
Malika hari ini benar-benar mengingat untuk membawa jaket Arash...karena dia selalu lupa untuk membawa dan mengembalikannya..Jaket sudah dia cuci dan dimasukan dalam paper bag
Malika sama halnya dengan Trio rusuh dari keluarga berada tapi dia tak mau menampakkan itu..dia ingin menjalani hari-harinya seperti orang kebanyakan..dan ingin memiliki teman yang tulus tanpa embel embel harta keluarganya
"Malika...sarapan dulu sayang"
"Iya Mah"
Malika bergabung dengan orangtua...Malika menanyakan keberadaan Abangnya yang belum ikut bergabung
"Mah...Abang dimana kok belum turun"
"Abang sudah berangkat tadi pagi pagi"
"Loh tumben..ada apa"
"Ini kan hari Senin dan Abang kamu ketua OSIS"
"Oh iya lupa...hehehe"
"Dek enak sekolah di Cendrawasih"
"Enak kok Pah...nyaman disana"
"Kenapa gak bareng Abang saja seh dek..Kalian kan selalu bersama"
"Nggak ah Mah...pengen nyoba mandiri tanpa Abang...Masa bareng terus.. dari dalam perut sampe gede"
"Yasudah tapi ingat kalau ada apa-apa langsung kasih tau Papa"
"Siap bos"
Malika melanjutkan sarapannya dan berangkat diantar oleh sopir...Malika memang tidak bisa mengendarai kendaraan sendiri..jika tidak diantar abangnya pasti dengan sopir
Saat Malika turun dari mobil dia melihat Arash masuk sekolah dengan motor sportnya diikuti motor Arsya..Hari ini Si kembar ingin naik motor karena lama tak digunakan
..."Kebetulan ketemu Arash disini..gue balikin sekalian jaketnya...kalau dikelas takut pada kepo"...
Malika membatin sambil menatap paperbag ditangannya.. RashSya masih berdiri didekat motor mereka kebetulan ada panggilan masuk dari Devin meminta mereka sore atau malam bertemu..Malika mendekati mereka
"Ehem..Rash..mgue mau balikin jaket loe..Sorry gue kelupaan terus"
"Jadi jaket gue ada di loe Mal"
"Iya..Loe lupa minjemin ke gue waktu itu"
Arash mencoba mengingat
"Ah iya waktu pulang kemalaman itu...gue ingat"
"Ini jaket loe..thanks ya"
"Gue yang makasih...jaket ini kesayangan gue...spesial pokoknya..dan gue uda bingung nyariinnya dari kemarin"
"Oh gitu...sarry ya kelamaan"
"Gapapa...Gue makasih..jaket ini balik lagi"
"Gue ke kelas duluan"
"Ah ya"
Arsya tersenyum disudut bibirnya...Dan menggoda kakaknya
"Sejak kapan seorang Arash Malik mau memboncengkan cewek selain Sha dan keluarnya"
"Alah cuma sekali aja kok Sya...gak usah mikir macam macam deh"
"Enggak cuma semacam aja".
"Apa"
"Loe jatuh cinta"
Arash menganga mendengar jawaban Arsya..langsung menatap tajam kearah adeknya itu
"Loe kalau ngomong suka banget ngarang...mau jadi penulis loe"
"Haha...Bang loe lupa kita ini kembar...tadi pas Malika deketin loe...jantung loe ajeb ajeb kan"
"Sok teu loe Ars"
"Gue juga ngerasain bang walau mungkin gak selama jantung loe..Dah ah ngelak aja terus"
Arsya meninggalka Arash yang masih mematung dan memegang dadanya
"Bener juga kata si Arsya..jantung gue gak sehat kalau dekat Malika"
Arash mencoba menghilangkan pikiran anehnya dan berjalan menyusul adeknya ke kelas..Saat Malika mengembalikan jaket tadi ada beberapa siswa yang melihat..dan menjadi bahan ghibahan
"Arash dapat hadiah loe tadi dari cewek...dia terima...bahkan baru kali ini gue lihat Arash senyum...ih senyumnya memabukkan"
Berita receh itu tersebar hingga sampai terdengar oleh Malika dan Trio rusuh..bahkan teman sekelasnya ikut heboh
"Eh pak ketu...Loe jadian sama siapa..heboh banget beritanya"
"Hei teman teman Papa kita mau ngasih Mama nih...Haha"
Arash dipanggil papa oleh teman sekelasnya karena sebagai ketua kelas Arash sangat tegas dan disiplin...namun teman temannya suka
"Pah..mamanya anak kelas mana sih..jadi penisirin"
