RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Bertemu kembali



"Assalamu'alaikum..Bang Dev...dirumah kan"


"hum"


"Abang bangun dong...rejekinya dipatok bebek loh"


"Iya bebeknya lagi nelpon"


"Bang devinnnnn"


Devin menjauhkan ponselnya dari telinganya


"Apa sih Sha pagi pagi uda rusuh"


"Huaaah...sedih bang...sedih"


"Kenapa emang engkong loe digadein"


"Itu mah gak bakalan engkong gue bisa langsing tumbuh gigi kalau empangnya kenapa napa"


"Lah terus..Loe diundang konser ma presiden"


"Aamiin aamiin ya Allah... aamiin...Hal itu juga kali bang"


"Terus..."


"Temenin jalan lagi sedih"


"Ogah gue ke Bandung...mending tidur"


"Gue didepan rumah loe bang"


"Hah..bercanda loe garing Sha"


"Gak percaya ya udah..jangan salahkan Sha kalau bikin heboh"


"Tunggu tunggu gue keluar...awas loe ngibulin gue"


"Nggak"


Devin memakai kaosnya dan mengganti boxernya dengan celana selutut...setelah mencuci muka dan gosok gigi Devin keluar memeriksa depan rumah..Dan benar Mini Cooper berwarna pink sudah stay didepan pagar rumahnya


"Huh...bukannya loe balik ke Bandung kemarin"


Devin berbicara sambil membuka pagar rumahnya kebetulan satpam dirumahnya sedang mandi.. Seperti biasa Shanum akan langsung meloncat kearah tubuh Devin dan bergelayut seperti koala


"Abangggg"


"Aduh..badan loe tambah berat aja sih Juleha"


"Huaaah...Abang jahat...Sha itu gak berat cuma montok"


"Bantet aja montok..ck"


Mereka masih didepan pagar saat Shanum dengan santainya meminta gendong Devin...Tak lama terdengar rombongan ibu ibu pulang pengajian hari Minggu dimasjid komplek.. Andini pun juga ikut


"Loh jeng Andin itu Devin lagi gendong siapa"


"Iya jeng kayaknya perempuan deh itu"


Andini tersenyum mendengar upan ibu ibu itu..dan Andin sudah tau siapa perempuan itu


"Jeng Qilla anaknya baru satu kan"


"Hem iya Bu..saya baru satu Devin saja"


"Terus itu..pacarnya Devin gitu jeng...kok berani banget"


"Itu sepupunya Devin Bu...memang dia sedari kecil manja sekali dengan Devin"


"Woalah saya kira pacarnya Devin...kok berani banget kayak gitu"


Tak lama Andini dan rombongannya sudah didepan rumah Bintang..


"Assalamu'alaikum bang"


"Waalaikumsalam Mama uda pulang"


Devin mencium tangan mamanya


"Heh markonah...turun dulu loe...Salim sama Mama"


Shanum langsung menoleh dan melompat turun dari gendongan Devin


"Mama..Sha kangen"


"Sha...kapan datang...bukannya sudah diantar pulang sama Ghaisan kemarin"


Sambil bermanjaan di lengan Andini...Shanum berkata


"Hehehe..baru pagi tadi sampai sini Mah"


"Uda pamit Ayah sama bunda belum sayang"


"Mereka masih di Majalengka mah..Sha males dirumah sama engkong suruhbjagain empang terus...sayangkan kulit cantik Sha mah"


Andini hanya tersenyum mendengar perkataan Shanum..berbeda dengan Devin yang terbahak-bahak


"Eh markoneng gue bayangin loe jagain empang pake kacamata hitam.. dress selutut sama payung besar dan pastinya topi..ya gak"


"Humm..Sha anggap lagi berjemur ditepi pantai walaupun ekspektasi tak seperti realita..menyedihkan..huhu"


"Hahahaha..dasar Bule empang"


Andini memperkenalkan Shanum kepada ibu ibu kompleks...shanum memang jarang main kerumah bintang lebih sering dirumah sikembar atau Ghaydan


"Ibu ibu ini kenalkan keponakan saya Shanum...dia memamg tinggalnya di Bandung...jadi jarang kesini"


Shanum tersenyum dan menyalami serta mencium tangan satu persatu ibu ibu kompleks yang baru pulang mengaji itu


"Ya Allah cantiknya"


"Oh pantes saja baru sekali ini saya lihat"


"Wah calon menantu idaman ini"


Begitulah celoteh para ibu ibu yang berkenalan Dengan Shanum...sedangkan Shanum hanya tersenyum biasa saja...Tak lama para ibu ibu itu berpamitan dan meninggalkan area rumah Bintang


"Yuk masuk sayang"


"Ok Mama"


