
Bagas membawa Chila keluar hotel dan melajukan mobilnya lumayan kencang. Dia benar-benar kesal karena melohat Chila dipeluk-peluk pria lain. Eh wanita sih. Sedangkan orang yang membuatnya jengkel malah asyik bermain ponsel.
Cittttt
"Innalillahi. Kamu mau kita mati hon"
"Siniin ponsel kamu baby"
Chila memberikan ponselnya pada Bagas. Lalu Bagas menyimpan ponsel Chila dalam saku celananya. Dia lalu turun dan duduk ditepi taman. Chila tau jika Bagas sedang marah. Dia tahu jika Bagas ngambek. Chila ikut turun dan duduk tapi berbeda bangku.
"Kenapa kamu duduk disana beib"
"Males duduk disamping orang yang dri tadi tertempel virus"
"Maksud kamu apa beib"
"Masih gak sadar"
"Selalu saja kamu yang marah. Padahal aku yang kesal"
"Memang aku yang harusnya marah. Dasar jailangkung"
"Dimana letak salahku beib"
"Pikir aja sendiri. Coba aku gak kesini paling uda banyak yang nempeli. Ganjen"
"Bukan aku yang ganjen baby. Tapi mereka. Dan kamu ambil kesempatan juga"
"Gak gitu juga sayangku. Aku terus menghindar kok"
"Tapi yang kulihat tadi gak gitu. Adem ayem aja lengan ditempeli tuh bukit seksi"
"Maaf sayang. Tapi aku benar-benar gak sadar karena fokus lihat kamu dipeluk cowok"
"Alasan padahal dia menikmati. Jangan-jangan tuh ubi kayu gosong juga bangun"
"Ubi kayu gosong"
"Iya ubi kayu gosong punya kamu"
Bagas berfikir sejenak. Mencari maksud dari sang istri tentang ubi kayu itu. Dan saat mata Chila menatap kearah sesuatu yang istimewa dia baru sadar.
"Dia bukan ubi kayu gosong baby. Dan dia gak bereaksi apa-apa sama wanita-wanita tadi. Tapi hanya merespon dirimu saja"
"Gak yakin"
"Sayang jangan meragukan aku dong. Aku gak akan selingkuh"
"Mulut lolipop"
"Eh tunggu deh harusnya kan aku yang marah. Kenapa sekarang ku yang marah sih yang"
"Kamu mau marah sama aku. Sini maju sini. Loe jual gue beli"
"Eh nglunjak ya kamu baby. Pokoknya aku masih kesal. Kamu seenak hati di peluk cowok"
"Yakin yang meluk aku cowok"
"Jelas cowok dandanan macho nama juga Surya. Masa ya buncis"
"Berarti anda yang selalu menilai saya negatif"
"Gak gitu baby. Salah lagi"
"Dengarnya dugong. Kalau loe kenal beberapa pengusaha. Harusnya tau jika perusahaan Suryadirjan hanya punya satu anak. Dan ingat aku masih normal gak doyan gunung orang"
Bagas membuka ponselnya mencati info tentang perusahaan milik keluarga Sonya. Mata Bagas melotot setelah tau jika orang yang memeluk Chila adalah wanita.
"Jadi dia perempuan sayang"
"Ya iyalah emang saya kaya situ mau ditempel-tempel gratis. Gak lah yao"
Bagas mendekati Chila untuk meredam amarah sang kekasih. Memang dunia Bagas benar-benar sudah terbalik jika berhadapan dengan si preman pasar.
"Maaf ya sayang aku uda salah sangka"
"Heh maaf maaf"
"Jangan ngambek dong baby. Gak kangen apa sama aku"
"Kangen gue lenyap entah kemana"
"Iya aku salah. Habis ini aku mandi pake bunga tujuh rupa dan air tujuh sumur deh"
"Gak sekalian tujuh hari tujuh malam. Biar ngembang"
"Please baby. Jangan ngambek"
Chila masih tak bergeming. Bagas terus berusaha membujuk dengan berbagai cara. Ingin membelikan berbagai macam barang branded. Hallo anda lupa tuan dugong dia anak sultan tinggal melambai semua bisa dia dapat.
"Plissss maafin aku dong sayang"
"Oke tapi ada syaratnya"
"Apapun itu sayang akan aku turuti"
"Kembali ke wujud dugong"
"Whatttt"
Berbeda dengan Bagas yang masih bingung mewujudkan keinginan Chila. Memintanya untuk kembali seperti dulu lagi. Arash dan Icha sedang asyik melepaskan rindu dan juga menabur benih.
"Ahhhh mas kenapa dia makin ngembang sih"
"Ohhh sayang itu persediaan mayones dua bulan sayang. Untung tidak bocor"
"Hmmmmm....ohhh.. maaaasssss"
"Enak sayannnng. Ohhhhhhhh"
Ponsel Icha berdering saat mereka sedang perjalanan menuju puncak. Arash sempat menghentikan aktifitas panasnya tanpa mengeluarkan max dari sarangnya. Dia coba mencoba mendengar nada dering ponsel sang istri.
Apa salah dan dosaku, sayang?
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang 'kan kuberikan
Jaran goyang, jaran goyang.
Sayang, janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Semar mesem, semar mesem.
Bukan hanya karena lagunya. Namun suara penyanyinya itu yang membuat Arash cukup serius mendengarkan. Dan sang penyanyi diponsel, langsung live sambi goyang goyang. Menirukan lagunya.
