
Arash sudah mulai kembali aktif dikantornya... kehadiran Arash bak oase di gurun pasir bagi para karyawati kantornya...walaupun tak pernah Arash menampilkan senyumannya namun cukup memandang wajahnya saja sudah membuat mereka semua meleleh
Pagi ini seperti biasa Daffa mendampingi Arash untuk bertemu kliennya diluar perusahaan...bahkan Daffa menjemput Arash dirumahnya karena mobil Arash dibawa oleh Daffa kemarin sepulang kerja
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam kamu uda sampai Daf...sarapan sekalian yuk"
"Uda kenyang aku mom...tadi dirumah mami masak banyak Daffa jadi korban buat habisin sama papi"
"Hahaha...mami kamu masih suka eksperimen masakan Daf"
"Iya Dad...kadang sampai mubazir gaka ada yang makan karena kalau dikasi orang takut rasanya mengecewakan dan mami malah jadi bahan ghibahan"
"Besok lagi kalau kayak gitu kamu bungkus bawa kesini...Mommy sama Oma pengen merasakan masakan seorang designer ternama"
"Asyiap mommy sayang"
Daffa memang sudah seperti putra sendiri bagi Jay...apalagi Daffa adalah putra dari Andrea asisten dan sahabat yang sekarang menjadi saudaranya karena menikah dengan kakak ipar Afnan
"Yuk berangkat keburu siang Daf"
"Ayolah iya males kalau macet"
"Dad...mom Arash berangkat dulu ya"
"Daffa juga"
"Iya hati-hati kalian...Abang jangan lupa pesan Daddy"
"Nantilah dad Arash masih pengen sendiri"
"Asal jangan kelamaan bang"
"Iya iya dah ah... Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Usai bersalaman dan mencium tangan kedua orangtuanya Arash dan Daffa langsung berangkat menuju tempat meeting yang jaraknya lebih dekat dari rumah daripada harus berangkat dari kantor...didalam mobil Daffa yang sedang menyetir sesekali berbincang dan menggoda Arash yang masih sibuk membaca berkas
"Rash...loe disuruh Daddy cari cewek ya"
"Hem"
"Ya udah cari aja napa...biar bisa barengan nikah ma Arsya"
"Emang cari calon istri semudah beli tempe goreng Daf"
"Ya gak gitu juga cuma loe kan bisa seleksi dulu pas masa perkenalan nanti kalau gak cocok tinggal cari yang lain sampai nemu yang cocok"
"Tuh mulut lemes amat yak...loe habis minum oli Daf...licin banget tuh omongan"
"Lah kan bener omongan gue Rash..selama ini banyak yang ngajuin lamaran cinta ke loe...dan asal loe tau kata papi itu juga terjadi sama Daddy tiap hari ada map lamaran cinta bukan lamaran kerja"
"So"
"Kalau gue..gue seleksi dulu beberapa terus diajak kenalan mulailah kita penjajakan awal...dari sana bisa dilihatkan pas gak sama kita kalau gak tinggal seleksi yang lain"
"Huh...loe mau gue gantiin dakocan jadi casanova gitu Daf"
"Ya bedalah kalau dakocan semua pake status kalau loe kan cuma ketemu kenalan uda...kayak blind date gitu deh"
"Gak takut kena karma"
"Maksudnya"
"Gak semua perempuan mau diperlakukan seperti itu Daf...apalagi ini perempuan yang jelas-jelas ada minat sama kita...secara otomatis pemikiran mereka kita juga ada minat dengan mereka makanya ngajak pengenalan...dan gue takut berimbas di kehidupan gue selanjutnya...ntar ada yang gak terima sama perlakuan gue...rumahtangga gue jadi sasaran balas dendam dia...ogah gue mah"
Daffa terlihat berfikir sejenak
"Iya juga ya...kenapa saya gak kepikiran ya"
"Emang loe bisa mikir"
"Sialan loe Rash"
Mereka tertawa bersama...tak lama mereka sampai dikafe tempat mereka mengadakan pertemuan... sebenarnya Arash paling tidak suka bertemu dikafe ataupun lounge hotel kecuali hotel milik keluarganya.. namun karena kliennya mengejar waktu untuk ke bandara jika harus dari kantor Arash dia harus putar balik dan memakan waktu yang lebih lama lagi
