RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Dan terjadi lagi...



Ujian sudah mereka hadapi, baik devin,rashsya,dan ghaydan sama-sama sedang menghadapi pertarungan akhir sekolahnya. Disaat yang lain sedang bertarung dengan otaknya, ghaisan sedang galau karena mamanya yang tetap memaksakan perjodohannya dengan orang yang sama sekali belum pernah dia temui


"Mah Ichan gak suka dijodohin, Ichan masih bisa nyari sendiri"


"Iya mah, biarkan Ichan menikmati masa remajanya"


"Pah, Mama cuma pingin ichan gak salah pergaulan itu saja, lagian dia perempuan yang baik, Mama sudah bertemu kemarin"


"Pokoknya Ichan gak mau, kalau Mama maksa juga, Ichan mau ikut Atuk saja"


"Ghaisan"


Ghaisan tidak memperdulikan teriakan sang Mama yang memanggilnya. Ghaisan hanya ingin menenangkan diri saat ini


"Ma memang Mama tau siapa perempuan yang akan dijodohkan dengan Ghaisan"


"Tau..namanya Malika"


"Darimana Mama tau"


"Kebetulan Bunda Malika teman mama dulu waktu SMA"


"Siapa nama keluarga mereka mah"


"Agung Hendrawan"


"Apa"


"Apa sih teriak teriak pa,lagian keluarga mereka juga keluarga pengusaha"


"Mah pikir lagi keputusan Mama, dan jangan menilai orang dari wajah dan kebaikan palsunya saja"


"Maksud Papa apa"


"Mama nanti juga akan paham..papa harus segera ke kantor"


Syamil berpamitan kepada Syaqilla...saat sudah didalam mobil...syamil langsung menghubungi asistennya


"Hallo...Angga kamu selidiki keterkaitan kerjasama kita dengan Agung Hendrawan...apakah dia tau niat perjodohan anaknya dengan Ghaisan"


"Baik pak"


Syamil melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya...dia masih geram dengan ulah istrinya itu yang memutuskan apapun secara sepihak. Syamil pun juga tak suka dengan sifat agung hendrawan yang menghina Arash saat bertandang ke perusahaannya


"Oya video itu. Suatu saat bisa jadi bukti mematikan. Bahkan Jay sendiri yang akan bertindak"


Disekolah ujian telah usai si kembar langsung saja menuju perusahaan mereka karena Jay masih stay di London sampai Arash usai ujian nanti dan rencananya arash tidak akan mengikuti acara perpisahan dan pengambilan ijazah karena hari terakhir ujian usai malamnya Arash terbang ke London


"Bang dua hari lagi loe pergi"


"Hmm"


"Bang kemarin Daddy sempat menelpon Iky dan Daffa...sepertinya Daddy mulai curiga jika abang menyembunyikan sesuatu saat ini"


"Asal loe diam Daddy gak akan tau Ars"


"Gue memang diam...tapi loe lupa siapa Daddy kita dan siapa keluarga kita..akan sangat mudah untuk mencari tau"


"Jika waktu itu tiba...Abang sendiri yang akan menghadapi kemarahan Daddy"


"Huh Daddy kita tak akan pernah memarahi kita bang tapi orang yang menyakiti kita yang akan hancur"


"Abang pastikan itu tidak akan terjadi Ars...karena Abang sendiri yang akan melakukan hal itu"


"Gue suka gaya loe bang"


Arash memang memiliki sifat perpaduan kedua orangtuanya...namun dominan kepada sifat mommynya yang selalu sabar dan tenang menghadapi setiap masalah...namun akan menjadi Jay yang licik dan mematikan saat hidupnya diganggu


Hari ini Arash akan menyiapkan beberapa berkas untuk keberangkatannya lusa ke London... sedangkan hari ini Arsya akan menemui pengusaha yang akan memintanya menjadi investor


"Bang loe gak mampir"


"Gue mau lanjut ke kantor imigrasi dulu, paspor gue hampir mati"


"Okaylah...ntar gue biar balik ma Iky aja"


"Ya"


Arsya langsung masuk ke hotel miliknya dan Arash langsung menuju kantor imigrasi yang tidak begitu jauh dari hotel milik keluarganya itu... pekerjaan sudah menantinya dan belum lagi dia harus segera menghibur sepupunya yang sampai saat ini masih belum mau menceritakan masalahnya


"Ichan kemana Ky"


"Diapartemen milik Atha"


"Kenapa lagi sih"


"Mau dijodohin"


"Wow..sama siapa"


"Belum pasti...tapi gue lagi cari tau"


"Okay...habis meeting kosongkan"


"Iya"


"Siapin ruangan VVIP...trus si kampret Duo Ghay suruh kesini...yang lain juga kecuali Abang gue"


"Abang kenapa"


"Sibuk banget dia hari ini..ada beberapa berkas yang harus dia bawa ke London yang belum selesai...sama urusan paspor"


