RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Karma



Setelah melewati tiga bulan yang begitu sulit sinegara lain. Arash sudah bisa membawa Icha kembali ke tanah air tentunya dengan persetujuan dokter. Kandungan Icha sangat sehat. Bahkan jarang sekali dia mual. Icha akan merasa mual jika mencium parfum dari wanita yang berniat menggoda Arash. Jika itu wanita baik-baik, dia biasa saja. Papa Bagas sampai menjuluki calon anak Arash itu sebagai anak dengan kelebihan indra.


Selama di Paris bukan masalah mabuk karena hamil yang membuat Arash pusing. Tetapi ngidam Icha yang sangat susah dituruti. Pernah saat temgah malam Icha mengingikan tengkleng kambing dan sate maranggi. Jika itu diIndonesia sangat mudah mencari.


Papa Bagas masih menjadi incaran Icha jika ingin makan sesuatu. Dan yang membuat Arash dan kedua orangtua Bagas pusing adalah permintaan Icha dibuatkan es cream seperti di outlet outlet penjual ayam goreng tetapi es cream milik Icha berbahan dasar petai.


Dua hari mereka sudah tinggal di Indonesia. Icha yang masih jetlag belum menginginkan apa-apa lagi. Diusia kehamilan yang memasuki usia empat bulan ini. Perut Icha sudah nampak sedikit membuncit. Keluarga akan mengadakan syukuran empat bulanan untuk Icha bersamaan dengan aqiqah putra Arsya yang sudah berusia satu minggu itu. Cucu pertama Jay diberi nama Serkan Attallah Malik yang berarti keturunan bangsawan dengan karunia yang dimiliki Allah.


"Sayang kamu gak pengen makan sesuatu"


"Lagi pengen makan lasagna"


"Heh. Tumben itu isinya keju loh sayang"


"Kenapa emangnya gak boleh"


"Iya boleh. Boleh banget. Mas belikan dulu"


"Gak mau"


"Terus"


"Mau Opa yang masak"


"Opa Arka"


"Iyes. Masa opa si kembar botak"


"Ya sudah mas akan bilang ke opa dulu"


"Ikuttt"


"Uluh uluh. Ayo sini gendong gak"


"Gak mau jalan aja"


Icha masih tak mau berpisah dari Arash kemanapun akan ikut. Bahkan dia buang hajat pun Icha ikut. Arash bingung sendiri dengan kelaukan Icha. Arash menemui sang opa yang sedang santai. Selama hamil Icha jadi peminat para opa. Dan sekarang lebih galak bermulut cabe.


"Opa"


"Eh ada apa rash tumben nyariin opa"


"Bukan arash. Tapi nih nyonya pengen sesuatu"


"Ya dibeliinlah. Apa kamu sudah bangkrut"


"Amit amit amit. Opa kok gitu doanya"


"Aduh sayang kenapa jidat mas yang diketok"


"Gak mungkin kan icha getok jidat opa. Mau mas dikutuk jadi gayung"


"Loh kok mas"


"Gak terima gitu icha bilang gitu"


"Eh gak kok gak. Mas ikhlas ikhlas banget"


"Kalian malah berantem. Tadi mau minta apa sih"


"Icha mau lasagna tapi opa yang masakin"


"Oalah cuma itu aja gampang. Ayo kita masak. Cicit opa uda mulai lapar ya"


"Iya opa"


Arka memang bisa masak. Jadi bukan hal yang sulit baginya untuk sepiring lasagna. Arka mengambil bahan-bahan dikulkas. Dia sudah bersiap untuk masak. Namun saat Icha melihat bahan-bahan lasagnanya, Icha meminta diubah.


"Opa Icha gak suka keju"


"Terus mau pake apa dong, mayonaise mau"


Otak icha yang sudah mesumable pun traveling. Beruntung hanya Arash yang paham perkataan Icha. Arash langsung menjitak kepala sang istri.


"Mayonaise. Maxxx"


Pletak


"Dasar mesum"


Arka yang masih memotong beberapa bahan untuk lasagna bingung dengan permintaan cucu menantunya itu.


"Gimana mayonaise mau gak"


"Santan maunya"


"Hah gak salah itu"


"Nggak. Terus daging asapnya diganti ikan jambal sama jangan lupa irisan petai"


Bukan hanya Arka yang kaget setengah hidup. Eneng yang baru saja masuk kedalam dapur untuk menaruh sayuran ikut kaget.


"Wow non icha jenius menciptakan makanan baru. Ck ck hebat"


Arka masih diam. Tangannya berasa ngelu untuk memotong bahan-bahan lasagna.


"Iya dong eneng. Icha gitu loh"


Arash hanya bisa menahan tawa. Sejujurnya dalam hatinya dia sudah curiga dengan keinginan Icha memakan lasagna. Yang pasti lasagna dengan kearifan lokal.


"Icha gak salahkan ganti bahannya"


"Nggak opa. Emang kenapa opa"


"Nggak kok gak papa. Opa masak dulu kamu duduk saja kasian capek nanti"


"Iya opa. Icha mau nonton film dulu"


"Iya sana"


Icha berjalan lebih dulu. Arash masih ditahan oleh sang opa. Karena selama ini opanya masih belum percaya omongan papa Bagas tentang ngidamnya Icha.


