
Waktu bergulir begitu cepat. Takdir sudah ditentukan. Begitu juga kehidupan seseorang. Ada sebuah kehadiran. Namun juga ada kehilangan. Namun hidup harus terus berlanjut.
Dua bulan yang lalu akhir dari kehidupan seorang Reino Santosa. Tak lama disusul kedua orangtua Melany. Mereka meninggal bersama. Sesuai janji suci mereka sehidup semati. Kesedihan masih menyelimuti keluarga Santosa dan Alfatir.
Tiga hari yang lalu kedua orangtua Arka menyusul sang besan kembali kepada sang pencipta. Mereka juga meninggal hanya dengan selisih waktu yang sebentar. Cinta mereka benar-benar abadi.
Sebelum mereka pergi, mereka masih diijinkan melihat cicit ketiga mereka dari Arash. Icha melahirkan anak ketiga dan keempatnya. Anugerah anak kembar kembali didapatnya dan keduanya berjenis kelamin lelaki.
Bagas akhirnya memutuskan kembali ke tanah air mengikuti keinginan sang putra. Mungkin dengan berada didekat keluarga bisa membuatnya tak kesepian lagi. Walaupun chila sudah tidak menggunakan obat pencegah kehamilan, namun chila masih belum diberi kepercayaan kembali.
Untuk menghilangkan kesedihan yang masih melanda keluarga mereka, Jay berinisiatif untuk mengajak mereka berlibur ke vila pribadi mereka di puncak. Mungkin dengan beelibur bisa membuat suasana kembali lebih baik.
"Pah. Sudah siap"
"Ya jay. Sebenarnya papa tak ingin ikut"
"Pah sudahlah. Opa dan Oma sudah bahagia disana. Kalau papa sedih terus, kasian mereka"
"Ya kamu benar jay"
Mereka bersiapa untuk berlibur. Semua sudah dipersiapkan. Bahkan kedatangan mereka sudah ditunggu penjaga villa. Butuh waktu dua jam untuk sampai di vila. Selain jalan yang macet, mereka lebih banyak beristirahat di jalan.
Setiba di villa mereka disambut hangat oleh penjaga villa mereka. Mereka segera beristirahat dikamar yang ada di villa. Mereka akan mengerjakan segala sesuatunya bersama tanpa bantuan maid.
Pagi yang indah mereka sambut dengan penuh semangat. Mereka berjalan-jalan disekitar villa. Para perempuan muda juga berbelanja dipasar didekat villa.
"Kak retha masak apa kita"
"Tanya mommy aja"
"Ya udah kita tunggu mommy kesini saja kak"
Icha baru menidurkan si kembar yang diberi nama Dean Ammar Malik dan Dean Ashraf Malik. Arash membantu menidurkan putranya. Arash begitu bersyukur karena kedua bayi lelakinya sangat anteng. Jika haus saja mereka baru menangis. Mereka juga tidak rewel saat diajak bepergian.
"Hai hai gue gak telat kan"
"Emang sikembar sudah tidur kak"
"Sudah lagi ditemeni ayahnya"
"Ya uda ayo beraksi. Kayaknya mommy masih capek"
"Ya uda kita lihat bahannya bisa dibuat apa aja"
Icha memeriksa bahan makanan yang tersedia. Karena udara dingin dia memutuskan membuat makanan berkuah. Icha dibantu Chila dan Aretha. Dan para suami mereka sedang bermain dengan anak-anak. Setelah tiga puluh menit semua makanan sudah matang. Mereka makan malam bersama. Kecuali icha dan arash. Mereka akan makan setelah ada yang menjaga si kembar.
"Kita bikin api unggun yuk"
"Bakar jagung kayaknya enak bang"
"Emang kita punya jagung al"
"Ada kayaknya tadi al lihat buna beli"
"Ya udah yuk kita cari"
Serkan dan al ke dapur mencari jagung yang al maksud. Dan ternyata memang ada jagung disana. Al meminta ijin kepada bunanya terlebih dahulu. Dia menuju kamar sang buna.
"Buna, Al boleh masuk"
"Masuk saja nak"
Al masuk ke kamar kedua orangtuanya. Terlihat sang ayah sedang duduk sambil memijit kaki sang buna.
"Buna sakit"
"Tidak al. Buna cuma sedikit lelah. Al ada apa"
"Itu buna. Al dan abang serkan ingin membuat api unggun. Boleh tidak jagung didapur al bakar"
"Boleh sayang. Wah sepertinya enak"
"Ya sudah al kedepan lagi"
Al menyapa sang adik terlebih dahulu sebelum keluar kamar orangtuanya. Dan Icha kembali menanyakan sesuatu kepada putranya.
