RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Arsya Wedding



Semua keluarga sudah berada di resort keluarga Jay. Acara akad nikah Arsya akan dilakukan sore hari ditepi pantai dan akan dilanjut dengan resepsi ditempat yang sama. Sedari pagi semua sudah berada di resort untuk persiapan acara pernikahan Arsya dan Aretha


"Mom dimana Icha"


"Lah dari tadi mommy belum lihat bang"


"Ya uda Arash coba cari diluar"


Arash sedari habis subuh belum melihat Annisa. Dia ingin memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, Annisa akan meninggalkan Arash untuk meneruskan pendidikan selama empat tahun lamanya. Dan dua hari lagi Icha akan berangkat ke kota pelajar.


Arash keluar resort mencari Icha disekitar pantai. Pantai dengan pemandangan indah bahkan disana juga ada pohon-pohon yang cukup rindang untuk berteduh. Arash berpapasan dengan sepupu dan sahabatnya yang sedang menikmati keindahan pantai tersebut


"Chan loe lihat Icha gak"


"Oh lihat tadi dia sana main bola sama Atha, Louis, dan bang Devin"


"Thank's ya Chan, gue kesana dulu"


Ghaisan yang sedang bersama Malika memperhatikan Arash yang berlari cepat mencari Annisa


"Kamu nyesal gak bisa balikan sama Arash Yang"


"Nggak aku gak pernah nyesal. Aku tuh sempat iri waktu pertama lihat Annisa yang diperhatikan banget sama Arash. Bahkan dulu saat sama aku dia gak seperti ini. Tapi aku bahagia kok, berarti dia sudah ketemu jodoh yang tepat"


Malika tersenyum dan kembali menggegam tangan Ghaisan. Mereka kembali berjalan menyusuri tepi pantai yang hangat dengan mentari pagi ini.


"Aku akan berusaha membahagiakan kamu Malikanya Ghaisan"


Arash masih berlari mencari kekasih hatinya. Saat dia melihat sepupu dan sahabatnya sedang mantap ke arah pohon yang tak begitu tinggi sambil berteriak dari bawah.


"Kanan dikit Cha"


"Mana sih bang"


"Itu atas kamu Cha. Loe berdiri dikit biar sampai"


"Oh ok"


Icha pun berdiri dan menggapai bola yang tersangkut di pohon cukup rindang. Arash yang melihat kelakuan tunangannya itu hanya berdecak kesal.


"Sayang kamu ngapain nangkring diatas pohon gitu. Gantiin Tarzan"


"Abang, Icha lagi latihan jadi pengganti Tarzan. Hahahaha"


"Ayo turun, jangan kelamaan keburu betah diatas repot ntar"


"Pengennya gitu. Tapi..."


"Tapi apa sayang, udah betah diatas terus lupa daratan"


"Haish Icha mah gak lupa Abang. Cuma icha lupa cara turun dari pohon itu gimana"


"Apa kamu bisa naik gak bisa turun sayang. Kamu tadi naiknya gimana sayang"


"Ya gak sadar aku tuh tau-tau sampe puncak aja"


Devin, Ghaydan,Shanum,Mirza dan Chola menertawakan Icha yang benar-benar absurd. Bahkan mereka baru sadar jika Arash bisa menjadi dirinya didepan Icha dengan kelakuan dan perkataan santainya.


"Ya udah sekarang kamu merosot aja sayang. Nanti Abang tangkep kalau sampai bawah"


"Takut Abang. Huah ibu Icha nyangkut ibu. Aa tolongin Icha"


"Kayak layangan nyangkut di pohon aja tunangan loe Rash. Hahaha"


"Diem loe. Gak tau apa lagi panik ini. Icha sayang tunggu Abang cari tangga"


"Kelamaan Abang. Icha mau pipis"


"Ya udah pipis aja dari sana Cha. Haha. Atau mau gue cariin botol Aqua cha, loe tampung dibotol. Hahaha"


"Bang Devin jorok banget huah. Abang tolongin Icha, bang Devin jahil"


Arash mencoba mencari tangga diresort dan membawanya tanpa bantuan siapapun. Ghaisan yang berpapasan dengan Arash penasaran dan langsung mengikuti Arash begitu juga dengan Malika.


