RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Kembalinya Dia



Waktu berlalu dengan cepat bahkan RashSya yang awalnya tak berminat untuk kelas akselerasi... Akhirnya mereka mengikuti juga.. Syarat agar sekolah mereka bisa disetarakan dengan sekolah ternama harus dengan jalur itu..Trio rusuh menjadi pilihan sebagai percontohan dan berhasil


Trio rusuh yang harusnya taun ini duduk dikelas dua langsung meloncat ke kelas tiga dengan kata lain mereka hanya perlu dua tahun menghabiskan waktu sekolahnya..Itu membuat Devin dan Ghaisan kesal..Karena Ghaisan selalu gagal dalam kelas akselerasi sedangkan Devin mau tak mau harus seangkatan dengan Trio rusuh dan sudah pasti akan ada persaingan diantara mereka


Mereka sedang kumpul di kafe milik Malika seperti biasanya yang mereka lakukan saat weekend


"Kalian kenapa ikut akselerasi sih..bikin bokap gue ceramah sehari semalam gak kelar kelar dengar berita dari Opa kalian uda loncat ke kelas tiga"


Trio rusuh santai saja menanggapi perkataan Devin yang sedang mengungkap perasaan kesalnya


"Iya Papa gue juga sama...Kalian emang menyebalkan"


"Jadi karena kami bukan karena otak kalian sendiri"


Ghaisan dan Devin langsung melotot mendengar perkataan Ghaydan yang spontan keluar dari mulutnya


"Jadi loe kira otak kita gak ada isinya gitu"


"Gue gak bilang gitu Chan..sensi amat sih loe..PMS bang"


"Heh kunyuk secara gak langsung loe mau ngomong gitu bege"


"Nggak ya..Baper amat sih Chan"


"Siapa yang baper"


"Ya loe lah masa gue"


"Mau loe apa sih Tha"


"Gak ada Chan"


"Terus kenapa loe ngatain gue"


"Gue gak ngatain elo Chan..loe kenapa nyolot"


Duo Ghay uda dititik tertinggi sensitifitas mereka.. Sedangkan yang lain sibuk dengan kentang goreng dan menonton drama didepan mereka..Malika yang belum pernah melihat seperti itu bingung


"Ay itu mereka gak dipisahin"


"Gak perlu...mereka kalau dipisahin sebelum rasa kesal mereka hilang yang ada nanti berantem lagi"


"Tapi gak akan apa apa kan"


"Gak usah khawatir Ay..kamu cukup nikmati kegilaan mereka saja"


"Iya deh"


Mirza pun merasakan hal yang sama sebelum mendengar penjelasan Arash pada Malika..Kini Mirza dan Malika mencoba menikmati seperti yang lainnya walaupun masih ada rasa khawatir dihati mereka


Duo Ghay yang masih adu mulut pun sama sama berdiri berhadapan..Devin yang juga kesal dengan ucapan Ghaydan ikut menjadi kompor


"Chan jadiin jangan mau kalah sama kunyuk satu ini"


"Pasti bang..Gue juga kesel seenaknya ngatain otak kita gak ada isinya..padahal otak dia yang kayak gitu"


Ghaydan langsung marah dan menyingsingkan lengan kaos pendeknya hingga pundak menampakkan otot dan kulit putihnya..Devin semakin memanas manasi Ghaisan


"Wah pamer dia Chan...jadiin Chan..buka jaket loe Chan lihatin otot loe"


Ghaisan terdiam sebentar berfikir..walaupun dia rajin olahraga tapi belum berotot seperti Ghaydan.. Ghaydan tau itu lalu mengoloknya


"Mana sini tunjukkin otot loe.. itupun kalau punya"


"Loe meremehkan gue Tha"


"Nggak nyatanya loe gak punya otot..Mungkin si Jr juga gak berotot..letoy"


"Kampret loe Tha bawa bawa Jr segala...ayo maju sini loe jual gue beli"


Duo Ghay sudah berhadapan tanpa terhalang meja lagi..Yang lain damai menikmati.. Devin yang sempat menjadi pemanas hati tersenyum melihat mereka sudah panas


"Jangan nangis kalau loe kalah Chan"


"Gak salah...loe itu yang akan kalah"


Dengan santainya sambil bermain gawainya Arsya menyela perdebatan mereka


"Pokoknya yang kalah bayar semua makanan ini"


Kompak mereka menjawab


"Setuju"


"Ok jadiin..ayo sini maju loe Tha"


Duo Ghay sudah bersiap bahkan kuda kuda sudah mereka perlihatkan..Malika mencengkeram erat telapak tangan Arash


"Uda kamu nyantai aja Ay gak akan terjadi apa apa"


Malika mengangguk tersenyum kearah Arash mencoba mempercayai perkataan Arash..Karena raut wajah Arash pun tak nampak cemas melihat dua orang sahabatnya akan bertarung


"Hayo kita mulai gak usah banyak cingcong loe Chan"


"Ok..sini"


Dan apa yang akan terjadi....


Bugh...


Bugh


"Aduh sakit bege"


Mereka sudah bertarung dengan serunya babak pertama dimenangkan Ghaydan dan lanjut babak kedua...dengan segenap kemampuan yang dimiliki Ghaisan berusaha menang


Dugh dugh


"Stop loe curang Tha...masa loe menang lagi..Gak terima gue"


"Ya gak bisalah..Loe kalah ya kalah aja Chan..sportif napa"


"Loe pasti curang...mana bisa curang..Uda kalah kalah aja"


Malika dan Mirza tertawa mwlihat cara mereka bertanding.. Mereka kira kafe akan berantakan...para pengunjung akan kabur..Tapi ternyata...


