
"Bang nanti ada meeting dadakan kata Daddy"
"Iya dan mau tak mau kali ini kita harus datang kamu kan tau Ars Daddy masih harus ke London bantu uncle Dito"
"Iya..dan Opa jaga Oma yang kurang sehat"
Mereka sedang duduk santai di balkon kamar Arsya... Akhir-akhir ini kesehatan Melany kembali menurun..Dan Jay harus sibuk membantu sepupunya di London..Karena masalah cukup serius..Kali ini Jasmine tidak ikut Jay pergi karena membantu Arka menjaga Melany
"Sepertiya ini saat kita harus keluar Ars...dan sudah waktunya Opa untuk istirahat"
"Iya bang gue juga mikir begitu"
"Jika loe memikirkan hal yang sama dengan gue... sebaiknya kita lakukan secepatnya"
"Hmmm...Rizky juga akan kembali Minggu depan...dia setuju untuk melanjutkan study disini"
"Baguslah...jadi loe uda ada Asisten"
Mereka kembali dengan pikiran mereka masing-masing..Mereka terpaksa menampakkan diri dimuka umum sebagai keturunan Malik karena keadaan darurat
"Bang gimana nasib loe sama Malika"
Arash memainkan gelasnya..Sambil terus menatap lurus ke depan..Pertanyaan sang adik membuatnya mengingat sesuatu yang ingin dia lupakan
"Yah...Loe tau gue gimana sama Malika"
"Bang apa loe tau Malika mau dijodohin,"
Arash menatap Arsya dengan wajah sedikit terkejut
"Loe tau darimana berita itu"
"Huh...Aretha kemarin dicurhatin sama Malika..Ayahnya sudah menemukan jodoh yang tepat buat Malika...Yang jelas katanya lebih dari kita"
Arash terdiam mendengar perkataan sang adik...Dia memang belum mendengar sedikitpun kabar itu
"Bang..apa loe tetap bertahan sama Malika..Apa loe yakin dia jodoh loe"
"Entahlah Ars...Gue hanya coba jalani saja..Kemana akhirnya tujuan akhir gue nantinya..Gue bakal nerima dengan ikhlas"
"Bang lebih baik sudahi ini..gue gak mau loe makin sakit bang"
"Hmmm..Loe sendiri gimana sama Aretha"
"Belum yakin aja bang...kalau sudah yakin gue bakalan maju"
Tak lama terdengar teriakan sng Putri barbar keluarga Malik
"Mang Toyib...oh Mang Toyib..come here"
Dari arah balkon si kembar melihat sang adik memanggil asisten mereka sejak kecil yang kini lebih banyak menjaga Arsyila
"Iya Neng cantik ada apa"
"Mang Chila mau tanya"
"Tanya apa Neng"
"Kemarin Chila nguping omongan emak emak depan..Katanya kalau cowok disunat bakalan tambah bongsor gitu"
Si kembar saling pandang masih menatap sang adik dari atas..Sedangkan Mang Toyib garuk garuk rambutnya
"Waduh kok susah amat yak pertanyaan si Eneng"
"Jawab dong Mang...atau jangan jangan Mang Toyib belum disunat ya jadi badannya masih cungkring aja"
"Wah kalau Mang Toyib belum disunat mana berani tiap malam masuk gua Neng"
Mang Toyib bergumam pelan agar Chila tak mendengar
"Ya gak lah Neng...Masa mamang setua ini belum sunat..Malu dong.. Hehe"
"Berarti walaupun uda sunat gak pasti jadi bongsor ya Mang"
"Iya Neng...jadi kalau menurut mamang kalau dari kecilnya uda bongsor mau sunat atau belum ya tetap aja bongsor"
"Betul juga ya Mang"
Mang Toyib mulai penasaran mengapa Arsyila menanyakan hal semacam itu
"Neng tumbe tanya hal aneh kayak gitu"
"Mang Toyib kepo...bye bye"
Mang Toyib hanya nyengir mendengar perkataan Arsyila...Mang Toyib pun heran karena majikan kecilnya ini berbeda dengan kedua kakaknya