"Sayang kenapa nangis, Abang uda bawa tangganya"


"Bang Devin jahat, Icha suruh pipis dibotol"


Arash melihat kearah Devin dengan tatapan tajam. Devin hanya nyengir dan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan berbentuk V.


"Yuk turun uda ada tangga ini"


Icha menatap kebawah dengan sesekali merem melek. Sepupu Arash hanya tertawa melihat kelakuan Icha itu. Arash berhasil menggapai tangan Icha yang masih betah bertengger diatas dahan.


"Ayo Abang bantu sayang. Jangan takut ada Abang disini"


Icha perlahan menggapai tangan Arash. Namun ada semut merah menggigit telapak tangan Arash. Membuat Arash melepas pegangan pada Icha. Arash terjatuh dengan tangga diatas badannnya, sedangkan Icha bergelayutan didahan agar tidak jatuh.


"Arash loe gapapa"


"Sakit bege"


"Inilah definisi sudah jatuh tertimpa tangga yang sesungguhnya. Hahaha"


Mereka membantu Arash tapi melupakan seseorang sedang bergelayut diatas dahan sambil menangis.


"Tolongin Icha huah. Ibu"


Semua melihat keatas pohon dan kompak berkata


"The real Tarzan"


Setelah insiden itu mereka masih saja menertawakan kelakuan icha yang benar-benar absurd. Usai sholat ashar mereka bersiap dengan seragam keluarga untuk menghadiri acara akad nikah arsya dan aretha. Hanya keluarga Afnan yang tidak bisa hadir, karena Afnan sedang sakit dan Reino sendiri juga masih masa penyembuhan. Mereka menyaksikan segala prosesi secara virtual.


Sah


Sah


Akhirnya Arsya telah menjadi seorang suami dari Aretha Zayba Almaira. Cinta monyet dan cinta pertamanya. Kini akan menjadi cinta terakhirnya. Sambil menunggu acara resepsi mereka beristirahat dikamar.


Namun mereka belum puas jika tidak mengerjai sang pengantin baru itu. Mereka sudah menyiapkan speaker aktif yang sudah tersambung dengan wirless bluetooth.


"Kita kerjain sekarang apa malam aja"


"Kalau sekarang pasti lagi gak ngapa-ngapain mereka itu, kan waktu istirahat mereka cuma dua jam"


"Iya juga. Ya udah kita cari sound yang pas untuk mereka"


Icha langsung berbisik memberikan ide gokil untuk mengerjai malam pertama sang pengantin baru itu.


"Brillian bener nih calon kakak ipar"


Ghaydan memuji ide dari Icha. Namun Shanum sedikit ragu.


"Apa kalian yakin ini berhasil"


"Yakin. Makanya mumpung masih sepi Ayi kita cari apa yang dibutuhkan"


Ghaisan langsung mengusulkan agar mereka mencari barang-barang yang mendukung rencana mereka. Ghaisan dan Mirza pergi mencari barang-barang itu. Devin dan Ghaydan menyembunyikan speaker aktif yang akan digunakan dan memasang wirless bluetooth. Shanum dan para cewek-cewek sedang membuat sesuatu agar rencana mereka lebih real. Arash dan Keynan sedang mengawasi keadaan.


Acara resepsi pun segera dimulai. Para tamu undangan sudah berdatangan. Pasangan yang sudah sah empat jam yang lalu pun memasuki lokasi resepsi. Cantik dan tampan itulah penilaian pertama para tamu undangan untuk pasangan baru itu. Kedua orangtua mereka mengikuti dibelakang dan diiringi para sahabat dan saudara dengan pasangan mereka juga.


Saat Arash masuk kedalam ruangan semua mata memandang, apalagi kalau bukan Annisa disampingnya yang menjadi pusat perhatian. Bagi yang sudah mengenal Annisa mereka hanya terkejut saja mengetahui jika Annisa lah calon istri arash. Sedangkan yang belum pernah mengenal Annisa, mereka hanya penasaran tentang siapa Annisa yang bisa meluluhkan hati seorang Arash.


Acara berlangsung lancar. Kini tiba saatnya acara live music performence dengan band ternama di Indonesia sebagian pengisi acara.