"Okay"


Ruangan yang diminta Arsya sudah siap dengan beberapa jenis cemilan yang sudah disiapkan...Arsya pun juga meminta ruangan disekitar ruangan VVIP untuk dikosongkan sementara mereka berpesta


Usai meeting Arsya langsung menuju ruangan yang sudah disiapkan bahkan teman-temannya sudah berada disana... Ghaisan nampak sangat murung


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam pak Sutat"


"Wah tumben nih bos besar ngundang pesta"


"Gara-gara ada yang galau noh"


"Huh... sebenarnya loe kenapa sih Chan...dari sejak dibandung masih belum mau cerita juga"


"Gue mau dijodohin bang"


"What...Uda gak laku loe sampai dijodohin segala..Hahaha"


"Sialan loe bang"


"Kalau menurut gue loe terima aja Chan...biasanya pilihan orangtua itu yang terbaik dan juga kita harus patuh pada mereka ingat surga kita ada di telapak kaki ibu...jangan melawan jangan membantah...jangan sekalipun membuatnya menangis bahkan membentak karena Allah akan murka"


Rizky mencoba berkata dengan bijaknya dan menasehati Ghaisan agar tidak melawan orangtuanya... sedangkan yang lain turun dari sofa duduk dilantai dengan kaki bersila semua menghadap kearah Rizky layaknya sedang mengikuti tausiah seorang ustadz...dan kompak mereka menjawab


"Baik pak Sutat"


"Dan satu lagi kalau sama Pak Sutat harus cium tangan agar dapat berkah..Haha"


Bukannya mereka mencium tangan Rizky namun melempari Rizky dengan cemilan yang diatas meja...dan mengumpatinya


"Huh maunya...tangan loe bau bang**e"


"Tangan burik aja minta dicium"


"Hahaha...woy tangan gue penuh berkah ini...tangan suci"


"Suci..suci apanya suci..Gak yakin gue mah"


Mereka terus tertawa...dan tak lama Ghaydan mengambil gitar yang memang disiapkan disana...lalu memetiknya perlahan


"Tha kalau loe diposisi gue apa yang akan loe lakuin"


"Kalau gue...seperti kata pak sutat...gue nyoba ketemu dulu...kenal dulu kalau cocok lanjut kalau gak langsung bilang ke ortu dan ngasih alasan logis"


"Kalau loe bang"


"Hampir sama dengan si atha...cuman loe juga harus tau maksud perjodohan itu. Jangan sampai ada maksud tersembunyi dan malahan merugikan keluarga loe. Kalau perjodohan dengan maksud menyambung silaturahmi agar tidak terputus, menurut gue itu baik. Tapi kalau karena bisnis, loe harus mastiin dulu calon pasangan loe tipe seperti apa. Namanya bisnis ada pasang surut dan kita tidak tau kedepannya,kalau dia tulus sama loe dia pasti gak akan ninggalin loe saat loe susah tapi kalau dia hanya memanfaatkan loe bisa jadi dia akan berpaling nantinya"


Tidak hanya ghaisan...yang lainpun ikut mendengar nasehat dari devin dan mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh devin


"Iya sans aja...kita kan semua saudara susah senang bersama...asal gak nyusahin aja...haha"


Mereka melanjutkan pestanya..sampai mereka bernyanyi berteriak sepuas hati tanpa ada yang merasa terganggu..


"Heh...uda lama ya Shanum gak kesini"


"Dia lagi sibuk juga...si Ezha sampai ngeluh karena susah ketemu...hahaha"


Tak lama ponsel Arsya berdering...nama chila tertera disana


"Assa.."


"Waalaikumsalam...abang lontonggg eh tolong"


"Ada honey"


"Cepat kesekolah chila...jemput chila now"


"Iya abang otewe..tapi kenapa dulu"


"Chila dihukum..tapi chila kabur trus manjat pagar samping sekolah...tapi chila kecantol ini diatas pagar"


"Kok bisa"


"Ya bisalah...pohon yang dipakai pijakan sama chila ditebang...huaah...chila gak bisa turun abang"


"What...astaghfirullah apalagi ini...ya uda tunggu abang kesana"


Arsya langsung menyaut kunci mobilnya


"Loe mau kemana Ars"


"Nolongin chila kecantol diatas pagar sekolah"


"Hah...yang bener loe"


"Sejak kapan chila jadi layangan pake nyantol segala"


"Gak tau gue..kalian mau ikut juga"


"Iyalah takut princess kenapa napa"


Akhirnya mereka konvoi ke sekolah chila dengan menggunakan dua mobil...Tiba disekolah chila sudah banyak orang berkumpul...arsya semakin khawatir takut adeknya dalam bahaya...namun ternyata


"Aku seorang kapiten mempunyai pedang panjang kalau berjalan duk tik dak tik duk tik dak tik dug ...tuk tik dak tik duk suara sepatu kuda....loh loh gimana sih lagunya..kayaknya yang nulis eror nih"


