
"Daff loe tau icha kemana gak"
"Lah bukannya dia selalu diruangan loe rash"
"Tadi dia pamit mau ke pantry bentar. Tapi belum balik-balik uda satu jam"
"Waduh ke gaet OB kali rash. Hahaha"
"Mulut loe daf"
Arash berjalan menuju pantry. Namun disana tidak ada orang sama sekali. Arash berjalan mencoba mencari Icha. Saat bertemu salah satu karyawannya dia bertanya tentang Icha.
"Bapak lihat tunangan saya"
"Oh Bu Icha ada dikantor Mbk Arsyila pak arash"
"Oh terimakasih pak"
Arash berjalan menuju lift untuk turun mencari Icha dikantor Chila. Arash berjalan perlahan. Saat tiba dipintu masuk kantor Chila. Arash melihat Icha sedang mengobrol dengan Damar.
"Kenapa gue lupa sih. Disini ada sejenis dedemit korea"
Arash berjalan menuju tempat Damar dan Icha disana juga ada Chila yang asyik dengan laptopnya.
"Kakak beneran bukan kembaran Jungkook"
"Beneran gue asli Bandung dari orok"
"Masa sih. Yakin gitu bukan saudara kembar yang terpisah sama ayang Jungkook"
"Hahaha. Jungkook siapa sih. Gue aja baru dengar namanya"
Icha mengambil ponselnya dan membuka galerinya. Menunujukkan foto Jeon Jungkook.
"Sama kan. Masa gitu kalian gak sedarah bisa sama"
"Iya juga ya. Kok mirip gini ya. Apa mungkin dia saudara gue yang terpisah jauh"
"Wah bisa jadi itu kak"
Arash yang sudah dibelakang mereka langsung berbicara dengan wajah dinginnya.
"Kebanyakan nonton drama kamu sayang"
"Loh mas kok kesini"
"Mas nyariin tunangan mas yang pamitnya ke pantry uda satu jam gak balik eh taunya lagi kecantol jongkok kawe"
"Eh gak ya. Kak Damar emang sama banget kayak bebeb Jungkook"
"Ayo balik. Sebelum nih si jongkok kawe mas bikin jadi si nungging"
"Ih mas ngasal gitu ah"
"Ayo balik sayang. Atau mau mas gendong"
"Ck. Iya masku"
Icha berdiri dan Arash langsung menggandeng tangannya. Namun Icha masih sempat berpamitan dengan Damar.
"Bye kak damar nanti kita ngobrol lagi ya"
"Iya"
"Nggak ada. Awas aja kalian ketemu lagi"
Chila dan Icha hanya ketawa melihat arash yang cemburu dengan Damar. Apalagi memang paras Daamr cukup tampan.
"Kamu tuh Yang ngomongnya bikin jus taunya nyangsang disana"
"Eh mas kenapa gak pernah cerita ada jungkook disini"
"Mas gak cerita aja kamu uda kayak gitu. Gimana mas cerita. Bisa-bisa kamu lupa kalau uda punya mas"
"Nggak gitu juga kali"
"Tau ah"
"Idih masku ambek ya"
Arash cuek saja berjalan terus menggandeng tangan icha. Sampai diruangan, Arash menyuruh Icha duduk disofa sebelumnya dan arash kembali ke mejanya.
"Yah ambek beneran ini mah"
Annisa memesan makanan dari aplikasi karena memang hampir mendekati makan siang. Di dekat kantor arash ada masjid lumayan besar. Karena dulu Jay yang ikut menyumbang pembangunan masjid tersebut. Itu sangat memudahkan arash dan keryawannya mengetahui waktu sholat. Suara adzan sudah berkumandang. Arash membereskan berkasnya. Dan mendekati Icha.
"Sayang ayo sholat"
"Aku lagi libur Mas"
"Tanggal berapa sih ini"
Arash mengambil ponselnya. Arash sengaja membuat pengingat waktu datang bulan untuk Icha setiap bulannya.
"Hmm Iya sudah mas sholat dulu. Awas kelayapan"
"Iya masku"
Walaupun marah, Arash tak pernah membentak Icha ataupun mengganti panggilan sayangnya. Dia hanya menjadi dingin saja. Icha masih memasukan beberapa data untuk bahan skripsinya. Pesanan makan siang Icha sudah datang diantar oleh resepsionis. Icha langsung menyiapkan makanan diatas meja. Dan dia memindah laptopnya diatas meja Arash.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Annisa sudah terbiasa mencium tangan arash. Arash menahan tangan annisa sejenak.
