
Atha membawa seila ke butik milik jojo yang berada di Indonesia. Kedua mama mereka sudah menunggu disana. Awalnya seila ingin karina menemani, namun karina ada kelas tambahan. Seila akhirnya hanya pergi berdua dengan atha.
Setiba di butik, mereka langsung masuk dan menemui kedua mama yang sudah lebih dulu datang.
"Mam sudah lama"
"Bang sudah sampai. Mami belum lama kok. Seila sayang"
"Tante. Maaf ya kalau seila lama"
"Kok tante. Mami dong"
"Eh iya mami"
"Kalian uda ditunggu didalam. Tadi asisten mama jojo yang langsung menunggu kalian"
"Resya mam"
"Iya. Resya. Masuk aja sana"
Didalam ruangan yang cukup luas, duduk seorang wanita cantik dan anggun. Dia sedang serius berbicara melalui telpon. Mami friska dan mama nindi menunggu didepan sambil melihat-lihat koleksi gaun terbaru butik itu.
"Res"
"Tha. Apa kabar. Lama kita gak ketemu sama loe tha"
"Iya. Apa kabar kamu"
"Selalu baik baby. Oya ini calon istri kamu tha"
"Iya. Kenalin ini Seila"
"Hai seila gue resya. Pacar masa kecilnya si atha hahaha. Bercanda"
"Hai kak"
"Mana gaun pesenan gue res"
"Oya bentar gue ambil dulu"
Resya langsung berjalan mengambil gaun eksklusif milik seila. Gaun berwarna tosca panjang yang dirancang tidak memperlihatkan lekuk tubuh seila. Lengkap dengan hijab yang menjuntai indah. Tak lupa mahkota kecil untuk diletakkan diatas kepala seila.
"Ini tha. Itu langsung dibuat khusus sama Mama. Spesial buat loe katanya"
"Mama jadi kangen kan gue sya"
Wajah seila masih nampak bingung dengan perkataan atha dan resya. Seila hanya diam melihat atha dan resya berbincang. Selagi percakapan dan gestur tubuh mereka biasa saja, tak akan menimbulkan rasa cemburu dihati seila. Apalagi selama beberapa bulan seila mengenal atha, tak sekalipun atha menyentuhnya ataupun bersentuhan dengan wanita lain, kecuali keluarganya.
"Sel loe coba gaunnya dulu yuk. Gue yang bantuin. Dan loe tha coba tuksedo loe diruang sebelah kanan. Kalau perlu bantuan tinggal panggil pelayan aja"
"Oke. Jagain ratu gue. Awas loe lecetin dikit aja"
"Mulai deh posessifnya. Sono loe ah"
"Bentar ya bee"
"Iya kak"
Seila hanya bisa tersipu mendengar perkataan atha tadi yang meminta resya menjaganya.
"Loe yang sabar ya ngadepin atha. Ini baru awal"
"Maksudnya gimana kak"
"Atha itu mister possesif akut. Dan dia akan menyebalkan jika sedang mode cemburu"
"Iyakah. Seila kira dia orang yang dingin dan cuek kak"
"Iya kalau sama yang gak dikenalnya. Kalau uda kenal lama dia itu humble banget. Penyayang"
"Kak boleh seila tanya sesuatu"
"Apa tanya aja"
"Apa kalian pernah pacaran"
"Hahahaha. Itu tidak akan pernah terjadi sayang"
"Tapi kakak sepertinya sangat mengenal kak atha"
"Kita kenal sejak kecil. Tapi gue gak tinggal disini. Gue tinggal di jerman. Gue sepupu si kembar. Loe udah kenal belum sama si kembar sel"
"Siapa kak"
"Rashsya. Arash dan arsya"
"Belum kak. Waktu kak atha khitbah seila kayaknya gak ada yang kembar kak"
"Berarti mereka gak bisa datang. Gue adiknya Arjuna. Walaupun bukan adik kandung, kami tetap satu ibu susuan"
"Oh begitu. Seila kira kalian ada hubungan khusus"
"Nggak ada. Atha juga gak pernah pacaran. Sekalinya datang bawa calon istri. Bikin kaget semua orang aja"
"Hehehe. Seila saja kaget kak. Tiba-tiba kak atha langsung khitbah seila"
"Beruntunglah kamu mendapat pria seperti atha. Jangan sakiti hati kakak gue ya"
"Insyaallah kak"
"Gaun udah. Mau coba pake make up gak"
"Gak usah kak. Nyoba gaun aja"
"Perfect. Atha pasti gak akan kedip lihatin loe sel"
"Ah kakak bisa aja"
"Yuk keluar"
Seila dibantu resya keluar untuk memperlihatkan gaun yang digunakannya. Atha juga sudah menggunakan tuksedo berwarna senada menunggu seila diluar ruangan.
