RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Di Jogja Ada Cinta



Minnal aidzin wal faidzin semua reader tercinta ku. Mohon maaf lahir batin ya. Maafken author receh yang banyak salahnya ini.


_______


Arash dan Annisa sudah tiba dijogja begitu juga Ibunda Annisa yang ikut mengantarkan sang putri. Sebelumnya salah satu pengawal Jay yang berasal dari kota pelajar ini sudah lebih dulu berada dikota ini.


"Tuan muda mau menginap di hotel keluarga atau dihomestay"


"Kita ke hotel saja. Tapi jangan ada yang tahu tentang kedatangan saya"


"Baik tuan muda"


"Sayang pinjam ponsel kamu"


"Ini bang"


"Sayang kamu gak punya aplikasi pemesanan hotel"


"Gak ada Bang. Emang mau cek in sama siapa coba. Orang ayang Jungkook aja gak disini"


"Jongkok lagi jongkok lagi. Apa sih lebihnya dia"


"Lebih susah digapai daripada Abang. Haha"


"Trus kenapa halunya tinggi"


"Karena dari halu bisa jadi nyata"


"Maksud kamu suatu saat nanti bisa sama si jongkok gitu"


"Alhamdulillah.. Terimakasih doanya Abang"


"Eh siapa yang doaian. Emang apa baiknya sama jongkok. Gak akan bisa berdiri juga"


"Idih Abang sotoy. Emang Abang tau apa gak bisa berdiri"


"Jelaslah tau dari nama aja uda jongkok bukan tegak. Ya jelas gak bisa berdiri"


"Sumpah deh Icha bingung yang bego dibegok in tuh siapa sebenarnya"


"Mana Abang tau. Yang jelas orang yang duduk dibelakang Abang"


"Terus ibu dong. Ya Allah baru jadi calon mantu aja uda durhaka. Ck ck jahatnya. Sabar ya Bu nunggu bebeb Jungkook nglamar Eneng Icha aja ya Bu"


Arash langsung menoleh. Dan benar saja Ibunda Icha memang duduk tepat dibelakangnya.


"Ya Allah ibu maafin arash. Setau Arash icha yang duduk disini tadi"


"Hahaha. Santai aja bang. Dasarnya Icha aja yang jahil"


Arash menatap tajam kepada Annisa sedangkan Annisa hanya menjulurkan lidahnya. Mereka sudah sampai di hotel milik Arsya. Dan langsung menuju resepsionis untuk menunjukkan kode booking lewat online. Arash dan Arsya memang tidak pernah datang ke kota ini. Setiap bulan hanya Rizky dab Daffa yang akan mengecek ke Jogja. Hanya beberapa petinggi hotel yang mengenali Arash dan Arsya.


"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu tuan"


"Selamat siang. Saya mau check in Mbk. Ini kode booking saya melalui online"


Dimohon tunggu sebentar saya check dahulu bapak"


"Hem"


Arash menatap sekeliling hotel. Untuk kebersihan Arash sepertinya puas. Pengawalnya masih menemani. Tak lama resepsionis itu memanggil Arash.


"Terimakasih sudah menunggu bapak. Untuk kamar sudah disiapkan. Bisa meminjam identitas untuk kelengkapan data pemesanan kamar bapak"


"Tunggu sebentar"


Arash berjalan mendekati Annisa untuk meminjam identitas milik Annisa.


"Sayang pinjam KTP dong buat reservasi"


Annisa mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu identitas yang baru saja dia dapat untuk reservasi.


"Asyek punya KTP langsung check in"


Arash menyentil jidat sang kekasih. Sedangkan sang ibu hanya tersenyum melihat kelakuan keduanya. Arash langsung ke resepsionis memberikan identitas Annisa. Karena memang Arash memakai nama Annisa untuk membooking kamar agar tidak ada yang mengenalnya. Apalagi nama keluarnya sudah terblock merah dalam data server hotel keluarga.


Usai mendapat kartu akses kamar Arash dibantu salah satu pegawai hotel langsung menuju kamarnya. Sedangkan sang pengawal diminta pulang untuk beristirahat. Karena hari sudah beranjak sore Arash dan Annisa hanya beristirahat dikamar mereka masing-masing.


Malam hari mereka hanya makan malam bersama lalu kembali beristirahat. Karena memang masih efek jetlag. Saat akan kembali ke kamar Arash berpapasan dengan manager yang bertugas malam hari.


