
Setelah bujukan Arash berhasilagar Annisa mau menemaninya bertemu teman atuknya, kini mereka sedang beraa dirumah Annisa untuk meminta ijin kepada ibu Annisa
Ibu Annisa mengijinkan gaya mengingatkan agar tidak pulang larut malam itu saja karena Icha masih ujian besok pagi
"Dek besok pulang jam berapa"
"Besok kayaknya sama mas kayak tadi"
"Mas jemput ya"
"Gak usah ntar ngerepotin, lagian kayak mas pengangguran aja"
"Kan cuma jemput aja dek habis itu pulang"
"Ya terserah mas aja asal gak merepotkan saja"
Mereka kembali diam hingga sampai kediaman Malik
"Turun yuk dek uda sampai"
"Hah uda sampai ya mas"
Sepanjang jalan Annisa memang membaca buku untuk ujia besok hingga tidak tahu jika sudah tiba dirumah Arash..Arash mengajak Annisa masuk dan disambut oleh kedua orangtuanya dan juga atuknya
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam tumben baru nyampe rumah bang"
"Jemput seseorang dulu mom"
Annisa tersenyum menatap kearah Jasmine dan Jay sambil mengangguk-angguk kepalanya sedikit
"Eh Annisa...sini sayang..lama gak ketemu"
"Iya Tante...Tante apa kabar"
Annisa menjabat tangan dan mencium tangan kedua orangtua Arash serta atuknya
"Alhamdulillah sehat sayang kamu bagaimana nak"
"Alhamdulillah sehat Tante"
"Kok Tante..Mommy dong"
"Oh hehe..lupa mom"
"Oya kenalkan ini Atuknya Abang...ayahnya mommy"
"Assalamu'alaikum Atuk"
"Waalaikumsalam..siapa nama kamu nak"
"Annisa Maharani Atuk...panggil saja Icha"
"Jadi ini orangnya...wah jelas Atuk yes...kapan kita akan melamarnya"
Atuk Syakir memang tipe orang yang to the poin jika dari kesan awal sudah cocok tanpa menunggu lama pasti akan didapatkan apapun itu
"Ayah ngomong apa sih..lihat muka dua-duanya bengong tuh"
"Pokoknya ayah akan langsung menelpon Ali untuk menyiapkan semuanya...dan bila perlu kalian langsung menikah bulan depan bersama dengan Arsya dan Aretha"
Annisa dan Arash saling pandang dan sama-sama menggelengkan kepalanya karena mereka memang tak paham maksud Atuk Syakir
"Ayah gak kasian apa lihat mereka yang tegang gitu"
"Arash tegangnya disimpan nanti buat malam pertama..Hahaha"
"Sebentar Atuk ini ada apa sih..Arash hak mudeng"
"Intinya Atuk akan melamar Annisa untuk kamu...dan jika bisa kalian menikah bulan depan bersama dengan acara Arsya"
"Tunggu dulu tuk..Arash dan Annisa belum ada hubungan apapun"
"Nunggu kamu sadar keburu gunung Himalaya pindah ke Jakarta...besok sore Atuk akan lamaran Annisa untuk kamu"
"Mom..Dad"
Arash meminta bantuan kedua orangtuanya..namun yang ada pasangan Duo J itu hanya mengangkat bahunya sambil mencebikkan bibir mereka
"Mas ada apa ini..icha bingung"
"Mas aja bingung dek"
Kedua orangtua Arash dan Atuk Syakir mendengar panggilan sayang keduanya tersenyum dan menggoda
"Mas...jangan lupa makan ya"
"Iya dek..Mas gak akan lupa..apa perlu mas makan kamu juga"
Hahaha
Jasmine dan Jay tertawa menggoda Arash...Arash kesal namun Annisa hanya nyengir saja
"Bahagia sekali kalian bisa menggoda saya"
"Oh jelas kulkas seperti kamu mana mau mencair kalau tidak digoda"
Atuk Syakir menatap Annisa dan menanyakan beberapa pertanyaan
"Icha berapa umur kamu nak"
"Genap tujuh belas tahun atuk"
"Wow muda sekali jika dengan Arash berarti berbeda lima tahun ya..tapi tak apa. Annisa apa keluarga kamu masih lengkap"
"Ayah sudah meninggal sejak Icha kelas tiga SMP karena dicelakai orang"
"A' Alif...Icha memiliki kakak lelaki Atuk"
"Oh syukurlah...Boleh Atuk meminta nomor ponsel Abang kamu itu"
"Boleh atuk"
Annisa membuka ponselnya mencari nama abangnya dan menyebutkan nomor gawainya
"Terimakasih sayang...Atuk akan langsung meminta kamu kepada wali kamu"
"Maksudnya gimana ya Atuk Annisa masih tidak paham"
"Hahaha...jadi Atuk ingin kamu menjadi istri cucu atuk Arash Syauqi Malik"
"Hah..."
