
Zhen Yuan mengajak Shu Lian dan Botak Kun masuk ketika mereka tiba di depan pintu gerbang yang bertuliskan keluarga Zhen di tempat paling atas.
“Berhenti! Siapa dan sebutkan tujuan anda berkunjung” dua penjaga di pintu gerbang menahan ketiganya.
Botak Kun ingin maju dan menampilkan medali tetua nya tapi kemudian dicegah oleh Zhen Yuan. “Jika kau memberitahukan kita berasal dari sekte Obat Mujarab, maka seluruh kota Jade Fish akan gempar! Saya tidak berkunjung untuk itu”
Dibalik tangan Zhen Yuan kini muncul lencana dengan kata tuan muda di tengahnya. Ia memberikan lencana itu pada kedua penjaga lalu berkata dengan pelan, “Sampaikan pada Patriark Zhen Shi jika Zhen Yuan datang berkunjung!”
Dua penjaga itu dengan cepat meraih lencana dan memperhatikannya, tapi kemudian keduanya sama sekali tidak mengenali lencana itu. “Kau jaga mereka, saya akan masuk dan menemui tetua!” salah satu dari mereka melesat masuk meninggalkan yang lainnya.
“Kami akan menanyakan hal ini pada tetua terlebih dahulu. Anda dapat menunggu disini”
Zhen Yuan mengangguk sebagai balasan, ia mencari tempat disekitar gerbang keluarga Zhen lalu dengan sapuan tangannya yang pelan ia membersihkan tempat itu dan mulai bermeditasi. Shu Lian dan Botak Kun mengikuti Zhen Yuan, akhirnya trio itu larut dalam kultivasi mereka sementara di dalam kediaman keluarga Zhen terjadi keributan.
Tetua yang ditemui oleh penjaga itu rupanya mengetahui token identitas Zhen Yuan. Ia memarahi penjaga itu karena telah menghalangi tuan muda keluarga Zhen dengan begitu kasar. Penjaga itu terkejut setengah mati ketika mengetahui bahwa Zhen Yuan adalah tuan muda keluarga Zhen. Ia ketakutan jika Zhen Yuan akan menandainya dan mengadukannya pada Patriark, bisa jadi masa depannya di keluarga tidak lagi cemerlang.
“Sudah, lebih baik kau ikut saya menemui Patriark.” Tetua itu kemudian menyeret sang penjaga bersamanya.
Sesampainya mereka di aula, sang penjaga menceritakan semuanya. Tapi mengira ia akan mendapat amukan dan teguran dari para tetua dan patriark Zhen, sebaliknya, para tetua memiliki senyum cerah diwajah mereka, terutama Patriark yang semula tidak memiliki semangat diwajahnya menjadi yang pertama kali menghilang disana.
Patriark Zhen sangat bersemangat mendengar Zhen Yuan kembali. Ia sangat khawatir ketika mendengar anaknya itu menjadi buronan sekte Raja Senjata. Tiga tahun tanpa kabar, patriark Zhen semakin khawatir bahkan ketika berita palsu mengenai kematian Zhen Yuan tersebar.
Hari ini, mendapat berita anak semata wayangnya itu kembali membuatnya sangat bersemangat hingga meninggalkan aula dengan terburu- buru, para tetua juga segera mengikutinya.
Patriark Zhen dan para tetua tiba di pintu utama keluarga Zhen. Penjaga disana terkejut dengan kemunculan para tetua, apalagi ia sangat kaget melihat Patriark Zhen Shi, orang nomor 1 di keluarga Zhen juga ada. Ia segera berlutut memberi hormat pada mereka semua.
Penjaga itu bingung, “tuan muda?” ia berpikir sejenak, lalu kemudian pandangannya menoleh ke arah 3 sosok yang sejak awal masih bermeditasi dengan tenang tanpa terganggu oleh mereka semua.
Para tetua dan Zhen Shi mengikuti arah pandangan sang penjaga, nafas mereka semua tercekat ketika melihat tuan muda mereka, Zhen Yuan. Dengan cepat, 10 orang tetua yang ada disana semuanya berlutut hormat pada Zhen Yuan.
Penjaga itu kembali terkejut bukan main, ia tidak mengira jika para tetua yang keberadaannya hanya sejengkal dibandingkan Grand Elder dan Patriark berlutut pada remaja yang baru saja tiba dipintu keluarga mereka.
Para penjaga umumnya tidak akan terlalu mengenali anggota keluarga Zhen yang berlatih diluar seperti Zhen Yuan, karena mereka hanya memasuki keluarga Zhen setelah keluarga itu berjaya dan terkenal. Tapi para tetua inti, mereka semua mengenal Zhen Yuan sebab mereka semua adalah anggota inti keluarga Zhen yang saat ini masih tersisa.
Zhen Yuan mendengar namanya dipanggil segera membuka matanya, menghentikan meditasinya. Ia kemudian melihat 10 tetua sedang berlutut patuh dihadapannya. Begitupula Botak Kun dan Shu Lian yang mengikuti Zhen Yuan.
“Tetua, kalian semua tidak harus melakukan hal melakukan seperti ini” Zhen Yuan mengayunkan tangannya, energi jiwa yang kuat namun menenangkan datang dan menerjang para tetua menyebabkan mereka semua yang awalnya berlutut kembali terangkat.
Wajah para tetua menjadi lebih bersemangat, mereka semua dapat merasakan kekuatan Zhen Yuan yang jauh melampaui mereka bahkan hanya dengan lambaian tangannya, Zhen Yuan berhasil membuat 10 tetua ranah Roh itu kembali tegak.
“Anakku!” giliran Patriark Zhen Shi yang maju, ia segera memeluk anaknya itu dengan penuh cinta. Zhen Yuan juga sangat merindukan ayahnya itu membalas pelukannya membiarkan orang- orang melihat kasih sayang orang tua dan anak yang sangat dalam.
Penjaga itu akhirnya menyadari identitas Zhen Yuan yang sesungguhnya, dalam hati ia berteriak ketakutan sebab telah berbuat kasar pada tuan muda mereka sendiri.
“Anakku, saya dan semua orang sangat khawatir dengan keadaanmu diluar sana. Kami mendengar bahwa sekte Raja Senjata sedang memburumu, saya bahkan ingin mengirimkan para tetua untuk menanyakan kabarmu pada sekte Obat Mujarab.
“Ayah... anda tidak perlu khawatir tentang keselamatan anakmu ini, orang yang mampu membunuh anakmu ini belum lahir di dunia ini” Zhen Yuan bercanda.