RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~Baby Shaki



"Ahhhh. Kak"


"Hmm"


"Kakak. Ahhhh"


"Apa sayang"


"Sakit ini ahhh"


"Apa. Kamu mau lahiran sayang"


"Iya kak. Sakittt"


"Bentar kamu tenang sayang. Aku siapin semuanya dulu"


Atha berlari keluar kamar untuk menyiapkan mobilnya dan membuka pintu pagar. Setelah mobil siap, Atha kembali kedalam rumah mengambil perlengkapan bayi dan memapah sang istri. Atha membawa seila kerumah sakit terdekat.


"Bismillahirrahmanirrahim. Sayang kamu tahan dulu ya"


"Sakit kak. Huh huh"


"Ingat atur nafas sayang"


Atha berusaha setenang mungkin agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Seberapa keras usaha Atha untuk tidak tegang, tetap saja sangat susah. Beruntung ada klinik terdekat dari kompleks dan bisa melayani persalinan. Untung logika Atha masih berjalan. Dia takut seila keburu melahirkan dijalan jika tetap memaksakan pergi kerumah sakit.


"Sayang kita di klinik aja ya. Kakak takut nanny lahir dijalan"


"Yang penting bisa buat lahiran kak. Ini sakit"


"Iya sayang"


Atha langsung keluar dari mobil dan bersih ke pintu penumpang untuk membantu seila. Beruntung perawat yang berjaga sangat siaga membantu seila. Seila langsung dibawa keruangan bersalin. Atha langsung menghubungi kedua orangtuanya dan mertuanya. Karena jarak rumah mereka jauh dan Atha butuh teman, Atha juga menghubungi Jasmine meminta ditemani. Jay dan Jasmine langsung bergegas menuju klinik yang dimaksud Atha.


Karena seila masih pembukaan empat, seila diminta untuk mengisi tenaga dan berjalan-jalan didalam ruangan agar mempercepat proses pembukaan. Setiap empat puluh lima menit perawat akan mengecek kembali pembukaan seila. Jasmine datang langsung membantu Atha menyuapi seila dan memberi semangat.


"Sayang kamu makan dulu. Biar ada tenaga buat nanti dan persiapan untuk IMD sayang"


"Makasih mom"


Atha mengelus pinggang seila. Jay tetap tenang menemani mereka. Dia sudah pernah merasakan gimana gelisah ya menunggu Jasmine melahirkan si kembar dan juga Arsyilla. Perawat kembali masuk untuk memeriksa. Dan ternyata belum ada penambahan pembukaan. Atha semakin gusar. Perawat memberikan metode lain untuk mempercepat kontraksi.


"Maaf sus. Apa tidak bahaya pembukaan istri saya belum bertambah"


"Selama air ketuban ibu Seila masih aman. Insyaallah tidak akan masalah pak. Apalagi ini anak pertama pak. Ada yang sampai dua puluh empat jam merasakan proses pembukaannya"


"Ya Allah. Gak bisa dipercepat sus"


"Hehe. Memang seperti itu prosesnya pak. Saya permisi dulu nanti saya kembali kesini untuk memeriksa"


"Ya sus. Makasih"


Atha kembali menghampiri sang istri. Dan menemaninya berjalan memutari dalam ruangan bersalinnya. Jay yang tadi mendengar perkataan Atha untuk mempercepat proses bukaan hanya terkekeh. Dia teringat dengan dirinya dulu sama seperti Atha. Bedanya, Jay langsung marah bahkan mengancam akan meratakan rumah sakit jika Jasmine dan putra kembarnya terjadi sesuatu.


"Daddy kenapa senyum-senyum gitu"


"Daddy lagi ingat saat mommy melahirkan sayang. Daddy lebih parah dari Atha"


"Haha iya bener banget. Daddy bikin kerusuhan"


Atha yang berjalan-jalan didepan mereka ikut penasaran dengan apa yang dialami Jay saat itu. Dia pun bertanya kepada Jasmine.


