
Patriark Zhen kemudian mengajak Zhen Yuan masuk bersama para tetua mereka meninggalkan sang penjaga yang masih ketakutan setengah mati. Botak Kun dan Shu Lian juga mengikuti Zhen Yuan, walau mereka masih terlihat muda namun ketenangan mereka melebihi para tetua yang ada.
Sesampainya mereka di aula utama, Patriark Zhen memanggil semua anggota inti keluarga Zhen. Panggilan yang begitu tiba- tiba itu membuat banyak orang bertanya- tanya dan menduga sesuatu yang besar telah terjadi.
Tidak sampai 10 menit, semua anggota keluarga Zhen hadir di dalam aula utama. Meski telah menjadi keluarga teratas di provinsi Jade Fish, tapi anggota inti keluarga Zhen hanya berjumlah 300 orang saja. Tapi walau jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan para keluarga lainnya, nyatanya kekuatan dari setiap orang setara dengan para tetua yang ada di dalam keluarga lainnya.
Di pusat aula, 10 orang tetua telah berdiri dengan hormat sementara itu Grand Elder Zhen Cong berdiri dibelakang Patriark Zhen. Di depan mereka 3 sosok pemuda berdiri dengan gagah. Yang menariknya, semua anggota keluarga Zhen mengenali salah satu dari mereka yang tidak lain adalah sosok fenomenal Zhen Yuan.
“Tuan muda Zhen Yuan telah kembali! Berita yang sangat membahagiakan!”
“Demi dewa, tuan muda masih hidup!”
“Leluhur pasti membuat kebajikan yang besar di kehidupan mereka”
Seluruh anggota keluarga berseru bahagia ketika melihat tuan muda. Mereka secara serempat berlutut memberikan penghormatan mereka yang sangat tinggi. Orang- orang luar mungkin akan mengira jika sosok paling tinggi di dalam keluarga adalah Zhen Shi, tapi nyataya semua orang selalu menganggap Zhen Yuan adalah sosok paling tinggi dan dihormati, khususnya pada anggota keluarga inti.
Disaat mereka semua bersujud, seorang wanita paruh baya dengan gaun biru panjangnya memasuki aula. Wajahnya yang kesal menatap Zhen Shi, “Suamiku, ada apa kau memanggil kami semua secara tiba- tiba? Apa kau tidak tahu jika saya sedang memasak untuk para leluhur? Ini semua sudah terganggu dan kita tidak bisa mempersembahkannya pada leluhur, entah leluhur akan melindungi Zhen Yuan diluar sana atau tidak” perubahan nadanya dapat terdengar dari kekesalan hingga menjadi kesedihan.
Zhen Yuan tidak tahan mendengarnya, ia berbalik dan menatap wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah Yuan, ibunya. “Ibu...” ucap Zhen Yuan pelan.
Hati Yuan bergetar hebat, ia dengan cepat menoleh kearah sumber suara. Tangisnya seketika pecah ketika melihat sosok yang memanggilnya ibu. “Anakku!” Yuan berlari memeluk anaknya begitupula Zhen Yuan yang ikut berlari memeluk ibunya.
“Bu, maaf kalau selama ini Zhen Yuan selalu membuat ibu dan ayah khawatir” ucap Zhen Yuan dalam pelukan ibunya.
“Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Selama ini kau selalu melindungi kami dan seluruh keluargamu dari bahaya. Kau tidak memiliki kesalahan sama sekali pada saya, ayahmu atau bahkan keluarga Zhen” balas Yuan sambil terisak senang memeluk anaknya.
“Kami memberi hormat pada Tetua” Patriark Zhen Shi memimpin, ia ingin memberikan penghormatannya. Mengingat identitas keduanya sangatlah tinggi, sedikit ia terkejut melihat Zhen Yuan dapat akrab 2 sosok legendaris itu.
Tapi sebelum Zhen Shi dan Yuan memberi hormat pada mereka, keduanya segera menghentikannya.
“Paman... Bibi... apa yang anda lakukan? Kami tidak pantas mendapatkan hormat dari anda” Shu Lian berkata.
“Benar ayah, kalian tidak perlu melakukannya. Mereka berdua adalah teman baik saya di sekte jadi anggap saja mereka seperti Liu.” tambah Zhen Yuan. Ia kemudia tersadar bahwa hanya Liu yang tidak ada di ruangan tersebut.
“Ayah, dimana Liu?” tanya Zhen Yuan.
Tapi kemudian ekspresi dari mereka semua berubah ketika pertanyaan Zhen Yuan itu keluar. Zhen Yuan segera mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi selama beberapa tahun sejak ia meninggalkan keluarga Zhen.
“Ayah, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Zhen Yuan sekali lagi.
“Tenanglah dulu, kami akan menjelaskannya baik- baik. Kau harus bisa menenangkan pikiran dan emosimu lebih dulu” Yuan datang dan merangkul anaknya itu.
“Ibu.. Apa yang terjadi pada Liu?” Hati Zhen Yuan semakin khawatir. Selain dari Ayah dan Ibunya, mungkin Liu adalah orang yang paling dijaga oleh Zhen Yuan dikehidupannya kali ini. Ia telah menganggap Liu sebagai saudaranya sendiri.
“Tuan muda... Maafkan kami.” Karena Yuan dan Zhen Shi diam tidak dapat menjawab pertanyaan Zhen Yuan, seorang tetua kemudian maju dan mengambil alih. Ia kemudian menjelaskan ketika Zhen Yuan berhasil memasuki sekte Obat Mujarab, Liu telah menjadi sangat giat berlatih.
“Tuan Liu hanya sesekali mengunjungi kediaman keluarga selama beberapa bulan, ia menghabiskan seluruh waktunya di hutan untuk berlatih. Sampai kemudian setahun yang lalu, Liu datang dengan membawa mayat dari Bibi Tua. Saat itu kami terkejut dan bersedih dengan kematian bibi tua, tapi belum sempat kami menyapanya, aura hitam dan kejam keluar dari tubuh Liu.”
Zhen Yuan mengangkat alisnya, “Apakah aura hitam itu sangat menindas dan penuh pembunuhan?” ia bertanya dengan khawatir.