"Hahahaha...Chila kenapa semakin absurd aja dia"
"Haha iya benar bang...Tapi bang tumben uda hampir tiga bulan aman dari surat cinta Guru BK"
"Hahaha..iya ya...abang baru sadar"
"Nggak mungkin kan tuh Putri barbar tobat...hahaha"
"Takutnya dia lebih serem lagi Ars"
"Semoga mandali aja bang...biar tenang hati ini"
Tak lama suara pintu kamar Arsya terbuka dengan sangat kencang dan siapa lagi snag pelaku jika bukan Putri rumah itu..Dengan teriakan melengking Arsyila berlari ke dalam pelukan Arash
"Abangggg"
Bugh
Karena tak seimbang Arash pun terjatuh dilantai...Dengan Chila masih duduk manis diatas perutnya
"Abang..abang Chila bosan...ayo kita kencan"
Arash mengerutkan dahinya...Arsya yang berdiri ikut duduk disebelah Abang dan adiknya sambil berusaha mengangkat Chila dari atas perut Arash...karena dari tadi Chila terus melompat lompat diatas perut Arash...membuat Arash meringis karena sakit
"Ok ayo kita kencan"
"Tapi Chila tak ingin pacar kalian ikut"
"Begitukah"
"Pokoknya hari ini spesial buat Chila"
"Baiklah Princess..Ayo sekarang Chila ganti baju dulu"
"Okey...Chila ganti baju dulu"
Si kembar pun juga berganti pakaian dengan pakaian casual mereka..Rencananya siang ini mereka akan meeting jadi mereka juga membawa baju ganti sekalian karena jika sudah Princess yang meminta jalan bisa dipastikan akan susah untuk pulang berganti pakaian
"Sudah siap..Ayo...kita pamit dulu ya cantik"
"Iya Abang"
Mereka bertiga pamit ada Mommy..Opa dan Oma mereka..Lalu pergi dengan kendaraan mereka ke Mall terdekat
"Chila mau beli apa honey"
Arsya bertanya pada Chila sesampainya mereka di Mall..Semua mata pengunjung khususnya para abege menatao kagum pada si kembar..Bahkan banyak yang berusaha mencuri perhatian si kembar agar bisa berkenalan
"Abang kita ke toko mainan yuk"
"Chila mau beli mainan apa"
"Ada pokoknya"
Mereka masuk ke toko mainan yang cukup besar..Bermacam macam mainan dipajang di toko itu.. Arsyila berjalan kearah boneka yang berbentuk sumo lumayan cukup besar
"Abang Chila ingin sumo itu"
Arash lalu berjongkok bertanya kembali keinginan Chila
"Honey yakin kamu sama pilihan kamu sayang"
"Hum...sangat yakin"
"Kenapa bukan berbie atau teddy bear sayang yang lucu"
"Ck...karena dia tidak lucu ataupun imut Abang"
"Maksudnya"
"Haish Chila ingin membeli boneka ini buat si ikan buntal..Tadi Chila berharap ada boneka ikan buntal disini tapi sepertinya tidak ada"
RashSya tertawa bersama mendengar maksud dari sang adik membeli boneka itu
"Buahahaa...jadi Princess Abang ini mau memberikannya sebagai hadiah"
"Hum..Ikan buntal ulang tahun nanti sore dan Chila ingin memberi ini untuk dia"
"Apa tidak sebaiknya kita belikan dia action figure honey"
"Tidak pantas untuk dia"
Arsya berkeliling toko itu dan tanpa sengaja dia melihat boneka ikan buntal yang lumayan besar terselip diantara boneka ikan diujung toko
"Chila sehen, was du gefunden hast"
(Chila coba lihat apa yang Abang temukan)
Arsya berteriak kepada sang adik...Para pegawai toko itu semakin terperangah karena mereka mendengar Arsya berbahasa Jerman
"Ya ampun dewa Yunani ada ditoko ini"
"Itu ngomong pake bahasa apa sih"
"Andai dia pacarku...heuh bahagianya"