10 menit yang lalu...


"Mulai"


Devin berteriak tanda pertarungan dimulai


"Tu Ting Tas...Batu gunting kertas"


"Yes gue menang Chan mana bisa gunting ngalahin batu"


"Ck...kebetulan aja itu"


Bugh..


Ghaisan melepaskan jaketnya dan melemparkan kearah Arsya yang asyik bermain...mendapat sebuah pukulan di lengannya dari Arsya


Bugh


"Apa"


Mereka melanjutkan pertandingan tutingtasnya..Hingga pertandingan dimenangkan Ghaydan membuat Ghaisan tak terima dan menendang kursi dikafe tersebut


"Yes gue menang...gimana kalah kan loe"


"Loe curang Tha...gue gak terima"


"Mana ada gue curang...jelas jelas loe kalah"


"Ck...menyebalkan"


Yang lain tertawa melihat kelakuan mereka..Sedari kecil mereka sudah sepakat untuk tidak menggunakan otot dalam menyelesaikan masalah karena bukannya selesai malah akan timbul masalah baru..jadi mereka memilih cara seperti tadi dalam menyelesaikan masalah..dan itu salah satunya...masih ada lagi kegilaan mereka dalam menyelesaikan masalah


"Ay...jadi kalian kayak gitu kalau lagi berantem...hahaha..unyu banget sih"


"Hem...ini masih biasa saja Ay..masih ada lagi yang lebih gokil..Haha"


"Ay kamu juga seperti mereka"


Arash menatap Malika yang bertanya dengan merendahkan suaranya nyaris tak terdengar jika Arash tak menajamkan telinganya


"Apa kamu akan ilfill Ay"


"Nggak mana mungkin aku ilfiil tapi penasaran aja kayak apa gitu..kamu yang terkenal dingin jadi kayak mereka..hahaha"


"Nanti suatu saat kamu akan tau sendiri Ay"


"Nggak sabar aku pengen lihat...Haha"


"Mulai ya mau bully aku"


"Nggak kok Ay"


Tak lama datang seseorang diantar oleh pengawal Jay mendekat kearah mereka orang itu masih tertutup badan sang pengawal.. Arash melihat pengawal itu langsung menatap tajam dan wajahnya sangat dingin


"Siang tuan muda"


"Ada apa"


"Kami mengantar tamu anda tuan"


"Ya sudah sana kembali.. terimakasih"


"Baiklah tuan muda saya permisi"


Seseorang nampak dibalik punggung oe gawal itu tersenyum manis kearah Arash membuat Malika cemburu karena Arash membalas senyum itu bahkan arash berdiri menyambut orang itu yang ternyata tak sendiri


"Abang apa kabar"


Arsya menghentikan permainannya mendengar suara lembut seseorang yang sangat dirindukannya selama ini yang membuatnya betah menjomblo


"Retha..kamu kapan sampai"


"Baru saja dan langsung kesini Retha kangen Abang"


Aretha langsung memeluk Arash dan dibalas oleh Arash..Malika dan Mirza hanya terdiam melihat itu..Dan seorang pria berwajah dingin berhadapan dengan Arash


"Apa loe"


"Huh...Retha kenapa si Bang Key diajak sih"


"Sya bisa gak sih manggil gue Keynan aja gak usah pake bang"


"Loe aja gak tau gue Arash atau Arsya"


"Jadi gue salah gitu..kayak sama aja"


"Huh serah loe deh Bang...Key"


Arsya menatap wanita spesial dalam hidupnya itu.. Bertahun-tahun tak bertemu hanya sesekali saat mereka berlibur ke Jerman..Membuat rindu Arsya sangat dalam


"Bang Dev..Bang Ghaisan"


"Aretha My lovely"


Sengaja Devin berkata seperti itu agar Arsya marah..Devin mendapat tatapan tajam dari Arsya


"Apa kabar Ret"


"Baik bang Ghaisan...Hay bang Ghaydan"


"Hay cantik"


Mereka bergantian memeluk Aretha..Tatapan sendu dan merindu nampak di mata Arsya...Aretha yang juga merindukan Arsya langsung berlari memeluknya


"Miss u My Prince"


"Miss u so bad gadis baik"


Mereka semua menatap kearah Arsya yang sangat lama saling berpelukan.. Mereka tau Arsya memiliki rasa kepada Aretha...Dan Aretha selalu bahagia dan merasa dilindungi oleh Arsya..Tapi untuk perasaan mereka tak bisa menebaknya


Arash menatap wajah Malika...yang menyimpan penasaran kepada sosok cantik itu


"Oya Bang kenalin ini cewek gue Malika"


"Hay cantik.. ternyata berita itu benar ya..seorang gunung es kayak loe bisa punya cewek juga... kalau bang Juna tau bisa shock hahaha"


"Hem"


Malika membalas jabat tangan Keynan sambil berkenalan


"Gue Malika"


"Keynan sepupunya manusia es..Haha"


"Oya ini kakak gue Mirza"


"Hay bro salam kenal ya"


Arash lalu mengenalkan Aretha


"Dan ini Princess kedua dikeluarga kita setelah Chila...Aretha..dulu aku pernah cerita tentang dia ke kamu..masih ingat gak Ay"


"Oh iya aku ingat jadi ini orangnya..Cantik sekali"


"Makasih kakak ipar juga cantik"


"Kamu bisa aja Retha..hahaha"


Mereka duduk bersama saling bertukar cerita melepas rindu..Aretha duduk disamping Arsya...Senyum terus terlihat dibibir Arsya


_______


Yang nanya arsya kapan punya pacar...nih calonnya uda dikeluarin...jadian atau gak lihat nanti yak😅😅


Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak


Happy Reading