To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
14/45



“Kita tidak perlu membaginya, semuanya dapat mencicipi keduanya secara bergantian!” Orang yang membunuh leluhur Pasir Besi ikut berbicara, hasrat dan nafsu dimatanya juga tidak dapat disembunyikan.


Keempatnya sama sekali tidak memandang keempat pendatang baru adalah orang yang berbahaya. Ini karena mereka telah diberikan informasi jika kultivator terkuat yang ada di dataran tersebut telah pergi menuju dataran dan pulau yang lebih kuat sehingga mereka bebas melakukan apa saja disana.


Keempat yang baru saja datang tidak lain adalah Du Lian, matriark sekte Serangga Beracun yang juga menjadi pemimpin dataran Asal Mula. Ia memimpin tiga kultivator lainnya yang tidak lain adalah Qing Hongyun, Mentri Yan Jie dan Darma.


Qing Hongyun dan Darma mewakili sekte Obat Mujarab sedangkan Mentri Yan Jie mewakili Istana Pusat. Kedua kekuatan ini adalah kekuatan tingkat penjaga di dataran Asal Mula.


“Matriark Du, sepertinya mereka tidak menghiraukan kedatangan kita. Mereka sepenuhnya percaya diri” Mentri Yan Jie berbicara.


Qing Hongyun juga memperhatikan, wajahnya begitu gelap mendengar percakapan keempatnya yang melecehkan dirinya dan Du Lian. Hal seperti ini sangat tidak disukai oleh Qing Hongyun. Darma yang melatih ajaran Budha hampir melompat jika tidak ditahan oleh Mentri Yan Jie, sebagai pengikut Budha ia tidak bisa mentolerir pelecehan kepada wanita.


Adapun Du Lian, meski tidak bertindak lebih jauh, namun sorot matanya telah berubah. Yang mengatakan bahwa dari keempatnya Du Lian memiliki ketenangan dan keanggunan yang paling menonjol, namun disatu sisi ia adalah yang paling kejam diantara mereka berempat.


“Gadis- gadis ini sepertinya tidak tahan lagi untuk dilayani. Saudara ayo kita singkirkan dua pria itu dan membawa kedua gadis ini bermain” orang yang pertama berbicara tidak tahan lagi, ia berjalan maju dan ingin memegang tangan Du Lian.


Ekspresinya begitu cabul ketika ia berhasil menggenggam tangan Du Lian dan merabah- rabahnya. Du Lian diam saja, ia bahkan sedikit menarik senyum kecil ketika pria itu mulai mencium tangannya.


Apa yang terjadi berikutnya adalah tangan Du Lian membiru dan mengeluarkan racun Teratai Giok dari tangannya dan kemudian racun itu memasuki tubuh pria cabul. Insting seorang kultivator Bijak adalah yang terbaik, begitu ia merasakan sesuatu yang tidak beres, ia segera mengeluarkan energinya untuk berjaga- jaga.


Sayangnya ia tidak pernah mengira jika mencium tangan Du Lian adalah sesuatu yang fatal dan ditambah ia menggunakan energinya pada detik yang sama dan membuat proses racun menyebar menjadi lebih cepat.


Untuk menyebutkan seorang kultivator Bijak Sejati kini diracuni oleh Du Lian dalam langkah pertama bukanlah apa- apa.


Setelah memastikan proses penyebaran racun di dalam tubuh pria itu, Du Lian membuat gerakan lain. Kabut Hijau tua segera keluar dengan cepat dari tubuhnya dan menyelimuti dia dan pria tersebut.


Ketiga temannya menyadari sesuatu yang berbahaya dari Du Lian, mereka segera berteriak memberi peringatan pada temannya untuk segera menjauh wanita itu. Sayang sekali peringatan mereka terlambat ketika seluruh tubuh temannya telah berubah menjadi cairan dan jatuh ketanah.


Setelah itu Du Lian dengan santai mengambil botol kecil dan memasukkan cairan tersisa kedalamnya dan menyimpannya dalam kantong penyimpanan dengan cepat. Prosesnya begitu cepat hingga ketiganya memiliki rasa bahaya ketika melihat Du Lian.


Namun mengingat kematian salah satu dari mereka akibat kecerobohan mereka sendiri membuat ketiganya menjadi lebih tenang. Setidaknya mereka tidak dikalahkan dengan pertarungan sejati yang artinya kemungkinan kekuatan lawan tidaklah sebanding dengan mereka.


Adapun Du Lian, ia mengamati cairan di dalam botol sejenak dan dapat merasakan tingkat kultivasi pria itu sebelum meninggal. Wajahnya juga berubah suram setelah mengatahui ia adalah kultivator Bijak Sejati, yang artinya kemungkinan besar tiga yang tersisa juga memiliki kekuatan yang sama jika tidak lebih kuat.


Sebab itu ia segera mengirimkan pesan telepati kepada yang lainnya dan memberitahukan mereka adalah kultivator Bijak Sejati. Perubahan ekspresi dapat terlihat dari Darma dan Mentri Yan Jie sementara Qing Hongyun malah semakin bersemangat.


Saat itu juga, orang- orang dari kerajaan datang dan menunjukkan diri mereka. Zhen Heimo dan Shen Dao menjadi pemimpin dari kelompok tersebut dan menjadi yang pertama memberi hormat pada Du Lian dan yang lainnya.


Bahkan dengan status mereka sebagai leluhur, keduanya masih harus memberi hormat pada Darma dan Qing Hongyun yang hanyalah seorang tetua di sekte Obat Mujarab. Secara status, keduanya tidak perlu memberi penghormatan. Namun mereka memberikan penghormatan secara tulus karena kekuatan keduanya yang jauh dari jangkauan mereka.