Terdengar bisikan bisikan dari pegawai toko yang mayoritas wanita..Chila berlari kearah Arsya dan mengambil boneka itu
"Abang terbaik..ayo kita bungkus"
Tanpa sepengetahuan Arsyila..Arash mengambil action figur berwarna hijau untuk ikut dibungkus dengan boneka ikan buntal itu
Selesai membayar Chila meminta dibelikan es cream..Arash melihat jam tangannya sebelum menyetujui keinginan sang adik
"Honey Abang hanya punya waktu dua jam jadi hanya makan es cream langsung ke kantor"
"Okeyh..tapi Chila mau ke ulangtahun ikan buntal"
"Jam berapa acaranya sayang"
"Jam lima sore"
"Nanti pergi bersama Abang sayang..Apa Chila sudah menyiapkan gaun"
Chila menggeleng sambil menikmati es cream miliknya
"Ya sudah ayo kita beli gaun untuk mu My Princess"
Mereka berjalan menuju butik untuk membelikan gaun Arsyila.. Setelah dapat mereka langsung ke luar Mall dan langsung meluncur ke kantor milik Opa mereka
Di lobby kantor Arka ketiga penerus perusahaan itu menjadi pusat perhatian..Terutama si kembar
"Selamat siang tuan muda nona muda"
"Siang pak"
Mereka langsung menuju lift khusus untuk ruangan Arka..Sebelum sampai pintu lift Chila mengeluh lelah
"Abang gendong"
"Kamu lelah honey"
"Hem"
Arsya lalu menggendong Arsyila..Arsyila meletakkan kepalanya di pundak sang kakak..Tak lama Arsyila sudah terlelap dalam dekapan Arsya
"Abang Chila tidur"
Arash melihat kebelakang badan Arsya
"Iya sepertinya dia sudah sangat lelah"
Sesampainya di ruangan Arka..Arsya meletakkan sang adik disofa ruangan itu dan melepas jaket yang digunakan untuk menyelimuti sang adik
tok tok
"Masuk"
"Tuan muda meeting lima belas menit lagi dimulai"
"Ok makasih Daf..kami ganti baju dulu"
Daffa melihat kearah sofa dan tersenyum melihat Chila tertidur sangat lelap..Arash meminta Daffa mencarikan orang yang bisa menjaga Chila selama dia meeting
"Daf siapa yang bisa menjaga Chila selama kita meeting"
"Hum..Biar saya minta sekretaris saya untuk menjaga nona muda..Tuan muda"
"Ya begitu juga baik"
Tak lama Arsya sudah keluar dengan pakaian kerjanya yang formal..Bergantian dengan Arash yang mengganti bajunya
tok tok
"Masuk"
"Pak Daffa memanggil saya"
"Baik pak Daffa"
Sebelum benar-benar pergi RashSya mencium kening sang adik bergantian
"Oya jika adik kami bangun sebelum kami datang antarkan saja ke ruang meeting...karena saya yakin anda tidak akan bisa menangani adik kami"
"Baik Tuan muda"
RashSya dan Daffa keluar dari ruangannya menuju ruangan meeting karena para pemegang saham sudah berada disana bersama dengan staf staf penting perusahan Arka dan Jay..Hari ini Radith dan Andrea pun ikut hadir karena mereka akan mengenalkan RashSya sebagai penerus perusahaan dan membantah semua orang yang mengaku sebagai anak Zaydan Malik
Ruangan rapat yang ramai tiba-tiba hening melihat Andrea dan juga Radith masuk diikuti si kembar..Bagi beberapa orang yang sudah pernah bertemu mereka melihat kedatangan si kembar mereka bersikap biasa saja..Andrea pun membuka meeting itu
"Selamat siang untuk para pemegang saham yang terhormat..Perkenankan saya membuka meeting kali ini..Maaf karena Bapak Zaydan Malik masih berada di London dan untuk Bapak Arka Alfatir masih menjaga Ibu Melany yang kesehatannya sedang menurun"
