
Malam ini disambut kebahagian oleh Devin yang sudah merubah statusnya menjadi seorang suami diusia yang sudah cukup bagi seorang pria. Pagi tadi, Devin sudah mengucapkan ikrar suci didepan penghulu dan anggota keluarganya untuk mempersunting gadis pujaannya Tisya Aulia Rahman.
Akad nikah dilaksanakan di hotel milik Arash. Dan malam ini acara pesta pernikahan juga dilaksanakan ditempat yang sama. Devin merupakan penerus Alfatir. Walaupun ada Si kembar Rashsya yang juga keturunan Alfatir, namun semua usaha papa Arka dan ayah Aidil diberikan kepada Bintang dan Devin.
Pesta malam ini begitu meriah. Bahkan sang pengantin tak segan ikut berjoged. Apalagi Geng somplak sudah beraksi. Dan malam ini akan ada yang spesial. Dimana Devin akan memberikan tropi Bejo kepada salah satu dari sahabatnya atau sepupunya sendiri yang masih betah jomblo.
Panggung hiburan heboh dengan aksi Eneng, Icha dan Shanum. Trio ambyar sedang menyanyikan lagu belah duren untuk sang pengantin dengan gaya tak wajarnya.
Makan duren di malam hari paling enak dengan kekasih dibelah bang dibelah enak bang silahkan dibelah.
Jangan lupa mengunci pintu nanti ada orang yang tau pelan pelan dibelah enak bang silahkan dibelah...
Ah ah ah... yeah yeah yeah yeah
Semua orang pasti suka belah duren apalagi malam pengantin sampai pagi pun yoo wiss ben
Yang satu ini duren nya luar biasa
Bisa bikin bang ngak tahan
Sampai sampai ketagihan
Kalo abang suka tinggal belah saja
Kalo abang mau tinggal bilang saja
Jangan lupa mengunci pintu nanti ada orang yang tahu
Pelan pelan di belah
Enak bang silahkan dibelah
Ah... ah... ah... yeah yeah yeah yeah
Saat Eneng bergoyang ala itik dengan Icha. Arash dan Airil yang tidak suka istri mereka seperti itu langsung naik ke panggung dan menjewer telinga mereka. Tapi bukan trio ambyar namanya kalau tidak bisa menarik orang untuk ikut ambyarrr. Arash dan Airil diajak bergoyang diatas panggung. Awalnya mereka menolak. Namun bisikan maut istri mereka, mau tak mau harus menebalkan muka mereka didepan para tamu undangan.
Pesta telah usai. Sang pengantin masih berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya. Piagam Bejo diberikan kepada Ghaisan. Mereka sekarang berkumpul didekat kolam. Tisya meminta ijin berganti pakaian. Karena gaunnya terlalu berat.
"Bang udah siap kan belah duren"
"Duren siapa Ars"
"Duren siapa maunya"
"Gue kan gak doyan duren rash"
"Beneran. Awas ya kalau ketagihan sama duren yang ini"
"Paan sih gak jelas"
"Eh bentaran gue ganti baju dulu. Engap juga"
Tisya sudah datang dengan pakaian kasual ya. Riasan juga sudah dihapus. Devin sengaja melewati sang istri dan mencium keningnya dihadapan para sahabat dan sepupunya. Eneng dan Icha paling heboh.
"Au au. Yang Bejo harap menyingkir. Bukan tontonan sehat buat kalian"
"Baper bang. Eneng baper"
Ghaisan dan Rizky yang merasa tersindor oleh perkataan Icha, langsung melemparkan tatapan dingin.
"Apa kalian. Berani melotot ke gue. Ayah Almeer. Buna dipelototin"
Arash langsung datang mendekat kearah sang istri. Dan langsung merangkul pundaknya. Icha yang pendek seperti sembunyi dibawah ketiak Arash.
"Siapa yang berani melotot ke Buna"
"Duo betah jomblo yah"
"Kalian ya"
Ghaisan meledek Icha dan membuat Icha memukul Arash.
