RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Amoeba



"Cha makan siang bareng yuk"


"Gue bawa bekal kak"


"Gapapa bawa ke kantin entar loe beli minuman aja biar gak cemberut noh ini kantin...Haha"


"Huu iya deh...demi kak Aditya yang gantengnya gak bisa ngalahin anak singa"


"Wow memuji dia ya ke asisten bos..Hahaha"


"Gak juga sih kak...yuk jalan"


"Yuk"


Mereka keluar ruangan bersama ini pertama kalinya Annisa makan di kantin...dia biasanya makan di pantry dan ditemani Adam sahabatnya...Annisa selalu membawa bekal dari rumah


"Kak gue ajak Adam ya kasian ntar dia nyariin gue ke pantry"


"Boleh lah"


Annisa mengirim pesan ke Adam Dengan ponsel jadulnya


"Udah kak dia nunggu dilift bawah"


Annisa berjalan beriringan dengan Aditya sambil bercanda... kebetulan mereka bersama dengan teman Aditya yang juga magang ditempat yang sama...saat akan keluar lift Annisa melihat bos kulkasnya dengan seorang wanita yang cantik dan juga berhijab seperti dirinya


"Wuih pak bos pacarnya cakep bener rada ke bule bulean gitu...kinclong amat yak tuh muka lalat aja kepleset nangkring disana"


Annisa bermonolog didalam hati sambik melihat kearah sang bos kulkas...Adam mengagetkan dirinya


"Woy ngilhatin apa loe...sampe iler muncrat muncrat gitu"


"Nyebelin loe dam...mana ada iler muncrat dam yang ada dleweran"


Adam dan Aditya ngakak mendengar perkataan Annisa... mereka lalu berjalan menuju kantin kantor tersebut...kantin yang luas dan bersih...bahkan makanan disana termasuk mewah namun harga masih terjangkau karena ada subsidi kantor


"Wuih ini kantin apa restoran sih"


"Kafe Cha..."


Adam dan Aditya hanya terkikik melihat wajah Annisa yang mengagumi kemegahan kantin itu


"Yuk duduk didekat jendela sana sekalian lihat pemandangan ngadem pikiran"


"Kuylah"


Mereka bertiga duduk didekat jendela yang menghadap langsung keluar..Adam membelikan air minum untuk Annisa dan juga makanan untuk dirinya sendiri..setelah mendapat makanan mereka menikmati dengan khidmat sambil bercanda


"Cha loe tumben langsung makan biasanya sholat dulu"


"Biasa kak cewek lagi M"


"Ouh pantes dari tadi diruangan sewot aja..Haha"


"Sewot kenapa sih Cha"


"Ck..Gak usah dibahas napa bikin gue kesel"


"Sebenarnya gue juga penasaran loe tuh kenapa sih Cha...sehabis dipanggil keruangan pak Arash minggu lalu sekarang lebih sering kena Omelan pak Daffa juga"


"Biasa gue khilap kak...hobi gue ketauan"


Adam kontan ngakak karena dia tau betul ulah sahabatnya dari orok kalau lagi galau atau gak mood


"Hahaha jangan bilang loe jadiin pak Daffa bahan lukisan loe"


"Heem sama kulkas juga"


"What's...gila loe Cha"


"Sumpah kalau gue jadi loe uda milih cabut cari tempat magang baru"


"Gue kan baik hati tidak sombong dan tanggung jawab kak jadi ya gak pindah"


"Alah padahal bukan karena itu kak..dia cuma gak bakal dapat tempat magang dikota ini lagi...makanya nebelin muka tuh"


Aditya tertawa mendengar penjelasan Adam...Annisa tanpa sengaja melihat kearah pintu masuk kantin dan melihat sang bos kulkas dengan wanita tadi..namun saat seseorang muncul dibelakang pasangan itu Annisa tersenyum sendiri


"Wuih itu baru calon imam...adem banget wajahnya senyumnya bikin hati adek adem bang...halalin adek dong bang"


Aditya dan Adam yang melihat dan mendengar ucapan Annisa bahkan Annisa senyum senyum sendiri...mereka berdua kompak menengok kearah pandangan Annisa


"Cha sadar woy...ngimpi loe ketinggian"


"Aduh Cha...jangan senyum-senyum sendiri gitu jadi takut gue...hiii"


"Ish kalian berdua tuh berisik amat yak..diem bentar napa gue lagi lihat makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna... senyumannya itu loh"


"Eh enak aja gue mah gak selera sama manusia kulkas itu...tapi tuh asisten adiknya yang bikin meleleh hati ini"


"Loe suka sama Pak Rizky Cha"


"Dari awal gue fans berat dia..pas awal gue masuk magang bahagia punya pembimbing magang murah senyum dan baik banget...eh taunya cuma diprank...sekarang dapatnya malah ngalahin singa bunting ngamuk"


"Hahaha loe ya Cha...kedengaran orangnya kapok loe"


Mereka menghabiskan makanan...dan tanpa sengaja mereka mendengar suara orang sedang berbicara dibelakang mereka


"Katanya loe calon istrinya fan tapi nyatanya pak Arash mesra banget tuh sama ceweknya"


"Ck...dasar tuh cewek ganjen aja deketin calon suami gue"


"Ngimpi loe ketinggian Fan...bangun sebelum jatuh malah makin sakit"


"Loe lihat aja apa yang bakal gue lakuin ke cewek itu nanti...dan gue pastiin loe dapat undangan nikahan gue sama Arash"


Dimeja Annisa yang mendengar ocehan tak jelas tiga manusia dibelakangnya


"Hadeh ada yang lebih parah dari si Icha ternyata"


Mereka bertiga tertawa dan setelah itu berdiri meninggalkan kantin...Adam dan Aditya mampir ke mushola kantor karena melewati saat kembali keruangan...annisa yang berjalan sendiri menuju ruangannya dia melihat Arash berjalan dari arah berlawanan bersama Daffa..Annisa berdiri menatap kaget ke arah Arash


"Loh kok bos kulkas sama asistennya disini sih bukannya tadi masih makan di kantin trus babang iky sama cewek tadi kemana.... gak mungkinkan dia bisa membelah diri sejenis amoeba dong"


Saat Arash dan Daffa sudah dekat dengan Annisa... mereka menatap Annisa dengan heran karena tiba-tiba Annisa terkikik sendiri


"Daf loe ngerasa gak sih ada aura seram di lorong ini"


"Iya Rash sepertinya pak Sutat harus merukiyah tempat ini deh...hii ngeri gue"


"Bener juga kata loe biar gak ada yang KESAMBET SETAN SIANG BOLONG NGIKIK SENDIRI"


Arash sengaja menekankan kata itu tepat disamping Annisa yang langsung diam dan menatap kesal kearah Arash


"Dasar kulkas..enak aja gue dikira kesurupan...setan aja ogah dekat-dekat gue apalagi masuk ke badan gue"


Annisa bergumam sendiri sambil berjalan menuju lift dan langsung keruangan kerjanya... Annisa langsung berkutat dengan pekerjaannya agar cepat selesai...saat asyik merangkum pekerjaannya tiba-tiba telpon ditangannya berdering


"Hallo selamat siang"


"Nissa kamu turun ke kantin bawakan berkas di map berwarna merah yang berada diatas meja saya... cepetan"


"Baik pak"


Annisa langsung menuruti perintah Daffa dan bergegas kembali ke kantin untuk menyerahkan berkas yang diminta oleh Daffa...Annisa berjalan mendekati meja milik Arash dan disana masih ada Rizky dan juga kekasih Arash..


"Maaf pak ini berkas yang bapak minta"


Orang yang meja tersebut menatap Annisa bingung karena tiba-tiba menyerahkan map


"Maaf siapa yang meminta berkas ya Mbk"


"Tadi pak Daffa menelpon dan meminta saya membawakan berkas ini untuk Bapak"


"Kamu yakin ini untuk saya"


"Iya pak...kan bos disini bapak"


Rizky dan perempuan disamping orang yang dianggap bos oleh Annisa mulai paham jika Annisa salah orang


"Coba siapa nama saya"


"Loh nama bapak kan pak Arash belum ganti kan"


"Yakin saya Arash"


"Iya pak masa saya tidak kenal dengan bos saya"


"Tapi sayangnya kamu salah Annisa"


Orang yang berdiri dibelakang Annisa yang menjawab...Annisa kaget dan berbalik


"Astaghfirullah benar-benar amoeba.."


_________


Maaf ya kalau merasa gak suka dengan karakter Annisa yang ceplas-ceplos tapi menurut author dia masih sopan sama bosnya cuma suka kelepasan aja...


jangan lupa jempolnya kakak


happy Reading