Andre tetap jujur dalam menjelaskan kondisi saat ini karena itulah pesan Jay dan Arka agar semua tetap dalam keterbukaan antar sesama pemegang saham
"Dan hari ini atas mandat Tuan Arka dan Tuan Zaydan kami akan memperkenalkan penerus perusahaan ini"
Semua kembali penasaran karena mereka menganggap Jay dan Arka masih sangat mampu menjadi pimpinan. Andrea mulai memperkenalkan si kembar
"Dan perkenalkan merekalah penerus dari Tuan Arka dan Tuan Zaydan"
"Arash Syauqi Malik yang akan memegang ZM Group dan Zym Malaysia"
Arash berdiri disamping Andrea memberi hormat kepada seluruh anggota rapat
"Dan ini Arsya Abdellah Malik yang akan memegang Amanah Group dan Alfatir Group"
Arsya berdiri disamping Arash memberi salam seperti sang Abang lakukan
prok prok
Sambutan tepuk tangan dari para anggota rapat menyambut kedatangan mereka..Bahkan salah satu pemegang saham tertinggi setelah Arka dan Jay berdiri menyalami si kembar sambil mengucapkan selamat datang
"Saya ucapakan selamat bergabung bersama kami..Kami yakin ditangan kalian perusahaan ini semakin maju..Aura yang terpancar dari kalian sangatlah kuat..Sekali lagi selamat bergabung"
"Terimakasih atas sambutan yang diberikan kepada kami..Dan kami minta agar diberi pengarahan jika melakukan kesalahan"
Meeting kembali berjalan mereka membahas masalah Alfatir Group yang terbagi menjadi dua.. Sebenarnya Alfatir yang dipegang oleh Arka murni miliknya pribadi dan yang saat ini dipegang oleh Bintang adalah warisan dari Tuan Alfatir kepada Aidil..Berkat penjelasan Andrea mereka pun paham dan tidak mengungkit kembali
Diruangan Arash sang tuan putri sudah bangun dan mengamuk karena tidak menemukan kedua abangnya disana bahkan dia tidak suka jika orang asing yang menjaganya
"Dimana Abang Chila"
"Nona tenang dulu ya Tuan muda sedang meeting"
"Chila mau Abang...mau Abang"
Chila berteriak histeris sambil berlari memutari ruangan Arash bahkan melempar semua benda didepannya..Sheryl yang bingung langsung menelpon Daffa
"Maaf pak Daffa nona muda mengamuk"
"Baik saya kesana sekarang"
Daffa meninggalkan ruangan meeting menjemput Arsyila...Arsyila sudah cukup mengenal Daffa jadi mudah baginya menenangkan Arsyila
"Chila sayang sini sama Kak Daffa"
Arsyila yang melihat Daffa langsung berlari ke pelukan Daffa..Dengan penuh sayang dan kelembutan Daffa mengusap lembut rambut Chila dan menenangkannya..Sheryl sangat kagum melihat sosok Daffa yang lain..karena selama ini Daffa sangat dingin dan cuek bahkan terkenal galaknya
"Pak Daffa manis banget sih...adem lihatnya..jadi naksir deh"
Batin Sheryl yang masih berdiri dibelakangnya Daffa menatapnya penuh haru
"Abang mana...kenapa Chila ditinggal"
"Abang sedang meeting..Apa Chila mau menyusul..Ada Ayah Andrea disana"
"Mau mau"
Arsyila mengangguk penuh semangat saat Daffa menawarinya bertemu sang Abang diruang meeting..Daffa menggandeng Chila keluar ruangan Arash semua mata karyawan yang berpapasan menatap Daffa kagum..karena mereka baru lihat seorang Daffa bisa tersenyum manis
Meeting sudah usai semua anggota keluar ruangan termasuk si kembar yang akan kembali keruangan Arash..Dari jauh Chila yang melihat si kembar langsung berlari dan memanggil nama abangnya
