Re:START/If {Book 1.0}

Re:START/If {Book 1.0}
Chapter 33: Sesuatu yang tak jauh dari tempatnya (Part 04)



 


 


Pada hutan di luar dinding yang mengelilingi Kota Mylta, Odo sedikit menarik napas lega karena akhirnya bisa lepas dari pengawasan Fiola meski dengan cara yang bisa dikatakan cukup licik. Dirinya telah menduga Lisia akan datang ke bengkel pada waktu tersebut, informasi itu dirinya dapat dari Osel yang juga pernah berkata padanya ada orang lain yang sedang meminta perawatan beberapa pedang pada pandai besi itu sehari sebelum Odo memesan pedang.


 


 


Melihat ke arah kota, Odo menyeringai kecil dan bergumam, “Memanfaatkan cara seperti itu ternyata efektif juga, tidak kusangka Mbak Fiola cenderung terbawa emosi seperti itu.”


 


 


Kembali berbalik, anak itu berjalan masuk ke dalam hutan. Saat sampai pada sebuah lahan terbuka di dalam daerah hutan tersebut, ia sekilas memejamkan mata dan mengaktifkan beberapa sihir. Membuka sirkuit, ia lalu menciptakan lingkaran-lingkaran sihir yang melayang di sekitar tubuhnya.


 


 


“Akhirnya aku ada waktu untuk mencoba sihir baru ini ....”


 


 


Mengulurkan telapak tangan kanannya ke permukaan tanah, Odo menembakkan bola api dan melelehkan salju. Kobaran api masih menyala, berwarna merah terang. Menghilangkan semua lingkaran sihir di sekitar tubuh, anak itu melepaskan kedua alas kakinya, lalu menyingsingkan celananya sampai lutut.


 


 


Mengangkat kaki, ia pun menginjak kobaran api di depannya. Itu tidak membakar kaki Odo, api yang ada mulai menyelimuti kaki kanannya dan mulai mengalami kristalisasi menjadi benda padat. Lingkaran sihir dalam ukuran kecil muncul di sekitar kaki kanan Odo yang mulai terbungkus kristal kemerahan, lalu penyesuaian bentuk pun dimulai.


 


 


“Memuat informasi dari struktur bentuk, skrip perubahan disesuaikan. Dragon Form diubah, mengatur ulang ke tahap dan menyalinnya dari data L.L dan L.R yang telah tersedia, leg Form diterapkan.”


 


 


Kristalisasi dari api yang menyelimuti kaki Odo mulai rontok, bentuk kasar yang ada mulai hilang dan wujud asli dari sihir yang digunakan anak itu terlihat. Itu adalah sebuah zirah kaki berwarna kemerahan, sebuah bentuk modifikasi dari sihir perubahan naga yang didapatnya dari Seliari.


 


 


Dalam informasi yang Odo miliki, perubahan dari Ras Naga Agung bukanlah perubahan secara bentuk tubuh fisik melainkan semacam mengenakan zirah raksasa berbentuk naga. Memiliki daging, tulang, sisik keras, dan hidup, itulah perubahan naga dari ras tersebut. Apa yang Odo lakukan adalah bentuk dari modifikasi sederhana, mengecilkan sifat dari perubahan wujud naga tersebut yang pada dasarnya menggunakan kristalisasi dari unsur tertentu, lalu menjadikannya sebuah pelindung yang sesuai dengan ukuran dan bisa ditahan tubuhnya.


 


 


“Hmm, elemen yang dikuasai Seliari adalah api, selama ada itu aku bisa membuat zirah semacam ini sesukaku. Yah, kalau lepas dari tubuh itu langsung hilang jadi tidak bisa dijual, sih. Jujur sayang sekali konsep kristalisasi tidak bisa berlaku secara permanen.”


 


 


Odo kembali menembakkan sihir api ke permukaan tanah, menginjaknya dengan kaki satunya dan menyelimutinya dengan zirah dari kristalisasi api tersebut. Secara mendasar, bukan berarti Odo langsung mengenakan api tetapi lebih cenderung memanfaatkan zat gas yang membuat api ada. Karena itulah kristalisasi terjadi, dan dengan pengaturan bentuk dari skrip struktur sihir yang telah terbentuk, ia mengatur kristalisasi tersebut menjadi sepatu zirah setinggi selutut.


 


 


“Meski aku memiliki kekuatan sihir, tubuhku sendiri sangat rapuh. Nyatanya ditusuk dengan belati oleh anak-anak saja dagingku sudah tertembus, kalau terkena tembakkan beruntun di kepala seperti saat di dermaga pasti aku akan binasa. Tetapi, kalau selalu mengenakan zirah mencolok rasanya tidak menyenangkan. Memang perlu, pengaturan ulang dari perubahan wujud naga ini supaya memperkuat ketahanan fisikku.”


 


 


Membuat lingkaran sihir besar yang merupakan panel dari skrip struktur sihir yang mengatur kristalisasi dari perubahan naga, anak itu mulai mengotak-atiknya lagi dan mengubahnya. Perubahan naga yang diserahkan kepada anak itu benar-benar mengalami perombakkan, menjadi jauh dari unsur bentuk naga dan malah cenderung ke bentuk manusia sesuai apa yang anak itu inginkan.


 


 


“Yah, kalau aku mendapatkan Leviathan pasti akan lebih mudah. Unsurnya adalah air, dan itu paling banyak di sekitar sini .... Kalau dicampur dengan konsep dasar perubahan Seliari, itu bisa saja menjadi senjata terkuat ... Tapi, yah .... Itu tidak semudah yang kuharapkan. Naga laut itu, tinggalnya di laut, sih.”


