Re:START/If {Book 1.0}

Re:START/If {Book 1.0}
Chapter 59 : Aswad 6 of 15 “To Speak” (Part 01)



 


 


Hujan turun tak henti-henti, membatasi jarak pandang dan hembusan angin yang ada membuat gerakan seakan dibatasi. Guyuran air yang turun ke atas dedaunan hijau pohon oak jatuh ke permukaan tanah permukaan tanah gambut, membuat aliran kecil ke tempat yang lebih rendah dan masuk ke dalam aliran sungai yang menjadi sistem irigasi kota Mylta.


 


 


Pada hutan yang letaknya belasan kilometer dari kota pesisir tersebut, orang-orang yang memakai jubah kamuflase bersembunyi di antara pepohonan. Setelah terbang dari markas sementara tempat kapal korvet berlabuh, keempat Prajurit Peri tersebut mendarat di dalam hutan tersebut dan mengintai pergerakan orang-orang di kota itu. Di jalan utama dekat mereka bersembunyi sama sekali tidak terdapat lalu-lalang, hujan deras yang berlangsung lama benar-benar membuat jalan utama dan hutan pepohonan oak terlihat begitu sunyi.


 


 


Keempat Elf itu membawa senjata-senjata khusus mereka, penuh dengan salinan struktur relief sihir kuno dan memiliki fungsi untuk memaksimalkan sihir khusus mereka masing-masing. Mengenakan pakaian jubah kamuflase dan berbaur dengan warna semak-semak, mereka terlihat menyatu dengan alam dan secara visual sukar terlihat di tengah hujan.


 


 


Sekali lagi memeriksa senapan yang akan digunakannya, Laura Sam’kloi melakukan penyetelan akhir M1 Garand. Senapan semi-otomatis tersebut sejenis dengan Springfield dan memakai jenis amunisi yang hampir sama, dengan kaliber.30-06 yang bisa diciptakan dengan struktur sihir pemadatan Mana.


 


 


Pada permukaan larasnya, terdapat pola unik berupa garis-garis sirkuit merah yang memudahkan penggunanya menyuplai mana dan menciptakan peluru dalam megasin senapan tanpa harus melakukan penyesuaian. Itu menggunakan konsep manipulasi Mana menggunakan struktur sihir yang ditanamkan, lalu dipakai untuk pemadatan energi dan bisa menciptakan amunisi kaliber .30-60 secara otomatis selama penggunanya bisa menyuplai Mana.


 


 


Senapan tersebut tidak memiliki bidikan, namun sebagai gantinya ditambahkan sebuah struktur sihir yang bisa membuat pengguna menganalisa ruang di sekelilingnya dalam penggunaan sihir khusus. Analisa tersebut bisa perupa sensor panas, pengukur tekanan udara, peningkatan penglihatan.


 


 


Memakai senjata yang berbeda dari rekan-rekannya, Ul’ma Lilitra membawa H&R Tamer 20 Gauge Shotgun. Itu berbeda dengan senjata-senjata yang sering digunakan oleh pasukan kerajaan Moloia, High Elf rambut pirang ikat kepang tunggal itu membawa sebuah Trench Gun. Senapan tersebut memiliki nama lain Snake Charmer, terbuat dari besi tahan karat, tipe single shot, dan merupakan shot-break-shotgun yang bagian palu pemicu bisa terbuka dan memasukkan amunisi secara langsung ke dalam selongsong.


 


 


Tentu saja amunisi yang digunakan juga berbeda, yaitu .410 bore yang di dalamnya bisa berisi antara 5 sampai 9 pelet besi. Sama seperti senjata khusus yang dibawa Laura, pada permukaannya terdapat garis sirkuit merah dan beberapa struktur sihir yang bisa menciptakan pemadatan Mana untuk menciptakan peluru selama pengguna bisa memberikan suplai tenaga.


 


 


Berdiri di dekat pohon dan mengintai gerbang utama dengan teropong jari, Magda Klitea menunggu rekan-rekannya menyiapkan senjata khusus mereka. Senjata yang dibawa oleh Elf rambut pirang panjang sebahu itu adalah Nock Volley Gun, sebuah senapan jenis flintlock smoothbore dengan tujuh laras barel.


