Re:START/If {Book 1.0}

Re:START/If {Book 1.0}
Chapter 51 : Quod (Part 05)



.


.


.


.


Daerah pelabuhan kota Mylta. Tidak seperti distrik lain di kota pesisir yang sudah ramai dengan kegiatan orang-orang, di sekitar dermaga baru terlihat beberapa kapal nelayan yang baru saja kembali menggunakan angin laut saat menjelang siang. Beberapa kapal yang baru saja berlabuh langsung didatangi para pedagang dan pengepul yang telah membeli hasil laut mereka menggunakan cara kontrak sebelum para nelayan itu pergi menangkap ikan.


 


 


Kebanyakan para pedagang atau pengepul bukan berasal dari kota Mylta, melainkan orang-orang luar kota dan kekaisaran yang datang untuk mendapat beberapa jenis ikan yang hanya bisa didapat oleh nelayan kota pesisir tersebut. Mereka ada juga yang terlihat saling tawar menawar untuk kontrak berikutnya, mulai mengangkut kotak-kotak kayu dan para penyihir yang mereka sewa menyiapkan balok-balok es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan. Gerobak yang telah disiapkan menjadi media transportasi untuk mengangkut, lalu semua itu akan dibawa ke gebang dan baru dipindah ke kereta kargo para pedagang yang terparkir di daerah gerbang utama.


 


 


Melihat transaksi semacam itu dari tempat yang cukup jauh, Nanra sekilas menyipitkan mata sembari mengingat-ingat soal perkataan Odo waktu lalu kalau para nelayan tersebut ditipu. Ia mulai paham kalau memang itu benar, harga dari hasil laut langka dan berkualitas dihargai tidak sesuai dengan semestinya. Koin-koin emas yang diberikan tidak sesuai, hal tersebut dengan jelas karena kertas-kertas perjanjian yang para nelayan setuju dengan tergesa-gesa setelah jalur perdagangan dibuka kembali.


 


 


“Apa karena mereka cemas tidak dapat pembeli, para nelayan jadinya mau menandatangani kontrak dan rela hasil tangkapan mereka dihargai murah?”


 


 


Nanra menghela napas dan berhenti bersandar pada pembatas dermaga. Dirinya paham hal seperti itu diluar kemampuannya untuk mengatasinya. Namun memikirkan tawaran Odo soal menjadi sekretaris dan masuk ke dalam perusahaan yang didirikan pemuda tersebut, Nanra merasa kalau dirinya pasti akan berhadapan dengan hal seperti itu.


 


 


Di tengah pikirannya yang sedang keruh, empat orang datang ke daerah pelabuhan. Nanra menatap mereka dengan heran, merasa kalau kombinasi keempat orang tersebut terlihat sangat asing mengingat kebanyakan orang yang datang ke pelabuhan itu para pedagang yang kebanyakan mengenakan setelan jas atau pakaian tradisional kekaisaran seperti Hanfu.


 


 


Mengenali salah satu dari keempat orang tersebut, Nanra menyipitkan mata dan bergumam, “Arca ... Rein? Kenapa orang dari keluarga Rein itu ada di sini?” Sekilas anak perempuan rambut putih keperakan itu menatap tidak suka, sedikit mengingat-ingat kabar angin yang dirinya dengar kemarin soal duel Odo melawan pemuda rambut cokelat tersebut.


 


 


“Kalau Odo kembali ke Mansion karena duel melawan orang itu, apa Odo juga tidak akan datang ke tempat ini untuk mendengar jawabanku. Tunggu, tunggu dulu .... Jangan bilang kalau mereka ....”


 


 


Nanra hanya memberikan tatapan datar ke arah keempat itu yang terlihat sedang mencari seseorang. Para pedagang dan nelayan tentu saja kenal dengan pemuda rambut cokelat yang menjadi pusat keempat orang tersebut, mereka enggan untuk mendekat dan memilih untuk tidak mengajak Arca dan para bawahannya bicara.


 


 


Arca melihat memindai dermaga, mengamati para nelayan, buruh, pengepul, dan pedagang yang ada di tempat tersebut. Tidak menemukan perempuan yang sekiranya memenuhi kriteria si Sekretaris yang dirinya tahu dari Odo, pemuda itu menghela napas. Namun saat melihat ke pojok lain di dekat pagar pembatas dermaga, dirinya langsung mengerutkan kening dan menatap datar.


 


 


“Rambut putih keperakan ....?”