Daffa dan Arash masuk ke dalam kafe mencari reservasi atas nama klien mereka..setelah menemukan tempatnya mereka langsung menuju kesana..dan betapa terkejutnya mereka karena klien yang ditemuinya tak sesuai ekspektasi
"Daf... loe gak salah kan sama nama klien kita"
"Nggaklah Rash... jelas-jelas namanya Resa Dewanto"
"Lah kok cewek...bukannya itu nama cowok Daf"
"Gue juga bingung Rash... ya kali dia ngondek"
Mereka berbicara sambil berbisik sambil membolak-balik berkas dihadapan mereka seolah sedang membacanya
"Maaf ya pak Arash saya meminta bertemu dikafe..karena saya harus menghemat waktu"
"Oya tidak masalah Bu Resa"
"Maaf tapi saya tidak terbiasa memanggil nama dengan orang yang baru saya kenal kesannya tidak sopan"
"Wah pak Arash benar-benar bisa menghormati orang dengan baik"
Meeting pun dilanjutkan dengan pembahasan kerjasama yang diajukan oleh Dewanto Group...dan semua diwakili sang asisten...Arash merasa risih karena sedari tadi Resa terus memperhatikan dirinya... beruntung Resa duduk disamping Daffa yang memisahkan antara dia dan Resa
"Bagaimana pak Arash menurut Anda"
"Maaf saya tidak bisa langsung memberi keputusan...beri kami waktu tiga hari untuk mengkaji ulang...nanti asisten saya yang akan menghubungi langsung kepada anda mengenai hasilnya"
"Baiklah kalau begitu kami tunggu"
Asisten Resa yang terus menjawab sedangkan Resa masih saja mencuri pandang pada dirinya...karena merasa risih Arash pun berpamitan
"Saya rasa sudah cukup pertemuan kali ini...saya mohon ijin untuk kembali ke kantor"
Resa yang mendengar itu langsung bereaksi mencegah Arash
"Apa pak Arash masih ada sedikit waktu luang"
"Maaf setelah ini saya masih ada meeting dengan perusahaan lainnya Bu"
"Padahal saya pingin ditemani sarapan dulu...pak Arash pasti juga belum sarapan kan"
"Sayangnya saya sudah sarapan Bu.. terimakasih atas tawarannya"
"Kalau gitu ngopi saja dulu...saya masih lama ke bandaranya"
"Maaf saya tidak bisa karena saya memang ada meeting lagi setelah ini"
"Ayolah pak sekali ini saja"
"Maaf saya tidak Bu"
Arash masih menjawab dengan nada datar namun tegas
"Ya sudah jika memang masih menolak...tapi saya minta pak arash mempertimbangkan proposal saya"
"Saya akan mempelajari dulu nanti saya kabari"
"Bukan proposal yang itu maksud saya"
"Terus"
"Ini ada satu proposal lagi...semoga bisa dipertimbangkan...saya pasti tidak akan mengecewakan"
Daffa yang menerima proposal itu dan membukanya otomatis melotot setelah membaca judulnya...bahkan daffa berusahan menahan tawanya..arash melirik daffa...dia sudah menduga ada yang tidak beres
"Baiklah saya terima nanti saya pelajari...kalau begitu saya permisi"
Tanpa mau menjabat tangan secara langsung arash dan daffa meninggalkan ruangan VIP kafe...sampai didalam mobil tawa daffa pun meledak
"Buahaha...gila tuh cewek berani benar mengajukan proposal cinta langsung ke loe"
"What...jadi propsal yang terakhir dia maksud"
"Iya loe baca aja deh judulnya"
"Proposal Cinta Resa Maharani Dewanto"
"Dah gitu dia ngibulin kita ngilangin nama tengahnya"
"Uda direncanakan sepertinya..licik juga"
"Iya...dia tau loe gak akan nemuin klien wanita diluar kantor jadi menghilangkan nama tengahnya"
"Buat loe aja daf"
"Ogah rash...dandannya udah kaya Marlyn Monroe..pake gincu aja sampe kaya cabe..merah membahana"
"Loe perhatian banget sih Daf sampe lihat gincu dia segala"
"Gimana gue gak merhatiin dia disebelah gue cuma ngaca melulu...ampun deh...Eh Rash kebayang gak modelan kayak dia jadi bini loe"
"Bayangin aja ogah gue Daf...kayak gak ada yang bener aja"
"Ya kali aja gitu pengen yang sensasional..Hahaha"
"Ambil buat loe aja sana gue ikhlas seikhlas-ikhlasnya Daf"
"Mending jomblo gue Rash"
______
Maaf ya kalau gak begitu greget...lagi ilang mood
Jangan lupa jempolnya
Happy Reading