RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Ayesha Kafe



Si kembar tidak pernah main keluar rumah tanpa tujuan...Mereka hanya sekolah ke kantor dan pulang..Hari ini mereka menghabiskan weekend dikantor karena setelah pulang sekolah mereka harus berlatih untuk olimpiade


"Rash hangout yuk"


"Mau kemana Daf"


"Ngafe apa ngemall gitu"


"Loe tanya Arsya mau gak"


"Hmmm Ok"


Daffa menghubungi Arsya dan Arsya akan pergi jika Arash pergi.. Ghaydan dan Ghaisan juga Daffa hubungi


Daffa meninggalkan motornya dikantor dia pergi bersama Arash..Arash tak tau mau kemana mereka pergi dia hanya ikut saja


"Rash proyek Pak Barata... konstruksinya pake siapa"


"Biasa Opa Adrian"


"Tapi loe uda bahas sama Pak Barata..karena setau gue dia ribet"


"Udah kok...dia terserah gue"


"Baguslah..Oya gue lupa toga hari yang lalu ada kiriman buat loe...yang nrima Om Jay"


"Kiriman apaan...kok Daddy diem aja"


"Kayaknya sih proposal"


"Proposal kerjasama"


"Iya kerjasama menjalani rumah tangga.. hahaha"


"Sialan loe... maksud loe ngajuin jadi bini gue"


"Hoo...Haha..Gue tiap liat kiriman kayak gitu lucu tau ga...kok kayaknya loe tu barang dagangan yang diperebutkan"


"Biasalah orang ganteng gitu loh"


"Salah ngomong gue"


"Terima gak terima loe harus terima karena itu kenyataannya"


"Huft sabar sabar.. narsis terus"


"hehe"


Tak lama mereka telah sampai di kafe yang dituju Daffa dan ternyata Ghaisan dan Ghaydan sudah lebih dulu datang.. Ghaisan dan Devin sangatlah berbeda dengan saudaranya...mereka suka menggoda perempuan seksi


Saat ini Ghaisan sedang menggoda segerombolan abege yang sedang nongkrong


"Kalian sekolah dimana"


"SMA X kak"


"Kakak dimana"


"Nusa Bangsa"


"Wah sekolah elit itu kak...Pasti kakak orang kaya ya"


"Nggak kakak dapat beasiswa disana"


Ghaisan berbohong pada sekumpulan gadis itu


"Kak dari tadi ngobrol belum kenalan..gue Sara..Itu temen temen gue Gina sama Anaya"


"Gue Ichan..dan ini Atha"


"Ih kak atha somse deh diam aja dari tadi"


"Hem"


Ghaydan hanya tersenyum simpul tanpa menanggapi ocehan mereka..Karena kebanyakan bergaul dengan si kembar Ghaydan jadi lurus tak mau disentuh cewek kecuali Shanum


"Atha sariawan dia..Haha"


"Ih kak Ichsan bisa aja..hmm kak boleh minta nope gak"


"Apa itu"


"No hp kak"


"Oo no hp..hmmm boleh boleh"


Belum sempat no ponsel disebut Daffa dan Si kembar yang sedari tadi memperhatikan dari meja lain mulai jahil


"Daf loe beraksi gih"


"Haish kenapa harus gue sih"


"Mau gak"


"Iya Ok"


Daffa berteriak sambil berjalan seolah dia baru datang


"Hai Duo Ghay..Gue cariin kalian malah mojok disini"


"Daf loe baru datang apa.. RashSya mana"


"Noh anteng disana ngelihatin kelakuan sepupunya yang gak jelas"


Si abege yang bernama Sara bersuara


"Itu kembar ya kak...ganteng banget mereka...boleh dong kita dikenalin"


Daffa dengan sinis menjawab


"Mereka alergi cewek"


"Ah si kakak bercanda mana ada alergi sama cewek...secara kita ini cantik membahana"


"Dempul loe ketebalan"


Mereka langsung diem mendengar omongan Daffa yang ketus dan datar..Daffa melihat Ghaydan sedari tadi hanya bermain games tanpa menghiraukan sekitar


"Chan loe gak ada perasaan ya"


"Apa sih Daf"


"Loe nyuekin pasangan loe dari tadi..sibuk ngrayu cewek"


Para abege itu hanya diam memperhatikan omongan Daffa..mereka belum paham siapa pasangan Ichan..setau mereka Ichan cuma bersama Ghaydan


"Apaan sih Daf gue cuma sama Atha kesini"


Ghaydan tersenyum tipis sambil mlirk Daffa...dia tau apa jadinya


"Tha loe yang sabar ya...Habis manis sepah dibuang..kamu cari yang lain aja Tha"


"Daf...Loe jangan mulai deh"


"Loe harusnya jaga perasaan Atha dong Chan..dia sabar banget noh lihat loe kayak gitu"


"Daffaaa"


Ghaisan mulai menggeram dia mulai paham apa maksud sahabatnya itu..Daffa dan Ghaydan santai menjalani drama mereka


"Daf..Gue sebenarnya sebel sama kelakuan Ichan..dia selalu genit walaupun didepan gue..sakit tau gak Daf..sakitnya tuh disini Daf"


Ghaydan mendramatisir sambil memegang dadanya


"Sabar ya tha sabar"


Para cewek abege itu kaget melihat perdebatan mereka..bahkan cewek yang bernama anaya yang sedari tadi menempel di lengan Ichan perlahan menjauh


"Kak jadi kalian.."


