Re:START/If {Book 1.0}

Re:START/If {Book 1.0}
Chapter 62 : Aswad 9 of 15 “Yang menyedihkan dari masa lalu” (Part 09)



Memasang senyum bahagia, gadis berselimut Hanfu tipis tersebut sedikit membungkuk dan berkata, “Seperti yang engkau ketahui, diriku adalah Kaisar Kedua dari Kekaisaran Urzia. Pemilik Keabadian Murni dan pemegang tahta negeri para Demi-human tersebut. Namaku adalah Cai Xi Shou, marga yang diberikan kepada diriku adalah Mao, dan Naraka merupakan nama yang datang bersama kutukan keabadian ini. Engkau bisa memanggil diriku sesuka hati.”


Sorot mata Odo sekilas beralih ke arah orang-orang yang terkapar di lantai, merasa cemas pada kondisi mereka dan tak bisa fokus pada pembicaraan. Menyadari hal tersebut, sang Kaisar memasang senyum lebar dan kembali berakta, “Tenang saja, diriku hanya mengambil jiwa mereka. Karena mereka terlalu bisik dan terus menanyakan hal tak penting.”


Sang Kaisar Abadi itu menjentikkan jarinya, memunculkan jiwa-jiwa yang dirinya ambil dari orang-orang yang terbaring di lantai. Bola putih terang yang memiliki ekor, melayang-layang di udara dan jumlahnya sama dengan orang-orang yang terbaring. Itulah jiwa mereka yang diambil oleh sang Kaisar yang bisa dengan mudah memanipulasi kehidupan dan kematian.


“Kenapa kalian di sini? Bukannya seharusnya kalian di kantor dan sedang diinterogasi?” tanya Odo sembari memikirkan cara untuk mengatasi situasi yang ada.


Sedikit memiringkan kepala dan memasang senyum tipis, sang Kaisar menjawab, “Gadis kecil berambut merah itu sangat berisik dan bertanya hal-hal yang tak perlu. Karena itu, aku sedikit memanipulasi jiwanya dan membuatnya mengantar kami ke tempat ini. Namun saat sampai, di sini malah lebih ramai ....”


“Jadinya kau mengambil jiwa mereka semua, ya?”


“Tepat!”


Odo tersenyum kecut mendengar jawaban yang terdengar gila itu. Orang yang bisa memanipulasi kehidupan dan kematian dengan sentuhan, tanpa ragu merebut jiwa orang lain dan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan orang-orang di sekitarnya. Kombinasi penuh masalah tersebut benar-benar membuat Odo muak sampai-sampai ia merasa ingin pasrah saja dan mengikuti tawaran sang Kaisar.


“Diriku tahu engkau tak suka dengan apa yang terjadi sekarang.” Sembari berjalan ke arah Odo, gadis rambut hitam tersebut menawarkan, “Bagaimana kalau kita buat kesepakatan saja? Kalau engkau ikut dengan diriku, jiwa semua orang di tempat ini akan diriku kembalikan.”


Odo sekilas terdiam  mendengar ucapannya, menatap datar dan membuat sebuah keputusan dalam benak. Menekan pemukaan sarung tangan kanannya, pemuda rambut hitam tersebut mengambil sebuah belati perak dari dimensi penyimpanan. “Lord of Life and Death, atau bisa juga disebut The Immortal Tao System .... Sebuah kekuatan untuk memanipulasi kehidupan dan kematian.”


“Tepat .... Sudah diriku duga engkau mirip sepertinya, menganggap kutukan ini hanyalah sebuah susunan informasi.”


Langkah kaki sang Kaisar terhenti saat melihat Odo mengambil benda tajam. Mimik wajahnya terlihat sedikit terkejut, mulai tak tenang dan tubuhnya gemetar. Bukan karena takut Odo akan menyerangnya, namun lebih seperti cemas pemuda itu akan menggorok lehernya sendiri dan bunuh diri dengan belati tersebut. Mengingat kembali bagaimana sang kaisar pertama mati, bayangan itu dengan jelas nampak pada penglihatannya.


“Mengapa engkau mengambil benda seperti itu? Segera turunkan ..., itu berbahaya.”


“Ha hah ....”


Odo tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan sang Kaisar, pemuda itu dengan jelas tahu sumber rasa takut dari sosok berumur ribuan tahun tersebut. “Padahal kau sendiri seenaknya membunuhku, tapi malah takut aku mati dengan benda kecil ini, ya?” ucapnya sembari memainkan belatinya di sela-sela jemari.


Lord of Life and Death, kekuatan manipulasi kehidupan dan kematian tersebut tidaklah mutlak serta serba guna. Dalam syarat menghidupkan seseorang, pemiliknya hanya bisa menghidupkan orang yang dibunuh olehnya saja dan memberikan energi kehidupan pada orang yang sekarat. Pemilik kekuatan tak bisa menghidupkan seseorang yang mati bukan karena dirinya, lalu hanya bisa membagi energi kehidupannya kepada orang yang sekarat dengan syarat orang sekarat tersebut mau menerimanya.