 


 


Karena masih memakai mekanisme pemicu seperti korek api di dan mekanisme mirip senapan lontak, jarak efektif senjata relatif pendek. Kalibernya sendiri hanya 12mm, yang 7 amunisinya ditembakkan secara langsung dan memiliki kemiripan dengan revolver secara pengisian amunisi. Senjata tersebut juga memiliki garis-garis sirkuit merah pada permukaan sama dengan senjata khusus lainnya, membuat penggunanya bisa menciptakan amunisi dengan teknik pemadatan Mana.


 


 


Notmarina Clienta selesai mempersiapkan senapannya, High Elf rambut hijau ikat kuncir tunggal itu bergegas menuju Magda dan ikut mengawasi pergerakan di sekitar Gerbang Utama kota. Ia meminjam teropong jari Magda, lalu ikut memastikan pergerakan yang ada. Di sana terlihat beberapa penjaga dan tukang yang sedang memperbaiki saluran irigasi yang hampir bobol karena air bah dari daerah perbukitan. Saluran irigasi yang menuju ke kanal buatan di kota dibatasi, lalu sebagian besar airnya dialirkan ke saluran yang mengarah langsung ke laut.


 


 


Senjata yang digunakan Notmarina sendiri adalah Colt's New Model Revolving Rifle atau juga dikenal dengan Remington Revolving Rifle, sebuah senapan revolver yang bentuk dan mekanismenya mirip dengan pistol revolver dengan silinder berputar sebagai tempat mengisi amunisi, namun memiliki laras tunggal yang panjang dan pegangan seperti senapan laras panjang pada umumnya. Kalibernya antara 0,36 hingga 0,64 inci, lalu bisa juga laras serta pegangannya dibuat pendek tergantung Gunstock yang digunakan. Tentu saja senjata itu merupakan senjata khusus yang memiliki struktur sirkuit merah seperti yang lain.


 


 


Selesai menanamkan mantra pada senjata, Laura dan Ul’ma segera menghampiri kedua rekan mereka yang sedang mengintai. Paham kalau orang-orang dari kota Mylta sama sekali tidak meningkatkan keamanan atau menambah personel meski seharusnya kabar penyusupan pasukan Moloia telah tersebar, Laura sekilas mengerutkan keningnya dan bergumam, “Dasar bodoh .... Mereka terlalu mabuk perdamaian. Seharusnya mereka paham kalau sekarang ini sedang masa peralihan kepemimpinan di negeri-negeri tetangga! Dasar dungu! Kalau arus sejarah daratan Michigan berubah tahun ini, kerajaan Felixia pasti akan langsung terpuruk!”


 


 


Mendengar itu perkataan Letnan Dua tersebut, Magda menerima kembali teropong jarinya yang dipinjam dan memasukkannya kembali ke dalam tas kantung pada sabuk. Sedikit menghela napas, Elf rambut pirang pendek tersebut berkata, “Itu tidak bisa dipungkiri, Letnan. Jika dibandingkan dengan Moloia atau Urzia, negeri ini cenderung damai dan hampir tidak pernah terjadi perang sepanjang satu dekade terakhir.”


 


 


“Hmm, benar kata Magda. Felixia awalnya konflik hanya dengan Ungea. Setelah pernikahan politik yang dilakukan oleh Raja Gaiel, potensi perang di kedua negeri tersebut berkurang drastis,” sambung Ul’ma.


 


 


“Memang tak masalah kalau damai.” Notmarina sedikit terlihat risih mendengar ucapan-ucapan rekannya. Bangun dan sedikit melirik tajam ke arah Laura, High Elf rambut hijau ikat kuncir itu berkata, “Bukannya mereka terlalu bodoh? Di masa peralihan kekuasaan seperti ini dan ada laporan tentang penyusupan, mereka malah santai-santai seperti itu?”