"Cukup beib cukup jangan kamu sakitin aku lagi beib jangan"


"Emmm..Kak kita pamit dulu uda sore takut dicariin Mama"


Mereka bertiga berjalan keluar kafe sambil bergidik ngeri melihat dua cowok tampan tapi menyimpang


Daffa dan si kembar tertawa ngakak sampai perut mereka kram..sedangkan Ghaydan masih berlagak manja


"Buahahaa...emang enak berlagak sok jadi casanova"


"Sumpah empet gue sama kalian tega banget ya nurunin pamor gue..ini apa lagi"


Ghaisan menoyor kepala Ghaydan yang berada di pundaknya


"Jangan kasar kasar dong beib"


"Beib..Beib..bebek noh diempang nb loe sosor aja gue ikhlas lahir batin"


"Hahaha.. Sumpah ya gue dari tadi jengkel sama sepupu loe Rash..SKSD setiap ada yang sekseh..sok tebar pesona"


"Nama juga usaha kali Tha..emang kaya kalian betah banget jomblo"


"Kita betah jomblo karena nyari yang berkualitas...Daripada loe semua dikadalin ujung ujungnya dapat sisaan..mau loe kayak gitu"


"Amit amit Daf...amit..mulut mau disosor soang"


Ghaisan berkata sambil memukul mukul meja


"Daf loe kok tau kafe ini darimana"


"Kemarin gue Googling trus kafe ini lagi hit..Kalian belum pernah kesini juga kan"


Kompak mereka menjawab


"Udah"


"Kapan kenapa gak ngajak ngajak gue"


"Uda semingguan kita diajak Princess sawer"


"Shanum kesini"


"Iya mampir doang bentar"


"Kalian gitu ya...gak ngasi tau Shanum datang..Gue kan kangen pengen ketemu"


"Loe masih naksir sama Sha"


"Iyalah... cinta gue sama dia"


"Sha nya nggak"


"Masa sih Chan tau darimana loe"


"Dia tuh dari dulu sukanya sama gue"


"Iyakah...Kok gue baru tau"


"Alah gak usah low dengerin si Ichan..Shanum cuma kagum doang gak lebih"


"Huh berarti gue masih ada peluang dong"


"Selamat berjuang Daf"


"Sip...doain ya"


Mereka memesan makanan dan minuman..Arash yang duduknya memang menghadap arah dapur tanpa sengaja melihat seseorang yang dia kenalin keluar dari ruangan yang bertuliskan office


"Dia disini...Apa dia kerja disini" Arash membatin sambil tetap melihat kearah orang itu


Arash baru tersadar setelah Ichan menanyakan sesuatu padanya


"Rash Devin kemana"


"Hem..gak tau gue"


"Huh tu anak suka ngilang gak jelas..eh kalian tau gak sih Devin punya cewek"


"Iyakah baru tau gue...siapa"


"Katanya tetangganya"


"Wah Devin diam diam menghanyutkan"


"Kalau ngapel dekat gak butuh modal"


Ghaydan tetingat sebuah lagu


"Kayak lagu si Oneng aja gaes"


"Apaan Tha"


"Pacarku memang dekat lima langkah dari rumah"


"Asyik...tarik mang"


Arsya menghentikan niat Ghaydan berdangdut ria


"Stop lanjut nanti dirumah kecuali urat malu kalian uda hilang"


"Oiya hampir kelepasan"


Mereka menatap makanan yang sudah dipesannya tadi sambil berbincang ringan


"Ars..Loe gak pengen nyari asisten kayak abang loe"


"Kenapa loe keberatan Papa loe jadi asisten gue Daf"


"Ya nggak juga...tapi loe kan tau bokap gue uda full kerjaan dari bokap loe...Gue kadang kasian tiap pulang masih bawa kerjaan kerumah"


"Sorry gue harap loe sabar dulu bentar aja..gue nungguin seseorang"


"Rizky maksud loe"


"Iya..gue nungguin dia keluar dari ponpes"


"Apa loe yakin Iky mau jadi asisten loe"


"Pasti mau dia"


"Tapi Iky masih lama loh lulusnya"


"Loe tenang aja Daf..Gue gak akan beratin kerjaan bokap loe..gue tau kok porsinya gimana"


"Thanks ya Ars...Gue uda sering nasehatin bokap..tapi kalian tau sendiri dia workaholic...dan sangat setia sama keluarga kalian"


"Iya..pokoknya loe sabar dulu..Gue lagi bujuk Iky biar lanjut sekolah disini..jadi bokap loe bisa segera pensiun"


"Makasih banget loe emang the best"


Mereka melanjutkan makannya..Arash kembali melihat orang itu dan dia keluar dari ruang yang sama membawa tasnya


"Ayesha Kafe...apa jangan jangan"


Arash tersenyum smirk disudut bibirnya..Setelah menghabiskan makanannya mereka meninggalkan kafe dan kembali kerumah masing-masing


_____


Jempol jangan lupa ya.. jempol


Komen juga aku tunggu biar semangat gitu


Vote sama rate juga boleh


Happy Reading