"Emangnya kenapa mom"


"Daddy kamu ngamuk dan ngancam mau meratakan rumah sakit karena mommy kesakitan dan si kembar gak keluar juga. Ya sama kayak seila. Bedanya ketuban mommy merembes dikit-dikit jadi mommy gak boleh gerak. Padahal tuh rumah sakit punya opa Arka"


"Sultan mah beda. mom ngancamnya. Tapi mommy gak operasi kan"


"Alhamdulillah gak. Daddy memakai anjuran dokter paling genting"


"Apa itu mom. Atha juga mau. Kasian seila"


"Sesuatu yang enak tha. Tapi kamu harus tega sama istri kamu. Karena itu menyiksanya"


"Apa itu dad"


"Stimulasi puncak gunung fuji seila tha"


"Daddy mah lagi kayak gini bahas kayak gituan"


"Heh anak kampret Daddy ngajarin sesuai anjuran dokter bukan mesum. Baru mau disuruh puasa empat puluh hari saja kamu sudah mikir aneh-aneh. Apalagi besok udah jalani puasa"


"Daddy serius dong"


"Lah emang serius Atha. Tanya mommy kamu kalau gak percaya"


Jasmine langsung menjawab dengan anggukan kepada Atha. Atha dan seila sama-sama saling menatap.


"Gimana sayang mau coba. Apa kamu belum pernah dengar tentang apa yang dikatakan Daddy"


"Pernah kak. Tapi seila gak yakin saja untuk menanyakan itu sama bidan"


"Terus apa kamu mau melakukannya sayang. Kakak hanya tak tega melihatmu kesakitan seperti ini. Apa mau sesar aja sayang"


"Gak kak. Sesar dengan alasan takut seila semakin kesakitan gak akan dikabulkan kak"


"Ya sudah mau coba apa yang Daddy dan mommy katakan"


"Iya kak"


Atha memapah seila kembali ketempat tidur. Dia menutup tirainya agar Jay dan Jasmine tidak melihat. Atha memang sengaja meminta agar mereka berdua tetap berada didalam ruangan agar saat Atha meminta bantuan tidak bingung mencari mereka. Atha memulai stimulasinya. Seila mengarahkan secara perlahan sesuai apa yang pernah dia pelajari.


"Ahhh kak"


"Tahan ya sayang. Kalau dedek kontraksi ngomong ya biar kakak hentikan"


"Ahhh kakak"


Jay yang menunggu sedikit terganggu dengan suara kesakitan bercampur desahan seila. Dia merapatkan duduknya kepada Jasmine. Jasmine sedang membalas pesan Friska yang mengatakan jika ban mobil mereka pecah dijalan dan


"Mom"


"Apa mas"


"Pengen mimik"


"Tuh ada air dibotol"


"Gak mau yang itu"


"Terus"


"Mau langsung dari sumbernya dong. Lebih fresh dan menyegarkan"


"Hush ingat udah punya cucu tiga mau empat"


"Salah tempat. Makin tua kok makin ngawur"


"Mommy sukak gitu deh. Padahal kalau udah disedotin uh ah terus aja"


"Daddy bisa diem gak"


"Daddy ah enak dad"


"Kalau masih gak mau diem, mommy lakban tuh mulut"


"Jangan dong nanti gak bisa beradu lidah sayang"


"Huh kenapa punya suami kok sableng"


'Heh enak aja sableng"


Perdebatan mereka terhenti karena Atha berteriak minta tolong.


"Mommy Daddy tolong"


Sepasang sejoli yang tak muda lagi itu langsung berlari mendekat kearah Atha dan langsung menyibak tirai.


"Ada apa tha"


"Ketuban seila pecah mom"


"Panggil perawat dad"


Jay langsung berlari kencang. Jasmine membantu Atha menguatkan seila. Saat Jay keluar ruangan dia bertemu dengan nindi dan kakak seila. Jay kembali dengan membawa perawat untuk memeriksa. Dan pembukaan seila sudah meningkat pesat langsung sembilan bukaan.