"Heh Markonah mobil loe pindah...bentar lagi papa pulang gak bisa masuk mobilnya"


"Yaelah tinggal loe pindahin aja susah bang"


"Loe nyuruh gue ngangkat mobil loe buat mindahin"


"Kalau kuat silahkan bang...heran gue ganteng ganteng kok oon"


"Loe tuh yang oon..nyuruh mindahin kunci mobil masih Lo kekepin..nyadar gak loe"


Shanum melihat tangannya yang masih setia menggenggam kunci mobilnya itu


"Ealah loe ci...Kenapa gak bilang kalau masih dipelukan gue dan gak mau lepas"


"Makin gila aja si Juleha...sini kuncinya..Bisa ikutan sinting gue lama lama"


Shanum masuk bersama Andini sedangkan Devin memarkirkan mobil Shanum ke dalam garasi rumahnya..Tak lama Bintang pulang dari rumah Opanya.. Karena semalam Bintang ada urusan dengan Aidil Papanya


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam... Papa uda pulang"


"Iya...mobil siapa Dev..kok nyentrik banget..Haha"


"Yang punya aja nyentrik apalagi mobilnya Pah"


"Hahaha..siapa memangnya"


"Si Juleha misa sawer"


"Shanum disini Dev"


"Hee...mengganggu kesenangan orang saja"


"Hahaha..kamu itu bisa aja Dev"


Devin masuk bersamaan dengan Bintang..dan mereka mendengar keributan dari arah dapur...walaupun gesrek tapi Shanum pandai memasak


"wah masak apa ini wanginya"


"Rendang jengkol Pah"


"Wah enak tuh.. Shanum kapan sampenya"


Shanum langsung menghampiri Bintang mencium tangannya


"Pagi tadi Pah..Papa apa kabar"


"Alhamdulillah sehat sayang"


"Syukurlah..Sha lanjut masak lagi Pah"


"Woke...Papa juga mau ke kamar dulu"


Andini meninggalkan Shanum memasak didapur dan mengikuti sang suami...Devin yang baru selesai mandi menghampiri Shanum


"Sha...Uda mateng belum..Gue laper nih"


"Uda ada yang mateng kok bang...kecuali rendang jengkol nya belum"


"Yang ada dulu deh..ambilin dong"


"Siap bos"


Shanum memasak untuk makan siang karena hari memang sudah menjelang siang...Tapi itu sarapan pagi bagi Devin


Usai makan Devin mengajak Shanum keluar kebetulan Eza menghubungi mereka ingin berlatih basket


"Sha ikut gue yul latihan basket"


"Hmm..kuylah...bentar panggil mbok Nah dulu ini takut gosong"


"Gue tunggu didepan ya"


"Woke"


Shanum ke belakang memanggil pembantu dirumah Bintang..Setelah mengalihkan tugas memasaknya Shanum berpamitan kepada Bintang dan Andini


"Yuk Bang"


"Uda pamitan belum"


"Uda kok"


Mereka pergi menggunakan mobil Devin...karena Devin tak pernah mau menggunakan mini Cooper milik Shanum yang berwarna pink itu..Dijalan mereka mengobrol seperti biasa


"Loe kenapa kabur lagi ke Jakarta...Gak mungkin kan alesan jaga empang"


"Huahh..lagi sedih bang...pangeran gue ada yang punya... huahhh"


"Buahahaa..masa Princess sawer melow gara gara cowok...hahaha..Loe biasanya gak gitu deh Sha"


"Dia spesial bang...Loe ingat orang yang pernah nolongin gue sewaktu gue hampir dirampok dulu"


"Heem"


"Ya itu dia bang"


"Loh kata loe cowok itu bukan warga daerah loe"


"Ternyata selama ini dia tinggal di komplek sebelah...Gue baru tau setelah ketemu sehabis pulang dari sini kemarin"


"Terus jangan bilang awal loe ketemu langsung bilang cinta..Haha"


"Ya nggaklah bisa ilfiil dia..Dia nyapa gue duluan kan uda lama kita gak ketemu lagi..bahagia dong gue ketemu pangeran penoling gue..bunga bunga yang layu dihari gue auto mekar bang..Eh gak taunya dia bawa gandengan mending masih pacar bisa gue tikung bang..bini bang perutnya segede balon...Loe bayangin gak tuh gimana gue"


"Buahahaa...layu sebelum bersemi dong...Haha"


"Rontok langsung bang...jadi lagu gugur bunga asal loe tau"


"Loh bukannya dia masih anak sekolah kata loe waktu itu"


"Iya waktu itu seingat gue dia uda kelas dua belas...dan kan uda hampir delapan bulan kita gak ketemu...mungkin uda kuliah"


"Oh gitu..Ya uda ikhlasin aja napa cowok masih banyak loe tuh cantik jangan pesimis gitu"


"Humm..makasi Abang sayang uda dibilang cantik"


"Tapi sayang..."