"Tuan muda. Maaf kami tidak menyambut anda karena kami tidak diberi kabar terlebih dahulu"


"Tidak perlu sungkan seperti itu Pak Danu. Saya kesini juga sebagai tamu biasa"


"Baiklah tuan. Jika ada yang dibutuhkan segera hubungi saya tuan muda"


"Iya. Terimakasih. Saya akan kembali ke kamar dulu"


"Baik tuan muda. Selamat beristirahat"


Saat Arash sudah masuk kedalam lift beberapa karyawan diberitahu oleh sang manager jika pemilik hotel sedang berada disini. Mereka semua terkejut dan juga penasaran.


Pagi hari Arash meminta sang pengawal menjemputnya. Hari ini mereka memulai pencarian rumah kos untuk Annisa. Annisa dan ibunya sudah siap dan menunggu Arash didepan kamar Arash.


"Sudah siap"


"Sudah"


"Yuk jalan"


Mereka berjalan beriringan keluar dari hotel. Saat turun ke lobby, Arash disambut oleh beberapa karyawan dan manager hotel. Arash yang sempat kaget, langsung menyalami satu persatu karyawan dan managernya.


"Selamat pagi pak Arash"


"Selamat pagi. Tolong jangan terlalu berlebihan seperti ini. Saya bukan sedang mengecek kinerja kalian. Tapi hanya sekedar berlibur"


"Baik pak Arash"


"Lanjutkan kerja kalian"


Arash lalu berlalu meninggalkan hotel dan menuju mobil yang sudah menjemputnya. Arash meminta sang pengawal membawa ke kampus Annisa terlebih dahulu. Butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai ke area kampus Annisa.


"Disini kampus tempat nona Annisa tuan muda"


Arash turun dan melihat ke sekitar area kampus. Karena masih libur dan hanya beberapa mahasiswa yang berada disekitaran kampus.


"Wah besar sekali kampus Icha bang"


"Hem namanya juga universitas ternama di seluruh dunia"


Mereka melihat area-area yang bisa dimasuki saja. Setelah itu mencari Kos yang dekat dari kampus Annisa. Tak lama mereka sampai ke perkampungan yang dipenuhi tempat hunian sementara para mahasiswa.


"Tuan muda diarea ini adalah hunian dengan harga yang standart dan fasilitas tidak terlalu lengkap"


"Fasilitas seperti apa misalnya pak Santo"


"Biasanya tempat hunian yang lengkap, sudah berisi springbed, almari pakaian, ada meja belajar, sudah dilengkapi dengan dapur dan juga aksese internet"


"Hm begitu. Sayang kita cari yang sudah lengkap saja ya. Jadi tidak perlu beli barang-barang lagi"


"Pak Santo carikan tempat dengan fasilitas lengkap dan keamanan yang bagus. Yang jelas tidak ada akses pria masuk kedalam area tempat hunian"


"Baik tuan muda"


Mereka melihat ke sekitar area tersebut. Namun Arash belum menemukan yang cocok karena area tersebut terlalu bebas. Saat menemukan tempat yang cocok Annisa dan Arash turun memeriksa.


"Bang ini kayaknya bagus deh"


"Kita lihat dulu sayang"


Mereka berjalan menemui penjaga tempat tersebut. Mereka masuk memeriksa kamar tersebut. Arash langsung menolak. Apalagi beberapa anak yang tinggal disana banyak yang merokok.


"Sayang ayo cari tempat lain saja"


Setelah berpamitan arash kembali masuk mobil. Dan meminta sang pengawal mencari tahu informasi tempat yang sesuai dengan yang diinginkan Arash.


"Ibu kita mampir cari musholah dulu dan makan siang"


"Iya nak"


Mereka berhenti di mushola terdekat. Usai menjalankan tugas sebagai seorang hamba, mereka langsung mencari makan siang.


"Pak Santo bagaimana. Sudah ada tempat yang cocok untuk Annisa"


"Ada tuan muda tapi jaraknya lima belas menit dari kampus nona"


"Bagaimana sayang. Kamu masalah gak jarak agak jauh"


"Pak Santo apa mudah mencari angkutan diarea tersebut"


"Angkutan online nona. Karena angkutan perkotaan hanya menjangkau di jalan besar saja"


"Gapapa bang. Kan yang penting ada angkutan saja"


"Baiklah selesai makan kita cek tempatnya"


Selesai makan mereka langsung menuju tempat yang dimaksud. Tiba disana, Arash sudah menyukai tempatnya. Apalagi pemiliknya sangat religius. Arash menyetujui Annisa tinggal disana.