"Taruhan kita berani gak"


"Taruhan apa Tha"


"Arash suruh duet sama Icha"


"Itu mustahil, Arash gak akan pernah mau nyanyi didepan umum"


"Makanya ayo kita taruhan. Menang dapat sepuluh jeti dari masing-masing yang kalah. Gimana"


"Kalah gimana"


"Yang kalah jadi babu yang menang selama satu Minggu. Deal"


"Oke deal"


Dimeja itu hanya ada Duo Ghay, Devin dan Keynan serta Mirza. Sedangkan orang yang dijadikan bahan taruhan sedang asyik berbincang dengan rekan bisnisnya. Mulut slebor Icha sangatlah tau kondisi. Hanya akan slebor jika bersama orang terdekat saja.


Seseorang mendekati Arash dan meminta Arash menyumbangkan suaranya bersama Icha. Kebetulan pasangan pengantin baru mendengarnya dan memohon agar Arash mau. Sedangkan yang sedang melakukan taruhan berharap sesuai keinginan mereka.


"Selamat malam semua tamu undangan. Malam ini sangat spesial bagi pasangan yang sedang berbahagia disana. Selamat untuk kalian berdua semoga langgeng hingga maut memisahkan. Oke acaa selanjutnya, harusnya kakak dari mempelai pria akan menyumbangkan suaranya, namun sepertinya harapan kita akan susah untuk......"


Sang pembawa acara sengaja menggantungkan kalimatnya. Sedangkan Mirza dan Ghaydan sudah murung karena akan kehilangan sepuluh juta dan menjadi babu bagi Keynan, Ghaisan,Devin.


"Tuh kan apa yang gue bilang kalian berdua pasti kalah. Hahaha"


Tak lama sang MC meneruskan perkataan yang sengaja di jedanya tadi.


"Susah untuk menolak permintaan sang adik. Jadi mari kita sambut penampilan Arash Syauqi Malik dan Annisa Maharani Syauqi Malik. Beri tepuk tangan yang meriah"


Semua bertepuk tangan dengan riang bahkan Ghaydan dan Mirza ikut melompat karena mereka menang taruhan. Arash naik ke panggung dengan menggandeng tangan Annisa. Sesudah membisikkan sesuatu kepada anggota band, musik intro pun terdengar.


"Selamat malam semuanya"


Sapa Arash dan Icha bersamaan kepada para tamu undangan. Arash mulai membuka suara bergantian dengan Annisa.


Tergetar aku tepat di hadapanmu


Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu


Annisa menyahut sambil tangan mereka saling bertautan dan mata mereka saling menatap.


Janji padaku, jangan kau lukai hati


Seperti kisah yang lalu


Lalu dilanjutkan oleh Arash.


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Kini suara Annisa kembali terdengar


Yang kurasakan denganmu semua berbeda


Kekasih yang baik hati kini ada di sampingku


Janji padaku, jangan ada lagi


Hati yang lain selain aku (ooh)


Arash kembali mengambil alih panggung


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Jangan pernah ragukan kesetiaan hatiku (ooh)


Ku tak inginkan bila ini terbagi, cinta, woo


Kini suara mereka berdua terdengar bersamaan


Engkau cintanya aku


Kau bukan cinta pertamaku (ooh)


Namun aku berharap


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Hmm-mm


Satu untuk selamanya


Ho, ho, ho


Lagu itu ditutup dengan kecupan mesra di telapak tangan Annisa. Suara merdu mereka menghanyutkan semua tamu undangan bahkan mereka ikut bernyanyi. Para keluarga juga ikut bahagia melihat kemesraan mereka. Arash dan Annisa turun dari panggung disambut muka cemberut Ghaisan.


"Muka loe napa Chan"


"Kenapa loe pake nyanyi sih"


"Kenapa emangnya"


"Gue jadi kalah taruhan"


Ghaisan menceritakan taruhan Ghaydan itu. Arash sedikit kesal dengan ulah sepupunya apalagi bagi Arash nilai taruhan itu sangatlah sedikit. Arash yang tak terima segera menemukan ide membalas mereka semua.