"Abang Twinsssssss"
Semua menatap Arsyila sedangkan Arash yang ada didepan langsung berjongkok menyambut sang adik yang langsung masuk kedalam pelukannya
"Honey sudah bangun"
Arsyila melepas pelukan Arash..lalu berdiri sambil berkacak pinggang menatap Arash penuh amarah begitu juga dia menatap Arsya dengan tatapan yang sama
"Abang kenapa kalian meninggalkan Chila dengan orang asing...Apa kalian tidak sayang lagi dengan Chila"
Arsya dan Arash sama sama berjongkok mencoba membujuk Princess hatinya
"Sayang maafkan kami ya...kami tidak akan mengulangi lagi"
Cup..cup
RashSya bersamaan mencium kedua. pipi Arsyila..Semua pengusaha yang masih disana menatap penuh kagum..RashSya yang tampak begitu menyayangi sang adik..Andrea mendekati sang keponakan
"Anak Ayah sudah bangun"
"Ayah..Miss u so bad"
"Miss u to honey"
"Ayah kenapa tidak pernah menjemput Chila lagi"
"Iya Ayah sedang sibuk sayang...besok setelah ada waktu luang Ayah jemput Chila lagi"
Andrea berdiri memperkenalkan Arsyila kepada para pengusaha yang menatap bingung karena mereka memang belum mengenal Arsyila
"Tuan tuan sekalian perkenalan ini Arsyila Qeeva Malik Putri dari Tuan Zaydan Malik yang selama ini sengaja disembunyikan identitasnya sama seperti kedua Abang kembarnya"
Mereka semua tersenyum melihat Arsyila bahkan masing masing memuji kecantikan Arsyila.. Setelah para tamu meninggalkan perusahaan RashSya kembali keruangan dan berganti pakaian karena akan menghadiri ulangtahun Bagas teman Arsyila
"Chila kamu mau Abang mandikan atau mandi sendiri"
"Mandi sendiri dong..malu uda besar kok"
"Ya sudah kamu mandi Abang siapkan pakaiannya ya"
"Siap Abang"
Arsya mengeluarkan gaun Chila yang baru mereka beli tadi.. Aksesoris pun ikut di keluarkan oleh Arsya...Sedangkan Arash menerima telpon dari Malika
"Assalamu'alaikum Ay"
"Waalaikumsalam..lagi dimana Ay"
"Dikantor Ay habis meeting... kenapa"
"Bisa ketemu gak Ay..ada hal penting yang ingin aku sampaikan"
"Kapan"
"Sekarang kamu bisa gak"
"Maaf aku gak bisa harus nemani Chila ke ulangtahun temannya..kebetulan Chila ikut ke kantor jadi kami berangkat dari kantor"
"Oh begitu..Ya sudah tidak apa apa Ay"
"Maaf ya Ay..besok kalau waktu aku kosong Aku akan kabari"
"Iya Ay...Ya sudah aku tutup ya.. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Arsya yang mendengar percakapan sang Abang berusaha menengahi
"Bang loe mau ketemu Malika gapapa..Chila biar sama gue"
"Gak Ars..Chila pasti akan marah..kita sudah janji satu hari ini untuk dia Ars"
"Ya sudah kalai begitu"
Tak lama Arsyila keluar sudah dengan gaun indah dan sepatunya...hanya tinggal merubah tatanan rambut saja..Itu keahlian si kembar mereka sudah biasa mendadani sang adik sejak kecil..Bahkan menurut sang Mommy lebih jago merias Chila dibandingkan dirinya
Perjalanan kerumah Bagas butuh waktu satu jam dan itu tepat acara dimulai..Chila yang cemberut saja membuat Arsya yang sedang menyetir penasaran
"Honey kenapa bibirnya dimonyongin...mau Abang cium..Haha"
"No Abang...Chila sedang kesal"
"why"
"Chila sebenarnya tak minat acara ikan buntal tapi..."
