
Semenjak tragedi kecebong, mereka mulai berhati-hati dalam perkataan. Pagi ini Almeer akan ikut eneng ke pasar menggunakan sepeda. Almeer tak pernah merasa jijik mengunjungi tempat yang bagi sebagian kaum borjouis adalah tempat paling kotor. Jasmine sedang membuat kue dibantu Meera. Kegiatan mereka jika libur sekolah hanya berada dirumah. Mereka tak begitu suka diajak berlibur.
Al dan Markoneng sudah berada dipasar. Banyak pedagang mengenali siapa Almeer. Maklum si raja gombal. Bahkan tak segan dia beralih menjadi pedagangnya membantu para penjual agar dagangan mereka dibeli.
"Ayo ibu-ibu cantik dibeli ikan maconya. Mau ikan genit juga ada loh. Ayo dibeli - dibeli beli seekor dapat seekor"
Beberapa emak yang mendengar Almeer berteriak langsung mendekat. Mereka penasaran dengan jenis ikan yang dijual Almeer selain itu juga heran karena yang jual anak bule.
"Ikan jenis baru ya"
"Gak bu. Ini ikan jenis lama cuma bertransformasi saja"
"Tunggu ini bukannya ikan lele dan ikan nila. Kamu mau menipu kami"
"Siapa yang menipu ibu. Saja gak peenah menipu"
"Tadi kamu bilang ikan maco sama ikan genit. Mana coba saya lihat"
"Ya ini ikannya bu"
"Itu menipu kamu gak sesuai nama"
"Coba deh ibu cantik dengerin al dulu. Kalau panggilan bahasa jawa anak laki-laki apa hayo ibu-ibu"
"Le"
"Nah berarti ikan lele itu ikan laki dan gak ada laki melambai semua macho. Nah satu-satunya ikan dengan nama cantik apa namanya hayo ibu - ibu cantik"
Tanpa tersadar para ibu-ibu itu menjawab kompak. Nama ikan yang dimaksud almeer.
"Nila"
"Nah kan pinter. Nila satu-satunya ikan genit. Kalau suatu saat lele dan nila itu berjodoh anak mereka akan diberi nama Leni atau Lela"
"Lah kalau anaknya cowok gimana"
"Emang ibu bisa tau mana ikan cewek atau cowok"
"Nggak"
"Ya sudah gak usah ditanyain yang gak ada. Ayo berapa ibu mau beli si leni atau lela"
"Dua kilo"
"Sekilo aja"
"Eh tunggu tadi kamu bilang beli satu ekor dapat satu ekor. Ini mana bonusnya. Saya beli isi tiga ekor berarti dapat enam ekor"
"Jangan marah dulu dong nanti cepet keriput loh sayangkan gluwingnya ilang"
"Sa ae loe tong. Uda mana bonusnya"
"Beli seekor dapat seekor. Dimana bohongnya. Kecuali kalau saya bilanh beli seekor dapat dua ekor itu baru bohong"
"Bener juga loe tong. Bearti ini uda pas ya"
"Jelas benerlah. Al mana pernah salah"
Para pwmbeli ikan yang ditawarkan oleh al rame. Bahkan dalam waktu lima belas menit dagangan ikan almeer habis.
"Ibu ini uang jualannya"
"Terimaskasih nak atas bantuannya. Ibu bisa pulang cepat. Oya ini ada ikan buat kamu nak"
"Ibu bawa pulang saja untuk lauk anak ibu. Salam buat anak ibu dari si gantebg almeer"
"Iya nanti saya sampaikan"
Almeer langsung mendekati markoneng yang juga sudah selesai berbelanja. Al tidak tau jika markoneng membuat video saat al berjualan.
"Mas al memang the best. Eneng bangga sama mas al"
"Siapa dulu dong almeer gitu loh"
Mereka pulang kerumah dengan cahaya matahari sudah cukup terik. Al mengayuh sepedanya dengan santai diikuti oleh markoneng. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai ke kompleks perumahan keluarga almeer.
"Assalamualaikum orang ganteng pulang"
"Waalaikumsalam. Uda puas mainan sama cabe-cabeannya al"
"Eh ayah. Hari ini al gak maen sama cabe-cabean tapi sama nela dan lela"
"Anak siapa lagi itu al"
"Ada deh. Ayah kepoo"
"Dasar anak tengil. Mandi sono bau banget"
"Eits al selalu wangi ayah"
"Apanya yang wangi. Udah sana mandi sebelum buna ngamuk"
"Iya iya al mau mandi"
Al merasa akan ada bahaya datang. Dia segera ingin berlari ke kamar namun uyut arka memanggilnya.