Ceklek
"Kak"
Atha menoleh kearah suara dibelakangnya. Mama nindi dan mami friska begitu kagum melihat kecantikan seila dalam balutan gaun pesta.
"Masyallah cantik sekali putri mama"
"Iya cantik sekali kamu sayang. Iyakan bang"
Atha masih diam memandangi seila dengan balutan gaun pernikahan. Atha tersadar saat resya sudah menepuk pundak atha.
"Sialan loe sya"
"Kak jelek ya"
"Aish boleh gak atha bungkus sama orangnya bawa pulang sekarang"
"Bukan muhrim"
Kompak tiga wanita disana menjawab perkataan atha. Atha hanya bisa tersenyum melihat bidadari cantik dihadapannya.
"Gimana suka gak sama karya mama"
"Suka banget. Mama jojo paling mengerti"
"Seila suka gak. Kalau kurang pas atau kurang sesuai modelnya bisa diubah. Mumpung ada waktu"
"Gak kak. Ini sudah sangat pas dan cocok kak"
"Alhamdulillah. Loe tha gimana tuksedonya kebesaran gak"
"Gak kok pas. Oya bee kamu gak coba sekalian yang buat akad"
"Gak kak. Itu buat surprise aja"
"Oh baiklah. Biar ada bedanya gitu"
Resya teringat jika mamanya memberikan kado spesial untuk seila. Gaun yang hanya khusus untuk seila.
"Tha gue baru ingat. Bentar gue ambilin"
Resya berjalan memasuki ruangan miliknya. Karena gaun itu memang tidak dijual.
"Ini dari mama khusus buat seila. Dan hanya boleh dibuka setelah sah kata mama"
"Makasih banget. Nanti gue telpon mama. Kalau sekarang kan gak mungkin disana paling juga uda tidur"
"Mungkin aja kalau loe mau digorok daddy gangguin mimpinya haha"
"Dasar uwak bule"
"Sudah clear ya urusan kita. Kado dari gue nanti saat acara saja. Dan mama pesan kalau misal mereka gak bisa datang nanti, mama minta disiarkan secara live"
"Mama harus datang. Nanti gue sendiri yang bakalan nyuruh"
"Oke kalau gitu. Gue sekalian pamit ya. Malam ini gue balik ke jerman"
"Kok cepat banget sayang"
"Iya mam. Resya kesini cuma khusus buat atha aja. Karena mama gak bisa kesini"
"Jam berapa kamu berangkat nak"
"Nanti tengah malam mam"
"Nanti malam kita dinner bareng ya. Papi pasti juga rindu sama kamu sya"
"Oke mam. Loe jemput gue ya tha"
"Iya. Loe nginap dirumah mommy apa hotel"
"Hotelnya arash no 415"
"Oke nanti gue jemput loe"
"Ya udah kita pamit ya. Pembayaran uda diurus atha kan sya"
"Beres mam"
Resya mengantar mereka hingga pintu depan. Resya kembali masuk untuk menyelesaikan pekerjaannya. Biasanya dia akan datang ke jakarta setiap enam bukan sekali. Karena atha akan menikah, resya datang lebih awal.
Atha pulang bersama mami friska. Sedangkan seila pulang bersama mama nindi dengan mobil berbeda. Mereka berpisah didepan butik.
Malam harinya mereka bersiap untuk makan malam direstauran yang sudah direservasi oleh atha. Atha membawa mobil sendiri dan berangkat lebih awal karena harus menjemput resya dihotel. Dan arah hotel tersebut berlawanan dengan restauran.
Atha sudah sampai di lobby hotel. Dan menyapa para karyawan arash yang sudah mengenalnya. Di resepsionis ada seseorang yang mengenal atha.
"Malam pak atha. Apa kabar"
"Baik. Kalian apa kabar"
"Baik pak. Tumben kesini pak"
"Iya jemput seseorang"
"Cie cie yang udah punya orang spesial"
"Telponin kamar 415. Bilang uda ditungguin pangeran"
"Syiap pak atha"
Seseorang disamping atha mendengarkan setiap perkataan atha kepada resepsionis hotel tersebut. Tak lama resya turun dengan gaun malam tanpa lengan setinggi lutut berwarna peach.
"Tha. Uda lama"
"Belum. Yuk keburu malam"
"Yuk"
"Bentar gue pamit mereka dulu"
"Okay"
"Saya pamit ya. Kerja yang rajin"
"Syiap pak atha. Mau kencan ya pak"
"Gitu deh"
Mereka langsung tertawa mendengar perkataan atha. Berbeda dengab seseorang yang sedari tadi mengamati atha.
"Kurang ajar. Siapa dia sebenarnya. Dan siapa wanita itu"
_______
Jangan lupa jempolll...
Gimana gaesss menurut kalian cerita markoneng perlu di up gak nih hahhaah...gak jelas ya...
Happy reading