"Tapi kenapa"
"Chila harus hadir dan meminta maaf...Chila sudah janji pada Daddy untuk bisa bertanggung jawab pada kesalahan Chila sendiri"
"Kamu salah apa Sayang"
"Sebenarnya ulangtahun ikan buntal kali ini bersamaan dia disunat"
"Oh ya...terus kenapa ku minta maaf"
"Dia disunat karena Chila Abang"
"Kok bisa"
"Ya bisalah Chila tendang burung emprit dia kemarin"
RashSya kompak kaget
"What"
"Gak usah gitu deh Bang"
"Chila tau itu tempat sensitif dan bahaya"
"Tau bang"
"Terus kenapa ditendang"
"Dia yang mulai..Dia peluk peluk Chila..dia mau nyium Chila karena Chila takut Chila tendang..dan kata teman-teman Chila dia disunat karena tendangan itu"
"Huh..My Princess...bagus kamu membela diri tapi jika sampai sperti ini berarti parah dong"
"Entahlah"
Tiba di kediaman Gautama sang tuan rumah berdiri menyambut tamu didepan pintu.. kedatangan Arsyila bersama kedua kakaknya bagaikan tamu istimewa
"Arsyila sayang ku sudah datang..Ayo masuk"
Mereka masuk bersama..Chila mendekati Bagas dan memberi hadiah untuknya
"Selamat ulang tahun ya ikan buntal...dan selamat berubah bentuk dari emprit jadi perkutut"
Chila meletakkan kadonya dan berlalu pergi namun tangannya dicekal oleh Bagas
"Hei Preman pasar loe gak ada sopan sopannya ya jadi orang"
"Gue gak sopan..Gak salah tuh"
"Ya gak salah lah..lie uda bikin gue kayak gini gak minta maaf juga"
"Heh ikan buntal loe harusnya terimakasih berkat gue emprit loe bisa maju lebih cepat"
"Sekate kate loe ngatain emprit..kayak ufa pernah lihat aja loe"
"Gak perlu gue lihat gue uda tau...badan doang gede tapi punyanya emprit karena terjepit"
"Ngajak gelud loe"
"Ayo sini gue ladenin..kayak bisa bangun aja loe..Jalan masih ngangkang aja sok banget"
Arsyila memperagakan jalan ngangkang ala orang sunat sambil menarik sedikit gaunnya diibaratkan sarung..RashSya yang mendengar perdebatan itu langsung tepuk jidat..Dan mendekati sang adik
"Honey kalem dong jangan gini"
"Huh ikan buntal gak bisa dikalemin..lihat noh bang kalau disentuh dikit aja makin gembung dia..Sama persis ikan buntal"
"Hush..Chila gak baik bilang gitu"
"Dasar preman pasar sini loe...Gue masih sanggup nyleding loe"
Chila maju mendekati Bagas yang sudah berdiri dengan mengangkat sedikit sarungnya..Chila menyentil sedikit kening Bagas..Bagas kembali terduduk dan mengasuh
"Aduh sakit"
"Cuih baru disentil aja kalah loe..apalagi gue bogem"
"Awas loe ursan kita belum kelar preman pasar"
"Gue tunggu loe ikan buntal"
RashSya terpaksa menarik sang adik untuk keluar dari rumah Bagas dan berpamitan pulang sebelum pertumpahan darah terjadi
________
Ngetik dari kemarin baru kelar😥😥
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading