
Baisheng mengangguk,“Baiklah kalau begitu, saya akan segera bersiap!” ia terlihat sangat bersemangat. Setelah beberapa waktu, ia hanya sibuk berlatih, ia sangat merindukan pertarungan baik yang ia alami sendiri atau menonton pertarungan orang lain.
Baisheng masuk kembali, ia berkemas. Sementara ketiga pengikut Zhen Yuan dibuat tercengang oleh anak itu. “Hanya beberapa waktu tuan meninggalkannya disini, saat itu kekuatannya hanya pada ranah roh lapisan 7. Tapi sekarang, remaja itu bahkan hampir mencapai ranah Jiwa lapisan puncak.” Tetua Bai tersenyum pahit.
Ketiganya mengingat kembali betapa susahnya menaikkan ranah kultivasi mereka tapi melihat Baisheng yang bahkan belum genap berumur 15 tahun telah hampir mencapai ranah Jiwa Puncak. Ketiganya mau tidak mau harus berpikir jika pesatnya kenaikan Baisheng disebabkan oleh faktor tempat.
Diskusi mereka akhirnya terhenti ketika Baisheng telah kembali membawa barang- barangnya. Ia juga mengenakan jubah yang sama seperti tetua Bai dan lainnya. Keempat sosok berjubah itu segera meninggalkan lembah dan memasuki kerajaan Pasir Besi. Tujuan mereka selanjutnya adalah sekte Serangga Beracun.
Sekte Serangga Beracun kini resmi dipimpin oleh Du Lian, kekuatannya yang mencapai ranah Mortal membuat banyak orang terkejut bahkan 3 keluarga besar diwilayah kerajaan Pasir Besi mengirimkan undangan pada Du Lian.
Tentu saja itu ditolak mentah- mentah oleh Du Lian, dulu mungkin mereka akan mempertimbangkannya tapi sekarang kekuatan dari sekte Serangga Beracun telah bangkit dan setara jika tidak lebih kuat dari 10 keluarga besar.
Tetua Huang mengirimkan pesan telepati pada tetua Duyao. Segera setelah menerima pesan telepati dari tetua Huang, lembah Seribu Serangga terbuka lebar membiarkan keempatnya memasuki sekte Serangga Beracun.
Di depan pintu utama, 3 sosok tengah berdiri seolah menunggu mereka. Ketiganya tidak lain adalah Du Lian, Duyao dan Duchong.
“Kami memberi hormat pada Matriark Du Lian, dan Tetua Utama Duyao” Tetua Huang memimpin memberi hormat. Ia tidak lupa memberi salamnya pada Duchong yang kini menjadi penasehat Du Lian setelah turun dari jabatannya.
Du Lian mengangguk kecil, matanya tidak lepas dari kelompok tetua Huang seolah mencari seseorang diantara mereka. Tapi ia ditakdirkan kecewa sebab orang yang ia cari tidak ada dalam rombongan itu.
Duchong segera mengambil alih dan mempersilahkan mereka menuju aula utama. Jika Zhen Yuan ada disana ia mungkin akan terkejut karena perubahan yang besar terjadi di dalam sekte Serangga Beracun.
Di aula utama, telah terdapat beberapa jajaran kursi yang membagi aula menjadi dua bagian. Di ujung aula, sebuah singgana dengan ornamen serangga tertancap megah bersama dengan 2 kursi lainnya. Orang biasa juga akan tahu jika tiga kursi itu milik Du Lian, Duchong dan Duyao.
Tetua Huang dan yang lainnya dipersilahkan duduk di kursi yang berjejer. Kemudian dengan beberapa basa basi singkat, tetua Huang memberikan surat pada Du Lian dan memberitahukan tujuan mereka kesana.
Setelah mendengar surat tersebut dari Zhen Yuan, Du Lian menjadi bersemangat. Ia dengan cepat mengambil surat itu dari tetua Huang sebelum penjelasannya selesai.
Segera surat itu terbuka di depan Du Lian, sosok cantik itu segera membacanya perlahan. Sekitar beberapa menit berikutnya, nampak kerut kecewa di wajah Du Lian namun dengan cepat digantikan dengan wajah dinginnya.
Du Lian berpikir jika itu adalah surat cinta yang diberikan Zhen Yuan padanya, tapi setelah membaca isinya, ia tidak mampu menahan perasaan kecewanya. Meski diawal surat, Zhen Yuan menanyakan kabarnya.
Kemudian Du Lian memberitahukan isi surat tersebut pada Duchong dan Duyao, ia bermaksud meminta pendapat mereka berdua. Isi surat itu tidak lain adalah tawaran kerja sama antara dia dan sekte Serangga Beracun.
“Di dalam surat disebutkan bahwa master Zhen menuju suatu tempat yang sangat berbahaya. Pemuda itu menawarkan jika sekte Seragga dapat melindungi tempat itu selama Zhen Yuan ada di dalamnya.” Du Lian tidak menjelaskan seluruh isi dalam surat, ia hanya mengatakan setengah kebenarannya pada Duyao dan Duchong.