RashSya Story

RashSya Story
RashSya~selamat jalan



"Bang loe yakin mau tetap kerjasama dengan Agung Hendrawan"


"Hem...kenapa emangnya"


"Bang loe gimana sih...dia ngehina loe terus loh bang...dan asal abang tau..malika dijodohin sama dakocan"


Arash langsung menatap tajam kearah Arsya setelah adeknya mendengar kabar yang cukup mengejutkan baginya...namun sekejap kemudian Arash menormalkan kembali kondisinya


"Jika memang Ichan berjodoh dengan Malika mau gimana lagi Ars"


"Loe sante banget sih bang bikin gemes gue aja"


"Hehe..loe bakalan tau kejutan dari gue nanti Ars...karena proyek itu belum mulus karena semua tergantung gue"


"Jadi penasaran gue sama rencana licik loe bang"


"Tunggu saja tanggal mainnya Ars...oya loe uda bawain koper gue kan"


"Uda...loe yakin gak pamitan sama Chila bang"


"Huh bukannya gak ingin yang ada ntar tuh anak ngulah..taulah gimana uniknya princess kita itu"


"Ya...sangat spesial"


Hari ini ujian telah berakhir...Si kembar sudah pulang lebih dulu karena Arash akan berangkat ke London sore ini...waktu keberangkatan sengaja di majukan atas permintaan Daddy-nya yang sudah rindu sang mommy


"Oya ntar anter gue ke kafe Malika dulu ya ars"


"Hem"


Arsya sebenarnya tidak begitu suka cara abangnya yang membalas orang dengan santai ya walaupun akan sangat menyakitkan namun baginya terlalu lambat


Sore menjelang melalui telpon Arash berpamitan kepada keluarga dan sahabatnya...bahkan Shanum spesial datang untuk mengantar Arash ke bandara... Jasmine berusaha untuk tidak menangis namun tetap tak bisa apalagi dia tak bisa mengantar sang putra ke bandara karena Chila akan mengamuk


Kini Arash sudah berada dikafe Malika... keberangkatan dia masih empat jam lagi jadi masih ada waktu untuknya berpamitan...Arash ingin pergi tanpa meninggalkan beban atau luka... walaupun sebenarnya Arash sendiri terluka namun selalu bisa dia tutupi


"Sore mas Arash mau ketemu Mbk Malika"


"Iya...dia ada di ruangannya atau tidak Mbk"


"Ada mas... kebetulan juga ada mas Mirza disana"


"Oh baik.. makasih Mbk"


Arash langsung berjalan menuju ruangan Malika...dan kebetulan pintunya sedikit terbuka... Arash mengetuk pintu itu...Malika nampak terkejut karena memang Arash tak pernah memberitahu jika akan menemui Malika


tok tok


"Masuk"


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam...Eh loe Rash tumben"


"Hai zha... kebetulan ketemu loe juga disini...gue mau pamit"


"Pamit...mau kemana loe"


"Gue mau ke London empat jam lagi gue berangkat"


Malika yang masih diam tak mau menatap Arash, begitu terkejut bahkan dia merasa sakit mendengar Arash akan pergi jauh


"Kok dadakan banget sih"


"Sebenarnya gak dadakan...tapi emang keberangkatan gue diajuin aja...dan emang gue uda lama pengen sekolah disana"


"Ck...jauh dong kita"


"Hahaha...Gak akan lama juga gue balik"


Arash memberi kode kepada Mirza untuk berbicara dengan Malika...Mirza paham dan mengangguk...namun saat Mirza ingin keluar ruangan...Arash mencegahnya dan meminta Mirza tetap disana


"Hai Mal...apa kabar"


"Baik"


"Alhamdulillah kalau gitu...Gue kesini cuma mau pamit dan minta maaf ke loe"


"Maaf buat apa"


"Oh...uda gue maafin...dan selamat jalan semoga mimpimu terwujud"


"Iya terimakasih...sama satu lagi...Gue ucapin selamat dan tolong jaga perasaan Ghaisan.. dia anak yang baik...Gue ikhlas loe dengan dia...sekali lagi selamat...Gue pergi dulu"


Malika nampak terkejut mendengar perkataan Arash tentang perjodohan dia dengan Ghaisan... sebenarnya Malika sendiri juga baru tau jika Ghaisanlah pria yang dijodohkan dengannya


"Tunggu...apa maksud kamu mengikhlaskan gue dengan Ghaisan...apa kamu benar-benar tidak ingin memperbaiki ini semua"


Arash berbalik dan tersenyum ..