 


 


Arca dan yang lainnya berjalan ke arah anak perempuan dengan gaun putih polos tersebut. Berdiri di hadapan dan mengamati mata violet anak itu, seketika putra sulung keluarga Rein itu memastikan bahwa gadis di hadapannya tersebut adalah si Sekretaris karena ciri-ciri fisiknya sangat identik dengan apa yang Odo beritahu.


 


 


“Orangnya Odo?”


“Orangnya Odo?”


 


 


Nanra dan Arca mengajukan pertanyaan sama dan pada saat bersamaan. Menghela napas dan memalingkan wajah, kedua orang itu merasa kalau Odo memang memiliki selera aneh dalam merekrut seseorang. Nanra menatap datar dengan rasa tidak suka dengan bangsawan di hadapannya, sedangkan Arca menatap remeh melihat anak kecil tersebut.


 


 


“Kau benar-benar si Sekretaris?”


 


 


“Yang benar calon .... Lalu, kau benar-benar diutus Odo untuk datang ke sini?”


 


 


“Ya!” Arca benar-benar meremehkan perempuan kecil di hadapannya, menatap rendah karena tinggi badan yang berbeda dan ia pun bertanya, “Keputusanmu apa? Apa kau akan ikut rencana atau tidak? Kalau memang ikut ....” Pemuda itu mengambil gelang hitam dari saku celananya, lalu dengan nada enggan berkata, “Ambil ini dan cepat buka sihir dimensi yang ada di benda ini.”


 


 


Nanra terlihat tidak suka dengan cara bicara pemuda Rein itu. Namun memikirkan keputusannya sendiri yang telah bertekat untuk ikut dengan rencana Odo, anak perempuan tersebut mengambil gelang itu dan langsung mengenakannya. Saat gelang itu dipasang pada lengan kanan dan Nanra ingin bertanya, sekilas kilatan listrik terpancar dari gelang dan dalam seketika ratusan paket informasi mengalir ke dalam kepalanya.


 


 


Paket-paket informasi tersebut berisi tentang tata cara penggunaan Gelang Dimensi dan daftar penyipanannya, rincian rencana selama beberapa bulan, perintah untuk bekerja sama dengan pemuda di hadapannya dan beberapa rincian lain terkait komponen-komponen yang harus dipenuhi. Mendapat berbagai informasi seperti itu, darah mengalir keluar dari hidung Nanra dan wajahnya terlihat pucat.


 


 


“Kau ... kenapa? Hidungmu mimisan, loh.”


 


 


“Diamlah ....”


 


 


Nanra mengusap darah yang mengalir dari hidung, lalu menatap tajam Arca. Sekilas kornea mata anak perempuan itu berubah dari violet ke hijau, proses analisis terjadi dengan sendirinya di dalam kepala anak perempuan itu dan itu sekilas membuatnya terkejut. Analisis berbeda dengan kalkulasi milik Odo yang secara penuh bisa mendapat informasi dari luar dan melakukan simulasi di dalam kepala dari informasi yang didapat.


 


 


Analisis yang terjadi di dalam kepala Nanra hanyalah menggunakan paket-paket informasi yang telah didapat dari Odo, lalu pilihan yang dikeluarkan dari analisis adalah sesuatu yang telah Odo siapkan sebelumnya dari paket-paket informasi tersebut. Nanra memegang keningnya sendiri, menghela napas dan sekilas beberapa pilihan terngiang dalam kepalanya.


 


 


“Ah, begitu rupanya. Odo ... ingin melakukan ini? Dia ingin aku melakukan itu untuknya,” gumam anak perempuan rambut putih keperakan itu.


 


 


“Apa yang kau bicaraan, bocah?” tanya Arca.


 


 


“Bocah?” Nanra mengangkat wajah dan menatap tajam dengan mata violetnya, lalu dengan tegas berkata, “Sebaiknya kau belajar dulu tata cara menghormati orang lain sebelum menjadi manajer, Arca Rein. Dalam hubungan kerja saling menghargai itu penting dan itu dimulai dengan cara memanggil lawan bicara.”


 


 


Arca terkejut karena ekspresi dan cara bicara Nanra yang berubah dengan cepat seperti itu. Sekilas memikirkan sesuatu tentang gelang hitam yang dikenakan perempuan itu, Arca menyipitkan mata dan paham kalau semacam paket informasi juga didapat oleh Nanra.


 


 


“Maafkan aku, wahai Sekretaris.” Arca menundukkan kepala. Kembali berdiri tegak dan menatap lawan bicara, ia berkata, “Benar juga, saling menghormati itu penting.” Pemuda itu mengulurkan tangannya dan mengajaknya berjabat tangan, lalu dengan senyuman palsu berkata, “Namaku Arca Rein, putra sulung keluarga Rein dan sekarang mendapat tugas dari Odo Luke untuk menjadi manajer. Alasanku mendapat posisi ini karena kekalahanku dalam duel.”


