RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Pesta



Hari yang dinanti oleh Chila dan Bagas telah tiba. Mereka menikah di Masjid dekat kediaman Malik. Bahkan orang kampung diundang. Saat pernikahan Arasd dan Arsya mereka juga diundang ke hotel. Namun banyak yang tidak hadir karena minder.


"Saya terima nikah dan kawinnya Arsyilla Qeeva Malik binti Zaydan Malik Alfathir dengan mas kawin tersebut tunai"


"Saaaaaahhhhhhhh"


Belum sempat para saksi mengucapkab kata sah sudah lebih dulu eneng berucap. Membuat semua tamu yang hadir tertawa. Untuk pesta kali ini akan diadakan dua kali sesuai permintaan si kembar dan Chila


Pesta pertama adalah pesta rakyat. Arka menjadikan halaman rumahnya yang luas untuk acara pesta rakyat. Semua biaya acara kali ini dibantu oleh si kembar sebagai ucapan permintaan maaf kepada warga yang tidak bisa hadir pada pesta mereka saat itu.


Tak lama Chila yang diapit oleh oma dan mommynya dibawa masuk kedalam masjid. Bagas tersenyum bahagia. Penantiannya selama ini tidak sia-sia. Bahkan dia mengunci hatinya hanya untuk satu nama pun juga berbuah manis.


Setelah menyelesaikan semua surat menyurat dan saling bertukar cincin, Chila mencium kening chila sambil berdoa.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Bagas seperti enggan melepas ciuman itu. Bahkan baru kali ini dia merasa jantungnya berdetak kencang seperti genderang mau perang (awas pada nyanyi). Bagas baru sekali ini mencium chilla. Chilla juga merasakan gugup saat pertama merasakn benda kenyal itu menyentuh keningnya.


"Kamu cantik sekali humairahku. Aku mencintaimu"


"Me too"


Mereka langsung melakukan sungkeman kepada kedua orangtua masing-masing. Pesan Jay kepada Bagas berbeda dari para orangtua lainnya.


"Daddy tidak berharap yang muluk-muluk. Daddy tau kamu punya cara tersendiri untuk membahagiakan Chilla. Permintaan daddy hanya satu jika kamu sudah tidak merasa nyaman dengan kehadiran chilla, pulangkan dia jangan kamu menyiksanya"


"Baik dad"


Pesta berlangsung. Hidangan yang disediakan oleh keluarga Malik bermacam-macam. Dari masakan barat hingga masakan daerah. Panti asuhan yang didonaturi oleh Arka dan Jay juga diundang. Tidak ada pelaminan. Bahkan Chilla menggunakan gaun berbentuk gamis agar mudah untuk berkeliling menemui tamu.


"Baby kamu sangat cantik hari ini"


"Hmmm hanya hari ini hon"


"Tidak sayang. Setiap saat kamu cantik. Tapi khusus hari ini kamu lebih cantik karena sudah sah menjadi nyonya bagas gautama"


"Bisa aja kamu hon"


Saat sang pengantin baru sedang asyik menikmati pesta rakyat, dua orang anak kecil mendekati mereka. Nampak dari pakaiannya mereka adalah anak panti asuhan.


"Kakak cantik"


"Iya sayang ada apa"


"Kakak bolehkah kami meminta sesuatu"


Chila berjongkok untuk mensejajarkan tingginya. Bagas juga melakukan hal yang sama.


"Kalian ingin apa"


"Boleh tidak souvenir ini kami tukar dengan mainan saja"


"Kenapa nak"


"Karena kata kakak diujumg sana. Kertas ini untuk kita naik pesawat dan pergi ke Bali. Kami memang belum pernah naik pesawat dan pergi ke Bali. Tapi kami tidak mau pergi ketempat dimana banyak orang tidak pake baju. Takut dosa"


"Hah. Siapa yang bilang sayang"


"Itu kakak perempuan disana"


Bagas dan chila menengok kearah anak kecil itu menunjuk. Dan mendapati sang tersangka sedang asyik bernyanyi dangdut. Chila pun bergumam dan bagas hanya tersenyum.


"Dasar markoneng perusak impian anak kecil saja"


"Bagaimana kakak cantik"


"Hmm sayang bagaimana kalau kalian tetap pergi ke Bali dan kakak akan memberikan kalian hadiah yang banyak untuk kalian dan teman-teman dipanti. Bagaimana"


"Tapi kami takut dosa melihat orang tidak berpakaian"


"Tidak ada yang seperti itu nak. Kalian akan pergi ketempat yang menyenangkan"


"Apa boleh kami tetap naik pesawat tapi kami tidak mau ke Bali"


Bagas langsung memiliki ide agar anak-anak ini juga bahagia.


"Kak bagas akan menggantinya ke kebun bintang mau gak. Tapi perginya naik pesawat"


"Mau mau"


"Ya sudah nanti kakak akan atur sekarang kalian makan dulu ya. Disana banyak makanan enak loh"


"Iya kakak. Makasih kami berdoa kalian selalu bahagia. Dan selalu mendapat keberkahan"


"Aamiin aamiin terimakasih sayang"


Bagas dan Chilla sama-sama memgecup pipi anak-anak itu.


"Sayang kamu sangat senang dengan anak kecil ya"


"Iya hon. Apalagi mereka anak istimewa"


"Maksud kamu apa baby"


"Mereka ada dipanti bukan karena kehendak mereka. Ada yang murni karena kecelakaan dan tidak ada yang merawat, namun lebih banyak dari mereka adalah anak yang terlahir karena bukan keinginan kedua orangtuanya"


"Betapa malang nasib mereka. Namun aku yakin mereka akan sukses nantinya"


"Aamiin"


Perhatian para tamu beralih pada panggung dadakan. Disana sudah ada Shanum dan Eneng yang berduet menyanyikan lagu bang toyib. Mirza khawatir dengan kandungan shanum terus berada didekat sang istri.


"Icha sayang kamu gak makan"


"Gak pengen mom"


"Ya sudah kalau mau makan langsung bilang biar kami ambilkan"


Usia kandungan Icha sudah tujuh bulan. Karena anak didalam perutnya ada dua membuat perutnya lebih besar dari wanita hamil lainnya. Bahkan Icha sudah agak susah berjalan jauh. Icha yang notabene tidak bisa diam jika mendemgar musik, walaupun dalam keadaan duduk kaki, tangan dan kepalanya tidak mau diam.


"Mas mah nyebelin. Icha kan pengen goyang"


"Gak lihat itu perut udah kayak gitu. Kamu itu uda kayak anggota marching band yang bawa drum bass sayang"


"Sekseh tau gak mas"


"Makan dulu ya kamu belum makan"


"Tapi mereka lagi pengen joged. Lihat aja perutku"


Arash melihat perut icha bergerak kekanan dan ke kiri mengikuti musik. Arash takjub serta takut jika terjadi sesuatu kepada istri dan anaknya. Namun wajah Icha nampak biasa saja. Arash pun mengusap perut sang istri sambil berbicara kepada sikembar didalam perut.


"Assalamualaikum anak abah sayang. Kalian lagi happy ya. Tapi kalian gak boleh goyang kenceng kenceng takutnya nanti kepala kalian berbenturan. Oya kalian mau makan apa sayang. Kan dari pagi belum makan kalian. Gak usah puasa dulu nanti kalau uda ramadhan baru puasa"


Setelah selesai berbicara pada sikembar, Arash kembali bertanya kepada sang istri apa yang diinginkannya. Namun belum juga mendapat jawaban perhatian mereka teralih pada Jay dan Afnan yang sedang bernyanyi dan berjoged.


Cendol dawet lima ratusan gak pake ketan ji ro lu pat tak kintang kintang tak kintang. Buka sithik joss


Semua tamu ikut ikut larut dalam nyanyian itu. Bahkan taj sedikit dari mereka yang mengatakan jika ini kesempatan langka bisa berjoged dan bernyanyi dengan bule. Para istri tak mau kalah mereka nyawer suami mereka sendiri.


Arena musik tanpa panggung itu berubah menjadi pesta goyang dangdut. Icha yang melihat itu langsung berdiri.


"Abah minta uang"


"Buat apa sayang"


"Icha mau nyawer mbah dukun"


Karena perkataan icha saat mengucapkan kata mbah dukun cukup kencang, membuat para emak yang tinggal dikampung belakang perumahan arka penasaran.


"Neng icha disini ada dukun"


"Ada bu tapi bukan dukun santet atau dukun cabul ya"


"Terus dukun beranak gitu"


"Bukan juga. Dia dukun import. Dukun bule"


"Memang ada yang kayak gitu neng icha"


"Adalah tuh lagi nyanyi"


"Jadi babang tampan itu dukun"


"Iya panggil aja daddy dukun"


"Wah kalau dukunnya kayak gitu gue mah mau ke dukun terus"


"Ibu mau ngapain ke dukun"


"Siapa tau gitu dukunnya bisa bantu dapetin jodoh. Atau malah tuh dukun mau sama gue"


"oh gitu. Coba aja kesana. Mumpung orangnya disini"


"Bener juga ayo kita kesana siapa tau jampi jampi dukun import lebih jos"


Icha kembali duduk ditemani Arash. Kali ini nafsu makan icha sudah kembali.


"Icha mau makan nasi liwet pake bebek goreng"


"Siap. Tunggu sini mas ambilkan"


Icha melihat kearah pentas musik disana Afnan sudah dikerubungi oleh emak-emak dan para gadis.


"Daddy dukun minta jampi-jampinya biar awet muda"


"Mbah aku mau dijampi jampi biar dapat jodoh"


Begitulah teriakan para emak dan remaja disana. Keluarga lain hanya bisa melihat sambil mulut menganga. Jovanka istri Afnan tak kalah shock.


"Sejak kapan lagi gue jadi dukun perjodohan"


Afnan kuwalahan mengurai para emak. Dia tahu jika ini ulah istri Arash. Afnan meneriaki nama Icha. Dan dibelakang Afnan sudah siap para keponakan dan putranya sendiri langsung bernyanyi.


"Ichaaaaaaaa"


Ada Mbah Dukun


Sedang ngobatin pasiennya


Konon katanya


Sakitnya karena diguna-guna


(Deudeuh teuing)


Afnan langsung mengambil minuman didekatnya. Dan kebetulan hanya ada air soda berwarna merah. Saat liriknya tepat Afnan menyembur mereka semua. Lalu pergi sambil berlari karena para emak mengejarnya. Sedangkan korban penyemburan hanya bisa diam saling pandang dan tertawa.


Sambil komat-kamit mulut Mbah Dukun baca mantra


Dengan segelas air putih lalu pasien disembur


Byurrrrrrrrrrrr


"Rasakan semburan mbah dukun"


_________


Kacau kacau kacau... kenapa pesta mereka tidak ada yang benar...nexr siksaan untuk pengantin baru


Jangan lupa jempolnya


Happy reading