"Sayang kenapa bang"


"Loe bantet... hahahaha"


"Haha...habisnya loe orang tumbuh keatas...atau setidaknya kesamping..Loe gak dua duanya...Gue aja kalau jalan sama loe dikira anak gue"


"Huh...Kenapa juga tinggi badan gue gak ngikut Ayah...harus ngikut bunda gagal deh jadi foto model"


"Model majalah anak anak loe masih masuk Sha...hahaha"


"Trus gue suruh pake diapers gitu"


"Hahaha..bisa laris tuh diapers kalau loe yang jadi model"


"Nyebelin"


Sewaktu kecil memang Shanum menjadi model anak anak...dia juga rajin berolahraga...namun sayang saat SMP masa pertumbuhannya berhenti...jadilah dia bantet...dan gagal jadi model..Si kembar..Devin..duo Ghay memiliki tinggi badan 175an...sedangkan Shanum stagnan di angka 165


Mereka sampai di lapangan basket di sebuah gor..Devin merangkul pundak Shanum...karena dia malas harus menanggapi beberapa abege yang selalu nongkrong disitu


"Hai bro datang juga loe...siapa nih adek manis"


Devin menahan tawanya...mendengar Shanum dipanggil adek oleh temannya


"Dev..adek loe...kok gak pernah loe kenalin ke kita sih..kelas berapa dek"


Shanum menatap tajam kearah kedua teman Devin


"Kalian tebak aja berapa usia dia"


"Hmmm...masih SMP ya Dev...imut imut gini"


Salah satu teman Devin mengacak rambut Shanum


"Hahaha...Kalian salah...dia uda SMA bentar lagi kelas sebelas"


"Iyah kah...Haha gue kira masih SMP..habis mungil"


"Hahaha...dia itu ban.."


Shanum menutup mulut Devin dengan tangannya..dan mengancam


"Mau gue sebar video memalukan Abang"


"Hmmm"


Devin begumam sambil menggelengkan kepala..Dari arah lain datang seseorang menyapa Devin


"Dev gue kira loe ketempat gue dulu..taunya langsung cabut aja"


"Sorry Za"


Mirza melihat seseorang menggandeng lengan Devin tapi belum bisa melihat wajahnya karena orang itu menghadap kebelakang


"Siapa Dev...baru ya"


"Alah loe juga kenal Za"


"Masa sih"


Shanum menengok


"Elo Mr omes"


"Loe Princess somplak"


Teman teman Devin yang lain heran mengapa Mirza yang terkenal sangat tidak mau didekati wanita bisa mengenal Shanum


"Kalian uda saling kenal"


Kompak keduanya menjawab


"Nggak"


"Amit amit gue kenal dia tampang Sholeh otak suka traveling..hiii"


"Gue juga ogah sama cewek aneh kayak loe...Gak tau balas Budi"


"Elo mau dibalas Budi...Ok gue panggilan supir gue supaya balas loe"


"Ada urusan apa gue sama supir loe..kenal aja kagak"


"Loe bilang mau dibalas Budi...supir gue namanya pak Budi...biar dia balas ke loe...yang loe mau"


"Gak sekalian Bu Budi diajak...Gak jelas amat"


"Loe tuh gak jelas..sial banget gue hari ini ketemu tiang bts kayak loe"


Mirza sadar kalau bukan dia yang hentiin dengan caranya peedebatan ini tidak akan usai..Perlahan Mirza mendekati Shanum...karena tinggi Shanum hanya seketiak Mirza jadilah dia agak menunduk..Dan tepat disamping telinga Shanum mirza berbisik


"Loe kok tau gue punya tiang Bts..Loe merhatiin gue sampe sedetail itu"


Shanum belum ngeh dengan omongan Mirza


"Ish apaan sih deket deket..Loe kan emang kayak tiang bts..menjulang tinggi"


"Wow tebakan loe bener banget..emang menjulang tinggi..Loe pernah ngintipin gue ya"


"Ogah amit amit...bisa muntah gue ngintip loe"


"Iyakah..Loe gak usah ngelak...Loe aja tau bts gue kayak apa"


Setelah tau maksud omongan Mirza..Shanum melotot terdiam..pipinya nampak bersemu


"Napa loe bulshing...bayangin yang menjulang tinggi ya"


"Dasar Mr Omesssssss"


Mirza sudah berlari menjauhi Shanum...yang begitu geram dengan omongan Mirza...sedangkan teman teman Mirza terheran-heran karena baru kali ini melihat Mirza bisa tertawa dengan seorang wanita


"Buahahaa...rasain loe Princess somplak"


"Dev sejak kapan Mirza kenal sepupu loe"


