak sih sama omongan loe itu Mal"


"Gue sadar dan amat sadar Chan"


"Gila loe...Loe tau kan tujuan gue nerima loe"


"Iya tapi plis tolong kasih gue kesempatan buat dekat sama loe Chan"


"Gila loe Mal...gue gak suka cara loe"


Ghaisan langsung berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Malika yang masih termenung dan tak lama dia meneteskan air mata


"Gue hanya ingin move on dari Arash...Gue hanya pengen membuka hati untuk yang lain...Hiks..Hiks"


Ghaisan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi karena emosi...Ghaisan langsung menuju kantor Arsya...dia ingin mencari ketenangan disana..tak lama Ghaisan sudah sampai dikantor Arsya...di lobby Ghaisan bertemu Rizky


"Kenapa muka loe Chan"


"Arsya ada"


"Ada baru aja masuk kok"


Ghaisan langsung menuju ruangan Arsya sedangkan Rizky masih di lobby karena masih berbincang dengan kliennya... Ghaisan langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung menjatuhkan pantatnya disofa ruangan Arsya


"Kenapa bro"


"Gue lama-lama bisa gila Ars"


"Kenapa"


"Malika ngungkapin perasaannya ke gue"


"Nggak gue aja kaget apalagi loe"


"Terus loe gimana"


"Gue masih pada rencana kita Ars...tinggal sebentar lagi ini berakhir"


"Chan.. sebaiknya loe pikirkan lagi sebelum mengambil keputusan...Gak ada salahnya kan nrima Malika...dia gadis baik"


"Gue belum bisa...sampai gue bisa menepati janji gue sama Arash"


"Terserah loe...Loe kan tau Abang gue gimana dan pastinya saat ini Abang gue uda lupa sama Malika"


"Kita tunggu rencana kita dijalankan dulu Ars"


"Baiklah...kita tunggu nanti"


Ghaisan menghabiskan waktu dikantor Arsya hingga sore menjelang dia terkadang membantu Arsya sambil belajar sistem kerja sebuah perusahaan... Ghaisan mewarisi perusahaan milik atuknya di Jakarta begitu juga arsya namun hanya berbeda bidang saja


"Balik ngantor mau kemana loe ars"


"Ya balik lah mau kemana lagi"


"Lurus amat yak hidupnya bang...Haha"


"Kalau kebanyakan belok takut lupa sama jalan yang lurus"


"Iya..iya paham banget gue mah.. ya uda balik yuk gue mau mampir nginap rumah loe...sepi dirumah"


"Kuylah"


Arsya dan Ghaisan berjalan beriringan keluar kantor semua mata wanita memandang dua ciptaan sempurna dari Tuhan.. walaupun tak pernah direspon mereka tetap tak berhenti untuk kagum..Saat akan masuk mobil Arsya mendapat panggilan telepon dari Aretha


"Assalamu'alaikum gadis baikku"


"Waalaikumsalam my prince...Uda balik belum"


"Lagi mau masuk mobil sayang...kenapa"


"Hmmm...boleh minta tolong"


"Apa"


"Itu...mmm"


"Apa hmmm...pengen sesuatu"


"Pengen seblak yang ada didekat hotel Opa"


"Oh yang dikafe ujung dekat lampu merah itu"


"Iya.. boleh tidak"


"Iya aku belikan..ada lagi"


"Yang paling pedes levelnya ya beib"


"No...asam lambung kamu bisa kambuh sayang"


"Tapi lagi pengen yang pedas-pedas beib"


"Tidak....aku belikan tapi tidak pedas"


"Pedas dong beib gak enak kalau gak pedas..ya...ya...pliss"


"Iya uda pedas biasa atau tidak sama sekali"


"Oke my prince..thanks ya"


"Iya sayang... nanti aku antar kerumah"


"Wokey.. Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Ghaisan yang disamping Arsya menggoda sepupunya itu..dan Arsya pun ikut menimpali candaan sepupunya


"Cie..cie...bininya lagi ngidam pak"


"Iya nih pak minta seblak"


"Wah suami siaga ini mah"


"Harus dong..demi anak dan istri"


Hahahaha...mereka tertawa bersama tanpa mereka sadar beberapa karyawan mencuri dengar saat Arsya dan Ghaisan bercanda..dan mereka mengambil kesimpulan jika Arsya sudah menikah dan akan segera memiliki anak..mereka pun patah hati berjamaah karena bos idaman hati mereka ternyata tak sendiri


_______


Maaf baru sempat up...lagi kurang fit dan kerjaan banyak


jangan lupa jempolnya kakak


happy Reading