"Abang tempat ini terlalu mahal"


"Gak masalah sayang yang penting kamu aman dan terawasi. Abang jadi gak khawatir. Untuk biaya sudah Abang dua tahun sekaligus"


"Abang jangan berlebihan gitu dong. Icha tinggal ditempat yang biasa aja bang"


"Pilih tinggal disini atau kuliah di Jakarta"


"Huh senjatanya gitu amat yak"


"Tinggal pilih aja sayang"


"Oke Icha manut"


"Gadis baik"


Setelah memasukkan barang-barang Annisa ke dalam kamarnya, mereka keluar untuk berjalan-jalan.


"Pak Santo antarkan saya ke dealer motor terdekat"


"Abang mau apa sih ke dealer"


"Beli kerupuk sayang"


"Kerupuk ban apa spion"


"Kerupuk bumper sayang"


"Rasa apa bang"


"Rasa sayange kepadamu"


"Cie cie...receh banget sih"


"Gak ada receh uang gak akan laku sayang"


"Huh.. iyain aja deh"


Sampai didealer Arash langsung memilihkan salah satu kendaraan roda dua untuk Annisa. Bahkan meminta kepada dealer mengurus surat-surat lengkapnya menggunakan identitas saag satu keluarga pengawalnya.


"Huh bang Icha bisa naik kendaraan online kok"


"Iya dibonceng sama driver cowok. Abang gak suka itu"


"Tapi kan ada driver ceweknya juga bang"


"Iya perbandingannya sepertiga dari driver cowok. Dan jangan dikira kamu gak akan pulang malam sayang. Pasti ada saatnya kamu akan pulang malam. Dan Abang akan khawatir sekali jika kamu naik kendaraan online sendirian"


Ibunda Icha mengangguk pelan kearah anaknya pertanda dia setuju dengan omongan Arash. Bukan berarti dia senang Annisa dimanjakan fasilitas berlebih, tapi keselamatan dan kenyamanan sang putri itu lebih penting.


Selama dijogja mereka berjalan-jalan keberbagai obyek wisata kenamaan. Mengantarkan annisa regrestrasi ulang. Dan tak terasa seminggu sudah Arash dan ibu Icha berada dijogja. Dan pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta meninggalkan Icha dikota ini untuk menuntut ilmu.


"Sayang kamu baik-baik disini. Jangan makan sembarangan. Jaga kesehatan. Kalau sakit jangan lupa minum obat dan harus segera kabari Abang. Apapun dan dimana pun Abang harus tau sayang. Dan ini. Gunakan kartu ini untuk kebutuhan kamu sayang"


"Abang plis jangan seperti ini. Kita belum menikah loh. Ini berlebihan"


"Jangan kamu kira Abang gak tau kalau kamu pasti akan kerja parttime disini. Abang ingin kamu fokus belajar dan cepat menyelesaikannya sayang. Abang gak suka kita kepisah lama"


Annisa hanya bisa menunduk pasrah. Sang ibu hanya bisa diam mengamati.


"Dasar kanebo kering tukang paksa. Ingat jangan tebar pesona nanti banyak kuntilanak dan Mak Lampir kelonjotan. Jangan begadang terus cepet tua nanti"


"Hahaha iya iya. Abang akan jenguk kami satu bulan dua kali jika tidak sibuk"


"Yaelah bang gak usah memaksa gitu dong. Icha tau Abang sangat sibuk"


"Sesibuk apapun Abang pasti ada waktu untuk kamu. Dan dikota ini cinta Anang berada"


Akhirnya Arash dan ibu Annisa berpamitan kepada annisa. Sang ibu menangis begitupun Icha. Karena baru kali ini mereka berpisah jauh dalam waktu lama.


"Baik-baik nak. Jaga kesehatan kamu nak. Ingat makan teratur. Jaga ibadah kamu"


"Iya Bu"


Arash kembali mendekat dan berbisik kepada Annisa.


"Jaga hatimu sayang. Karena aku juga akan menjaga hatiku. Baik-baik disini sayang dan jangan terlalu lama"


"Insyaallah bang"


Pesawat Arash sudah lepas landas. Annisa kembali ke tempat tinggalnya diantar pengawal keluarga Malik yang mulai saat itu bertugas menjaga Annisa.


_____


Maaf ya sedikit. Besok lagi. masih sibuk


Jangan lupa jempolnya kakak


Happy Reading