"Belum lama...Kenapa kalian heran.. hahaha"


"Iya...dia bisa kayak gitu sama cewek"


"Gue awalnya juga kaget...tapi cuma Shanum yang bisa bikin Mirza jadi dia sendiri"


"Dev kok gue rasa mereka cocok ya"


"Iya sama sama gak waras..Haha"


"hahaha..Dasar loe Dev"


Di meja penonton yang kebanyakan teman satu sekolah Mirza dan Devin..memperhatikan interaksi Mirza dan Shanum...mereka juga baru sekali ini melihat Mirza yang tertawa lepas


"Siapa sih cewek itu..kok bisa dekat sama Eza"


"Bukannya dia yang tadi datang sama Devin ya"


Beberapa komentar dari para siswi teman sekolah Mirza dan Devin..Tak lama Ghaisan datang... Ghaisan tidak tau kalau Shanum dijakarta...saat masuk lapangan dengan seragam basketnya.. Ghaisan melihat Shanum...tanpa ragu langsung memeluk Shanum dari belakang


"Loe kok disini"


"Gha-i"


Shanum membalas pelukan Ghaisan..


"Loe bukannya uda gue kirim ke planet asal loe kemarin"


"Sialan loe emang gue dari Pluto apa"


"Hahaha..ada apa..kabur lagi"


"Ntar ah lagi gak mood cerita gue"


Shanum langsung merebut es booba milik Ghaisan.. Ghaisan santai saja...itu sudah lumrah baginya..Semua mata anak abege menatap iri dan marah pada Shanum...Idola mereka direbut


"Siapa sih tuh cewek bahkan si Ichan langsung meluk dia loh"


"Ih mereka kok lengket banget sih..Iri deh"


Latihan basket terhenti karena istirahat...Mirza berlari kearah Shanum dan merebut es booba miliknya


"woy minuman gue"


"Bagi napa pelit amat loe seketek"


Devin dan Ghaisan kaget dengan panggilan Mirza pada Shanum


"Seketek"


"Iya gue manggil dia Miss seketek...Loe gak lihat tinggi badan dia cuma seketek gue..hahaha"


"Sompret loe...mau loe apa sih...selalu saja julid sama gue...ngajak gelud loe"


"Beneran loe mau ngajak gelud gue...Gak nyesel"


"Loe kira gue takut..ayo jadiin dimana disini juga oke"


Semua mata melihat kearah Shanum dan Mirza yang tak pernah akur


"Mereka berdua itu serasi banget sih...ya gak Chan"


"Iya baru sadar gue mereka serasi...tapi gue kasian si Eza kalau dapat si Sha... hahaha"


"Sialan loe Chan..Sha dengar habis loe disemprot"


Kita lanjut pasangan yang akan gelud...Dengan para penonton yang sangat antusias


"Yakin loe ngajak gelud gue..gelud sama gue lain loh seketek"


"Buat apa gue takut sama loe"


Mirza maju dan berbisik


"Gelud gue diranjang..gimana"


Mirza memainkan alisnya dan tersenyum tipis disudut bibirnya..Shanum awalnya kaget tapi dia langsung sadar dan kembali ke mode awal


"Gue ladenin..Loe mau gaya apa... nungging...ngesot...jungkir balik apa gaya batu"


"Wah wah mis seketek berani juga ya"


Mirza maju dan berbisik


"Gue mau loe muasin gue"


Darah Shanum berasa berdesir..bahkan dia merasa panas dan dingin mendengar ucapan Mirza..Mirza yang melihat itu tertawa lepas


"Buahahaa...sumpah muka loe uda kayak kepiting disaosin tomat..hahaha"


Ghaisan mendekati Mirza


"Emang cuma loe yang bisa jadi pawangnya si Sha"


"Sha"


"Iya Shanum maksudnya..kita manggilnya emang Sha"


"Pantes otaknya geser..dia saudaraan sama Ajinomoto"


Shanum langsung mencela


"Apa maksud loe Mr omes"


"Iya Shasha temannya Ajinomoto...bikin loe be**O...hahahaha"


"Loe kira gue micin apa"


"Nah tu sadar"


"Ya Allah kenapa harus ketemu manusia kayak elo sih"


Devin langsung bersuara


"Sha sayang jangan benci benci sama si Eza...nanti jatuh cinta loh... hahaha"


"Ogah...amit amit..jangan sampe"


Kompak semua teman Mirza termasuk Mirza bernyanyi


"Awas nanti jatuh cinta cinta kepada diriku ..jangan jangan kujodohmu"


Mirza sambil menjawil dagu Shanum dan memainkan alisnya...senyum manisnya pun diperlihatkan...Shanum memerah dan hanya diam mematung


_____


Huh...2000kata oe...mantap jiwa


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading