Re:START/If {Book 1.0}

Re:START/If {Book 1.0}
Chapter 64 : Aswad 11 of 15 “Glaub mir” (Part 02)



 


 


.


.


.


.


 


 


Angin bertiup dari arah pepohonan, membuat permukaan air danau bergelombang mengikuti alur hembusan tersebut. Beberapa helai daun hijau mengapung menuju tepian danau, saling menempel satu sama lain dan merapat sampai naik ke daratan.


 


 


Berjongkok tak jauh dari danau, Pangeran Ryan Vi Felixia memasang wajah sedikit lesu dan sesekali menghela napas. Remaja berambut merah gelap tersebut mengenakan setelan kemeja cokelat dengan dasi cravat biru tua berbahan wol, lalu pada bagian bawah mengenakan celana panjang hitam polos yang dilipat sampai bawah lutut dan membuat kaus kakinya terlihat.


 


 


“Ryan! Di mana Arteria?”


 


 


Mendengar suara ayahnya memanggil, sang Pangeran segera berdiri dan menoleh. Ia dengan canggung memalingkan pandangan, tidak menjawab dan malah memikirkan alasan yang tepat untuk menjelaskan. Melihat ayahnya datang bersama dua prajurit elite, remaja dengan sifat kematangan mental tingkat cukup tinggi tersebut sedikit menghela napas.


 


 


Ia menunjuk ke tengah danau, lalu dengan nada sedikit bingung menjawab, “Arteria berada di sebelah sana, Ayahanda.”


 


 


Raja Gaiel beserta dua pengawalnya tercengang. Di tengah danau, sang Tuan Putri berdarah murni tersebut berdiri di atas permukaan air. Ia mengenakan cocktail dress hitam dengan tambahan pola sulaman ungu gelap, lalu mengenakan ikat pinggang kain berwarna biru tua. Pada kedua tangannya Putri memakai sarung tangan hitam panjang sampai siku dengan ujung berenda, sedangkan kedua kakinya mengenakan sepatu bot kulit bertali yang panjangnya sampai lutut.


 


 


Raga Gaiel sekilas melihat ke arah air danau dan memastikan. Tentu saja danau tersebut bukanlah tempat yang dangkal, Raja yang menyadari betapa keruhnya permukaan air tahu hal tersebut.


 


 


Perempuan rambut biru langit tersebut dikelilingi oleh para roh tingkat bawah dari danau tempatnya berada. Sebagian dari mereka menjadi pijakan sang Tuan Putri di atas danau, sedangkan sebagian lagi mengitarinya sampai membuat rambut perempuan itu berkibar-kibar lepas di udara.


 


 


Melihat jumlah roh tingkat rendah dalam jumlah banyak sampai bisa dilihat dengan mata telanjang di Dunia Nyata sangatlah langka. Itu membuktikan bahwa memang Kontrak Jiwa yang dilakukan Arteria aktif sebagaimana mestinya.


 


 


Raja Gaiel ingin memanggil putrinya tersebut. Namun ketika sekilas melihat ekspresi Arteria yang sangat berbeda dari biasanya, suaranya terhenti dalam tenggorokan. Pada mata perempuan rambut biru yang telah kehilangan cahayanya itu, ada sebuah kejanggalan yang membuat sang Raja sekilas memasang wajah cemas.


 


 


“Sama seperti waktu Dahlia ya, apa efeknya semakin cepat karena kontraknya dilakukan sebelum Arteria dewasa?” gumam sang Raja


 


 


Mendengar perkataan Ayahnya, Pangeran Ryan sempat terkejut karena masih ada sesuatu yang disembunyikan soal Kontrak Jiwa tersebut. Dalam benak Pangeran ingin bertanya, namun kedatangan Dart Luke membuat pemuda rambut merah itu kembali menutup mulut sebelum mengutarakan keraguannya.


 


 


“Kenapa Putri bisa ada di sana?” tanya Dart kepada sang Raja. Tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya sendiri, Kepala Keluarga Luke tersebut dengan lantang memanggil, “Putri! Ayah Anda mencarimu‼”


 


 


“Eh⸻?”


 


 


Sekilas Raja Gaiel benar-benar terbelalak, sifat tak peka Dart benar-benar sudah tidak tertolong. Pangeran Ryan dan kedua pengawal elite juga memasang ekspresi yang tak jauh berbeda, merasa kalau Marquess tersebut terlalu tak peka pada suasana yang ada di sekelilingnya.


 


 


Di tengah danau, Putri Arteria segera berbalik menghadap orang-orang di pinggir danau. Meski matanya tidak bisa melihat secara normal, pancaran jiwa orang-orang di sana dengan jelas sang Tuan Putri lihat. Dari mereka semua, warna jiwa pria dari keluarga Luke terlihat paling cerah memancar dan mendominasi dengan warna biru tuanya.


 


 


Segera memasang ekspresi ceria dan menghapus ekspresi kelam, perempuan rambut biru tersebut melambaikan tangan kanannya dan membalas, “Tunggu sebentar, Paman Dart! Saya sedang bicara dengan para roh di danau ini!”