Annisa kaget sambil melongo...dia merasa seperti mimpi
"Bagaimana Icha apa kamu setuju"
"Ya Allah...kan benar Icha kualat lagi... gara-gara bapak sih nyuruh bohong terus..sekarang Icha kena prank dari keluarga bapak...icha harus sholat taubat ini. Ampuni Icha ya Allah"
Arash hanya melongo sedangkan Atuk dan kedua orangtuanya tertawa melihat tingkah Annisa
"Sayang Atuk gak ngeprank tapi serius..Atuk ingin kamu menjadi pendamping Arash"
"Tapi kenapa Icha yang harus kena sial mom..apa tidak ada wanita lain yang mau dengan Pak Arash..tapi jelas banyak yang nolak siapa yang betah dengan sikap dingin dan kakunya itu...ibarat kata kayak kanebo kering itu mukanya...annisa pun harus mikir dua kali kalau ini beneran lamaran buat Annisa karena Annisa belum siap kalau dicueki..masa hidup dengan orang dengan bahasa kalbu...tanpa suara..kuburan aja kalah masih ada suara jangkrik ya"
Arash diam sambil geleng-geleng...Atuk yang sudah mendengar tentang Annisa dan saat ini diperlihatkan secara langsung hanya bisa tertawa
"Hahaha..setampan ini kamu sebut aknebo kering"
"Gak cuma itu atuk dia itu datar banget kalau ditanya cuma hmm..hmmm..lama lama Icha nyanyi deh...heeem emmm hemm em....aduh mulut direm dong"
"Terus Cha jelekin aja masmu ini..ikhlas Cha ikhlas"
"Hahaha kalian ini benar-benar serasi..jadi bagaimana tawaran Atuk apa kamu bersedia menerima lamaran arash"
"Atuk melamar Icha ini ceritanya..tapi icha masih sekolah"
"Tak masalah yang penting kalian diikat dulu"
"Atuk mau ngelamar Icha atau mau nyekap Icha sih kok diikat segala"
Arash yang jengkel langsung bersuara
"Icha maksudnya gini...will you marry me"
Annisa hanya mengedip-ngedipkan matanya..tanpa ada satu katapun keluar..membuat semua bingung
"Cha kamu gapapa kan dek...jangan bikin mas bingung"
"Mas..Mas gunung Merapi belum meletus kan"
"Belum Cha kenapa emangnya"
"Kenapa ada suara ledakan dihatiku"
"Hah...maksudnya gimana ini"
"Kayaknya aku sakit deh mas...jantungku dangdutan gak mau berhenti"
Semua geleng-geleng melihat tingkah polos Icha
"Icha apa jawaban kamu"
"Mas jangan bercanda...jangan berbohong lagi..nanti kena karma"
"Nah ini karma yang kamu dapat Annisa menikah dengan arash"
"Inikah yang namanya dosa terindah atau dosa terbodoh"
"Kamu mau menerimaku tidak dek..aku sudah melamarmu didepan orangtuaku dan Atuk ku"
"Ada opsi lain gak mas"
"Ya opsinya terima atau tidak dek"
"Ya sudah aku milih atau saja mas"
"Loh kok gitu dek"
"Ataumatis Icha terima mas"
"Beneran dek"
"Tapi boong"
"Yang serius dong dek...jangan bikin mas penasaran"
"Hmmm....hmmm..tanya ibu sama Aa duku kalau mereka mengijinkan icha akan patuh"
"Berarti kamu ngijinin mas lamar ke orangtua kamu kan"
"Ya bisa dibilang gitu"
Tanpa aba-aba Atuk Syakir langsung menghubungi Ali..menyiapkan segala seserahan untuk Icha
Entah mengapa Arash merasa bahagia dan merasa ini keputusan yang tepat...
"Bismillah ini jalan yang terbaik untukku kedepannya"
Arash memanjatkan doa dalam hatinya berharapan tidak salah ambil langkah
"Ya Allah mimpi ini begitu sempurna jangan bangunin Icha ya Allah"