 


 


Duduk sila di lahan tengah lahan dalam hutan tersebut, anak itu benar-benar fokus dan tenggelam dalam pekerjaannya mengatur ulang bentuk peruahan naga. Anak itu menggunakan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya, merombak dari zirah raksasa berbentuk naga ke bentuk yang malah seperti zirah berukuran manusia dengan senjata-senjata jarak jauh yang memanfaatkan unsur elektrik yang juga merupakan salah satu elemen yang dikuasai anak itu.


 


 


“Hmm, untuk mobilitas kurasa ini cukup .... Menggunakan daya ledak dalam Thrusters, ini juga bisa digunakan untuk terbang. Kalau saja aku sudah bisa menggunakan sihir melayang seperti Vil itu pasti akan lebih mudah. Ah, apa perlu aku pakai saja sayap seperti konsep naga? Tapi bukan berarti punya sayap itu bisa membuatku terbang, menggerakkan sayap perlu skrip khusus lagi dan jujur aku kurang paham konsep sayap yang bisa membuat naga terbang .... Dasar pesawat sederhana? Tekanan udara? Aku bukan arsitek pesawat, mana mungkin paham hal semacam itu .....”


 


 


Baru melihat sekitar, Odo sadar kalau ternyata matahari benar-benar telah terbenam dan langit sudah petang. Sekitarnya sangat gelap, meski dirinya bisa melihat di dalam kegelapan itu dengan jelas tersampaikan pada Odo. “Ah, aku sampai lupa waktu .... Aku biasa mengerjakan hal seperti ini di kamar semalaman, jadinya gak sadar kalau sekarang sedang di luar, ya. Gawat, persepsiku mulai kacau lagi?” gumam anak itu.


 


 


Menutup lingkaran sihir skrip utama dari pengaturan bentuk perubahan naga, anak itu bangun dan sedikit meregangkan leher. Menarik napas dan mengatur aliran Mana dalam tubuh, ia berkata, “Purge komponen L.L dan L.R ....” Zirah yang ada pada kedua kaki anak itu terlepas, mulai rontok ke tanah dan memulai menyublim menjadi gas yang menyatu cepat dengan udara.


 


 


Melihat kulit kedua kakinya yang sedikit terkelupas bersama zirah, Odo bergumam, “Begitu, ya .... Bagian seperti itu juga perlu diatur ulang. Yah, itu nanti saja ....” Kembali mengenakan alas kaki dan menurunkan singsingan celana, anak itu berjalan keluar dari hutan untuk kembali ke dalam kota sebelum Fiola bertambah cemas dan melakukan hal-hal menyusahkan dengan wewenangnya sebagai seorang Shieal.


.


.


.


 


 


“Mbak Fiola ....”


 


 


Mendengar suara Odo, Fiola langsung menoleh dengan cepat. Melihat raut wajah cemasnya itu, anak rambut hitam tersebut sedikit merasa bersalah dan memalingkan pandangan dengan kaku. Fiola berjalan mendekat dengan cepat, lalu langsung berlutut dan memeluk Odo.


 


 


“Syukurlah ..., Anda baik-baik saja .... Saya sangat cemas ..., kenapa Anda pergi tiba-tiba seperti itu?”


 


 


Suara tersebut benar-benar terdengar sangat mengkhawatirkannya. Melihat para prajurit kota yang dikumpulkan Fiola di depan panti asuhan, Odo sedikit menyipitkan mata dan menghela napas. “Apa Mbak Fiola juga ketularan ibu? Kenapa juga protektif padaku seperti ini?” ucap anak itu dalam pelukan Fiola.


 


 


“Tentu saja!!” Odo tersentak mendengar suara tegas itu. Melepaskan pelukan dan menatap anak itu, Fiola berkata, “Tolong jangan kabur dari saya seperti itu .... Kenapa Anda selalu membuat orang-orang di sekitar Anda cemas?”


 


 


“A—!” Perkataan Odo terhenti saat melihat ekspresi Fiola yang benar-benar mencemaskannya. Menundukkan kepala, anak itu berkata, “Maaf ..., lain kali aku tidak akan melakukannya.”


 


 


Odo paham mengapa Huli Jing tersebut mengkhawatirkannya sampai seperti itu. Hal tersebut sangat jelas baginya, dapat dimengerti dan semuanya menjadi terhubung dalam kepala anak itu. Mengangkat wajah dan menatap Fiola, ia tersenyum ringan tanpa berkata apa-apa.


 


 


“Apa Mbak Fiola menggunakan wewenang sebagai seorang Shieal?”


 


 


“Hmm.”


 


 


“Bukannya Mbak Fiola tidak ingin mengumbar identitas seperti itu?”


 


 


Perempuan itu tidak menjawab, ia bangun dan sedikit memalingkan pandangan. Odo paham alasannya, ia bertanya hanya untuk sedikit menyadarkan perempuan itu atas tindakannya menggunakan wewenang tersebut. Menghela napas ringan, Odo berkata, “Bisa tolong perintahkan mereka kebali? Kota ini kondisinya sedang tidak stabil, kalau ada pergerakan seperti ini itu bisa menjadi pendorong yang membuat riak lain .... Aku tak ingin itu.”


 


 


“Ya, baiklah.”


 


 


Sekilas Odo melihat ke arah bangunan panti asuhan. Di sana terlihat Nanra, menatap Odo dengan datar seakan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Odo menggaruk bagian belakang kepala, memalingkan pandangan dan merasa bebannya bertambah lagi.


 


 


“Aku harap rencana pemberesan bandit itu cepat dilakukan dan selesai,” gumam Odo.