 


 


“Entahlah ....” Laura melepas pengaman senjata, menarik tuasnya dan memasukan peluru sihir ke dalam selongsong. Mengusap kedua mata dengan lengan, perempuan rambut pirang itu berkata, “Mungkin saja karena insiden Raja Iblis Kuno musim dingin lalu? Kita tidak punya informasi banyak soal itu, hanya ada rumor mengatakan kalau sosok mengerikan itu dikalahkan oleh Hewan Suci dari Keluarga Luke.”


 


 


“Diriku ini rasa bukan Hewan Suci itu yang melakukannya ....”


 


 


Mendengar suara dari belakang mereka, keempat Prajurit Peri itu menoleh dan menatap cemas perempuan rambut ungu yang terlihat begitu rapuh tersebut. Perempuan yang berdiri di antara pepohonan itu adalah Tuan Putri ke-30 kerajaan Moloia, Ulla Vrog Ma’tar. Perempuan itu mengenakan pakaian hitam ketat dengan rangkap jubah kamuflase seperti para Prajurit Peri, hanya membawa senjata perupa pisau tempur di belakang pinggangnya untuk berjaga-jaga.


 


 


“Master ....” Laura menatap cemas, lalu dengan sedikit resah berkata, “Apa Anda yakin harus ikut sampai sedekat ini? Bukannya lebih baik Anda tetap di kapal dan menunggu kabar dari kami setelah misi selesai?”


 


 


Perempuan rambut ungu itu tersenyum lebar, berjalan mendekat dan menyentil kening Laura sembari berkata, “Percaya sekali engkau, Purwarupa.”


 


 


“Uch ....” Laura melangkah mundur, sedikit mengerutkan keningnya yang memerah. Sembari memasang ekspresi gelisah, ia kembali bertanya, “Memangnya kenapa? Kalau Master sudah mengizinkan saya untuk menggunakan Parva Nuclear, bukannya ini akan singkat?”


 


 


“Huh!” Perempuan rambut ungu itu mengendus kesal, memalingkan pandangan dan berkata, “Kalau misi kalian berhasil, berarti pemuda yang dirimu sebut itu bukanlah Unsur Hitam! Karena itu, kemungkinan kalian kembali dengan selamat hanyalah 50% saja! Lagi pula, engkau selalu berhasil melakukan perapalan sihir itu karena yang selalu dirimu itu lawan tidak punya senjata atau strategi yang efektif untuk menyerang pasukan dengan mobilitas bebas di udara!”


 


 


Mendengar apa yang dikatakan oleh perempuan berdarah bangsawan tersebut, seketika keempat Prajurit Peri memahami artinya. Jika memang pemuda bernama Odo Luke adalah sebuah Singularity yang dimaksud oleh Rhea dan tercantum pada Mahia Sistem, berarti bisa dipastikan Laura dan ketiga rekannya tidak akan kembali hidup-hidup tergantung situasi yang ada nanti.


 


 


Situasi hidup dan mati bagi mereka bukanlah hal yang baru. Tidak mempermasalahkannya, keempat Prajurit Peri itu kembali menatap ke arah kota Mylta dan mencari waktu yang tepat untuk maju ke koordinat pusat kota demi mengaktifkan sihir Parva Nuclear.


 


 


“Kalau begitu, Master di sini saja. Seharusnya ini adalah batas aman dari jarak jangkauan radiasinya. Saya tidak bisa membawa anda lebih dekat lagi ....”


 


 


“Tak masalah. Di sini sudah cukup bagi diriku ini.”


 


 


Laura segera mengaktifkan Inti Sihirnya, menyalurkan Mana ke dalam senjata khusus, lalu mulai menyusun persiapan aktivasi susunan sihirnya. Dalam penggunaan Parva Nuclear, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan batasan yang tercipta dari pemakaiannya.


 


 


 


 


Parva Nuclear sendiri merupakan sihir yang berhubungan dengan inti atom untuk menciptakan Fusi Nuklir. Memakai sihir gravitasi dan alkimia untuk melakukan perubahan sifat udara dan menciptakan bom hidrogen, lalu menggabungkan isotop-isotop yang terkumpul dan ditembakkan ke permukaan untuk menciptakan daya ledak secara horizontal.