Arash hanya tersenyum simpul lalu berkata kepada teman sekelasnya itu
"Kalian lebay"
Ghaydan lalu berdiri dari tempat duduknya
"Woy kalian cukup doain aja Papa kita cepat ngenalin Mama kita jadi bisa makan rame rame"
"Setujuuuuu"
Serempak kelas itu pun juga menjadi ricuh..Namun ada seseorang yang tak begitu senang dengan kabar itu
"Siapa sih cewek itu....secantik apa dia berani sekali dekatin arash...dan kenapa Arash bisa senyum ke dia...setau gue cuma satu perempuan yang dekat dengan mereka tapi dia di Bandung gak mungkin kan dia pindah kesini"
"Gak akan gue biarin"
"Apanya Cha"
"Eh gak kok Mal...tadi balas chat adek gue"
"Oh"
"Oya Mal loe percaya sama berita itu"
"Berita si Arash"
"Iya mana lagi"
"Sebenarnya itu cuma salah paham aja kali Cha...Yang bikin gosip melebih lebihkan"
"Emang loe tau kejadian tadi"
"Tau...dan gak seperti berita itu"
"Oh gitu...Gue juga gak percaya kalau Arash kayak gitu..setau gue dia gak pernah dekat sama cewek manapun kecuali keluarganya"
"Loe uda lama kenal Arash Cha"
"Dari SMP"
"Tapi kok kayaknya mereka gak ngenalin loe sih"
"Oh..gak kok biasa aja...mereka memang gitu sebenarnya mereka kenal kok"
Marsha menyembunyikan kegugupannya.. Memang apa yang dikatakan Malika itu benar adanya Trio rusuh tak mengenali Marsha mereka baru kenal saat di SMA ini saja
Sebelum pelajaran dimulai baik Arash maupun Malika mendapatkan pesan dari pak Erlan..Agar mereka melanjutkan latihan sendiri seperti biasanya dulu karena pak Erlan sedang sakit dan pendamping yang lain sedang sibuk
Pelajaran mereka usai...kini para siswa sedang beristirahat di kantin sama halnya dengan Trio rusuh...Saat di kantin Ponsel mereka berdering dan terdapat panggilan conference grup dari Shanum
"Ayanggg"
Teriakan Shanum terdengar hingga beberapa meja didekat Trio rusuh..Hanya ponsel Arash yang menerima panggilan Shanum
"Hem...Kenapa...kangen loe"
"Bangettt..eh loe sendirian beib..mana dua curut loe"
Arash mengarahkan kamera ke Arsya dab Ghaydan yang sibuk makan
"Kalian kenapa gak angkat telpon gue"
Ghaydan merebut ponsel Arash
"Loe gak lihat kita lagi makan...lagian loe tumben jam segini telpon..biasanya juga malam sambil ngajakin lembur malam mas cocong"
"Hehe...sekali kali atuh..Gue kangen sama ayang embeb"
"Huh kumat"
Arash mengambil ponselnya
"Ada apa sih Sha...darurat"
"Ish...gak bisa ya boong ma loe beib"
Arsya ikut bersuara
"Bebek loe lahiran Sha"
"Ars... kuwalat loe sama gue"
"Cepatan ngomong gue uda mau masuk kelas"
Arash menaruh ponselnya ditengah dengan disenderkan pada toples kripik
"Ayang sayangku...besok lusa jemput gue ya...gue mau liburan kesana...awas kalau gak jemput"
Arash menjawab lebih dulu
"Gue gak janji Sha..Arsya juga kita ada acara"
Ghaydan menimpali
"Suruh Aa Ichan aja yang jemput atau Daffa"
"Ish kalian ini..Arash loe gak jemput gue...Gue telpon Opa"
"Ya uda Opa aja yang jemput...Gue matiin ya noh belnya uda bunyi"
"Huh..Okay..Miss u
"Miss u to Sha...wer"
"Arashshhhhhh"
Arash langsung mematikan ponselnya sebelum Shanum makin mengamuk..mereka gak tau jadi pusat perhatian di kantin karena Shanum memanggil Arash ayang embeb...padahal panggilan itu untuk ketiganya
"Wah Arash ternyata uda punya pacar"
"Iya berarti yang tadi pagi cuma gosip aja"
"Iya digosok makin ship"
"Eh denger gak pacar Arash tadi nelpon loh..Gue denger Minggu depan minta jemput mau kesini gitu"
"Iyakah... penasaran gue kayak apa ya pacar Arash"
"Pacar...Arash punya pacar...siapa..."
________
Gue lah pacarnya Arash...mau apa😎😎
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading