RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Siapa Kamu



"Ini sudah ketiga kalinya Putra memanggil gue dengan sebutan preman pasar. Dan mata itu tatapannya sama dengan mata si ikan buntal"


Chila sambil mengingat setiap pertengkaran dia dengan Putra pasti dia akan menyebut preman pasar. Chila mengingat saat - saat dia masih bersama Bagas. Terlintas di ingatannya saat Chila berenang tiba-tiba dia mengalami kram kaki.


Kenangan Terindah...


"Tolong...kaki gue kram tolong"


Chila terus berusaha menjaga dirinya agar tidak tenggelam. Namun tidak ada satu orangpun yang nampak disekitaran kolam renang. Chila terus berusaha agar tidak tenggelam. Bagas saat itu ingin berlatih berenang menggunakan pelampung. Karena dia malu, dia menunggu agar kolam sepi.


Bagas mendengar suara minta tolong langsung berlari mendekati arah kolam. Dia melihat Chila berusaha agar tetap terapung. Bagas seolah lupa ingatan dengan pelampung diperut besarnya dia berlari tergopoh-gopoh. Menyebutkan diri ke kolam untuk menolong Chila. Karena panik Bagas lupa memegangi pelampung miliknya.


"Pegang tangan gue Chil. Gue tuntun loe ke tepian"


Karena Chila memang butuh bantuan, dia tetap memegang tangan Bagas. Belum sampai ke tepi, Bagas ingatannya kembali. Dia melepas tangan Chila. Chila menjadi panik dan berusaha ketepi dulu. Saat Chila sudah siap menolong, hal menggelikan tampak didepan mata Chila.


"Buahahaa. Loe itu ngapain bawa pelampung kalau perut loe aja bisa jadi pelampung. Hahaha"


Bagas benar-benar kesal dengan ucapan Chila.


"Seharusnya gue biarin loe tenggelam aja. Biar koid sekalian"


"Hahaha. Gue bakal bantuin loe tiap malam"


Chila naik ke pinggir kolam dan mengambil tongkat dan mengarahkan kepada Bagas. Bagas tetap mengambil tongkat itu. Dengan penuh tenaga dia menarik Bagas. Bagas memiliki ide membalas Chila. Bagas menarik tongkat itu hingga Chila kembali terjebur.


"Buahahaa rasain loe"


Chila pandai menyelam dan itu tidak diketahui oleh Bagas. Chila pura-pura tenggelam. Bagas mulai panik namun dia hanya bisa mengapung tidak bisa bergerak.


"Chil. Bochil loe gapapa kan"


"Bochil jangan bercanda"


Chila berputar-putar dibawah Bagas. Dan Chila langsung menarik Bagas ke arah bawah. Tapi tak lama Bagas kembali mengapung.


"Haha balon udara kolam renang. Dugong dugong Hahaha"


Sepenggal kisah telah usai....


Arsya yang melihat sang adik terkikik sendiri langsung mendekati Chila.


"Kamu baik-baik saja kan honey"


"Ck apaan sih bang rese"


"Kamu ingat apa kok senyum sendiri"


"Gapapa kok bang. Kak Retha mana"


"Dirumah uyut Fathir. Kangen katanya"


"Terus tumben Abang gak nemenin"


"Abang cuma ambil baju ganti honey"


"Kirain calon papi bucin ninggalin si mami"


"Oh itu tidak mungkin terjadi. Abang masuk dulu. Awas jangan ketawa sendirian"


"Aish nyebelin"


Arsya masuk kedalam untuk mengemasi beberapa pakaiannya dan Retha karena akan menginap dirumah orangtua Arka. Sedangkan Chila juga akan menyusul masuk karena hari sudah mulai gelap.


Sedangkan disebuah kafe Bagas sedang berkumpul dengan teman-teman sekolahnya dulu untuk membahas reuni sekolah.


"Gas gue penasaran sama bini loe. Kenapa gak loe ajak"


"Belum saatnya kalian bertemu dia"


"Itu beneran bini loe kan, bukan khayalan loe doang"


"Seorang Bagas menjadi penghayal. Sejak kapan"


"Hahaha gue kira loe malah sama musuh abadi loe itu Gas"


"Bisa jadi"


"Serius loe Gas. Arsyila putri klan Malik. Daebak bener loe Gas"


Bagas tak begitu menanggapi perkataan teman-temannya tentang siapa wanita yang ada di fotonya. Salah seorang teman perempuan Bagas langsung berkomentar.


"Gini guys mereka itukan tom and jerry. Kalian lupa ada pepatah bilang karena benci jadi cinta"


"Eh kalau belum ada bukti masih hoak"


Jimmy mematahkan semua perkataan teman-temannya. Dari beberapa teman Bagas dan Jimmy ada salah seorang teman perempuannya yang mengikuti kemanapun Bagas pergi. Bahkan kepulangan bagas ke Indonesia juga diikuti.