 


 


Konsep intinya adalah percepatan molekul sampai pada kecepatan cahaya. Dalam hukum fisika yang ada, objek yang memiliki masa tidak akan bisa mencapai kecepatan cahaya. Karena itu, molekul yang dipercepat akan diubah menjadi sebuah foton untuk menciptakan sebuah radiasi dalam perputaran dalam kecepatan tinggi.


 


 


Karena itu, dalam prosesnya sangatlah sensitif dan rentan terhadap gangguan. Jika dihentikan di tengah proses, sihir akan lepas kendali dan membuat ledakkan besar yang menghancurkan penggunanya. Dengan kata lain, sekali aktif sihirnya tidak bisa dihentikan meski oleh penggunanya sendiri.


 


 


Laura melangkah keluar dari hutan, menginjakkan kakinya di atas tanah berlumpur sembari berkata, “Mari kita mulai, rekan-rekanku. Kejayaan untuk tanah air!”


 


 


“Untuk tanah air!” ucap Notmarina dengan tegas.


 


 


“Hmm, untuk tanah air ...,” ucap Ul’ma.


 


 


“Untuk tanah air kita!” ucap Magda dengan semangat.


 


 


Mereka mengaktifkan wujud peri dengan serempak, sinkronisasi terjadi di antara mereka dan membuat akses ke Dunia Astral semakin kuat. Partikel-partikel energi mulai ditarik dari dimensi lain, berkumpul di punggung mereka dan menciptakan sayap kupu-kupu dengan tujuh warna bercahaya.


 


 


Anti-gravitasi mulai aktif saat sayap mengepak, mengangkat tubuh mereka dari permukaan dengan partikel-partikel cahaya bertebaran ke udara. Air hujan yang turun diserap oleh sayap mereka, lalu dikonversi menjadi energi bersama udara di sekitar mereka.


 


 


Memusatkan energi pada sayap mereka masing-masing, keempat Prajurit Peri itu langsung melesat kencang secara vertikal ke udara untuk mendapat ketinggian. Dalam hitungan kurang dari satu menit, ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut dengan cepat didapat. Melayang di bawah awan-awan yang menurunkan hujan deras, mereka kembali memastikan koordinat yang tepat untuk pengaktifan sihir.


 


 


Magda kembali mengambil teropong jari dari salah tas kecil berisi peralatan pada sabuknya, lalu mulai memindai koordinat yang akan digunakan. Beberapa informasi seperti kecepatan angin, intensitas hujan dan cahaya diukur secara numerik.


 


 


Kembali memasukkan teropong jari ke dalam tas, Elf rambut pirang itu dengan tegas melapor, “Koordinat dikonfirmasi ulang! Jarak ketinggian aman antara 1.000 sampai 900 meter dari permukaan air ditetapkan!”


 


 


“Semua unit atur sayap kalian! Sesuaikan Personal Realitas kalian pada tahap stabil akses Dunia Astral! Turunkan ketinggian sampai batas jarak aman dan terbang ke kota!”


 


 


Ukuran sayap para Prajurit Peri yang bervariasi mulai diselaraskan, ada yang mengecil dan membesar menyesuaikan akses tertinggi ke dimensi lain. Saat semuanya siap, mereka kembali melakukan sinkronisasi sihir gravitasi dan langsung melesat kencang ke langit kota Mylta.


 


 


Jarak belasan kilometer ditempuh dengan sangat singkat dan mereka terbang di atas pusat kota pesisir tersebut. Menyesuaikan titik yang ada saat tepat berada di langit kota, keempat Prajurit Peri itu langsung membentuk formasi tiga arah dengan Laura sebagai pusatnya.


 


 


Kota terlihat cukup sunyi, tak ada yang keluar kecuali beberapa penjaga dan tukang yang sedang sibuk memperbaiki bangunan dan infrastruktur setelah lonceng peringatan air bah beberapa menit lalu.