Arash dan annisa berjalan mendekati Oma da Opa serta mommynya ingin berpamitan keluar karena ingin menghabiskan waktu bersama Annisa dengan berjalan-jalan. Arash tidak memberitahu sepupu dan sahabatnya. Dia membawa annisa ke parkiran mobil. Agar tidak ketahuan sepupunya, Arash memakai mobil resort dan meminta pengawal mengambil pakaian ganti Annisa dan Arash.


"Kita mau kemana sih mas"


"Ke pasar malam sayang. Tadi kata pengawal ada pasar malam didekat sini"


"Asyik beliin permen kapas ya mas sama jagung bakar"


"Beres nyonya Syauqi Malik"


Tak lama mereka sampai ke pasar malam itu. Arash dan Annisa membeli tiket dan langsung masuk menikmati suasana dan bermain dibeberapa wahana permainan.


Sedangkan diresort acara sudah selesai sang pengantin memasuki kamarnya. Sahabat lucknut mereka sudah bersiap.


"Oke siap-siap boneka Kunti gantung dijendela kanan dan si pocong dikiri"


"Menyan uda siap. Sound tinggal play. Tapi Arash sama Annisa kemana sih. Ponselnya gak diangkat"


"Biarin aja yang penting ayo kita jalankan misi ini"


Mereka sudah bersiap. Tak lama terdengar suara desahan mendayu-dayu dari dalam kamar itu. Ghaisan langsung memplay sound ketawa Kunti. Ghaydan mengipasi menyan. Mirza dan Keynan menggerakkan boneka hantu jadi-jadian itu.


"Aaaaaaaa"


Suara teriakan dari dalam kamar membuat komplotan kampret itu tertawa. Sedangkan yang didalam kamar masih ketakutan.


"Tenang honey. Aku ada disini. Ayo kita berdoa agar mereka segera pergi"


Pasangan itu berdoa. Tapi anehnya setan-setan itu gak juga pergi. Membuat sang pria menjadi penasaran. Sang pria meminta pasangannya untuk berteriak-teriak seolah ketakutan, sedangkan dia berjalan mencari sumber masalah. Pintu dibuka dan...


"Kalian..."


Arash mendapat panggilan video dari anak buahnya yang diperintah mengawasi kelakuan sepupunya. Arash tertawa bersama dengan Annisa melihat sahabat dan sepupunya dimarahi oleh Jay dan Arka.


"Hahaha mampus kalian siapa suruh jadiin gue bahan taruhan makan tuh hukuman"


Flashback


"Ars loe pindah ke kamar pribadi gue, ini kuncinya"


"Kenapa emangnya bang"


"Para cecunguk pengganggu mau ngulah"


"Terus kamar itu"


"Mau dipakai sama Daddy dan Mommy. Sampingnya oma dan Opa"


"Oke deh. Loe mau cabut bang"


"Iya quality time"


Arash lalu pergi meninggalkan acara resepsi setelah berbicara kepada arsya.


Flashback off


"Kalian kurang ajar sekali. Bikin mommy kalian jantungan saja. Oma juga sesak nafas"


"Loh kenapa daddy dan Opa yang dikamar ini bukannya Arsya"


"Arsya dikamar Arash. Mungkin dia sudah feeling kalian mau jahil"


Arka langsung berbicara sambil menatap tajam. Jarang di seperti itu didepan cucu-cucunya.


"Kalian akan kami hukum"


"Tapi ini juga ide Icha dan arash Opa"


"Jangan membawa nama yang tidak ada disini"


"Serius opa coba aja ditelpon"


Arka melakukan panggilan video dengan Arash. Arash memberitahu lokasinya saat ini dan sudah mendapat ijin dari mommy dan Omanya. Bahkan arash dan annisa berpura-pura tidak tahu menahu tentang ulah mereka. Dan Arash berpura-pura iba akan kejadian itu. Setelah panggilan video usai Arash tertawa bersama Icha.


"Kalian kami hukum menjadi office boy diresort ini selama seminggu tanpa gaji"


"Baik Opa, Daddy"


Mereka sangat kesal dengan Arash dan Icha yang tak mengakui perbuatan mereka. Bahkan mereka pasangan yang sangat licik dan pandai bersilat lidah.


"Dasar pasangan Abu Nawas junior"


_________


Huh.... akhirnya bisa nulis juga....😅😅😅 nikmati kesomplakan mereka...


Jangan lupa jempolnya kakak


Happy Reading