Chila berdiri sambil bernyanyi diatas pagar...tidak seperti pikiran arsya yang membayangkan chila menangis ketakutan...arsya dan yang lainnya dibuat melongo dengan ulah chila yang sekarang berteriak ala tarzan


"Au wo uwooooo"


Disamping arsya..warga yang menonton semua berbisik membicarakan chila


"Ya ampun tuh anak cantik- cantik kok gelo"


"Kasian banget sih...pengen lihat mak bapaknya"


Duo ghay dan devin langsung mundur perlahan dan berbisik pada arsya dan rizky


"Gue gak kenal"


"Gue balik dulu ya"


"Ck anak siapa sih tuh"


Arsya melotot kearah mereka...dan saat chila melihat ke bawah langsung memanggil orang yang dia kenal


"Abang Ghay...turunin chila"


"Apa"


Semua orang melihat kearah orang yang namanya dipanggil...bahkan beberapa orang berfikiran negatif...sedangkan orang yang dimaksud menyesal karena spontan menjawab panggilan chila


"Pantes kakaknya pasangan ghay...adiknya pun jadi gak waras"


"Hii..ganteng ganteng kok ghay"


Ghaydan dan ghaisan langsung tersenyum kikuk dan berusaha menyangkal sambil berjalan menutup muka mereka dengan jaket mereka


"Gak kok kita bukan pasangan bu...kita normal...serius deh"


"Iya cuma salah paham aja ini bu..mbk"


Arsya berjalan menuju kedalam sekolah chila untuk menurunkan chila...Devin dan rizky tertawa melihat duo ghay sedang berusaha kabur setelah mendapat cemoohan


Didalam sekolah ternyata sudah ada beberapa guru yang merayu chila turun namun tidak dipedulikan oleh chila...Arsya mendekat kearah guru chila dan menanyakan pokok permasalahannya


"Chila ayo turun sayang nanti jatuh"


"Siang bu..saya kakaknya arsyila kalau boleh tau kenapa adik saya manjat tembok...apa dia mau bolos"


"Chila bukan mau bolos...tapi ditakut takuti kodok sama Bagas"


Yang menjawab bukanlah guru chila namun teman sekelas chila...guru chioa pun baru tau kalau itu penyebab chila nangkring diatas pagar


"Oh begitu tadi ibu kira chila mau bolos kayak yang sudah sudah"


"Sekarang bagasnya dimana"


"Disana kak..masih megang kodok"


Arsya langsung mendekati pagar meminta chila untuk turun...Arsya naik menggunakan tangga dan membujuk adiknya


"Honey...masa sama kodok takut"


"Chila bukan takut kodoknya...takut dikencingi nanti mata chila buta"


"Siapa yang bilang begitu"


"Ikan buntal"


"Dan kamu percaya"


"Oh my god...kenapa chila jadi oon gini ya...awas loe ikan buntal gue bikin loe jadi ikan krempeng"


Chila turun dengan bantuan arsya...dia lalu berlari mendekati musuh abadinya...sebelumnya chila mampir mengambil sesuatu didalam tasnya


"Woy ikan buntal sini loe"


"Wah wah si preman pasar uda insaf jadi tarzannya...kalau loe berani sini"


Chila maju dengan wajah marahnya...langsung merebut kodok otu dari tangan bagas...chila berjalan mendekati bagas dan memasukan sesuatu didalam baju bagas


"Ulat bulu"


"Mana mana"


"Didalam baju loe"


"Huahhhh..tolongggin gue...huaahh...mama papa bagas takut...huahhh"


"Buahahahaha...nangis oe...ikan buntal bisa nangis...kalau loe gulung gulung gitu uda kayak dugong..hahaha"


Guru yang melihat bagas bergulung gulung diatas lantai langsung lari mendekat dan menolong...Arsya dan rizky sama - sama menepuk jidat


"Ampuni aim ya allah"


Kompak arsya dan rizky memperegakan gaya seperti di sinetron..chila mash terus tertawa...dan para guru sedang berusaha membangunkan bagas...yang beratnya sangat fantastis...dan setelah dicek ternyata hanya mainan lipan dari karet bukan asli...Bagas semakin histeris melibat benda itu...dia bahkan berusaha bangun dan mencoba membalas perbuatan chila...namun belum kesampaian sudah diejek kembali oleh chila


"Wah si dugong ngompol ..buahahahaha...uda gede masih ngompol...masih mimik cucu pake dot juga jangan jangan...eh atau loe masih pake pempers ya...hahaha"


Bagas diam membisu mendapatkan celaan itu...sedangkan chila terus tertawa...sampai arsya menjewer telinganya untuk diajak pergi


_______


Maaf kalau lama...karena banyak kerjaan didunia nyat


jangan lupa like komet n ratenya kakak


Happy reading