"Mungkin kamu adalah jodoh Ghaisan dan bukan jodoh aku...kalaupun kamu nantinya berjodoh denganku pasti akan ada jalannya"


Mirza yang mendengar semua perkataan arash hanya bisa diam karena itu adalah masalah mereka apalagi adiknya sendiri selama ini tak pernah mau bertemu Arash dan menyelesaikan secara baik-baik


"Zha gue cabut ya....kasian Arsya nunggu di mobil...oya kalau loe mau ketemu Shanum...kebetulan dia ikut antar gue ke bandara"


"Kok dia gak ngabarin gue"


"Hahaha...mana gue tahu...udah ya... Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam...eh Rash gue ikut"


Mirza berlari keluar mengejar Arash...sedangkan Malika terdiam dengan air matanya...dia menyesal karena selama ini terus menghindari Arash dan meminta Arash untuk pergi jauh dari hidupnya...sekarang Arash benar-benar pergi jauh dari hidupnya


"Udah jalan yuk"


"Selesai bang"


"Iya.. mengikhlaskan itu lebih tenang Ars"


"Semoga jodoh loe berkali-kali lipat dari dia"


"Aamiin... aamiin... hahaha bisa ae loe Ars...Hahaha"


Arsya melajukan mobilnya menuju bandara dan disana sahabatnya sudah menanti...Shanum meneteskan air mata saat Arash berpamitan padanya


"Gaes gue uda waktunya chek in...makasih uda ngantar gue...jaga diri kalian baik-baik....jangan saling bertengkar...walaupun jauh kita tetap terus berkomunikasi"


Arash mendekati satu persatu sahabat dan saudaranya itu untuk berpelukan sebelum pergi


"Ars...jaga Chila...loe tau kan seperti apa Chila...jaga mommy dan oma juga...kalau ada apa-apa segera hubungi gue...ingat loe sekarang gantiin gue dirumah"


"Iya bang...gue ingat itu...jaga kesehatan loe bang... jangan lama-lama disana ya"


"Insyaallah"


Arash berjalan menuju Ghaisan


"Chan selamat ya...Maaf gue gak bisa datang mungkin dihari pertunangan loe...jaga dia dan jangan kamu sakitin"


"Rash...gue akan jaga dia buat loe bukan buat gue....gue minta maaf karena gue gak tau kalau dia yang dijodohkan sama gue...gue janji akan jaga dia buat loe"


"Tidak chan...jika memang dia takdirmu loe harus terima dan mulailah buka hatimu untuknya dari sekarang...Gue sudah mengikhlaskan dia buat loe"


Shanum dan Aretha berteriak bersama


"Abangggggg....kenapa ninggalin kita sih"


"Hahahaha kalian yang akur ya... jangan saling berantem...saling menjaga dan saling menyayangi ya...sha jangan hindari Mirza selesaikan masalah kalian"


Arash juga sudah berpamitan pada Rizky dan Daffa saat dikantor tadi...kini perlahan Arash menarik kopernya berjalan menuju pintu masuk... sesekali dia berbalik untuk melambaikan tangannya...Arash sudah memakai kacamata hitamnya untuk menutupi kesedihannya


"Selamat tinggal kota tercinta selamat tinggal hati yang membuat luka...aku pergi untuk kembali...dan semoga kamu bahagia...biarlah ku sembuhkan luka ini sendiri"


Arash bermonolog sendiri sambil berjalan menuju tempat untuk check in....tak lama setelah chec in...panggilan penerbangan untuk Arash sudah terdengar.....saat arash melihat kearah keluar....dia melihat seseorang yang telah menoreh luka begitu dalam berdiri menatap kepergiannya...arash hanya tersenyum dan terus berjalan


"Pergilah...maafkan kebodohanku ini...selamat jalan kasih tak sampai ku...semoga kamu bisa bahagia"


_______


Huah...Maaf ya kalau gak sreg....Nanti kalau sempat author receh up lagi


jangan lupa jempolnya kakak


happy reading