Kekurangan fatal lainnya dari kekuatan tersebut adalah hilangnya kondisi kematian sang pemilik kekuatan. Semua sel dalam diri pemilik akan dipaksa hidup seiringan dengan jiwanya dan membuatnya tak bisa mati kecuali jiwanya dihancurkan. Namun salah satu tahapan kehancuran jiwa adalah lepas dari raganya terlebih dahulu, lalu barulah bisa terurai dalam aliran kehidupan. Dengan kata lain, kematian hampir benar-benar tak bisa didapat dari seorang pemilik kekuatan Lord of Life and Death.


“Tolong jangan bicara seperti itu! Letakkan belatinya!” bentak sang Kaisar dengan panik.


Fai Fengying bangun dari tempat duduk dan bersiap untuk menghentikan Odo jika pemuda itu hendak menusukkan belati pada dirinya sendiri. Begitu pula gadis budak yang mengangkat rambut sang Kaisar, ia terlihat mengambil sesuatu dari lengan Hanfu-nya dan terlihat sangat waspada.


Odo tidak mendengarkan perkataan sang Kaisar. Tujuannya mengambil belati bukanlah untuk menjadikan nyawanya sendiri sebagai jaminan, melainkan untuk memulai sebuah ritual singkat. Pemuda itu menusuk tangan kirinya sendiri dengan belati perak tersebut, sampai ujung belatinya tembus ke punggung tangan. Darah membahasi sarung tangan kiri, menetes ke lantai dari mata belati.


Melihat itu sang Kaisar sempat panik, mengambil langka ke depan dan terhenti karena takut pemuda itu melakukan hal yang lebih gila. Sorot mata yang tercermin dari Odo benar-benar tak bisa, seakan-akan kematian bukanlah hal yang menakutkan untuknya.


“Kau tak perlu takut, aku bukan orang bodoh yang tak menghargai nyawa sendiri.”


Odo mencabut belati perak dari tangan kirinya, lalu menjatuhkan itu dan tertancap secara vertikal di lantai. Sekilas Kaisar merasa aneh benda tajam tersebut jatuh dengan posisi berdiri tegak seperti itu, namun ia lekas kembali menatap cemas ke arah sang pemuda dan berkata, “Ulurkan tanganmu, biar diriku tutup lukamu itu ....”


Odo tidak mendengarkannya dan segera melepas sarung tangan kirinya yang berlumuran darah, lalu melemparkannya ke arah sang Kaisar. Langkah kaki sosok gadis rambut hitam sangat panjang tersebut terhenti, secara refleks menangkap sarung tangan itu dengan kedua tangannya.


“Aku tak ingin merusak tempat ini,” ucap pemuda rambut hitam tersebut seraya mengulurkan tangan kirinya ke depan.


Dalam hitungan detik, belati dan darah yang menetes di lantai memicu seluruh formula sihir yang ada di bangunan toko Ordoxi Nigrum. Rune pada permukaan dinding, Reaktor Sihir di basement, serta semua struktur sihir pada bangunan tersebut mulai bersinkronisasi dan menjadikan Odo sebagai pusatnya.


Pada saat pemuda rambut hitam itu menjentikkan jari tangan kirinya yang terulur ke depan, sebuah formula sihir dalam sekala lokakarya raksasa menjadikannya sesosok Pseudo-God — Sebuah bentuk semu dari dewa karena telah mengakses dimensi yang lebih tinggi menggunakan Personal Realitas yang diperluas oleh formula sihir pada tempatnya berdiri.


“Yang Mulai, sepertinya dia memang sudah sangat marah. Tolong, bisa Yang Mulia mengembalikan jiwa mereka? Mari kita bicara baik-baik dengannya,” bujuk Fai Fengying kepada sang Kaisar.


Gadis budak segera menurunkan rambut sang Kaisar ke lantai, mengambil kertas mantra dari balik lengan pakaiannya dan berkata, “Saya setuju dengan Tuan Fai, Yang Mulia. Kalau tetap seperti ini bisa gawat. Kami tak yakin bisa menghentikannya ....”


“Tenang saja.” Odo menyatukan kedua telapak tangannya layaknya sedang berdoa. Menatap datar ke arah mereka, pemuda itu berkata, “Suasana hatiku sedang buruk sekarang. Karena itu ....”


Odo bertepuk tangan satu kali dan mengaktifkan sarung tangan berlumur darah yang dipegang oleh sang Kaisar. Sarung tangan hitam itu seketika terbakar dan menjadi abu, lalu terhirup masuk ke dalam tubuh sang Kaisar. Mengakses kekuatan Lord of Life and Death secara paksa menggunakan abu bercampur darah yang terhirup ke dalam tubuh Kaisar, jiwa-jiwa yang melayang-layang di udara dipulangkan Odo ke raga mereka masing-masing.


“A—! Jiwa mereka ...?!” Kaisar baru sadar kontrolnya pada jiwa-jiwa tersebut telah hilang, semua jiwa yang ada dengan cepat melesat ke raga tempat mereka. Menatap tajam ke arah Odo, sang Kaisar dengan kesal bertanya, “Apa engkau bahkan bisa mengambil alih kekuatan ini? Itukah kekuatan sang Penguasa yang bahkan bisa mengubah takdir?”


“Penguasa?”


Odo mulai membuat dua pasang tangan lain menggunakan aura yang terpancar dari tubuhnya. Itu sekilas seperti teknik pemadatan Mana, namun gerakan dari dua pasang tangan yang seakan tumbuh dari punggungnya tersebut terlihat hidup dan lebih fleksibel. Menyatukan telapak tangan, tangan-tangan semu tersebut masuk dalam posisi seperti sedang berdoa.


“Ini hanyalah manipulasi Unfar, apa yang sekarang kalian sebut Sihir Kuno.”


Odo bertepuk tangan untuk kedua kalinya menggunakan pasang tangan utama, lalu salah satu pasang tangan semu membentuk Mudra Harmoni. Dalam hitungan detik, pemuda itu mengakses kekuatan pria bernama Matius Mitus yang sedang tidur di lantai tiga dan melakukan pengaktifan paksa.


Permukaan lantai di mana Odo berdiri seketika dipenuhi oleh genangan air bercahaya, tanda telah aktifnya kekuatan Puddle milik Matius Mitus. Menyadari ada yang janggal dengan genangan yang tiba-tiba muncul memenuhi ruangan, Fai Fengying segera meludahkan pedang berukuran mini dari bawah lidahnya.


Ukuran pedang berwarna hijau giok jenis Jian tersebut berubah normal dengan cepat. Dengan teknik langkah kaki kuno, Fai Fengying langsung melesat ke arah Odo dan mengayunkan pedangnya secara vertikal untuk menghentikan aktivasi sihir pemuda itu. Namun tebasan dengan mudah ditahan oleh sepasang tangan semu terakhir milik Odo, dihimpit dengan kedua telapak tangan dan benar-benar dikunci sebelum mengenai bahu kanan pemuda tersebut.


“Tch!”


Fai Fengying segera mengumpulkan tenaga dalamnya ke telapak tangan kiri, lalu melancarkan pukulan tapak ke arah wajah Odo secara akurat. Namun sebelum serangannya mengenai sasaran, kedua kaki Fai Fengying tertarik ke dalam genangan air bercahaya dan membuat pukulan tapaknya meleset.


Melepaskan pedang yang ditahan, kedua tangan semu yang keluar dari punggung Odo langsung memukul kedua sisi pundak Fai Fengying dan membuatnya terperosok masuk ke dalam genangan air dan seketika diteleportasi ke tempat lain.


“Tuan Fai!” ucap gadis budak di belakang sang Kaisar. Ia melemparkan dua kertas mantra ke arah Odo, lalu segera membuat Mudra Khusus Shield of Shambala — Bentuk Mudra dengan membuka telapak tangan kiri ke bawah dan meletakkannya ke atas tangan kanan yang mengepal ke atas.


Kertas mantra yang melesat ke arah Odo langsung berubah menjadi dua ahli bela diri yang sebelumnya pemuda itu lihat di balai kota. “Pengguna Shikigami, ya?” ucap Odo sembari kembali bertepuk tangan menggunakan tangan utama. Genangan air pada lantai dengan cepat bergerak ke atas seperti layaknya sekumpulan tentakel, lalu mengikat kedua Shikigami tersebut dan menariknya ke dalam genangan sampai tenggelam.


“Cukup sudah, sudah dibilang tadi aku tak ingin merusak tempat ini.”


Dua pasang tangan semu Odo membentuk Mudra Harmoni dan Mutlak secara serempak, sedangkan tangan asli pemuda itu membentuk Mudra Khusus Dimensi. Tanpa membiarkan dirinya diserang lagi, Odo langsung membenamkan kedua perempuan itu ke dalam genangan air bercahaya dan meneleportasi mereka ke tempat lain. Tentu pada waktu yang bersamaan, dirinya juga ikut diteleportasi karena ingin menyelesaikan masalah tersebut di luar bangunan toko.


Saat pusat dari struktur formula sihir di bangunan tersebut menghilang, seketika aktivasinya turun dan kembali normal. Genangan air bercahaya pada permukaan lantai mulai menghilang, lalu orang-orang yang terbaring di lantai mulai bangun dan terlihat bingung dengan apa yang telah terjadi.


\========================================================


Catatan Tambahan :


Deity ; Sebutan untuk makhluk Mortal yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa-Dewi, bisa mempengaruhi Konsep Dunia secara langsung. Dalam contoh, sang Kaisar bisa mempengaruhi Konsep Kehidupan dan Kematian.


Shikigami ; Shikigami adalah makhluk yang tidak kasat mata, tetapi kadang kala dapat menjadi kasat mata dengan menyegelnya ke dalam potongan kertas yang telah diberi rajah dan mantra-mantra lalu dipanggil dengan ritual, shikigami pada umumnya mengambil bentuk perwujudan binatang atau juga orang, tergantung jiwa yang digunakan untuk menciptakan Shikigami tersebut. Bisa juga disebut sebagai Dewa Manusia atau Dewa Mortal. (Mungkin sebagian pembaca sudah pada tahu.)


Catatan :


Akhirnya bisa update lagi di sini ….


See You Next Time!!