"Adek dean bobok yang nyenyak ya. Besok Al gendong"
"Sante saja bun. Al bisa kok"
"Ya sudah kalau begitu. Oya ada sosis juga kalau kalian mau"
"Boleh bun"
"Boleh sayang"
"Al pergi bun"
"Ayah nanti menyusul"
"Siap bosque"
Al kembali ke dapur untuk membuat bumbu. Al menuruni bakat memasak bunanya. Al juga menyiapkan bumbu untuk sosis bakar. Setelah semua siap, Al membawa ke halaman samping. Serkan di bantu ghibran membuat api unggun. Meera menyiapkan meja dan tikar untuk duduk. Bahkan gitar kesayangan Jay yang diturunkan untuk Arash dan sekarang menjadi milik al sudah bertengger disana.
"Wah wah sepertinya kalian akan pesta ya"
"Iya uyut. Sini gabung"
"Wah dengan senang hati"
Arka dan melany sudah ikut bergabung. Diikuti pasangan chila dan bagas. Tak lama arsya dab aretha juga ikut keluar bergabung dengan anak-anak mereka. Arash dan Icha hanya melihat dari balkon kamar mereka karena sambil menjaga si kembar. Bahkan jay dan jasmine pun tak mau kalah ikut duduk direrumputan.
"Kalian mau beli sekoteng gak. Mumpung lewat tuh"
"Mauuuu"
Bagas berjalan kedepan memanggil penjual sekoteng keliling untuk membawa gerobaknya masuk kehalaman vila mereka. Semakin malam suasana semakin romantis. Bahkan banyak kunang-kunang berterbangan menghampiri mereka.
"Sayang terimakasih karena kamu saat itu mau kembali untukku. Jika saat itu kamu tak kembali, mungkin aku tak akan sebahagia ini. Terimakasih kekasih hatiku"
"Maafkan aku sayang jika belum bisa menjadi istri yang baik untukmu. Maafkan aku jika selama melayanimu masih ada rasa jengkel dihatiku. Maafkan istrimu yang tak sempurna ini"
"Kamu wanita paling sempurna sayang. Kamu telah menyempurnakan hidupku. Kamu memberikanku seorang putra yang sangat sholeh dan berbakti. Darinya kita mendapatkan cucu dan cicit yang sangat baik. Terimaksih humairahku. Jika Allah mengabulkan permintaanku, aku ingin akulah yang lebih dulu dipanggilnya. Karena aku tak akan sanggup hidup tanpamu humairahku"
"Apa kamu kira aku akan sanggup hidup tanpa hadirmu. Akupun ingin kita selalu bersama. Hingga ke surga nanti kita akan bersama"
"I love you so much Melany Putri Santoso"
"Love more Arka Dhierga Alfatir"
Arka memeluk melany dari belakang. Keduanya menjadi pusat peehatian bagi anak dan para cucunya. Melihat kemesraan kedua orangtuanya itu membuat semua terhanyut.
"Lihatlah sayang. Mama dan papa begitu romantis. Bahkan mereka tak pernah bertengkar sekalipun. Mereka adalah panutan untuk kita"
"Iya bang kamu benar. Bahkan keluarga ini menjadi sangat meriah walaupun berasal dari kamu seorang. Love bang"
"Love too sayangku"
Jasmine dan Jay juga saling berpelukan. Bahkan para cucunya juga ikut merasakan hal yang sama. Mereka benar-benar bahagia telah menemukan pasangan yang tepat. Pasangan yang bukan ditentukan dari berapa lamanya kita berhubungan atau seberapa dalam kita mencintainya. Namun karena rasa nyaman diantara mereka. Jika hanya cinta, semakin lama akan memudar karena kebosanan diantara mereka.
"Inilah harta paling berharga di kehidupanku. Keluargaku hartaku. Terimakasih atas anugerah terbesar di hidupku"
Suasana romantis hancur karena ulah seseorang. Namun tak lama mereka kembali menikmati malam.
Brutttttttttt breeeeetttttttt
"Almeeer Raizeeee"
"Sorry"
TAMAT
________
Maaf ya ini berakhir sampai sini karena mereka sudah bahagia. Nanti ada bonus cerita dari yang lainnya
Terimakasih atas dukungannya untuk author receh ini. Jangan bosan ya menunggu karyaku lainnya.
Tetap jaga kesehatan dan yang paling penting syukuri apa yang sudah kita miliki saat ini. Bisa jadi apa yang kita punya saat ini adalah yang terbaik untuk kita.
Assalamualaikum...Jangan lupa jempol ya...