"Maaf kami minta hanya suaminya saja yang menemani ibu Seila"


"Sudah lengkap bukaannya sus"


"Sebentar lagi Bu. Ini sudah sembilan tidak lama lagi akan lengkap"


Atha langsung memegang telapak tangan seila yang sudah sangat kesakitan tak karuan. Mama nindi sempat mengecup kening putrinya untuk memberikan semangat. Seluruh keluarga menunggu diluar ruangan. Mereka berdoa agar semua lancar. Kedua orangtua Atha akhirnya tiba juga. Dan mereka sama cemasnya. Jam sudah menunjukkan waktu subuh. Para pria langsung mencari musholah. Jasmine menghubungi Eneng untuk membawakan sarapan ke klinik.


Tepat usai adzan subuh seorang putri cantik terlahir ke dunia. Membuat Atha meneteskan air mata kala pertama kali mengumandangkan adzan di telinga putri cantiknya itu.


"Welcome my princess. My sweet heart"


Seila tak kalah harunya melihat Atha menciumi sang putri. Atha berjalan perlahan menaruh putri cantiknya diatas dada sang bunda. Atha kembali menciumi kening seila dan kembali mengucapkan terimakasih atas perjuangannya.


Atha keluar setelah sang putri selesai dibersihkan dan membawa baby cantik itu.Atha disambut para mommy karena para pria masih berada di mushola. Friska dan nindi langsung menangis haru melihat cucu cantik pertama mereka.


"Cucu kita jeng"


"Iya cantik banget. Tapi wajahnya dominan ke ayahnya ya"


"Iya. Padahal dia cewek loh"


Setelah dibersihkan seila dipindahkan keruang rawat inap. Bersama dengan baby cantiknya. Para opa datang dan langsung kagum dengan kecantikan cucu mereka. Kehebohan terjadi saat duo sableng datang membawakan sarapan bersama si kembar Al dan Arash.


"Assalamualaikum. Orang cantik datang"


"Waalaikumsalam. Gak usah berisik ganggu aja"


"Widih yang udah jadi bapak. Selamat ya. Sekarang baru terbukti kalau jantan"


"Emang dari dulu gue betina Cha"


"Gue gak ngomong gitu kali kak. Cuma belum terbukti aja. Apalagi lengketnya sama kak Ichan terus. Kan curiga saya"


"Rash. Bini loe tuh kalau ngomong selalu ngena ya"


Arash hanya biasa saja. Icha menyiapkan sarapan untuk semuanya dan mempersilahkan mereka sarapan. Eneng dan Icha mendekati seila dan membantu seila sarapan.


"Non seila sarapan dulu. Biar nanti kalau disedot ada isinya. Kan sekarang yang nyedot bukan bapaknya lagi non jadi harus ada isi ya"


Semua kesedak karena perkataan Eneng yang tak berfilter. Tian kembali protes kepada sahabatnya.


"Jay loe kenapa bisa dapat pengasuh kayak dia sih"


"Gue aja gak tau kenapa bisa nemu manusia seperti itu"


Mereka melanjutkan makanannya. Icha menggendong baby cantik itu dan menggoda arash.


"Ayah mau yang kayak gini satu"


"Kan udah punya dua Buna"


"Mau lagi"


"Asyiap. Nanti pulang dari sini kita proses ya sayang"


Atha yang kesal sekarang karena pasangan ini tak jauh mengesalkan seperti kedua orangtuanya.


"Bisa gak bahas kayak gitu gak didepan gue"


"Oiya lupa ada yang harus puasa sampai dua bulan lamanya. Sabar ya sabun masih banyak kan"


"Ichaaaa. Dasar sableng"


Icha menimang baby cantik itu. Dia bertanya kepada seila siapa nama baby Atha.


"Sel siapa nama anak loe ini"


"Namanya Shakina Noura Attalla. Panggilannya Shaki"


"Wow bagus banget namanya"


"Eneng kira non mau bilang kalau namanya. Sakinah mawadah warahmah"


"Iya habis itu ada lanjutannya neng"


"Apa mbk Icha"


"Langgeng sampai kakek nenek. Cepet dapat momongan. Selamat menempuh hidup baru"


"Kalian kira anak gue doa buat orang kawinan apa"


'Kali aja gitu"


"Disini saya mulai sedih"


_______


Diambang End ya gaessss


Jangan lupa jempolnya


Happy reading