 


 


Nanra menjabat tangan pemuda itu, lalu dengan tersenyum palsu ia memperkenalkan diri, “Nama saya Nanra Tara, salah satu anak yatim piatu dari panti asuhan Inkara. Saya dipercayakan posisi Sekretaris untuk Perusahaan Ordoxi Nigrum oleh Tuan Odo ....”


 


 


“Ordoxi Nigrum?” tanya Arca bingung. Mereka berdua berhenti berjabat tangan.


 


 


“Nama perusahaan kita. Apa Anda tidak mendengarnya dari Tuan Odo?”


 


 


Nanra menekan permukaan gelang hitam yang sedikit longgar pada lengan kanannya, lalu dengan mudah mengaktifkan itu dan mengeluarkan kertas perkamen yang merupakan surat izin usaha yang dibuat oleh pemerintah kota Mylta. Arca menerima itu dan membacanya dengan cermat, ia sekilas terkejut karena bentuk usaha yang dikiranya adalah salah.


 


 


“Sekretari—?”


 


 


“Panggil saja saya Nanra.”


 


 


“Nona ... Nanra, surat izin ini ...? Kenapa bentuk perusahaannya usaha dagang? Bukannya Tuan Odo ingin membuat sebuah usaha distribusi?”


 


 


“Itu hanya salah satunya.”


 


 


 


 


“Apa Tuan Arca sudah datang ke bangunan toko Tuan Odo yang baru saja selesai dibangun itu?”


 


 


“Ya, tadi kami sudah memeriksanya. Itu—”


 


 


Arca terdiam, baru sadar kalau bangunan tersebut memang sangat tidak cocok untuk sebuah kantor distribusi dan malah menderung cocok untuk sebuah rumah makan. Paham akan kejanggalan itu, pemuda tersebut bertanya, “Jangan bilang kalau Odo ingin menghindari pajak dengan membuat bentuk usahanya berbentuk umum seperti ini?”


 


 


“Pajak?” Nanra menerima kembali surat izin usaha dari Arca, lalu memasukkan itu ke dalam gelang dimensi. Sembari menatap ramah ia kembali berkata, “Saya rasa bukan itu .... Tuan Odo tidak hanya ingin membentuk usaha distribusi, namun juga pengepul hasil laut, hasil ternak dan lahan, lalu mengolah itu menjadi produk dan baru dilakukan distribusi dalam bentuk penjualan produk. Dengan kata lain, perusahaan ini akan mencangkup semua aspek produk dari pengumpulan bahan, proses produksi, dan distribusi ke konsumen.”


 


 


“Tunggu sebentar ....” Arca memegang dagu dan merasa ada yang aneh, lalu ia pun betanya, “Kalau seperti itu, bukannya akan ada konflik dengan Serikat Dagang Lorian? Apa Tuan Odo ingin memulai perang harga?”


 


 


“Produk yang Tuan Odo buat, dengan kata lain output-nya berbeda. Saya memang tidak tahu apa itu, namun saya rasa perang harga tidak akan terjadi. Meski itu terjadi, saya rasa juga itu tidak akan berlangsung parah.”


 


 


Arca menghela napas panjang, menatap tidak peduli dengan perang harga dan berkata, “Ya, meski itu terjadi juga tidak masalah. Biar aku hancurkan sekalian serikat dagang itu dari kota ini.”


 


 


Nanra sesaat terdiam, sedikit paham sifat anak bangsawan di hadapannya. Sebelum dirinya berkata, pemuda rambut cokelat tersebut bertanya, “Tapi, Nona Nanra .... Kalau seperti itu, bukannya kita butuh sebuah gudang yang besar? Ruang penyimpanan di toko itu sangat sempit dan aku juga belum memeriksa basement-nya.”


 


 


“Soal itu Odo sudah menyiapkannya ....” Nanra berbalik ke samping dan mulai melangkahkan kaki, “Ayo, ikut saya ....” Arca hanya terdiam bingung mendengar itu, lalu pada akhirnya ia dan orang-orangnya berjalan mengikuti anak perempuan itu.


 


 


Pada ujung lain pelabuhan, Nanra dan yang lainnya sampai di depan sebuah gudang penyimpanan yang berdiri di barisan gudang-gudang penyimpanan hasil laut lain. Gudang yang berbahan dasar kayu dan batu bata itu terlihat baru, namun tidak ada satu pun orang yang berdiri atau melakukan kegiatan di sekitarnya.