 


 


Mengangkat moncong senjata dan menodongkannya ke alun-alun kota Mylta, Laura mengaktifkan struktur sihirnya dan mulai melakukan rapalan. Garis-garis merah pada permukaan M1 Garand mulai bercahaya, pada ujungnya terbentuk distorsi ruang yang kuat dan menarik molekul-molekul penting dalam aktivasi sihir tersebut.


 


 


Lingkaran sihir mulai muncul di sekitar tubuh Laura, menyokongnya dalam kalkulasi pergerakan molekul dan penyelarasan distorsi. Lingkaran sihir utama berwarna hijau tua muncul di atas kepalanya, menyebarkan Rune cahaya yang mulai mengitari tubuhnya dan membuat getaran di udara untuk memicu reaksi percepatan foton.


 


 


Tubuh purwarupa dari para Prajurit Peri itu mulai bercahaya, sayap partikelnya mulai membesar dan menyedot energi lebih banyak dari dimensi lain. Menarik napas dalam-dalam, Laura mulai mengumpulkan semua molekul dan energi yang diperlukan ke dalam satu titik dan menciptakan sebuah matahari mini di ujung selongsong senapannya.


 


 


Muatan foton-foton terus dipercepat, akselerasi tersebut terjadi dan membuat massa objek semakin bertambah. Atom-atom yang ada saling bertabrakan, menciptakan energi yang juga dipusatkan pada satu titik. Saat massa terus bertambah, ukuran matahari itu akan semakin mengecil dan foton-foton yang diakselerasi semakin cepat.


 


 


Dalam konsep relativitas, semakin cepat sebuah objek maka akan semakin besar massanya dan ukurannya akan mengecil. Pada saat massa menjadi tak terhingga, maka akan tercipta sebuah lubang hitam. Namun sebelum itu terjadi, akselerasi perlahan disesuaikan dan menjaga matahari mini itu tetap stabil.


 


 


Air hujan yang turun di sekitar Laura seketika menguap, udara panas yang terpancar ke sekitarnya menciptakan tekanan udara tinggi yang bisa membuat air langsung mencapai titik didih. Gas dari proses itu juga diserap, lalu dipusatkan pada matahari mini di ujung senapan. Namun energi panas itu tidak terpancar bebas, hanya berjarak sekitar empat meter saja dan tidak sampai ke ketiga rekannya yang membentuk formasi tiga arah.


 


 


Tetapi sebelum Laura menyelesaikan tahap akhir sihirnya, tiba-tiba hujan deras berhenti secara tidak wajar dan mengakibatkan perubahan tekanan udara di sekitarnya. Mereka berempat sempat terkejut, melihat memindai dan menutupi titik buta masing-masing. Magda, Notmarina, dan Ul’ma mengaktifkan sihir penyerangan mereka, membidik ke depan dan bersiap menarik pelatuk mereka kapan saja.


 


 


Notmarina memasukkan sihir tombak cahaya ke dalam peluru di senapan revolvernya. Lingkaran sihir muncul di ujung senapan, lalu ia sedikit melirik ke tengah formasi. Sadar kalau aktivasi Parva Nuclear terganggu dan Laura butuh waktu lebih lama lagi untuk penyesuaian ulang, High Elf rambu hijau pucat itu mengambil komando.


 


 


“Magda ubah tipe sihirmu ke tipe pendeteksi! Ul’ma sebarkan The Wind Chopper ke sekitar kita untuk sinkronisasi mobilitas darurat! Siapkan juga sihir menyerangmu dalam kekuatan maksimum!”


 


 


““Siap, ma’am!””


 


 


Mereka segera melaksanakan perintah, tanpa mengurangi pengawasan dalam formasi yang bisa mencangkup penglihatan 3600 tersebut. Notmarina merasa misi akan berlangsung ke arah buruk, instingnya membuat gadis itu mulai berkerinya meski tubuhnya basah. Memegang bagian revolver senapan, ia menyalurkan Mana secara langsung dan mengubah mantra yang telah tertanam menjadi sihir tombak cahaya secara keseluruhan.