
Keduanya memuntahkan cairan hijau busuk setelah 10 menit berlalu, racun milik nona Seven telah berhasil disembuhkan. Mereka segera berterimakasih pada Zhen Yuan dan menanyakan pembayarannya.
“Sebenarnya saya memiliki beberapa masalah dan ingin meminta tolong pada saudara Wang Jian dan saudari Ling Huier untuk membantu” Zhen Yuan teringat masalahnya menghadapi Mayor di pulau utama setelah menolong dataran Gurun Bandit.
“Tapi itu bisa dipikirkan setelah kita menghadapi nona Seven! Ia sepertinya sudah sangat marah dan mulai menghancurkan dataran Pill Rapling yang tersisa” lanjut Zhen Yuan.
Ia telah terhubung oleh seratus sulurnya yang muncul di permukaan. Mereka mengawasi tindakan nona Seven setelah ledakan terjadi.
Dapat dikatakan bahwa nona Seven sejauh ini adalah yang terkuat yang ditemui oleh Zhen Yuan. Ia hanya menderita cedera setelah mengorbankan tameng kesayangannya.
Wang Jian dan Ling Huier yang telah sembuh dari racun nona Seven menjadi marah. Mereka berdua ingin menghajar wanita itu karena membuat rencana untuk membunuh mereka semua.
“Zhen Yuan, anda disini saja. Walau kami tidak bisa membunuh nona Seven tapi dengan gabungan kami berdua ia juga tidak akan bisa berbuat apa- apa. Sebaiknya kau mengirimkan pesan pada Istana pusat di pulau Tiga Sudut untuk saat ini” Ling Huier adalah orang yang cerdas.
Ia tidak menyuruh Zhen Yuan untuk menghubungi pulau Kelompok Surga karena takut jika pesan mereka akan dibaca oleh faksi tetua yang mana akan membuat mereka semakin kesulitan kedepannya. Adapun istana pusat, mereka netral bahkan Zhen Yuan memiliki hubungan yang baik dengan mereka sehingga istana pusat pasti akan melindungi Zhen Yuan.
“Kita tidak perlu menghadapinya secara langsung” Zhen Yuan tertawa, ia menyimpan Liu kedalam dunia kecilnya terlebih dahulu. Lalu berdiri merapikan pakaiannya yang sedikit kotor terkena tanah.
“Apa kau punya rencana?” Dalam hati Ling Huier, pemuda dihadapannya adalah sumber keajaiban. Berapa banyak hal- hal yang mengejutkannya keluar dari lengan baju pemuda ini. Sebab itu ketika Zhen Yuan mengatakan hal tersebut, ia berpikir pemuda itu telah menyiapkan rencananya sendiri untuk menghadapi nona Seven.
Ia tersenyum licik “Karena nona Seven menggunakan racun, maka kita hanya bisa membalasnya dengan racun juga” Dihadapan Zhen Yuan, bermain racun adalah hal yang paling kompeten untuknya. Ia menguasai segala jenis racun dan penangkalnya, terlebih di kehidupannya kali ini ia berhasil mengemabngkan teknik tubuh Beracun yang setingkat dengan teknik Pagoda Surgawi.
Teknik ini memungkinkannya untuk kebal terhadap segala jenis racun bahkan darahnya juga dapat berfungsi sebagai penangkal ataupun racun itu sendiri. Sebelumnya pill yang diminum oleh Ling Huier dan Wang Jian adalah pill yang disuling menggunakan darahnya dan beberapa ramuan herbal. Ia juga telah menyiapkan racun yang pas untuk nona Seven.
“Wang Jian, Ling Huier. Saya tidak menduga jika kalian berhasil selamat dari ledakan itu!” Nona Seven menatap keduanya.
Wang Jian mendengus dingin, “Kami masih ingin menuntut penjelasan dengan tindakanmu meracuni kami! Jika kau tidak memberikan penawarnya sekarang juga maka kami akan mengirimkan pesan pada pulau Kelompok Surga tentang tindakanmu ini”
Nona Seven terdiam, “Saya terpaksa, adapun penawarnya itu hanya dimiliki oleh aula hukum”
“Kau berencana membunuh kami semua bukan? Sialan. Kau dan para penatua itu, kalian sangat serakah dan ingin memonopoli semuanya di dalam pulau” Ling Huier mengutuk keras.
“Itu bukan urusan saya. Saya hanya menjalankan misi yang diberikan, maafkan” Nona Seven menggeleng pelan sebelum ia menyerang Wang Jian dan Ling Huier. Pedang Birunya juga telah berkilauan kedepan, siap untuk menebas kepala Wang Jian maupun Ling Huier.
Sayang sekali, keduanya juga tidak ingin mati. Wang Jian mengumpulkan kekuatannya lalu sebuah tarikan yang kuat membuat nona Seven melambat. Tubuhnya seketika sangat berat seolah ingin tersedot kedalam bumi.
Kilauan es menjadi kristal membentuk sebuah pedang yang indah ditangan Ling Huier. Ia bergerak cepat menyusul nona Seven. Kedua wanita itu mulai bergerak dan saling menyerang menggunakan pedang mereka.
Jika dalam keadaan normal, Ling Huier tidak akan bisa bertahan beradu pedang dengan nona Seven. Namun dibawah batasan gravitasi milik Wang Jian, Ling Huier menjadi lebih lincah dan mendapatkan keunggulan menghadapi nona Seven.
“Selama kalian ingin bersatu kedalam panji aula hukum, maka kita bisa menghentikan ini. Saya akan memohon pada aula hukum untuk memberikan kalian penawarnya” nona Seven berkata dengan sedikit tulus di tengah- tengah pertarungannya melawan Ling Huier.
“Mudah untuk berbicara namun tidak memiliki jaminan. Bagaimana kami tahu bahwa aula hukum mendengarkan kata- katamu?” Ling Huier tidak lengah bahkan jika pihak lain telah menawarkan negosiasi dengan tulus.