 


 


“Ini adalah gudang yang baru dibeli Odo beberapa minggu lalu dari pemerintah kota Mylta langsung,” ucap Nanra.


 


 


“Bukannya ini masih baru? Apa ... harganya ....” Arca berdiri di sebelah anak perempuan itu, menatap ke arahnya dan sedikit meragukan.


 


 


“Tenang saja!” Nanra balik menatap dengan rasa percaya diri, lalu menjelaskan, “Ini harganya malah murah. Apa Tuan Arca pernah dengar kalau orang-orang Moloia pernah mencoba melakukan pembunuhan pada Tuan Odo?”


 


 


“Ya ... dan kau—Nona Nanra terlibat dengan itu ....”


 


 


“Hmm ....” Nanra terlihat sedikit enggan untuk menjelaskan. Kembali menatap gudang di depannya, anak perempuan itu berkata, “Bangunan ini hancur karena meriam kapal kerajaan Moloia yang menyusup ke perairan kota ini. Karena gudang ini dulunya milik salah satu kelompok nelayan yang membelot saat itu, akhirnya setelah kasus tersebut secara paksa ditutup gudang ini disita oleh pemerintah kota. Selanjutnya Tuan Arca tahu ceritanya, bukan?”


 


 


“Begitu rupanya, jadi karena itu Tuan Odo membelinya dengan harga murah.”


 


 


“Benar.” Arca kembali menatap pemuda di sebelahnya, lalu berkata, “Tempat inilah yang akan menjadi tempat penyimpanan kita.” Nanra menekan permukaan Gelang Dimensi, mengeluarkan kunci gudang dan menyerahkan itu pada Arca.


 


 


Menerima itu dan menggenggam erat kunci logam di tangan kanan, Arca menatap datar dan bertanya, “Sebenarnya kau siapa? Kenapa ... Odo mempercayaimu sampai seperti ini? Bukannya kau ... orang yang pernah mengkhianatinya?”


 


 


Nanra terkejut mendapat pertanyaan tersebut, tatapan Arca terlihat bukan seperti musuh yang dendam pada Odo karena telah dikalahkan dalam duel. Anak perempuan itu paham kalau bangsawan di hadapannya itu sangat menghormati Odo Luke dan karena itulah ia bertanya seperti itu.


 


 


Memalingkan pandangan dan sekilas memperlihatkan ekspresi bingung harus menjawab apa, dengan suara lirih Nanra berkata, “Entahlah, saya juga tidak tahu. Odo ... memang orangnya aneh. Tapi ..., kalau boleh saya jujur ... ini memang sangat membahagiakan.”


 


 


“Bahagia?”


 


 


“Ya, bahagia .... Mendapat kesempatan kedua seperti ini, memang membuat saya bahagia.”


 


 


Nanra menatap dengan wajah berseri, tersenyum lebar seakan bunga yang baru mekar di musim semi. Arca langsung paham melihat ekspresi seperti itu dan dirinya juga mengerti kenapa Odo mau memberikan Nanra kesempatan kedua. Menghela napas, ia hanya balik tersenyum kaku dan bergumam, “Untuk orang sepertinya, ternyata bisa juga merasakan hal seperti itu ....”


 


 


\===============================


Tambahan:


 


 


Struktur sementara Perusahaan Ordoxi Nigrum


 


 


Direktur = Odo Luke


 


 


Manajer Utama = Arca Rein


Sekretaris = Nanra Tara


 


 


 


 


See You Next Time!!


Next masuk ke transisi pokok terakhir dari Arc 02 ini yang akan bahas Regalia!


Mungkin .... Karena next bakal fokus ke Nanra dan Arca.


 


 


Catatan tambahan:


 


 


Jika kalian ingin tanya-tanya soal seri ini, kenapa update lama, protes atau tanya jarang dibalas kalau di kolom komentar, silakan kunjungi ....


 


 


FB : Dirjen Magang.


 


 


Itu akun medsos Author yang paling sering aktif. Tanya-tanya saja di sana, respons kurasa lebih cepat kalau di sana daripada nulis di kolom komentar yang lama dibalas komentarnya.


Btw, aku sendiri telat update minggu ini gara-gara habis kecelakaan motor hari jumat. Gara-gara kucing jadi nyungsep ke aspal dan pergelangan tangan kiri sedikit keseleo dan kaki kanan juga kena. Jidat juga.


Sedihnya karena anak yang jauh dari rumah harus ngurus tubuh sendiri T-T


Yah, aku tak minta apa-apa, cuma dimaklumi saja. Ini juga ngetik satu tangan gak enak banget