RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Hampa



Annisa kembali ke rutinitasnya sebagai siswa...dia sedang fokus mengikuti beberapa ujian masuk universitas melalui jalur prestasi agar mendapat beasiswa..kerja partime juga masih dijalaninya demi memiliki tabungan saat dia masuk universitas dan tidak membebani kakak dan ibunya


"Annisa dipanggil wali kelas sekarang"


"Oh makasi ya Nu"


Annisa berjalan menuju ruang wali kelasnya...dia mengetuk pintu...dan segera masuk setelan dipersilahkan


"Ibu memanggil saya"


"Iya Annisa begini...kamu diterima dua universitas ternama di negara ini dan semuanya mendapat beasiswa sejarah tinggal kamu mau memilih yang mana"


"Dimana saja itu Bu"


"Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan Universitas Gunadarma...kalau ibu boleh sarankan sebaiknya kamu memilih UGM saja karena disana selain kamu diterima di fakultas yang kamu inginkan biaya hidup juga lebih murah"


"Iya bu akan Annisa pertimbangkan..Annisa juga belum bisa memutuskan karena harus bertanya terlebih dahulu kepada ibu dan kakak Annisa"


"Iya gapapa tapi secepatnya kamu kasih jawaban karena kita harus menanggapi surat ini sesegera mungkin"


"Baik Bu.. secepatnya Annisa kabari"


"Oya sama satu lagi tolong kamu kembali ke ZM Group meminta satu tanda tangan lagi karena masih ada yang kurang untuk penilaian"


"Baik Bu...nanti annisa akan kesana"


"Ya sudah kamu boleh kembali ke kelas"


"Iya Bu permisi"


Icha keluar ruangan guru dan langsung mengambil ponselnya menghubungi Daffa membuat janji bertemu bos kulkasnya yang sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu


Pak Daffa


Assalamu'alaikum pak ada waktu kosong gak hari ini


Kebetulan Daffa sedang bersama Arash dan langsung membalas pesan Annisa


*Icha


Waalaikumsalam Eh si neng slebor apa kabar...waktu saya atau waktu gilasan bajuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Pak Daffa


Alhamdulillah sangat baik dan selalu bahagia pakπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…...bapak apa kabar gak rindu Icha kanπŸ€—πŸ€—πŸ€—..Waktu pak bos kulkas dong*


Daffa refleks tertawa membaca pesan Annisa padahal saat itu ada kekasih Daffa yang juga ikut...Arash dan Miranda kekasih Daffa hanya menatap heran saja


Icha


Saya sih nggak begitu cuma kantor jadi sepi ajaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„..yang lagi galau pak bos kulkas kamu tuh...Arash kosong jam 2 nanti..kenapa kangen kamu sama dia ChaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Pak Daffa


Ish apaan sih gak jelas amat...ya sudah nanti Icha mau kesana mau minta tanda tangan jangan lupa siapkan yang enak-enak buat Icha ya pakπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Icha


Ditunggu loh ya jangan php ntar ada yang kecewaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


"Hahaha dasar slebor"


"Siapa yang slebor beib"


"Ini si Icha beib...Oya Rash ntar Icha mau ketemu loe jam dua minta tanda tangan gitu katanya"


"Oke gue tunggu"


"Cie cie yang mau kangen-kangenan ma si neng slebor"


"Apaan sih gak jelas loe Daf"


Tanpa Daffa sadari Arash tersenyum mendengar nama Icha yang akan menemuinya... walaupun Arash sendiri belum begitu paham akan perasaannya itu


"Oya rash siang ini penyambutan anak magang baru dan kali ini dominasi anak mahasiswa semua"


"Oke loe atir ajalah gue mau ke hotel dulu atuk minta ketemu nih"


"Oke gue juga mau ngantarin Amanda ke kantornya nih"


Daffa dan Arash memang sarapan diluar karena meeting pagi yang tidak bisa ditunda..Arash menuju hotel milik adiknya untuk menemui atuknya yang baru tiba di tanah air kemarin


Sedangkan Icha disekolah sedang mengikuti jam belajar seperti biasanya...Icha tidak memiliki sahabat dekat kecuali Adam dan Nurul sahabat dari oroknya


"Gaes gue dapat panggilan kuliah ke ugm sama gunadarma"