"Al tunggu. Uyut mau ngomong bentar. Duduk dulu"
"Iya uyut. Tapi bisa gak ngomongnya ditunda bentar"
"Enggak bisa al. Mumpung uyut ingat ini"
"Hoke tapi disingkat saja. Intinya apa"
"Dengerin baik-baik"
"Okeh"
Al benar-benar sekuat tenaga menahan mara bahaya yang sudah tak sabar ingin meledak. Arash yang melihat ekspresi gelisah sang putra mencoba bertanya.
"Kamu kenapa boy kok gelisah"
"Maafkan al ayah. Uyut. Al gak kuatt lagi"
Sambil berlari gas beracun itu meledak sudah. Arka dan Arash langsung mencari oksigen ke taman.
"Almeerrrrr"
"Ya Allah Arash bau apa ini"
"Opa ayo cepat kita ke taman hirup udara segar sebanyak-banyaknya sebelum nyawa kita dalam bahaya"
Arka langsung berlari kecil bersama dengan arash. Icha yang sedang mencicipi kue buatan putrinya meneriaki kedua pria yang melintasi mereka.
"Mau kemana ayah opa"
"Buna, meera berlindung cepat"
"Apa sih gak jelas"
Tak lama bau itu masuk kedalam indra penciuman kedua wanita itu.
"Bun bau apa sih ini"
"Iya. Perasaan sampah semuanya udah dibuang semua keluar tadi pagi"
"Bun meera seperti kenal bau ini"
"Bau apa sayang"
"Bau kentut si kampreto almeer"
"Buna gak kuat. Buna mau nyusul ayah"
"Meera sama bun"
Sedangkan sang tersangka sedang asyik dikamarnya bermain dengan ikan hias miliknya dan memainkan gitar.
"Eh loe jadi ikan jangan genit-genit napa. Bibir jangan dimonyong-monyongin. Jaga etika keikanan dikit. Jual mahal gitu"
Serkan yang baru bangun tidur langsung masuk kekamar al karena mendengar saudaranya ngomel sendiri.
"Loe marahin siapa sih al"
"Ini mas koki bibirnya monyong-monyong"
"Emang gitu ikannya al. Namanya dia juga bernafas"
"Tapi gue heran deh bang"
"Kenapa"
"Namanya ikan mas koki tapi perutnya kayakikan bunting. Dia tuh cewek apa cowok sih"
"Jelaslah cowok al"
"Abang tau darimana. Oh abang ngitipin dia ya"
"Nggaklah. Dari namanya juga uda paea tau. Mas koki jelas nama cowok. Kalau cewek ya Mbk kiki"
"Iya abang hebat"
"Serkan gitu loh. Oya kok kayaknya dibawah sepi pada kemana sih al"
"Mene ketehe. Al dari tadi dikamar kok"
Serkan tidur-tiduran diranjang al sambil menyalakan televisi. Mereka asyik menonton acara film kartun. Arsya dan Aretha yang baru pulang dari pergi lamhsung mencari almeer.
"Almeer Raize"
"Iya uncle. Al disini. Ada apa uncle kangen"
"Apa yang kamu perbuat dilantai bawah"
"Gak ada uncle. Al dari tadi dikamar sama abang. Ya kan bang"
"Iya papi kita dari tadi dikamar kok"
"Terus bau sampah busuk dari ruang tamu sampai dapur belum hilang-hilang ulah siapa almeer"
"Oh itu. Tadi al gak sengaja kentut. Dari pagi al uda nahan. Kan gak enak gitu al kentut dipasar. Mau taruh dimana muka ganteng al"
"Terus kamu ikhlas mengorbankan keselamatan keluarga kamu dengan mencium gas beracun itu"
"Gak usah lebay uncle. Kentut al itu wangi"
"Wangi gundulmu. Besok lagi kalau mau kentut ditanah lapang. Jangan diruangan tertutup"
Arsya langsung keluar kamar almeer dan meninggalkan kedua anak manusia yang otaknya limited edition.
"Bang emang kentut gue bau"
"Gak cuma bau bikin pingsan al"
"Masa sih. Al gak merasa gitu deh"
"Memang beneran gitu al"
"Hmmm. Jangan-jangan al suka nemuin cicak mati itu mungkin gara-gara nyium kentut al"
"Jelas itu"
"Ada solusi gak bang"
"Hmmm gimana kalau didekat slebor loe itu loe gantungin pewangi ruangan yang buat kipas angin. Loe ikat disaku celana. Jadi pas tuh gas keluar uda ada aroma wanginya"
"Boleh juga tuh bang patut dicoba. Nanti al kasih yang aroma kopi biar seger"
"Iya itu juga bagus. Nanti abang bantuin masang"
"Siap bang"
______
Ada ada aja. Apa jadinya kalau slenor almeer dikasih pewangi ruangan sejenis gla***e
Jangan lupa jempol
Happy reading