 


 


 


 


“Baiklah! Sebentar lagi, Paman!”


 


 


Melihat Dart sama sekali tidak memedulikan hal langka seperti roh-roh dengan mudahnya patuh mengikuti perintah Arteria, Raja Gaiel dan orang-orang yang mendengar percakapan mereka sedikit heran. Sang Raja menepuk pundak kanan Dart, lalu dengan nada lega berkata, “Jujur orang tak peka sepertimu sangat membantu saat kondisi seperti ini.”


 


 


“Kau kenapa?” tanya heran Dart.


 


 


“Tak apa ….” Raja Gaiel meletakkan kedua tangan ke pinggang, menarik napas dalam-dalam dan bergumam, “Dariku tadi hanya sedikit meragukan hal itu lagi sama seperti waktu Dahlia.”


 


 


“Sama seperti mendiang Ratu? Ah, soal Konsumsi dari Kontrak Jiwa⸻”


 


 


Perkataan Dart terhenti saat dirinya kembali sadar akan adanya Pangeran Ryan. Sebagai pria yang sudah memiliki anak, Kepala Keluarga Luke tersebut paham bahwa hal semacam itu tidak boleh didengar oleh anak kecil. Terutama untuk Pangeran Ryan yang merupakan kakak dari sang Tuan Putri.


 


 


Mendengar beberapa perkataan Dart dan ayahnya, Pangeran Ryan samar-samar tahu kalau memang ada efek lain dari Kontrak Jiwa selain perubahan fisik dan hilangnya indra yang dialami Arteria. Ia juga perlahan mulai menyadarinya, bahwa efek samping lainnya itu berkaitan dengan batas usia yang muncul saat seseorang berdarah murni membuat Kontrak Jiwa dengan Roh Agung dan membuat koneksi dengan Roh Kudus.


 


 


“Jadi itu yang dimaksud menjadikannya Tumbal,” benak sang pangeran seraya menatap sedih Arteria.


 


 


Seakan memang perasaan-perasaan mereka tak sampai padanya, Tuan Putri tersebut memasang senyum riang dan segera berjalan ke tepian. Setiap kakinya melangkah, para roh tingkat rendah berkumpul pada permukaan air yang hendak dipijaknya dan membuat kakinya bisa berjalan di permukaan air.


 


 


Bahkan untuk penyihir yang berorientasi dalam penggunaan roh sekalipun tidak bisa melakukan hal semacam itu, karena pada dasarnya sihir roh secara konsep adalah meminjam dan bukan meminta seperti apa yang dilakukan Arteria. Meminjam butuh kompensasi berubah Mana sebagai konsumsi, sedangkan meminta adalah menerima sesuatu dengan cuma-cuma. Itulah salah satu bagian dari Kontrak Jiwa.


 


 


Sampai di tepian dan berpijak pada tanah, Putri Arteria merentangkan kedua tangannya dan berbalik ke arah danau. “Terima kasih, kalian semua. Senang rasanya mengobrol dengan roh-roh dari luar istana. Ini pengelaman baru untuk Arteria!” ucap perempuan rambut biru tersebut kepada para makhluk tak kasatmata tersebut.


 


 


Di mata Raja dan orang-orang yang ada di tempat itu, Arteria terlihat seperti sedang berbicara dengan kilauan-kilauan samar cahaya berwarna-warni seperti pelangi pudar. Itu sukar ditangkap mata, hanya bisa samar terlihat seperti sebuah uap tipis yang baru akan terlihat saat terpapar sinar.


 


 


“Putriku, apa engkau tak masalah menggunakan kekuatan Kontrak terus menerus seperti itu?” tanya Raja sembari berjalan mendekat.


 


 


Arteria menoleh, membuka matanya yang terlihat kosong dan tak memantulkan cahaya. “Tak masalah, Ayahanda!” Dengan penuh riang, ia meletakkan telapak tangan ke depan dada dan berkata, “Mereka hanya membantu Arteria. Itu bukan Kontrak atau semacamnya, mereka hanya membantu saat Arteria minta …. Hanya itu.”


 


 


Ia segera berjalan cepat ke arah Raja Gaiel, memeluknya dengan erat dan tersenyum penuh rasa senang. “Lagi pula, Arteria juga senang bisa berbicara dengan mereka semua! Ayahanda tahu, para Roh itu makhluk yang sangat baik dan lembut,” jelas sang Tuan Putri dengan sangat riang.


 


 


Bagi semua orang di tempat itu yang mendengarnya, apa yang dikatakan Arteria tidak bisa mereka pahami. Untuk manusia Roh hanyalah semacam alat atau hewan, untuk digunakan demi kepentingan mereka. Bagi kerajaan Felixia yang mengandalkan para Roh sekalipun, hanya segelintir orang saja yang benar-benar menghargai jasa dari makhluk-makhluk dari Dunia Astral tersebut.