"Maafin mas ya sayang yang suka cemburuan ke kamu"
"Haha icha suka mas yang cemburuan. Icha juga minta maaf karena suka bikin kesel mas"
"Iya kita makan yuk"
"Ayolah. Mas juga sudah lapar"
Icha mengambilkan nasi dan lauk untuk arash. Lalu mengambil air mineral dalam lemari pendingin yabg berada didalam ruangan arash.
"Hmm mas, Icha sabtu ini mau kejogja mas"
"Ada apa sayang. Kok mendadak gitu"
"Dosen pembimbing icha mau tugas keluar negeri agak lama. Icha mau ketemu biar bisa bimbingan. Takut gak ke kejar pendadarannya"
"Tapi ma mas gak bisa nemenin sayang. Mas ada meeting sama papanya Bagas"
"Gapapa. Icha berangkat sendiri. Lagian cuma sehari kok mas"
"Ya sudah mas bookingin tiket dulu"
"Pake punya aku aja mas"
"Gak boleh nolak"
Mereka kembali menikmati makan siangnya. Sesekali mereka membahas pernikahan mereka. Arash sudah memberitahu perihal kepergiannya ke paris dan tinggal sementara disana.
Sore harinya Icha ikut pulang kerumah arash karena akan mencari buku diperpustakaan milik Arka dan Jay. Icha langsung ke dapur mencari Oneng memberikan martabak yang sengaja dibelikan oleh Icha.
"Eneng yuhuu where are you"
"Im comming mbk icha sayang"
"Nih martabak"
"Lophe yu mbk icha"
"Eh neng gue tadi ketemu jungkook"
"What masa sih mbk. Dimana"
"Dikantor"
"Ciyus"
"Nih kalau gak percaya"
Icha memperlihatkan foto selfinya bersama Damar dan Chila. Eneng heboh hingga membuat Arash dan Arka berlari ke dapur. Dan sesuatu yang membuat arash hanya menepuk jidat saja.
"Mbk icha. Pokokny eneng harus ketemu babang jungkook"
"Iya besok ikut gue ngantor biar ketemu"
Mereka lalu bernyanyi lagu terbaru dari band yang dimana jungkook menjadi anggota. Sambil berjoged berdua.
"Ya Allah satu spesies bertemu"
"Sabarkan hatimu rash"
"Huh"
Sedangkan ditempat lain, Bagas sedang merencanakan sesuatu untuk kembali melamar Chila. Apalagi sekarang hubungannya dengan chila sudah cukup dekat. Walau terkadang mereka masih suka bertengkar.
"Gue yakin gas chila bakalan suka"
"Tapi setau gue dia bukanlah fangirl"
"Jaman sekarang jarang banget cewek bukan anggota fangirl"
"Terus rencana loe gimana"
Jimmy membicarakan rencana mereka untuk melamar Chila.
"Tapi kita butuh banyak orang. Dan waktu latihan"
"Gak masalah kita libatkan teman-teman Chila juga"
"Hmmm. Boleh deh kayaknya seru. Berarti kita juga harus kerjasama dengan pihak perencana pernikahan dan hotelnya"
"Itu gampang bisa diatur. Tinggal loenya aja mau gak"
"Boleh. Gue juga pengen yang lain daripada yang lain"
"Lagian itu bakat tersembunyi loe gas. Harus ditunjukkan"
Bagas mengangguk setuju. Dia juga akan segera menemui para sahabat dan saudara icha untuk meminta bantuan. Bagas berencana akan melamar Chila saat pesta pernikahan Arash nanti.
Hari ini Bagas memulai latihan awalnya. Dia harus ektra kerja keras karena pernikahan arash kurang dari satu bulan lagi. Awalnya para sepupu Chila tidak setuju namun berkat reward yang dijanjikan oleh Bagas, mereka pun setuju. Dan saat ini mereka sudah berkumpul disuatu tempat untuk berlatih.
"Gas jangan susah susah gerakannya. Bikin pinggang gue encok"
"Dasar loe uda tua vin"
"Heh kayak loe masih muda aja bang"
"Udah-udah kita lanjut lagi biar gak kelamaan. Gue harus jemput Malika bentar lagi"
"Iya ayo lanjut"
Beberapa minggu sebelumnya Bagas memergoki Keynan sedang bersama perempuan lain. Dan Bagas melabrak Keynan karena Bagas merasa Keynan mempermainkan perasaan Chila. Saat itu Keynan sedang bersama Dafina adik Daffa. Dan dari Dafina Bagas baru tahu jika Keynan sepupu Chila. Dan mereka sengaja mengerjai Bagas.
________
Apa yang akan dilakukan oleh Bagas. Dan apa yang akan terjadi pada pesta pernikahan Arash dan Chila.
Jangan lupa jempolnya kakak
Happy Reading