"Daebak banget sih loe Cha...gue yang kepengen masuk ugm aja gak jebol"


"Terus loe milih mana Cha"


"Jujur gue pengen ke ugm karena sesuai dengan jurusan yang gue pengen..tapi gue belum ijin ibu sama A' Alif"


Adam dan Nurul langsung menggenggam tangan Annisa memberi semangat


"Apapun pilihanmu nanti kami selalu mendukungmu Cha"


"Terimakasih kalian emang the best...oya gue nanti mau ketemu pak bos kulkas minta tanda tangan ada yang kurang"


"Mau gue temenin"


"Gak usah dam...lagian kamu nanti jemput Shania kan"


"Iya...ya uda pokoknya hati-hati ada apa-apa langsung hubungi kita Cha"


"Syiap bos"


Mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran mereka...Icha hanya membahas materi ujian saja jadi sekolahnya tidak full satu hari


Sedangkan Arash sudah berada dikantor...dia membuka laci mejanya dan mengambil hadiah dari Icha berupa dua buah buku bacaan dengan judul yang hampir sama The Miracle of Senyum dan The Magic Smile...Selain judulnya yang membuat Arash tersenyum tulisan tangan Annisa disalah satu buku itu yang selalu membuat Arash teringat Icha saat dia jenuh


*Hai pak bos....senyum napa..tapi nunggu gak ada Icha didekat pak bos..karena Icha takut pingsan..Hahaha


Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada Icha untuk memperdalam ilmu diperusahaan bapak...ilumu yang sangat berharga bagi Icha


Jangan lupa senyum..tapi jangan juga senyum-senyum sendiri dikira gelo ntar..Haha...jangan rindu Icha ya pak bos...Hahaha..Icha pede banget yak


Sekali lagi terimakasih atas semua yang diberikan kepada Icha selama enam bulan ini...


Kalau ada umur panjang boleh kita menumpang mandi...kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi...dan saat nanti bertemu kembali semoga dalam kondisi terbaik


bye bos kulkas Icha yang gak seganteng babang Jungkook Icha...awas manggil jongkok nanti Icha manggil bapak arwah


senyum oe senyum datar aja...Hahaha*


Itulah tulisan tangan Icha disalah satu lembar buku yang diberikan karena tulisan itu juga Arash bisa tersenyum...memang setelah Icha tidak magang lagi ada sesuatu yang hilang bagi Arash


"Rash loe turun anak-anak yang mau magang uda datang"


"Loe ikutkan Daf...Gue ogah sendirian"


"Iyalah gue sekalian mau jemput Miss slebor..jujur gue kangen sama dia hahaha karena cuma dia yang bisa menindas seorang Arash Malik hahaha"


"Sialan loe"


Mereka berjalan turun ke lobby dengan wajah yang datar kalau Icha bilang kayak gilasan baju...para calon anak magang sudah berkumpul semua...kepala HRD juga sudah melakukan perkenalan..Arash dan Daffa menyambut mereka namun kali ini Daffa yang memberikan sambutan selamat datang...Arash melihat seorang gadis berseragam SMU masuk perusahan miliknya bisa dipastikan itu adalah Annisa Maharani...Arash berjalan mendekati Annisa dari belakang


"Dek kantor ini bukan untuk orang pendek"


"Eh pak bos tiang listrik...ups kan kelepasan lagi bapak sih jebak-jebak"


"Tiang listrik..ya ampun kan bapak saya jadi menghina lagi kan"


"Kamu kangen saya Cha kok nyariin saya"


"Saya gak kangen bapak cuma kangen tanda tangan bapak kalau gak Icha gak dapat nilai"


"Yakin gak kangen saya Cha"


"Ya Allah sumpah deh ngarep banget saya kangen bapak..saya lebih seneng kangen Opa Jungkook"


"Si jongkok lagi"


"Jungkook bapak arwah gentayangan"


"Iya nanti malam saya getayangin kamu"


"Hiiii gak takut"


Daffa yang sudah berdiri dibelakang mereka langsung ngakak


"Kalian ini loh cara melepas rindu yang lucu sumpah"


"Ih Pak dapa suka gitu ih"


"Kok dapa sih Cha"


"Maaf kesleo dikit lidah Icha...Pak Daffa apa kabar"


"Baik Icha...Icha apa kabar"