"Rash itu beneran yang diminta Icha"


"Iya emang gitu opa. Baru yakin"


"Iya baru yakin karma Afnan"


"Arash belum begitu yakin opa. Kita tunggu mereka lahir. Dan apa selera mereka masih dalam negeri atau berubah"


"Iya benar juga. Semoga mereka tidak seperti uwakmu. Bisa langsung bahagia dia"


"Semoga"


"Sayang jangan kenceng-kenceng goyangnya. Kasian dedek"


"Ih kalau Icha gak goyang mereka ngambek"


Arash hanya bisa pasrah. Entah apa yang membuat Arash tiba-tiba melamun membayangkan mengasuh anaknya yang berwajah bule tapi selera makannya sangat merakyat. Dan hobi mereka nyawer penyanyi dangdut. Arash bergidik ngeri sendiri.


"Amit amit jangan sampai anak gue kayaj gitu. Bisa hancur reputasi gue didepan anak-anak lainnya"


Arka selesai membuat lasagna untuk Icha. Jay yang baru kembali mengantar duo ratu berbelanja, langsung pusing mencium bau makanan Icha.


"Kamu makan apa cha"


"Lasagna spesial buatan opa dad"


"Lasagna"


"Heem"


"Itu lasagna atau lautan ingus. Warnanya kok gitu"


"Huahhhh ayah. Oap jay jahat"


Arash langsung mendekati sang istri dan kesal kepada daddynya.


"Nggak sayang. Anggap saja daddy gak ada. Ayo dimakan lagi"


Jasmine langsung menjewer telinga sang suami agar tidak jahil.


"Papa bikin lasagna apaan sih kok baunya gitu banget"


"Lasagna istimewa jay"


"Maksudnya apa pah"


"Apa yang kamu cium dari makanan itu jay"


Jay langsung mengambil piring makanan milik menantunya itu. Dia langsung ingin muntah.


"Apa ini pah. Kenapa baunya seperti ini"


"Jika kamu memang cerdas pasti tau apa itu"


"Ini seperti bau petai dan ikan asin"


"Yup benar"


"Jadi ini lasagna.."


"Kearifan lokal. Keturunan bule lidah lokal"


"Tak baik"


"Apa kamu tidak merasa ini karma dari Afnan"


"Bukan pah. Mungkin karena Icha orang asli Indonesia jadi seperti ini"


"Tapi papa rasa ini jawaban doa Afnan untuk kalian"


"Asal dia jangan sampai tahu saja apa yang sedang Icha alami. Bisa syukuran tujuh hari tujuh malam goyang dangdut dia"


"Hahaha. Kamu benar sekali"


Arash turun dengan wajah cemberut karena ulah sang daddy membuat Icha menangis di kamar dan Arash belum bisa menenangkan.


"Daddy harus tanggung jawab. Icha masih menangis"


"Terus daddy harus gimana lagi"


"Daddy tanya aja Icha maunya apa"


Jasmine yang mendengar ucapan putranya ikut khawatir karena sang menantu sedant hamil. Jika dia bersedih bisa mempengaruhi janinnya.


"Daddy sekarang ikut mommy temui Icha"


Arash dan kedua orangtuanya langsung menuju kamar Arash. Icha masih sesegukan. Jasmine mendekat dan Jay ikut mendekat dan meminta maaf.


"Sayang maafkan daddy ya jika keterlaluan"


"Iya nak daddy minta maaf"


"Iya tapi ada syaratnya"


"Apa sayang. Kamu pengen apa biar daddy yang nurutin"


"Kenapa perasaan gue gak enak ya. Jangan sampe yang aneh-aneh. Kasihani opa muda tampanmu ini baby" Jay memanjatkan doa dalam hati


"Mau rujak cingur yanh bikin daddy terus pake kacang almod. Terus dikasih jambu monyet tapi harus dipetik dari pohon dan daddy yang metik"


Jasmine dan Arash terkikik. Jay langsung pasang wajah masam. Mencoba untuk mencerna permintaan sang menantu.


"Rash kamu waktu bikin anak pake doa gak sih"


"Ya doalah pah. Sholat sunah juga"


"Tapi kok kayaknya nyebelin banget yak"


Icha yang mendengar itu tak terima. Membuat Jay benar-benar tak bisa berkutik.


"Daddy gak suka sama calon cucunya. Kok ngomong gitu sih. Kalau emang daddy gak suka, Icha gapapa. Nanti Icha bawa pulang kerumah Ibu saja. Biar gak gangguin daddy"


"Icha sayang maafkan daddy nak. Daddy gak bermaksud seperti itu. Maaf ya. Sekarang daddy akan buatkan apa yang kamu mau ya. Tapi jangan sedih lagi ya"


"Iya. Tapi Icha mau satu lagi"


"Iya apa daddy akan turuti nak"


"Daddy nyanyi dangdut sambil joged*


Arash dan Jasmine tak bisa lagi menahan tawanya. Sepertinya calon anak Arash sangat pro dengan Afnan. Bahkan apa yang dulu dilakukan oleh Jay pada Afnan berbalik semua.


" Karma yang sesungguhnya"


______


Siap siap kondangan ya... ikan buntal mau merried. Dan apa jadinya jika Afnan tau jika anak arash memiliki dendam tersendiri pada opanya


Jangan lupa jempol


Happy reading