Dia memang memiliki perasaan pada Bagas sedari di bangku SMA. Sejak sekolah dasar mereka juga bersama. Namun saat SMA mereka kembali bertemu.


"Oya apa rencana reuni tahun ini"


"Kalau bikin acara amal aja gimana. Lagian kita sudah banyak yang sukses. Setidaknya kita beramal dan membersihkan sebagian harta kita"


Bagas memberi masukan kepada teman-temannya.


"Boleh juga Gas. Dan kalau bisa kita datang ke pantinya aja. Siapa tau ada yang butuh renovasi"


"Oke deal. Kita setuju. Kita juga jarang berkumpul disini. Dan jika kita mau beramal sekalian yang total"


Mereka menyepakati untuk beramal. Saat sedang asyik rapat, mata Bagas tertuju pada seorang wanita yang baru saja masuk bersama dengan sepasang kekasih.


Gadisku


Malam baby. Lagi dimana


Chila yang sedang memegang ponsel langsung menanggapi pesan Bagas.


Jailangkung


Makan


Bagas kembali membalas pesan Chila. Tanpa sadar mereka berbalas pesan. Jimmy yang melihat Bagas asyik bermain ponsel langsung mengintipnya.


"Wah dicariin nyonya loe Gas"


"Hmm. Gak juga gue aja yang pengen ngabarin dia"


"Dimana emang dia"


"Disini juga kok"


Bagas tidak sadar jika pembicaraannya didengar teman-temannya. Mereka semakin penasaran dengan wanita yang bisa mendapatkan hati seorang Bagas Gautama.


"Bini loe disini Gas. Mana"


"Eh iya lagi sama saudaranya"


"Ajak sini dong kenalin ke kita"


"Belum saatnya. Gue ke toilet dulu ya"


Bagas beranjak ke toilet karena dia melihat Chila juga berjalan ke toilet. Bagas sengaja berjalan dibelakang Chila. Saat Chila masuk kedalam toilet, Bagas berdiri didekat toilet itu menunggu Chila keluar.


"Bagas"


"Eh loe Lus mau ke toilet juga"


"Nggak. Gue mau ketemu sama loe"


"Ada apa"


"Gas apa gak ada kesempatan buat gue dihati loe. Bahkan loe tau gue suka sama loe dari jaman putih abu-abu. Gue rela jadi yang kedua Gas, asal itu sama loe"


"Sorry lus. Loe tau dari dulu alasan gue nolak loe. Karena hati gue sudah ada yang punya"


"Tapi gas, gue masih mau kok jadi simpanan loe"


"Jangan jadi perempuan murahan lus. Jadilah wanita bermartabat agar dihargai oleh pria. Loe cuma obsesi sama gue. Dan loe tau gue sudah merried"


"Gue masih belum percaya Gas loe uda merried"


"Percaya atau tidak, itu urusan loe. Yang jelas gue uda ngomong apa adanya"


Chila yang sudah berduri dibelakang Bagas tanpa sengaja mendengar semua pembicaraan Bagas dan Lusi. Namun dia masih belum yakin dan masih ingin menguping. Beruntung tubuh Chila bisa tertutupi tubuh Bagas yang tinggi itu.


"Itu bukan obsesi Bagas Putra Gautama. Itu perasaan gue yang sesungguhnya"


"Jangan sterlalu yakin lus. Loe tau gue udah merried harusnya loe bisa menghargai itu. Kita cukup berteman saja lus"


Chila akhirnya keluar dari balik badan Bagas. Entah atas dorongan apa dia membantu Bagas.


"Kakak itu cantik masa mau jadi simpanan. Apa kakak tidak takut jika suatu saat kakak punya anak perempuan dan diperlakukan seperti itu. Ingat karma itu berlaku kak"


"Siapa kamu. Kenapa kamu ikut campur"


Lusi memang tak begitu mengenal Chila. Dia hanya mendengar jika Chila musuh bebuyutan Bagas. Bagas langsung menarik kedalam pelukannya.


"Baby sudah"


"Hmm"


"Siapa dia gas"


"Dia perempuan spesial dalam hidup gue setelah Mama gue"


"Jadi dia istri loe"


"Hmm"


Lusi langsung meninggalkan Chila dan Bagas. Kini giliran Chila mencari tahu siapa Bagas.


"Siapa kamu sebenarnya"


"Aku Putra baby. Masa lupa"


Namun perkataan Chila membuat Bagas mematung seketika.


"Bagas Putra Gautama. Ikan buntal itu kah kamu"


_______


Jeng jeng jeng. Panik gak panik gak.....


Jangan lupa jempolnya.


Hari ini part ikan buntal uda doubel ya


Happy Reading