"Sayang ahhh jangan goyang-goyang gitu"
"Kan lagunya jaran goyang sayang. Ya harus goyang"
"Iya tapi ahhhhh max masih didalam. Kalau kamu goyang gitu dia ngilu"
"Ntar juga enak. Hokya hokye"
"Enak kalau kamu goyangnya pas. Ini kayak cacing kepanasan gak jelas"
"Mau yang jelas"
Icha bergoyang erotis membuat max semakin menggeliyat manja. Arash benar-benar menikmati. Apa yang dilakukan sang istri membuat Arash penasaran.
"Ahhhhh kamu memang terbaik sayang"
Icha sambil terus menyanyi dengan suata mendesah desah. Karena Arash membalas perbuatan sang istri. Dan ponsel Icha terus saja berdering.
"Ben tar sayang barengan"
Mereka akhirnya bisa mengakhiri pendakian mereka. Arash merasa lega karena pengaruh obat itu bisa sembuh dan beruntung Ichalah obatnya.
"Sayang telpon siapa sih"
"Bentar aku lihat dulu mas"
Icha mengambil ponselnya dan kembali berbaring disamping sang suami. Dan ternyata disana tertera nama Shanum. Icha merasa enggan mengangkat panggilan dari shanum.
"Kok gak kamu angkat sayang"
"Nggak ah mas. Bisa berabe"
"Kenapa emangnya"
"Ini panggilan video mas. Lihat aja kita gak pake baju. Takutnya ada Mirza juga disana"
"Ya sudah diamkan saja sayang"
"Heem"
Arash asyik memainkan rambut Icha. Dia tak henti-hentinya menciumi pucuk kepala sang istri.
"Kangen kamu sayang"
"Sama mas"
"Eh sampai lupa kan"
"Apa mas"
"Kok kamu tiba-tiba ada disini sayang. Gak ngabarin mas juga"
"Namanya juga kejutan. Eh malah aku yang dikejutin"
"Tapi kan kejutan dari mas nikmat sayang"
"Heh itu pun karena obat. Coba kalau gak. Uda Icha pastiin dua minggu max puasa"
"Kok gitu"
"Salah sendiri tebar pesona sama kuntilanak"
"Nggak sayang. Mas gak berani gitu. Mereka aja yang ganjen"
"Udahlah. Lagian juga udah gak kesakitan lagi kan"
"Iya uda sembuh. Dan alhamdulillah obatnya sangat tepat"
Mereka kembali menikmati kebersamaan. Rasa rindu yang dalam membuat Arash enggan melepas sang istri. Arash teringat akan menanyakan sesuatu pada sang istri.
"Eh sayang kamu belajar ilmu jaran goyang dari siapa"
"Shanum mas"
"Kok bisa"
"Iya dia ngajarin Icha biar bisa muasin suami diatas ranjang. Tau sendiri Icha masih polos"
"Heleh sok polos. Giliran lihat terong jumbo ngiler dia"
"Salah sendiri gede banget"
"Tapi mas benar-benar kaget tau sifat kamu ini sayang"
"Kenapa mas"
"Mesumable"
"Kan cuma sama mas. Itupun terkontaminasi sama mas juga"
"Hahaha. Iya itu juga bikin mas seneng. Jadi bikin mas gak susah bujukin kamu sayang"
"Bujuk kenapa emangnya mas"
"Kan kalau di pilem pilem ata novel gitu waktu malam pertama pasti teriak lihat pusaka para lelaki"
"Kebanyakan drama. Padahal ketagihan nantinya. Ups"
"Auw auw jadi istriku ini sudah mulai ketagihan ya sama max"
"Gak lah. B aja"
"Heleh sok jaim"
Icha teringat sesuatu yang diceritakan oleh Shanum. Sebuah fakta yang pernah membuat Icha sangat penasaran.
"Mas boleh gak minta sesuatu"
"Apa sayang"
"Tapi mas janji harus tepati janji sampai selesai"
"Emang janji apaan sayang"
"Mas janji harus diam anteng. Tangan ditaruh dibelakang kepala dua-duanya. Dan harus tidur terlentang anteng sampe Icha bilang selesai"
"Oke. Tapi ini gak aneh-aneh kan yang"
"Nggak kok"
"Oke kalau gitu"
"Siap-siap ya mas"
"Hem. Tapi kenapa perasaan mas gak tenang ini"
"Bikin sante aja. Dan nikmati ya"
"Sayang serius ini"
"Iya serius"
"Sayang jangan macam-macam sama max"
"Nggak kok. Icha cuma mau hilangin rasa penasaran aja"
"Tapi ini nyiksa sa yang ahhhh"
"Uda diam Icha lagi konsen. Tangan"
"Kamu nyiksa mas namanya ini"
"Nggak kok. Cuma lagi pembuktian aja"
"Gak gini juga kali sa yan gggg"
"Kayak squisy ya. Lembek gini"
"Say angg jangan aneh aneh dong"
"Wow amazing"
Icha meminta Arash terlentang dan membuka selimutnya. Terpampang jelas sosis jumbo yang letoy. Icha menjalankan rencananya. Karena dia penasaran selama ini bagaimana cara max terbangun. Dengan jahil Icha menoel- noel max. Dengan girang Icha berteriak menggunakan lagu kartun anak perempuan berponi yang selalu menanyakan peta.
"Hah dia bangunnn. Berhasil berhasil"
______
Hadeh icha emang dikira mainan apa ya...
Jangan lupa jempolnya ya
Happy reading