"Cha. Betah banget sih sembunyi diketek Arash"
"Emang dia suka sama ketek gue Chan"
"Ih ayah nyebelin. Minggir sono"
"Buna gitu ih"
"Makanya Cha besok lagi kalau mau berdiri disampingnya Arash bawa kursi. Biar gak nyungsep diketek Arash. Hahaha"
"Mas Dave. Selamat menempuh hidup baru. Sekarang KTP udah ganti status. Dan nanti malam pelan-pelan aja ya. Takut ganggu tetangga kamar. Haha"
"Semprul emang loe neng. Loe cepetan ke kamar mau ngapain neng. Yang pengantin baru itu gue loh neng. Kok loe yang nyolong start"
"Pengantin emang baru. Tapi pengalaman masih amatir"
Airil dan yang lainnya tertawa mendengar olokan Eneng untuk Devin. Airil memilih membawa sang istri ke kamar dan beristirahat. Icha pun ikut pamit bersama Arash.
"Bang dave. Selamat anda sudah double bukan jomblo lagi. Ingat masih segel jangan dipaksain. Tis. Kalau loe gak kuat tendang aja rudalnya. Hahaha"
"Dasar sepupu semprul emang"
Shanum berpamitan kepada pengantin baru ditemani sang suami. Shanum dan Mirza menyisipkan sebuah hadiah dikantong jaket Devin.
"Selamat ya bang. Semoga cepat dapat momongan. Ini hadiah kecil dari kita. Buat jaga-jaga"
Mirza dan Shanum tertawa kencang sambil berlalu menjauh. Devin mengambil apa yang disisipkan pasangan somplak itu.
"Gila kalian. Gue masih kuat ya gak butuh obat ginian"
Tisya hanya bisa tersenyum malu saja melihat kejahilan sahabat suaminya itu. Tisya tak menyangka jika semua sahabat suaminya begitu welcome kepada dirinya.
"Sayang yuk istirahat"
"Ya kak"
Dalam hati Tisya sangatlah tak tenang. Akankah malam ini dia bisa menjadi seorang istri sepenuhnya bagi Devin. Ada rasa takut menyelimuti hatinya. Tiba dikamar pengantin yang sudah disiapkan, Mereka memilih beridiri dibalkon menikmati malam yang dipenuhi Kerlip bintang. Devin memeluk Tisya dari belakang.
"Sayang makasih ya"
"Untuk apa kak"
"Karena sumpah serapahmu dulu membuatku menemukan istri yang sangat baik seperti kamu"
"Haha. Maaf ya kak. Dulu aku tuh asal ngucapin aja. Karena kesal sama kakak"
"Hahaha iya maaf. Waktu itu nolak kamu didepan banyak orang"
"Tapi jujur ya kak. Aku sempat kepikiran juga loh. Kalau-kalau sumpah itu terbukti"
"Ya memang terbukti. Bahkan aku sudah niat nyari kamu sampai ketemu. Eh taunya kamu sendiri yang datang"
"Ya sudahlah kak. Biarlah masa lalu menjadi kenangan indah kita"
"Iya sayang"
Devin membalikkan tubuh sang istri. Mereka saling berhadapan. Devin masih melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Perlahan Devin mencondongkan badannya. Bibir merah merekah Tisya sangat menggoda imannya. Perlahan mereka mulai tutup mata. Tinggal beberapa senti lagi kedua benda kenyal itu akan saling menempel. Namun semua itu digagalkan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul membawa racun.
Brotttt
"Ah leganya. Tak ada nikmat seindah keluarnya suara merdu ini"
"Sayang bay banget sih. Makan apa tadi"
"Masuk angin Mas. Dari tadi perut gak enak banget. Tapi aku tahan. Masa mau kentut ditengah ballroom. Kasian tamunya dong"
"Hahaha. Bau banget ini sumpah"
Devin dan Tisya yang juga merasa kebauan langsung menatap kearah pasangan pengantin Kadaruwarsa disamping kamarnya.
"Wah yang. Kayak ada yang bakal ngamuk deh. Malam romantis mereka kamu kasih gas beracun"
Icha menengok kearah belakang. Dan benar mata Devin sangat tidak bersahabat. Apalagi Icha memang mencondongkan slebornya kearah Devin.
"Ups sorry. Gue udah gak tahan"
Wajah Devin dan Tisya yang kesal karena gagal kissing karena dibom Buna Icha....
_______
Sah juga.....
Jangan lupa jempolnya...vote dong
Happy Reading