"Selalu bahagia hahaha"


Arash kembali dicueki oleh Icha jika bertemu Daffa


"Kamu minta tanda tangan buat apalagi Cha"


"Ini pak laporan icha kelewat satu tanda tangannya pak"


"Saya kira tanda tangan untuk buku nikah Cha"


"Nikah sama siapa coba"


"Itu yang dimintai tanda tangan"


"Nunggu icha khilaf pak Daffa atau nunggu kutub Utara mencair semua"


"Kiamat dong Cha"


"Nauzubillah min dzalik ya udah jangan cair biar aja...icha belum siap ya Allah belum nikah juga...gak asyik gak tau nikmatnya surga dunia...ups..Ampun mulut ini"


Arash kembali menggoda Icha karena salah berkata-kata


"Wow ternyata anak kecil ini pikirannya mesum ya"


"Heh jangan salah kecil-kecil bisa bikin anak kecil ya pak bos"


"Iyakah saya kok gak yakin"


"Apa perlu bukti...tapi nanti kalau Icha uda nikah"


"Sama siapa"


"Sama yang mau aja"


"Lah emang siapa yang mau"


"Nah itu masalahnya siapa yang mau...menyedihkan disaat teman-teman icha bermesraan dengan kekasih Icha ngelonin guling..tapi icha gak sedih karena berarti icha masih suci belum tersentuh dan hanya suami Icha yang boleh"


"Yakin belum tersentuh"


"Yakinlah pak"


"Gak ingat kalau pernah ciuman hemm hemm"


Arash memainkan alisnya...icha mengingat sesuatu yang pernah terjadi


"Ya allah berarti icha gak virgin lagi dong"


Daffa mendengar itu menaikan alisnya..karena begitu polosnya Icha dan daffa mencoba mencari tau


"Loe cha ciuman aja gak bakal bisa hamil dan gak mungkin hilang virgin kamu"


"Iya Icha tau kalau itu pak Daffa yang Icha maksud bibir icha yang gak virgin...lagian itu salah pak Arash nukar minuman kita"


"Ye kamu yang salah ambil kok saya yang disalahkan"


Arash langsung meminta berkas kepada Annisa sebelum Daffa semakin kepo karena dari matanya terlihat meminta penjelasan


"Sini berkasnya saya tanda tangani"


"Ini pak bos"


Mereka memang tidak diruangan Arash hanya diruang tamu di lobby dan sedari tadi ada sepasang mata mengawasi Arash dan Icha...dan beruntung hari ini Icha menggunakan masker karena sedikit flu


"Ini udah cha...ada lagi gak"


"Sudah kok pak...kalau gitu Icha pamit ya"


"Bentar saya mau tanya...tawaran saya buat kamu parttime mau gak Cha"


"Hmmm gimana ya pak...icha sih mau aja tapi icha lagi fokus buat ujian...dan belum pasti Icha lanjut kuliah disini pak"


"Memang kamu mau kuliah diluar kota atau diluar negeri Cha"


"Icha belum mutusin pak...karena belum dapat ijin dari keluarga..tapi kalau bapak butuh bantuan Icha dan icha bisa bantu Icha siap bantu kok"


Daffa hanya menjadi pendengar setia saja...Daffa juga bisa melihat ada raut sedih diwajah Arash


"Ya sudah Icha pamit ya pak"


"Cha boleh minta nomor ponsel Kamu"


"Buat apa pak"


"Tadi katanya kalau butuh bantuan mau bantu...jadi biar mudah saya hubungi kamu"


"Oke pak..ini"


Arash memasukan nomor ponsel milik icha dan entah mengapa Arash tak ingin Icha pergi jauh..saat ini Arash mengantar Icha sampai kedepan tanpa Daffa


"Cha semoga kita masih bisa ketemu lagi..saya harap kamu tetap sekolah disini"


"Hem...semoga pak... makasih ya pak..jangan rindu icha ya pak karena Icha gak pernah merasa.. hahahha"


"Pede banget sih"


Icha berjalan mendekati ojol yang sudah menunggunya dan arash masih berdiri tanpa beralih memandang kepergian annisa


"*Kenapa gue merasa hampa setelah sipendek pergi"


_____


Ada apa denganku....kata bang Arash*


Jangan lupa jempolnya kakak


Happy Reading