To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Tamu dari Keluarga Besar



Bersamaan dengan energi hijau yang tebal keluar dari kedua lubang hidungnya, pintu Zhen Yuan terketuk beberapa kali. Setiap ketukannya semakin keras membuat kultivasi Zhen Yuan terganggu. Untung saja manfaat dari pill Mutiara Hijau telah diserap sepenuhnya oleh Zhen Yuan.


“Masuklah!” Zhen Yuan berkata pelan dari dalam.


Pintu segera terbuka menampilkan Botak Kun dan Shu Lian yang kelihatan panik.


“Jika saya menebaknya dengan benar maka para keluarga besar itu ada disini bukan?” Tanya Zhen Yuan santai.


Keduanya mengangguk cepat, Shu Lian menyebutkan 5 keluarga berkunjung dalam waktu yang bersamaan, terlebih tetua Duyao juga ada disana. Zhen Yuan mengangguk kecil, “Pergi dan sambut mereka”


Zhen Yuan memimpin keduanya menuju ruang jamuan penginapan itu yang kini terlihat sangat ramai dan penuh tekanan yang kuat.


Di depan pintu, terdapat Chun Jian dan Putri Embert menunggu dengan gusar.


“Kenapa kalian tidak di dalam?” tanya Zhen Yuan bingung melihat keduanya berdiri di luar


“Bagaimana kami bisa masuk? Panglima Chun Jian saja tidak dapat menahan tekanannya di dalam!” jawab putri Embert dengan masam.


Zhen Yuan mengangguk mengerti, ia berjalan di depan memasuki ruangan tersebut. Aura tak terlihat keluar dan menyelimuti putri Embert dan lainnya yang mengikuti dari belakang.


“Selamat siang semuanya!” Zhen Yuan melangkah masuk dengan santai sambil menangkupkan tinjunya.


Terdapat 10 orang yang duduk di ruangan itu dan sisanya berdiri di belakang dengan teratur. Melihat Zhen Yuan memasuki ruangan, sontak mereka semua berdiri dan membalas sapaan Zhen Yuan.


Putri Embert dan Panglima Chun Jian saling memandang heran melihat Zhen Yuan yang terlihat tenang dihadapan para petinggi keluarga besar. Entah mereka juga heran karena tekanan yang mereka rasakan sebelumnya tidak lagi ada.


Zhen Yuan duduk tepat di depan semua orang diikuti oleh tetua Shu Lian dan Botak Kun yang berdiri di sebelahnya serta Putri Embert dan Panglima Chun Jian. Kesepuluh tamu terhormat itu juga ikut duduk setelahnya.


Zhen Yuan mengambil tas penyimpanannya lalu mengeluarkan sebuah teko minuman dari sana. Para tamu yang menyaksikannya terkejut melihat teko sebesar itu muncul dari dalam tas penyimpanan yang kecil.


Shu Lian dengan sigap mengambil teko tersebut dan mulai berjalan ke arah para tamu terhormat. Sama seperti Zhen Yuan, ia mengambil beberapa gelas kecl di dalam tas penyimpanannya dan memberikannya pada para tamu. Sekali lagi para tamu terhormat terkejut dibuatnya.


“Silahkan dinikmati! Saya tidak begitu menyukai arak dan alkohol karena cenderung tidak baik bagi kesehatan. Hanya teh yang biasa ini dapat saya berikan pada para tamu terhormat.”


Para tamu terhormat mulai menyeruput teh yang diberikan tapi kemudian wajah mereka berubah setelah merasakan teh tersebut.


“Teh ini... Sungguh ini adalah teh terenak yang pernah saya cicipi seumur hidup!” Seorang berkata dengan penuh semangat.


“Benar sekali! Saya dapat merasakan energi dan peredaran saya berjalan dengan sangat lancar ketika meminum teh ini”


“Master Zhen Yuan sungguh ajaib. Bahkan tehnya pun juga unik dan bagus”


Para tamu terhormat masing- masing memuji teh Zhen Yuan seolah tidak mau kalah dari yang lain. Tidak ada dari para tamu yang menyadari jika Zhen tersenyum kecil sekarang, hanya Botak Kun dan Shu Lian yang menyadarinya.


“Rencana dan plot apa lagi yang akan dilakukan master kali ini. Saya sungguh tidak sabar menantinya” bisik Shu Lian, ia terlihat sedikit semangat.


Para tamu undangan itu dengan cepat menghabiskan teh yang disuguhkan pada mereka. Kemudian suasan kembali tegang. Zhen Yuan batuk sekali lalu memulai pembicaraan dengan menanyakan maksud mereka datang menemuinya.


Para tamu terhormat saling melirik satu sama lain, berharap salah satu dari mereka akan menjadi yang pertama. Kemudian kursi paling ujung berderak, seorang wanita muda berdiri.


Zhen Yuan tersenyum kecil melihatnya, sementara wanita itu mulai memperkenalkan dirinya. “Tidak baik bagi kami untuk tidak memperkenalkan diri pada Master Zhen Yuan. Saya, Xiao Ning dan seluruh perwakilan keluarga Xiao memberi hormat pada Master Zhen Yuan.” ucapnya sambil membungkuk hormat diikuti oleh ratusan master kelas 7 dibelakangnya.


“Salam kenal nona Xiao!” Zhen Yuan mengangguk kecil.


Kemudian sosok pria paruh baya tinggi besar berdiri, “Perkenalkan, saya Tetua Agung Li Pinggo dan seluruh perwakilan keluarga Li memberi salam pada Master Zhen Yuan!”


Zhen Yuan ikut berdiri dan membalas salam Li Pinggo dengan ramah, “Salam kenal, tetua Li terlalu sopan”